Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 41


__ADS_3

********


Salah satu dunia di langit ke 19.


"Apa kau sudah tau posisi satu telah di ganti"


"Maksudmu daftar terkuat dari chandles. Kira kira siapa yang di lawan si malaikat pengkhianat sampai-sampai dia bisa menduduki nomor satu lagi?"


"Tidak, bukan si malaikat pengkhianat yang menggantikan posisi nomor satu, melainkan orang lain"


"Apa?"(suaranya meninggi)


"Bukan hanya satu orang tapi dua orang sekaligus yang melewati si musuh seluruh mahluk yang sekarang sudah berada di posisi 3"


"Mustahil, siapa mereka sebenarnya"


"Entahlah, disini tertulis, nomor dua jevan lovren dari pasukan malaikat, lalu kaliandri slojaer ratu gunung berkah, dan terlebih, era kegelapan hilang beberapa saat setelah mereka berdua menduduki puncak, era baru sekarang adalah keadilan"


"Keadilan?"


"Aku tidak tahu, tapi melihat era baru datang, apa ya kira kira yang akan terjadi pada jagat raya"


"Keadilan bukan sesuatu yang bisa di anggap baik begitu saja, yang namanya kejahatan bisa berdiri dimana saja kecuali di surga"


************


Langit 234


Segerombolan pasukan malaikat berjumlah 150 prajurit sedang bertarung melawan monster yang mencoba pergi ke dunia lain, karena sedikit kesulitan karena monster tersebut hebat dan lincah, seorang pemimpin mereka pun datang, menebas dengan pisaunya yang tajam di lumuri dengan cairan yang bisa menebas apapun, sang monster berteriak kencang karena kesakitan akibat efek dari pisau tersebut, lalu sosok pemimpin itu berdiri di kepalanya dan menusukkan pisau ke kepala monster itu hingga mati, semua orang mengangkat senjata tanda mereka meraka merayakan kemenangannya.


Lalu salah satu dari prajuritnya berlari.


"Tuan, saya datang melaporkan sesuatu!" Dengan nada suara yang sangat tinggi dan terengah-engah.

__ADS_1


"Pelan kan suaramu, kau kira aku tuli tidak mendengar kata mu" Ujarnya geram. Tapi tanpa rasa takut, prajurit itu berkata dengan lantang.


"Posisi satu yang terkuat di jagat raya sudah di gantikan"


"Itu juga sudah lama terhadi, beberapa ratus tahun lalu juga pernah terhadi"


"Yang kau maksud pasti adalah si malaikat pengkhianat yang menggantikan posisi si musuh seluruh mahluk kan, tapi kau salah"


"Apa maksudmu"


"Sekarang ada dua orang baru yang menduduki posisi puncak, dia adalah kaliandri slojaer ratu gunung berkah dan jevan lovren dari pasukan malaikat"


"Apa, mereka berdua menduduki peringkat satu dan dua, kau benar-benar mendapatkan informasi dengan benar"


"Sudah-sudah Elvonsor" Seseorang datang, sembari mendorong sedikit prajurit yang memberi tahu tadi, semua orang kaget melihatnya.


"Reiver, sejak kapan kau disini?" Elvonsor bertanya dengan sorot mata tajam.


"Sejak sebelum kalian memulai pertarungan melawan monster level rendah seperti itu" Ujar Reiver.


"Apa mungkin dia Reiver yang memiliki pengaruh besar itu, dia pernah memojokkan 5 pilar seperti yang di rumorkan"


"Sial, aku bisa melihat dua orang hebat dari pasukan malaikat sekaligus di hadapanku adalah hal yang sangat di banggakan"


Begitulah percakapan bawahan Elvonsor.


"Ahahahahahah, lihat mereka (bawahan Elvonsor) sangat tidak cocok untuk orang sepertimu, bukan karena kemampuan melainkan sifatmu dan sifat mereka yang bertolak belakang" Ledek Reiver.


