
"Hanzjoe biarkan aku saja yang menghambat mereka"
Ujarnya.
"Kuberikan kau hadiah perpisahan kita" Ujar Hanzjoe Sang dewa kebencian.
Tiba-tiba tubuh Grover seperti tertampar oleh sesuatu yang amat sangat kuat dan membuatnya melayang puluhan kilometer.
Akhirnya Sang dewa kebencian yang bernama Hanzjoe dan Radehs berhasil kabur dari pertarungan.
Tapi sebagian orang tertuju pandangannya kepada sosok gelap yang besar hampir setara besarnya Dianna. Kepalanya menyerupai rubah tapi di penuhi dengan tenkatel seperti gurita.
"Sudah sangat lama kita tidak berjumpa, 800 triliun tahun bukan waktu yang sebentar untuk kita" Ujar sosok hitam tersebut.
"Apa-apaan wujudmu itu, apa kau meremehkanku?" Tanya Dianna.
"Lorn kalau sempat cepat cari dia, berharap saja jika mereka pergi ke dunia lain di jagat raya, tapi jika mereka mencapai dunia bawah maka lain lagi ceritanya" Pintar Dianna melalui telepatinya.
Lorn lansung melaksanakannya, Lorn tidak tau menahu dengan sosok hitam yang ada di depannya tapi dia yakin jika Dianna akan mengalahkannya.
Dalam sekejap sosok Lorn lansung hilangĀ dari tempat itu.
Hanya tersisa Dianna dan penjaga dewa kebencian yang tinggal di tempat itu.
"Percuma dia mengejar mereka, karena apapun yang terjadi, dia tidak akan sanggup menghentikan mereka" Ujar penjaga dewa kebencian sembari melesat tajam.
"Huh, itu hanya bedasarkan pendapatmu, aku sengaja memilihnya karena dia memiliki kecocokan sebagai salah satu dari malaikat terkuat, sang kesabaran" Ujar Dianna, menangkis serangan dari penjaga dewa kebencian.
Tiba-tiba saja penjaga dewa kebencian membentuk sebuah bulatan yang mengelilingi Dianna.
"Duaammmmm" Terjadi sebuah ledakan yang di ciptakan oleh penjaga dewa kebencian.
Namun terjadi lagi ledakan kedua dan menghancurkan tenkatel penjaga dewa kebencian.
"Herlix saber, kau taukan ada alasan kenapa manusia di juluki sebagai mahluk paling sempurna di antar ketiga mahluk paling agung di jagat raya ini" Ujar Dianna dengan mengadah tangan ke atas sembari mengepalkan tangannya.
"Hoooo" Jawab dengan takjub herlix saber yang merupakan penjaga dewa kebencian.
"Memang benar jika manusia itu adalah mahluk lemah, tapi mahluk lain hanya bisa menandingi mereka dari segi kekuatan fisik, jika fisik mereka tidak bisa mengalahkan manusia maka mereka akan menandinginya dengan kecerdasan, tapi di balik itu semua tidak ada yang bisa menyamai kesempurnaan para manusia, itulah sebab dari semenjak dulu kami selalu berwujud manusia" Ujar Dianna.
__ADS_1
"Kebencian adalah hal yang sangat mudah untuk di keluarkan oleh semua orang tapi tidak dengan kesabaran, hanya orang yang tertentu yang mampu menahan segala ujian dengan kesabaran tapi sekali kesabaran itu keluar maka kekuatan yang dihasilkannya tiada banding bagi sifat-sifat lainnya, hal itu pulalah kenapa aku dan sang malaikat kesabaran dulunya mampu membuat perintah surga ada di bawah naungan kami" Ujar Dianna panjang lebar, seketika dirinya lansung bercahaya menyinari apa yang ada.
Semua yang melihat terkejut untuk kesekian kalinya.
"Kau yang tidak tahu apa-apa berbicara seolah mengguruiku, Kata-katamu seperti memandang kebencian dari seseorang merupakan hal sepele" Herlix sedikit kesal lalu tubuhnya semakin membesar.
Dia mengakui jika wujud manusia benar-benar sempurna, hampir tidak memiliki titik buta dan titik buta yang ada adalah daerah paling di waspadai.
Tapi tiu adalah slogan yang sudah ketinggalan jaman menurutnya.
"Seorang prajurit tidak perlu lagi memakai zirah yang berat"
Wajah herlix saber berubah lebih menyeramkan, ribuan tenkatel yang menyebar kemana-mana menyatu menjadi satu lalu membentuk kesatuan seperti tulang belulang.
"Akhirnya kau mulai juga" Ujar Dianna yang juga dalam prosesnya.
***********
Di tempat yang amat sangat jauh dari medan pertarungan.
Dua orang saling menyerang satu sama lainnya.
Tak berselang lama salah satu dari mereka pun tunduk dan di bawa pergi oleh kawanannya.
