Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 108


__ADS_3

"Kau mungkin tidak mengenalku karena sudah sangat lama aku mati akibat ikut campur dalam pertarungan yang terkuat delapan ratus triliun tahun lalu, tapi aku perkenalkan sekali lagi aku adalah Unzouska, peperangan di sebelumnya aku mati akibat serangan telak dari Sang malaikat kesabaran itu sendiri!"


"Aku tidak butuh namamu, dan aku tidak peduli siapapun dirimu, akan ku bunuh kau bersama dengan mereka!" Ujar lazera geram, berbagai aura kemarahan darinya keluar dan seperti tatapan binatang buas yang akan menerkam mangsanya.


"Dasar sombong sekali, tapi apa kau tahu?" Tanya Unzouska dia melirik sesuatu.


Lazera menatap para prajuritnya dan yang lainnya juga ikut bingung, hal itu juga berlaku bagi kedua belah pihak pasukan.


Tak peduli siapapun mereka yang berada di sisi kegelapan dan keadilan, mereka akan mendengar apapun yang di katakan oleh Unzouska dan juga lazera.


"Tch karena kau tidak mempan memprovokasi ku kau berusaha untuk memprovokasi pasukan-pasukanku!" Ujar lazera menyerang dengan berbagai serangan dahsyat.


Unzouska menghindar dan beberapa serangan lazera mensayatnya.


"Ini bukan soal provokasi tapi ini lebih ke pendapatku sendiri sebagai orang yang sudah lama berada di neraka dan menjadi koleksi dudugomo, aku hanya ingin bertanya kepadamu, kenapa hal ini bisa terjadi?" Tanya unzouska dia memancing lazera dengan menampakkan lima pilar yang di kecilkan.


Tapi lazera tidak terpancing sama sekali, dia menyerang berbagai tempat yang merupakan titik buta dari unzouska.


"Kenapa kalian pasukan malaikat bisa lebih tinggi dari pada pasukan Sekutu yang lainnya, dan apa yang terjadi dengan nona-nona dari gunung berkah itu!" Tanya Unzouska dan membuat lazera merasakan hal buruk akan segera terjadi.


"Di era dulu pasukan dari gunung berkah lah yang paling di favoritkan sebagai yang terkuat di jalan keadilan, bahkan mereka bisa mengimbangi apapun yang di capai oleh pihak surga itu sendiri, yah wajar saja mereka adalah golongan-golongan keberuntungan, benih dari sang manusia terkuat itu sendiri!" Ujar Unzouska.


"Manusia terkuat?" Tanya semua orang yang berfokus pada omongan itu, bahkan orang orang dari era lama terkejut tak terkecuali bulba itu sendiri.


"Sial, suara ini sudah pasti dia, dan kenapa dia bisa berbicara dengan lazera!" Guman bulba.

__ADS_1


"Hahhaha, jangan perdulikan hal itu bulba, ayo kita tuntaskan segera pertarungan ini sampai salah satu dari kita ada yang mati, aku sudah mencapai batas setelah lima jam pertarungan tanpa jeda, sudah tak terhitung berapa banyak serangan yang ku lontarkan kepadamu tapi semuanya tidak berdampak serius!" Ujar nomoskus dengan keadaan pedang tersisa cuma satu.


"Bicaramu memang gampang tapi bukan kau saja yang terdesak, sialan, aku mohon semuanya berjalan baik-baik saja!" Guman bulba.


Disisi lain di sebuah ruang, suara dari unzouska dan juga lazera juga sampai ke telinga slojaer, walau tak bisa bergerak tapi dia sudah bisa membuka matanya yang sayu.


Dia memahami baik-baik omongan keduanya melalui telepati itu.


"Lalu kenapa jika memang merupakan pasukan terbaik di masa lampau, itupun karena ada bantuan dari si manusia terkuat!" Jawab lazera.


"Tetapi kemunduran mereka bukanlah karena sekarang si manusia terkuat tidak ada lagi disisi mereka, melainkan kalian sendiri yang membuat kebijakan yang merugikan Sekutu terbaik kalian sendiri!" Unzouska menyangkal dan membuat lazera geram.


