
Taktik yang di jalankan oleh Bulba terbilang cukup sukses.
Sebagian pasukan Rajhuas Elxavual lansung terdesak dan terhimpit, mereka pun lansung mati terbunuh.
Lalu hanya Bulba yang menyadari hal itu, dalam. Sekejap sebuah serangan yang menghempaskan segalanya lansung terjadi.
Semua yang berada di sekitar Bulba lansung terhempas.
"Rraaaaattuuu" Teriak pengawal setianya terhempas dan terhimpit oleh Rajhuas dan pasukan dari gunung berkah yang lain.
"Jangan khawatirkan aku mengerti!" Ujar Bulba melalui telepati.
Mereka berdua lansung beradu serangan, di mana Bulba hanya menangkis sembari mundur.
"Tidak ada celah, benar-benar mahluk yang mengerikan" Guman Bulba.
GGGGGGGRRRRRRRRAAAAAAAA teriak lantang Elxavual menghempaskan Bulba.
Bulba berpijak pada mahluk yang sudah mati.
"Dalam memilih lawan kau tidak tanggung-tanggung ya, lazera!" Gimana Bulba.
"BAGAIMANA KAUM PARA DEWI, BBBBBAAAAGGGGAAIIIMANAAAAAA!" Teriak Elxavual bertanya.
Lalu Bulba tersadar ternyata serangan dari Elxavual membuat tangannya remuk dan beberapa darah muncrat ke wajahnya.
"Lumayan!" Ujar Bulba.
Bulba lansung maju, dia menyelinap ke belakang Elxavual.
"Aku adalah pengendali darah, asal kau tahu darah yang terkandung di dalam tubuhku bukan hanya darahku sendiri melainkan banyak darah dari korban-korban kejahatan" Ujar Bulba, dan dia berhasil menusuk jantung Elxavual hingga menembusnya.
Elxavual memutar tubuhnya menebas Bulba dengan kapaknya hingga berlumuran darah dan tangan Bulba yang menyangkut di jantung Elxavual ikut putus.
Bulba di lontarkan ke belakangnya, dengan kecepatan regenerasi keduanya mereka saling bertahan dan menyerang.
Di sela serangan satu tendangan kaki berhasil mendarat ke leher Elxavual, lalu Elxavual membuat sebuah gerakan di mana dia bisa meliminasir serangan tersebut dan membalikkan serangan kepada Bulba dan hal itu berotasi sekitar 2 menit dan sekitar dua puluh ribu serangan yang terhitung dari mereka berdua.
"Tch kau benar-benar sepadan!" Ujar Elxavual.
"Aku sepadan?, jawabannya akan datang sebentar lagi!" Ujar Bulba.
"Kau berbicara seolah kau lebih kuat, tapi dari kerusakan tadi, siapa yang paling besar menerima serangannya" Tegas Elxavual.
Ddddddduuuuuuuaaaaaaammmmmmm
__ADS_1
Dari arah sebelah kiri mereka dari jarak yang sangat jauh pula, tercipta sebuah ledakan yang besar, para prajurit berhamburan di serta dengan puing puing bangunan maupun dunia maupun senjata-senjata raksasa.
Aduan pedang yang saling berlawanan.
"Raaaaaaagghhhhhhhhhh"
"Aaaaaaaarrrrrrrrrrgggghhhhh"
Dua erangan dari yang terkuat sedang beradu dalam pertarungan itu, sehingga semua orang melirik pertarungan ini.
Mereka berdua adalah Gavinstar dan Yuzao.
"KAAHAHAHAHAHAHAHAH TERUSLAH BERTARUNG NAK, BUAT SEGALANYA TUNDUK DI BAWAHMU, BERJALANLAH MESKI RASANYA TUBUHMU SUDAH HANCUR LEBUR KAHAHAHAHAHAHAHA" Teriak lantang menggelegar ke seluruh jagat raya itu dari Elxavual, dan seperti tersampaikan walau jarak yang sangat jauh, tiba tiba saja serangan dari Yuzao sudah membabi buta.
Bulba yang menyaksikannya ikut terkejut, dan setelah mereka saling memandang satu sama lainnya salah satu dari mereka membuka pembicaraan.
"Apa yang kau percayakan padanya?" Tanya Bulba.
"Seperti dirimu!" Jawab Elxavual.
Bulba paham itu artinya seperti kepercayaan orang tua kepada anak agar sang anak menjadi lebih baik.
Tetapi yang di lakukan oleh Elxavual jauh dari itu.
Tak berselang lama mereka melirik pertarungan antara prajurit mereka masing-masing, situasi berubah dari waktu ke waktu.
Namun dari para eksekutor terlihat jelas jika prajurit dari Bulba begitu mendominasi orang-orang kepercayaan Elxavual.
