Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 68


__ADS_3

**********


"Astaga setelah kita mendapatkan semua ini apa kau masih yakin Salor?" Tanya Raymond.


"Benar aku yakin, setelah ini kita akan mendapatkan harta berlimpah" Ujar Salor.


Mereka semua membawa tubuh Radehs dan Hanzjoe dengan kondisi di ikat kali dengan kendaraan besi mereka.


"Jika kau perlakukan mereka seperti apa tubuh mereka tidaklah rusak karena terkikis oleh jalanan" Tanya Mardi.


"Eh kau benar juga baiklah bagaimana sekarang?"


Mardi turun dari kendaraannya, dia mengambil sebuah karung dan hendak berniat membungkus tubuh Hanzjoe dan Radehs.


Betapa terkejutnya ketika dia melihat Radehs Hanzjoe yang sangat aneh dari orang-orang biasanya.


"Apa ini penyakit, atau mereka terlahir secara aneh, tapi tubuhnya keras, apa mutan yang di maksud itu akan mau memakan tubuh yang tidak lunak seperti biasanya, ah entahlah yang penting kerjakan saja dulu, imbalannya pasti besar" Guman Mardi.


Dia membungkus tubuh keduanya.


Setelah beberapa hari mereka pun sampai di kota Pangorluan.


"Anehnya kenapa tubuh mereka tidak membusuk ya?"


"Entahlah siapa yang peduli, bahkan aku mendengar para mutan itu tidak peduli dengan bangkai, asalkan daging manusia, mereka akan memakannya"


"Bagaimana jika daging iblis?" Tanya Hanzjoe melalui telepati kepada Salor, tentu saja Salor bingung karena tidak tahu apa-apa.


"Apa kalian dengar suara tadi?" Tanya Salor pada rekan-rekannya.


"Suara apa?"


Salor lebih bingung lagi karena teman-temannya tidak tahu apa-apa mengenai hal itu, dan akhirnya Salor tidak ingin ambil pusing.


Mereka terus masuk ke kota dan menyembunyikan tubuh Hanzjoe dan Radehs di dalam sebuah karung.


"Jika ada yang bertanya bilang saja isinya barang-barang penting yang tak boleh di lihat" Ujar Salor.


Tak berselang lama akhirnya mereka mendapatkan peta dan mulai mencari tempat yang di tuju.


Setelah sekian lama akhirnya mereka berhasil berjumpa dengan salah satu kenalan dari tempat penjual daging manusia.


Lalu sampailah Salor dan rekan-rekannya kepada tempat yang di tuju.


Seorang pria kekar pun keluar setelah di beri tahu.

__ADS_1


"Bisakah aku melihat mayatnya" Tanya pria tersebut.


"Mardi cepat buka jasadnya!" Ujar Salor.


Setelah di buka pria kekar itu lansung melihat-lihat jasad dari Radehs dan Hanzjoe. Dia tampak kebingungan karena tubuh Radehs dan Hanzjoe yang begitu aneh.


"Radehs kita telah sampai" Ujar Hanzjoe.


Radehs membuka matanya dan membuat semua yang terlihat pun terkejut.


Bahkan pria kekar yang tadinya tenang lansung melompat menjauh karena terkejut.


"Kalian siapa sebenarnya, apakah pasukan keamanan!" Tanya pria kekar itu kepada Salor, karena baginya ini seperti sebuah jebakan.


"Hei tidak-tidak dengarkan aku dulu, kami adalah bandit" Jelas Salor.


"Hei Salor, apa kau benar-benar telah membunuhnya?" Tanya Raymond, dan Salor mengangguknya sembari berkeringat.


Hanzjoe membalikkan punggungnya menampakkan bekas luka yang ada di punggungnya, luka yang dimana sudah mulai pucat karena tidak ada darah.


Namun Hanzjoe sengaja secara perlahan menyatukan kulit yang sudah terpisah karena tebasan.


Sebagian dari para bandit ini lansung mengucek-ngucek matanya karena masih tidak yakin apa yang mereka lihat.


"Kajob bagaimana mayatnya, segera bawa masuk, aku lapar!" Ujar seseorang dari dalam.


"Tunggu tuan, ada sedikit masalah, saya usahakan tidak akan membuat anda menunggu!!" Ujar kajob ketakutan.


"Oi kalian tunggu apa lagi, kalian mau bayarannya kan, cepat bunuh lagi mereka atau aku akan mengkurangkan harga bayarannya!" Bentak kajob kepada Salor dan teman-temannya.


Disisi lain Mardi yang tidak percaya pun mengigit kukunya, dia terkejut melihat mata kedua bocah ini.