"Kau yang merupakan musuh tahu apa tentang persekutuan kami!" Geram lazera.


"Itu bukanlah rasa iri tapi itu adalah persaingan menunjukkan siapa yang terbaik, tidak ada satupun kebijakan yang merugikan mereka karena apapun itu tidak ada dari kami yang di rugikan dan pemenangnya adalah rakyat semestalah yang akan mendapatkan hasil positifnya!"


"Kau berbicara seperti itu karena tidak merasakan dampak yang mereka rasakan, karena kebijakan yang kau buat mereka menjadi di pandang sebelah mata walau dengan segala pencapaian berbagai orang-orang hebatnya!" Ujar unzouska dia menghempaskan segala benda di langit lalu merubahnya menjadi satu, binatang hidup yang di beri sihir.


"Tidak ada waktu untuk mengurus orang keras kepala dirimu itu!" Ujar lazera mencabik-cabik mahluk yang di ciptakan oleh unzouska.


"Kau bukanya tidak memiliki waktu, melainkan kau ingin menghindari jika hal ini memang benar adanya, faktanya mereka akan setuju dengan pendapatku!" Unzouska dia menyerang lazera.


"Kau tidak bisa melihat pencapaian tinggi dari mereka di masa lalu dan membuat sebuah kelompok yang pro denganmu dan mereka mendorongmu sampai ke puncak dan berhasilah dirimu dan membuat segala sesuatu yang membuat pasukan malaikat menjadi yang terkuat dengan menghalalkan segala cara sama seperti kami!" Sambung unzaoska dia menyerang dada lazera dan biasanya itu akan membuat seorang kehilangan kesadaran dan mati.


"Semua itu untuk kedamaian, benarkan slojaer!" Ujar lazera mengejutkan semua yang ada.

__ADS_1


Bahkan slojaer yang mendengarnya juga sependapat.


Disisi lain bulba juga setuju dengan lazera walau dirinya di rugikan tapi asalkan kedamaian tercipta makan mereka hanya bisa menerima dengan lapang dada.


Lazera menyerang balik unzouska, pertarungan mereka seimbang dan tak berselang lama jadi berat sebelah.


"Tapi kenapa, kenapa kau tidak berdiskusi dengan kami!" Lazera mulai emosional, dia mengingat masa lalunya.


Dulu kala dirinya pernah berpas-pasan dengan slojaer di mana pada saat itu mereka adalah komandan perang yang membawa jutaan prajurit ke medan perang.


Dan saat itu pas pula keduanya bekerja sama mengalahkan berbagai musuh di jagat raya.


"Kami pasukan gunung berkah tidak memaafkan sedikitpun orang-orang yang gemar membantai orang lemah tak bersalah, siapapun itu tak peduli anak kecil sekalipun maka kami akan mengeksekusinya!" Ujar slojaer kepada dirinya waktu itu.


"Ya kau benar, mereka memang sangat pantas di bunuh, jika kita membiarkan mereka semua maka penderitaan akan terus meraja lela ke segala penjuru di langit ini!"


"Aku harap kita akan terus maju dan memenangkan segala pertarungan, dengan saling percaya maka kita pasti bisa merobohkan pasukan manapun!" Ujar slojaer.


"Kau begitu percaya kepadaku padahal ini baru pertama kali aku bertemu denganmu?" Tanya lazera


"Untuk apa diragukan, kita kan Sekutu dan sama sama berjalan di jalan penuh keadilan!" Ujar slojaer dan membuat lazera terpukau.


Dan tak berselang lama para pasukan gunung berkah lansung di beri berbagai penghargaan akan kemenangan yang mereka bawa di jagat raya, dan hal itu seperti sebuah pengucilan bagi pasukan malaikat yang sering tak berdaya melawan musuh.


Mengingat masa itu lazera mulai hilang kendali.

__ADS_1


__ADS_2