Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 46


__ADS_3

**********


Flashback lorn sebelum masuk ke medan perang dan masih berada di gualum.


"Kita semua tahu perang memang akan menghasilkan kehancuran, karena itu kita sebagai yang berada di pihak keadilan, harus menciptakan perang tanpa kehancuran, jika itu adalah para iblis atau yang lainnya aku rasa kita bisa memilimanisir kehancurannya, tapi kau khusus untuk dewa iblis kemarahan yang sekarang tengah berkeliaran di jahat raya, aku rasa itu akan sulit, terlebih kita masih mencari informasi mengenai sepuluh malaikat lainnya dan para dewa iblis yang lainnya, jadi aku mohon kepadamu lorn tolong pendam semua kehancuran yang berdampak bagi berbagai peradaban mahluk hidup yang diciptakan sang dewa kemarahan"


"Aku tahu itu, Terima kasih sudah mengingatkanku lagi, aku akan berjuang sekuat mungkin" Ujar lorn


************


Kondisi sekarang


"Jangan ragu, aku akan membantumu juga" Ujar dianna.


Dari tubuh lorn keluar lah dianna yang semakin membesar, sangat besar hingga semua orang bisa melihatnya.


"Sudah keluar, jadi medan pertempurannya akan semakin meluas"


"Sepertinya ini akan menjadi lebih dahsyat dari peristiwa kemunculan dewa iblis di langit 20 dan pertarungan dua ketua melawan dewa iblis"


"Hohohoho indahnya, aku tak sabar seperti apa kemampuan yang di legend akan tersebut"


"Ayo tunjukkan kemampuan kita juga, hancurkan para malaikat bodoh itu"


Sekilas itulah kata-kata dari mereka yang berada di medan pertempuran.


Ada sekitar dua ratus mahluk yang diciptakan oleh Radehs dengan berbagai macam ukuran, dari yang raksasa sampai yang paling kecil.


"Padahal aku cuma berniat untuk menonton, apa salahnya kita melihat para penerus kita untuk bertarung secara mandiri, jika kau bergerak maka aku akan bergerak" Ujar Retha di sisi yang lain.


Tapi tangan raksasa dianna mengibaskan ke segala arah membuat segalanya berada di dunia dimensi ciptaannya.

__ADS_1


Semua yang berada di sana terkejut dalam seketika. Bukan hanya pasukan malaikat tapi juga para iblis serta sekutunya.


"Lagi-lagi usaha yang sangat sia-sia!" Ujar Retha semangat.


"Apa-apa ini rasanya seperti dua dunia dimensi yang saling bertolak satu sama lainnya"


Kondisi saat ini adalah dimana Retha dan Dianna saling menciptakan dunia dimensi yang saling melahap satu sama lainnya, tentu saja penyerahan tenaga mereka bukan main-main.


Sedangkan di medan perang tadinya pun kosong dan sunyi begitu saja.


Tetapi di dunia dimensi ini, berbagai senjata dari kedua belah pihak saling bermunculan menghancurkan satu sama lainnya.


"Woah tantangannya semakin mengagumkan!" Ujar alamandas meloncat ke sana kemari, lalu menebas sebuah rudal yang mengarah ke arahnya dan berbagai benda lainnya.


"Jangan terpukau dengan hal begini sialan, ayo kita tuntaskan pertarungan ini dasar penjahat yang merepotkan" Ujar volgatto, dia melompat menghindari berbagai serpihan yang di hancurkan oleh alamandas, mereka pun bertarung sengit sembari menghindari berbagai benda terbang yang saling menembak satu sama lainnya.


Di sisi lain tumpukan mayat bertebaran di sana sini, mereka adalah sekumpulan dari Sekutu pasukan malaikat.


"Sial siapa dia sebenarnya!" Tiba-tiba saja lehernya terputus begitu saja.


"Apakah begitu cara bertarungnu, berlari dari orang yang lebih kuat atau seimbang denganmu lalu menghabisi mereka yang lebih lemah darimu" Ujar seseorang yang tadinya di bawa oleh lorn.


"Aku merasakan jika kita adalah orang yang sama cuma berasal dari tempat yang sangat berbeda" Ujar syuda, mengelap berbagai darah di wajahnya.


