Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 85


__ADS_3

"Jadi dengan itulah kau melakukan sesuatu yang sama-samarkan!" Ujar Carolina dan membuat pontakkan terkejut.


"Dari awal aku memang tidak berniat menggunakannya karena kau seperti musuh alamiku saja!" Ujar pontakkan.


"Ada apa Carolina?" Tanya duva.


"Ilmu bela dirinya belum sempurna dan juga akan sangat sulit jika hanya mengandalkan sebuah bela diri yang belum sempurna dan penuh dengan efek samping seperti itu, karena itu dia menggunakan kemampuan yang akan sangat sulit di ketahui oleh orang lain, yakni kemampuanĀ  untuk pergi ke waktu yang sesudah dan sebelumnya!" Ujar Carolina.


"Plok plok plok plok plok"


Kemampuan pontakkan adalah dia bisa pergi beberapa detik ke masa lalu atau ke masa depan, hal itu terjadi saat Carolina menerjangnya dengan menendang, saat itu pontakkan sempat memegang kaki Carolina dan sedikit berputar tapi sebenarnya bukan seperti itu, karena itu hanyalah sebuah tipuan.


Lalu kata-kata pontakkan dimana dia tidak membutuhkan klon juga sama, itu hanyalah sebuah tipuan dimana yang pergi ke masal lalu atau ke masa depan dalam beberapa detik bukanlah pontakkan tapi klon nya dengan kekuatan super cepat dan menciptakan seolah dirinya melakukan sebuah serangan tanpa menyentuh.


Tetapi berkat ilmu bela diri protous itulah akhirnya pontakkan bisa menerapkan hal ini!


Pontakkan mengangkat tangannya mengisyaratkan jika dirinya menyerah.


"Kenapa kau tidak lanjut saja, kau belum mengeluarkan seratus persen kemampuanmu!" Ujar Carolina.


Lalu mata pontakkan melirik sesuatu dan saat Carolina melihat hal yang sama, dia juga terkejut, betapa tidak sadarnya Carolina jika anak-anaknya menangis melihat dirinya bertarung.


Carolina menghembuskan nafasnya, dia segera berbalik, memanggil semua mahluk yang membantunya dalam bertarung, dan membuat mereka kembali ke tempat semula.


"Benar-benar merepotkan, tapi aku tetap pada pendirianku, jika kalian sebagai petinggi dari gunung berkah harus mengubah segalanya sistem dari kepemimpinan kalian, seperti para prajurit yang harus tahu tentang semuanya, mungkin bagi para Sekutu ini adalah masalah sepele, tapi jika melihat kalian, itu bukan lagi sebuah masalah sepele, saat prajurit mu mendengar semua apa yang di katakan oleh para penjahat jagat raya, mereka kehilangan kontrol dan seperti mengamuk untuk segera menghabisi lawannya tanpa mereka sadari, mereka telah masuk ke jebakan lawannya" Ujar pontakkan.

__ADS_1


"Jika kita berbicara ini baik-baik mungkin hal seperti ini bisa di hindari!" Ujar Carolina, lalu dia segera berlalu menuju kluna.


Disisi lain, pontakkan melihat lazera, dan lazera mengangguk nya.


Semua orang terkejut melihat apa yang baru saja terjadi, memakan waktu selama 7 menit tapi pertarungan begitu cepat.


Dataran keramik menyusut dan akhirnya kluna, jessy, Carolina serta pontakkan dipindahkan ke proyeksi mereka masing-masing.


Suasana menjadi canggung.


Tetapi sorot mata kemarahan masih terpancar pada bulba yang memandang tidak suka kepada huzio.


"Jangan berharap jika kau ingin melanjutkan apa di lakukan mereka berdua di arena tersebut, jika kau ingin menghajarku, maka akan aku tunggu dirimu di jagat raya, dan jangan harap jika kau akan kembali dengan selamat, karena aku bukanlah orang yang peduli akan teman ataupun Sekutu, karena siapapun yang menggoyahkan keadilanku, sama saja seperti musuh!" Ujar huzio menatap tajam ke bulba, dan maksud dari dirinya adalah kepada jessy.


Pasukan malaikat seperti huzio, pontakkan, lazera dan beberapa petinggi lainnya adalah orang yang tidak pandang bulu jika sudah melihat masa lalu seseorang, tidak peduli seberapa baiknya sosok tersebut di masa sekarang, jelas mereka tidak menerima sedikitpun pertobatan dari pihak kejahatan.


"Ingat saja kau manusia brengsek, berterima kasihlah kepada sosok petinggi di sampingmu, jika bukan karena dia, aku sudah mengeksekusi mu di depan semua orang!" Ujar huzio kepada jessy, tentu saja jessy sangat ketakutan mendengarnya.


Jessy menundukkan kepalanya dan merenungkan apa yang sudah dia lakukan di masa lalu, meninggalkan sang adik dalam keadaan lumpuh dan sang ayah yang sudah lansia.


Melihat situasi ini, lazera pun bertindak sebagai penengah, walau banyak orang yang beranggapan kenapa dia tidak melakukan hal itu dari tadi.


Tapi tentu saja huzio dan bulba sudah di luar batas menampakkan kebencian mereka satu sama lainnya.


Lazera mengusulkan beberapa ide dan pendapatnya mengenai pasukan gunung berkah, dimana mereka harus bersatu dalam bidang akademi versi pasukan malaikat, dan para petinggi harus lebih terbuka mengenai kejadian-kejadian terbaru kepada bawahannya.

__ADS_1


Tanpa di sadari, suasana yang tadi tegang menjadi lebih kondusif di sekarang ini.


"Walau dengan kenyataan yang kita Terima sekarang, kalian tidak perlu khawatir lagi, karena mulai sekarang kita akan membersihkan kejahatan secara keseluruhan di jagat raya dan kalian tidak sendiri lagi, kami para petinggi dan juga seluruhnya yang selamat dari medan perang puncak sebelumnya akan ikut bertarung, kita akan menumpas mereka sampai ke akarnya" Ujar lazera.


***********


Disisi lain, mereka berkumpul, di meja bundar yang sangat besar, dan hanya terdapat 4 orang di berbagai sisinya.


Mereka juga berdiskusi dengan santai dan tenang.


"Apa firasat ku tidak salah kali ini?" Tanya evangril melihat tangannya sendiri.


"Ada apa denganmu, Tiba-tiba mengalihkan pembicaraan dari topik yang sedang di bahas" Tanya loxxin.


"Katakan apa firasatmu itu?" Tanya javis.


"Tiba-tiba saja aku merasakan semangat yang luar biasa, darahku mengalir dengan kencang, pokoknya benar-benar sebuah gejolak yang kuat dan membara!"


"Bagiku itu seperti firasat buruk untukmu" Ujar yuzao.


"Ah iya, aku adalah malaikat dan jiwaku juga sama seperti mereka, hanya saja kami seperti mempunyai ikatan jiwa, jika bersemangat maka yang lainnya juga semangat, jika menyerah maka yang lainnya akan menyerah walau menyerah adalah suatu hal yang mustahil bagi mereka"


"Apa itu seperti gerakan besar?" Tanya javis.


"Iya benar-benar besar bahkan sampai kita tidak mampu menghadapi mereka!" Ujar evangril dengan menyeringai

__ADS_1


__ADS_2