"Jika kau datang untuk menceramahaiku, aku tidak segan akan memotong kepalamu itu meski kau adalah salah satu prajurit malaikat yang sama sepertiku"


"Tentu saja orang seperti mu harus di nasihati, sudah cukup untuk meremehkan para tetua, lihatlah bagaimana ratu gunung berkah dan komandan jevan bertarung, julukan mereka sebagai yang selamat dari medan perang puncak bukan hanya isapan jempol belaka, hal itu murni karena kehebatan mereka"


"Lalu karena mereka hebat, mereka harus duduk diam sampai pada dewa iblis bangkit kembali, bayangkan, bahkan aku terlahir di era kegelapan yang di bawa oleh si musuh seluruh mahluk, padahal kita punya banyak orang hebat, tapi orang-orang hebat itu hanya berdiam diri sambil membicarakan peforma kita sebagai garda depan di era kegalapan ini, sudah tak terhitung berapa banyak nyawa kita yang mati dan mereka baru bertindak sekarang, omong kosong dengan apa yang sudah terjadi"

__ADS_1


"Kau berbicara seolah sudah tahu semuanya, seharusnya kau lihat dulu prosesnya, baru berbicara. Bukanya mendengar, tapi membantah, itulah dirimu yang sebenarnya ya Elvonsor, banyak orang menganggapmu sebagai malaikat paling keras kepala, apa kau titisan dari si malaikat pengkhianat, dengarkan semua yang aku katakan, hentikan pertikaian mu dengan para tetua, era yang di bawa oleh ratu gunung berkah adalah ke adilan, artinya kita sebagai sosok yang memiliki kemampuan tinggi harus ikut serta menyokong mereka dalam semua rencana mereka, dengan cara incarlah posisi tinggi di catatan chandles, buatlah seolah-olah era kegalapan memang benar-benar lenyap dari era keadilan"


"Lalu bagaimana dengan para penjahat itu, mereka jelas jelas tidak akan tinggal diam"


"Urusan itu akan di urus oleh para pihak penyelidikpenyelidik, lalu giliran kita yang akan beraksi, aku mengerti rasa sakitmu yang sering kehilangan teman-teman, tapi hutan lebat yang kita lalui sudah lebih dulu di lalui oleh seratus tetua itu" Ujar Reiver menatap tajam Elvonsor.


*************


Langit 808


"Eh kau lihat itu ketua, nama kalian berdua turun dalam rangking yang terkuat di jagat raya, padahal sudah sangat lama, kalian saling bergonta ganti menduduki rangking puncak"


"Tak usah khawatir, itu tidak akan lama, malahan jika seperti malah makin seru kan, itu artinya rival ku bukan hanya Yuzao saja, melainkan para rongsokan itu juga"


"Hahahaha, kau terlalu percaya diri, tapi kau tidak pernah jatuh, dan aku sangat menantikan kejatuhan mu"


Orang lain pun mengalihkan pembicaraan.


"Oi hentikan juandos, jaga bicaramu pada ketua, selagi itu, para malaikat itu benar-benar licik, berani sekali mereka membuat rumor jika lima pilar kejahatan sudah terpojok"


"Biarkan saja, rumor hanyalah rumor, tapi buktinya tetaplah berpihak kepada kita, era keadilan ini bukanlah di tujukan pada mereka, melainkan di tujukan pada kita sebagai keadilan yang asli" Ujar si malaikat pengkhianat, menatap angkasa yang indah bewarna warni karena pantulan dari berbagai planet.


***********


Langit 999


Di sebuah planet yang tidak berpenghuni, dimana daratannya hanyalah pasir yang menghisap apapun, dan udaranya adalah badai batu berukuran 90 meter, tapi dititik butanya terdapat sebuah markas yang aman bagi mereka.


"Bagaimana sekarang Yuzao, apakah kita perlu bergerak lagi" Ujar slantia memainkan rambutnya.


"Aku tidak menyangka nya, aku dengar darimu jika kedua orang ini adalah 100 tetua yang selamat dari 800 triliun tahun yang lalu, kenapa mereka bisa lansung berada di posisi puncak ya?"


"Sesuatu sudah terjadi, era keadilan adalah sesuatu yang ambigu di saat ini, siapapun yang menang maka keadilan yang di bawanyalah yang benar, keadilan dengan kesetaraan, keadilan dengan kasih sayang, atau keadilan dengan kekejaman, tapi sejatinya, keadilan dengan kekejamanlah yang akan menang, karena kekejaman adalah tiang pokok dari bendera yang mengibarkan keadilan, dan di baliknya kegelapan berada, mari kita pergi melintasi langit atas, akan ada sesuatu yang harus di pastikan, kibarkan lagi era kegelapan, wahai empat pilar kejahatan"

__ADS_1


Ujar Yuzao si musuh seluruh mahluk.


Tiba tiba saja dari posisi yang amat sangat jauh, si malaikat pengkhianat, dan dua orang lainnya tersenyum secara tiba-tiba.


__ADS_2