"Dari legenda yang kudengar sang dewa kemarahan bisa membangkitkan orang-orang yang berasal dari neraka, dan begitu pula dari malaikat terkuat sang kesabaran, dia bisa memanggil kami, orang mati yang hidup di surga"


"Siapa namamu?" Tanya syuda


"Dalion, sudah 44 juta tahun aku tak melihat jagat raya" Ujarnya terus maju.


"Dalion, kita hidup di periode yang sama, aku dulu sering mendengar namamu tapi tidak pernah berjumpa denganmu, bagaimana bisa seorang yang kejam sepertimu bisa masuk surga" Ujar syuda melihat dalion berjalan dengan tenang di tengah hamburan potongan tubuh Sekutu malaikat.

__ADS_1


"Aku tidak punya waktu untuk bersedih atas kematian mereka, karena mereka adalah prajurit sejati yang siap untuk mati, menangisi mereka adalah sebuah penghinaan, dan aku tidak punya waktu untuk hal lain selain fokus pada dirimu, jika aku gagal maka hanya bertambah korban" Ujar dalion semakin mendekati syuda, dan syuda pun lansung beranjak dari tempat duduknya yang berupa kepala dari berbagai orang yang sudah di bunuhnya.


Semakin mereka mendekat semakin banyak tebasan pedang yang tak terlihat karena saking cepatnya, sedikit kesalahan maka anggota tubuh bisa terpotong dan terburai.


Di sisi lain kerucut pobiando mengarah ke kemari, berbagai pesawat terbang raksasa milik Sekutu malaikat mencoba menghancurkannya tapi semuanya gagal, tapi itu cukup merepotkannya.


"Srungggg" Seketika sebuah bintang zora tampak di depannya.


"bagaimana bisa mereka menembakkan bintang zora dengan jarak sedekat ini brengsek! " Ujar pobianando panik setengah mati, sontak kerucutnya lansung memanjang dengan cepat dan menghantam bintang zora tersebut hingga tak berefek pada pobianando.


"Hei brengsek siapa yang mengatur semua ini, ayo maju satu persatu, dasar kalian orang-orang dari jarak jauh memang pengecut terbesar sepanjang sejarah bodoh!" Ujar pobianando kesal.


Sebuah laser menyerangnya, tapi pobianando mampu menghindarinya, dia melihat pesawat terbang, berbentuk seperti pesawat tempur, ujungnya seperti paruh elang, mempunyai 8 sayap berbentuk burung albratos, setiap sisinya adalah senjata penembak rudal yang keluar seperti minimi. Senjata yang di beri nama galtikas. Milik salah satu Sekutu pasukan malaikat. Malasa.


"Dunmmm" Hentakan pesawat itu seperti ledakan dari sebuah granat, membelah angkasa, meliuk-liuk di serpihan dimensi yang saling berlawanan dimana gravitasi berubah-ubah karena kehendak dari keinginan yang berlawanan.


"Dum dum dum dum dum dum duaammmmmm" Berbagai deruan tembakan di ciptakan galtikas menghujam kerucut pobianando hingga berbentuk puing-puing tapi pobianando tak menerima begitu saja, dia membagi kerucutnya menjadi 5 bagian, lalu membentuk dengan ukuran yang sama seperti semula.


Dengan begitu pobianando lansug menyerang dengan cara membangunkan mereka di mana pobinando berada.


Tapi itu hanya imajinasi pobianando.


Galtikas adalah pesawat yang di lengkapi komponen muktahir, dalam kecepatan suara dia bisa berhenti dalam sekejap lalu merubah arah sesukanya. Hanya saja salah satu yang tak bisa dimiliki benda ini adalah kemampuan teleportasi.


Pasukan malaikat dan Sekutu melawan pasukan iblis beserta sekutunya juga.


3 yang terkuat dari neraka mendapat lawannya masing-masing.


Serta mereka orang yang di bawa oleh lorn tadinya adalah orang yang berasal dari pihak surga, melawan 200 mahluk ciptaan Radehs.


Dianna melawan Retha, dan tentunya lorn melawan Radehs.

__ADS_1


__ADS_2