"Ada apa, apa hanya segitu kebencian kalian terhadap para pembantai kita di masa lalu, HANYA SEGITU!" Ujar Elxavual. Gelora pertarungan terus meningkat dengan sorakan semangat.
Bulba tak membiarkannya, dia mengadah tangannya ke depan, sebuah naga darah muncul dan mengitari dirinya, terus membesar dan menjadi naga raksasa berukuran Tuhan ratus meter.
Lalu naga itu menghadapkan satu sisi tubuhnya ke arah Elxavual.
Dur dur dur dur dur dur.
Hujaman peluru tajam dari darah tercipta dari tubuh naga itu dengan jumlah yang sangat banyak mengarah ke Elxavual.
Bukanya menghindar melainkan menangkis nya dengan kapaknya, Elxavual melesat tajam sebelum sang naga menembakkan peluru duri darah yang ke dua kalinya.
Namun dari balik naga darah tersebut tercipta sebuah lubang dan keluar Bulba dari sana, untuk kesekian kalinya mereka beradu pukulan.
Kali ini Bulba lebih mendominasi pertarungan karena duri darah dari sang naga yang membantunya.
Sang naga dan Bulba terus mengitari Elxavual dan menciptakan serangan kombinasi.
__ADS_1
Berbagai goresan terdapat pada tubuh Elxavual, hingga di sela pertarungan tersebut akhirnya Bulba berhasil memutuskan kaki dari Elxavual.
namun dia mendapatkan tebasan yang membelah tubuhnya menjadi dua dari atas hingga bawah.
"Kau hebat tapi aku lebih tangkas!" Ujar Elxavual.
"Apakah begitu?" Tanya Bulba dari belakangnya saja sudah ada kepala naga besar yang melahap mereka semua.
"Dasar ****** brengsek!" Ujar Elxavual sebelum di lahap dengan kecepatan tinggi.
Krak kruk krak kruk.
Suara tulang belulang yang saling beradu terdengar jelas dari naga tersebut.
Dan tubuh naga tersebut lansung hancur, Elxavual berhasil menembusnya dan mendorong Bulba hingga sangat jauh.
"Tulangku di adu dengan kayu yang rapuh, pengalamanmu masih sangat sempit!" Ujar Elxavual.
Elxavual lansung menghujam kan tubuh Bulba ke berbagai benda keras bahkan menembus dunia-dunia dalam sekejap.
Dan itu menjadi perasaan batin bagi prajuritnya yang seolah tahu kondisi Bulba.
"Terus bertarung!" Ujar Bulba yang bergelimang darah.
"TEERRRRRRUUSSSSS BERTARRRUNGGG!" Teriak salah satu eksetutifnya menyemangati prajuritnya.
GOOOOORRRRRRYAAAAAAA.
Bulba berhasil menendang Elxavual dan mendominasi nya dimana Bulba juga ikut menciptakan senjata menyerupai pedang bermata ganda di masing lengannya dan menebas Elxavual, hal itu terus berlanjut hingga Elxavual tak berkutik.
Lalu Bulba menghilangkan pedangnya dan melakukan gerakan menendang akrobatik yang mengenai leher Elxavual dengan telak.
Bulba mengakhirinya dengan serangan beruntun yang melumpuhkan berbagai penggerak di tubuh Elxavual.
"Aku merasa seperti ada yang janggal pada diriku, seolah aku bergerak lambat!" Ujar Elxavual.
"Ya kau akan lambat dan seterusnya gerakannmu hanyalah seperti seorang bayi yang baru belajar berjalan!" Ujar Bulba mendorong Elxavual, sembari menciptakan sebuah jarum raksasa dan melemparkannya sehingga tertancap pula Elxavual ke sana.
"Ada apa, aku merasa tidak ada satupun hal yang terjadi berdampak pada tubuhku?" Tanya Elxavual.
"Aku telah menyebarkan darahku ke dalam darahmu, dengan menggandakannya aku menjadikannya seperti gumpalan yang menghalangi gerakan di berbagai sendi tubuhmu" Ujar Bulba.
"Seperti biasa kalian berpihak pada keadilan, tapi cara kalian bertarung justru sangat licik lebih dari kami!" Ujar Elxavual.
Sontak Bulba emosi, dia menyerang Elxavual bertubi-tubi.
__ADS_1
"Licik?, tapi bertarung dengan trik tipu daya seolah sebuah kecurangan sedangkan kalian, bertarung dengan sandera apakah itu sebuah kehormatan bagi kalian, tidak peduli seperti apa kalian menang, jika menang melawan musuh yang kuat tetaplah di pandang sosok yang hebat!" Ujar Bulba mengingat bagaimana matinya Moruela.
Tubuh Elxavual tercabik-cabik, bahkan sekali layangan kapaknya kalah seribu kali gerakan dari Bulba, dengan tiga gerakan dari Elxavual sontak, seluruh tubuhnya hancur.