"Sayang sekali, aku kira dia yang akan datang, tapi tak di sangka malah kau sendiri" Ujarnya tenang dengan nada mengintimidasi.
"Jangan banyak berlagak, eramu sudah berakhir, era keadilan akan segera menenggelamkan seluruh kegelapan yang ada" Ujar lawan yang di kalahkan.
"Kau yang masih baru dan bukan siapa-siapa tau apa tentang catatan chandles, apa kau kira era yang ada di lembarannya bedasarkan keinginan dari pemuncak itu sendiri, tidak, catatan itu sendiri yang mengubah era bedasarkan kriteria dari suasana dan juga pemuncak rangking terkuat di jagat raya, aku berani mengatakan bahkan nomor 1 saat ini Kaliandri Slojaer, juga bingung akan era yang di ciptakan nya, apakah keadilan yang di maksud adalah bedasarkan presepsimu atau keadilan yang lainnya" Ujar orang itu yang merupakan mantan pemuncak nomor 1 di catatan chandles, dia adalah yuzao si musuh seluruh mahluk.
Sedangkan lawannya saat ini adalah Bagura, merupakan teman akrab dari gavinstar yang baru bertaman sejak beberapa puluh tahun terakhir.
Tiba-tiba saja di saat yuzao hendak mengeksekusi Bagura, sebuah portal terbuka dalam hitungan kurang dari satu detik, dan sesosok berdiri di depannya.
Auranya sangat mengintimidasi membuat Bagura saja tidak bisa berbicara apa-apa selain hanya berdiam sembari ternganga, siapa sosok gerangan ini di pikirannya.
"Kau.." Ujar Yuzao.
"Aku telah melihatmu sejak beberapa waktu ini, aku terus melirikmu karena kertetarikanku padamu, dengan begitu aku yakin kau juga pasti akan mengikutiku" Ujar Hanzjoe dan di sampingnya Radehs dan juga Retha.
__ADS_1
"Ku kira kita akan pergi dari mereka, tak kusangka aku harus pergi ke tempat seperti ini, apa kau tau waktunya sangat genting jika kau berniat kabur dari mereka"
"Tidak perlu khawatir Retha, aku kesini hanya mengucapkan satu atau dua patah kata padanya" Jawab Hanzjoe.
"Kau mengajakku, kenapa harus aku dan apa gunanya aku bagimu, jika itu adalah pertarunganmu, masih banyak petarung di jagat raya ini yang bersedia bersimbah darah demi dirimu" Jawab Yuzao dengan entengnya tanpa rasa takut.
"Kau memang benar, tidak ada gunanya, tapi aku yakin kau akan ikut pergi bersama ku nanti, karena kita sama-sama memiliki kebencian yang kuat" Ujar Hanzjoe membuat Yuzao tersentak sedikit.
"Aku akan menunggumu untuk pergi bersamaku di medan perang puncak" Sambung Hanzjoe. Sembari menghilang bersama yang lainnya menuju portal yang masih terbuka.
Yuzao hanya diam, tidak membantah sedikitpun, tapi sorot matanya tajam terhadap Hanzjoe.
"Tidak kusangka para pilar kejahatan di masa kini benar-benar langka" Ujar Retha.
"Kau benar, tapi yang tersisa itu amat sangatlah kuat seperti berlian yang beribu kali di tempat" Ujar Hanzjoe dan mereka segera menghilang dari tempat itu.
***********
"DUAAAMMMMMMMMMMMMM"
"Tahan dia, bagaimanapun keluarkan seluruh kemampuan kalian dan tahan dia jangan sampai menuju dunia bawah"
"GRROOOOOAAAAAHHHHHHHH" Teriak leak memekakkan telinga.
"Ini benar-benar kuat, kaitanku tidak akan bertahan jika begini terus"
Berbagai lilitan mencancap di tubuh Leak, berbagai rudal bukan lagi di tujukan untuk membunuh atau menyakitinya tapi untuk menahan lajunya.
"Bertahanlah Marillu, beri waktu untuk mahluk raksasa bernama Grover itu"
"BENAR-BENAR MENGESANKAN DAN LUAR BIASA, KALIAN ADALAH ORANG-ORANG BERTEKAD BAJA YANG MELEBIHI DIRIKU SENDIRI, TERIMA KASIH" Ujar Grover sembari terjun dengan kecepatan tinggi lalu memeluk Leak.
setelah memeluk Leak dari belakang dengan kecepatan tinggi pula Grover membuat lajunya Leak terhenti menuju ke atas.
"DUBRAK DUBRAKK GRAAKKK"
seluruh yang ada lansung terhempas begitu saja, bahkan sampai mati.
Grover terlalu memaksa Leak untuk di angkat ke atas sedangkan Leak sedang dalam kondisi terjun bebas menuju dunia bawah akibat dorangan kuat dari Retha.
__ADS_1
Tentu saja penolakan ini menciptakan getaran kuat berbentuk gelombang.