"Salor mereka bukan orang biasa lihatlah bola mata mereka, berbeda dengan kita, saat aku kecil dulu aku berasal dari desa Mumega, desa yang di anggap penuh dengan orang-orang yang percaya akan takhayul, tapi entah kenapa saat aku mendengar cerita orang tua kami, aku merasa cerita itu benar adanya, di cerita mereka sembari menggambar sebuah simbol yang di namai dengan simbol pentagram dengan bewarna merah cerah, jika bertemu dengan orang yang memiliki simbol ini maka tidak ada pilihan lain selain lari darinya!" Jelas Mardi.


"Itu hanya takhayul Mardi" Bantah Salor.


"Oh sial terus kau lihat regenerasinya itu!" Mardi tak Terima.


Salah satu dari mereka datang kepada Hanzjoe.


"Bos ku penggal saja kepalanya!" Ujar salah satu dari mereka.


"Ya, kalau di penggal pasti dia tidak akan bisa beregenerasi lagi" Ujar Salor.


"Blaass" Kepala Hanzjoe pun di penggal dan terjatuh namun tersambung kembali, membuat mereka semakin terkejut tak kepalang.

__ADS_1


"Sial akan ku cincang kau sampai tak bisa beregenerasi kembali!" Ujarnya sangat marah.


"Blas crutt crussh sraaat saat"


Selama 5 menit, tubuh bandit itu sudah penuh dengan darah, dan dia sudah tampak kelelahan.


"Sekarang giliranku!" Ujar Hanzjoe.


Tiba-tiba dari darah Hanzjoe yang berbekas di tubuh bandit itu berubah menjadi tenkatel kecil lalu menggorogoti tubuhnya secara perlahan, bandit itu berusaha melepaskan tenkatel itu dari tubuhnya tapi semakin banyak.


"Arrghhhh arrghhhhh aaaarrrrghhhhhh tolonggg akuuuu!!!" Teriak dirinya meminta tolong.


Dua orang datang lalu melepaskan tenkatel tersebut namun bukanya membantu, mereka malah tersebar tenkatel Hanzjoe juga dan tubuh mereka pun tergorogoti, karena telah melihat orang itu, yang lainnya tidak berniat menolongnya.


Ada yang mencoba berlari ke arah yang lain tapi tak berselang lama dirinya terjatuh karena kakinya di gerogoti lebih cepat. Namun perlahan lahan setelah otot-otot dagingnya hancur.


"Jika dia berniat berlari menuju orang lainnya, maka yang lain pasti akan lansung menebasnya" Ujar Hanzjoe.


"Jadi kau yang telah membisikkan sesuatu padaku!" Guman Salor sambil miris melihat ketiga anak buahnya mati menderita secara perlahan.


"Arrghhhhhhhhhhhh"


"Uuurrrrghhhh aaaarrrrghhhhhh"


"Sakitttt sakitttt ku mohon maafkan aku, maaaafkan aku, apapun pasti akan ku lakukan, aarrghhh"


"Apa, padahal tubuhnya telah habis tergorogoti, tapi kenapa mereka masih bisa berteriak?" Ujar yang lainnya.


Mental mereka ada yang telah ciut melihat hal tersebut.


Akhirnya setelah sekian menit tubuh mereka hanya tersisa tulang bersimbah darah.


"Hoeeekkk" Salah satu dari mereka muntah setelah menyaksikan hal itu.


"Seharusnya aku sudah terbiasa melihat orang-orang yang mati terbunuh, bahkan saat aku menjadi prajurit kerajaan dulu, aku pernah melihat genangan darah di sebuah desa yang di bantai, tapi entah kenapa melihat bagaimana mereka di bunuh, aku rasa tidak ada yang lebih sadis dari pada mahluk-mahkuk itu menggorogoti tubuh mangsanya!"


Lalu tiba-tiba sesorang keluar dari rumah tersebut, dia juga terkejut melihat tulang belulang yang telah bersimbah darah namun dia tenang seketika ketika melangkah maju.


"Aku kira kenapa kau lama sekali mentransaksi jasadnya, tapi naas sekali kau membuatku kesal kajob" Ujar pria tersebut.


"Maafkan saya tuan Pokando, saya tidak bermaksud berlama-lama dalam mentrasaksi jasadnya, tapi ada masalah yang harus di hadapi, entah ini jebakan atau tidak, tapi yang jelas sudah ada yang terbunuh!" Ujar kajob kepada Pokando.


"Terus apa peduliku terhadap hal itu, seperti biasa aku sangatlah lapar!" Ujar Pokando egois.


"Dia adalah salah satu dari prajurit terbaik Volgekov, Radehs dengarkan aku!" Ujar Hanzjoe.

__ADS_1


__ADS_2