
Timmy memutuskan untuk pulang dulu ke kost, sebelum ia mencari Yvone dan menyelesaikan tentang biaya perbaikan motor yang jumlahnya di luar nalar tadi. Lagipula, Timmy juga tidak tahu haris mencari Yvone dimana dan Timmy tak punya kontak teman Beth itu.
Timmy mungkin akan bertanya pada Beth nanti yang sepertinya juga masih marah pada Yvone. Tidak tahu apa sebenarnya masalah dua gadis itu sampai bisa perang begitu! Wanita memang selalu sulit dipahami!
Timmy baru membuka pintu pagar kost-an, saat seseorang terlihat duduk meringkuk di depan kamar kost-an Timmy.
Siapa itu? Seperti seorang wanita....
Timmy bergegas memarkirkan motornya, lalu menghampiri wanita yang duduk meringkuk tersebut.
"Nona?" Sapa Timmy sambil sedikit menyibak rambut si wanita yang menutupi wajahnya. Timmy sepertinya kenal dengan wanita ini.
"Nona--" suara Timmy langsing tercekat saat mendapati wakah wanita yang memang tak asing tersebut.
"Syiela?" Timmy baru mengguncang pelan tubuh Syiela, saat wanita itu malah nyaris jatuh dari duduknya. Beruntung Timmy sigap menahan tubuh Syiela.
"Elang..." Syiela masih bergumam pelan memanggil Elang, meskipun kedua mata wanita itu tertutup. Badannya juga panas dan sepertinya Syiela sedang sakit. Segera Timmy menggendong pacar Elang itu dan membawanya masuk ke dalam kost-an. Timmy akan segera menghubungi Elang....
"Brengsek! Aku tak hafal nomornya Elang!" Umpat Timmy yang baru ingat kalau ponselnya hilang beserta semua kontak di dalamnya.
Sekarang bagaimana Timmy akan menghubungi pacar Syiela itu?
****
"Kok sepi, Aunty?" Tanya Kath saat baru tiba di kediaman Hadinata. Setelah minggu lalu Kath pergi ke kota ini untuk urusan pekerjaan sekaligus menghadiri pertunangan Angga dan Reina, minggu ini Kath datang lagi dengan urusan yang sama. Tapi bedanya yang akan Kath hadiri akhir minggu nanti adalah pernikahan Angga dan Reina.
Waktu benar-benar cepat berlalu!
Rasanya baru kemarin Kath bertemu Angga untuk pertama kalinya, lalu mereka bermain bersama di rumah mendiang Opa. Dan sekarang tiba-tiba Angga sudah mau menikah saja.
"Angga ke kantor, Rossie sedang kuliah," jelas Aunty Sita yang stdah membawakan Kath minuman.
"Angga belum cuti? Padahal kan sudah mau menikah?" Kath terkekeh seraya geleng-geleng kepala.
"Anak itu mana bisa ambil cuti, Kath! Pekerjaan adalah separuh hidupnya," tukas Aunty Sita yang kembali membuat Kath terkekeh.
"Ngomong-ngomong, kau kapan menikah? Kata Mommy kamu, kau juga sudah punya calon--"
"Masih pacar, Aunty!" Sergah Kath mengoreksi.
"Pacar? Lalu kapan diresmikan?" Tanya Aunty Sita lagi yang sepertinya penasaran sekali.
"Belum tahu kalau itu." Kath sedikit tersipu, sebelum kemudian telepon rumah berdering. Aunty Sita segera pamit untuk mengangkat telepon, sementara Kath langsung membuka ponselnya untuk memeriksa apa ada pesan masuk.
Ada beberapa pesan mesra dari Marv seperti biasa serta pertanyaan kapan Kath akan pulang.
[Aku pulang hari Minggu karena sepupuku menikah akhir minggu ini] -Kath-
Balasan pesan Marv masuk tak berselang lama.
[Perlu aku temani ke pernikahan sepupumu] -Marvel-
Kath langsung mengetikkan pesan balasan.
[Beri aku kejutan!] -Kath-
Pesan terkirim dan senyuman langsung terulas di bibir Kath. Wanita itu lalu melihat arloji di tangannya dan mendadak terbersit ide untuk mengunjungi kost-an Timmy.
Ya, pria itu selalu ada di rumah saat siang begini. Timmy yang bekerja sebagai bartender biasanya baru akan keluar dari kost-an saat hari beranjak gelap. Mungkin tak ada salahnya Kath memberikan kejutan pada teman baik sekaligus teman ranjangnya tersebut.
__ADS_1
Timmy selalu bisa menjadi pendengar yang baik untuk semua keluh kesah Kath tentang pekerjaan, tentang apa saja bahkan juga tentang hubungan Kath bersama Marv saat ini.
"Aunty!" Kath sudah bangkit berdiri seraya menyampirkan tasnya di pundak. Gadis itu menghampiri Aunty Sita yang baru selesai berbicara di telepon.
"Ada apa, Kath? Kau sudah mau pergi lagi?" Cecar Aunty Sita yang langsung membuat Kath meringis.
"Kath mau bertemu teman Kath, Aunty!" Ujar Karyawan beralasan.
"Teman lagi!"
"Teman kamu sepertinyabbanyak sekali disini," seloroh Aunty Sita kemudian yang hanya ditanggapi Kath dengan tawa kecik.
Kath memang tak pernah memberitahu Aunty Sita, Uncle Rob, Angga maupun Rossie mengenai siapa sebenarnya teman Kath yang sering ia temui itu.
Tak ada yang tahu perihal hubungan Kath dan Timmy selama dua tahun terakhir. Toh menurut Kath, hubungannya bersama Timmy tak penting juga untuk dipublikasikan!
Saat ini yang menjadi fokus Kath adalah hubungannya bersama Marv. Kath juga sudah berniat untuk mengakhiri serta melupakan semua hubungannya bersama Timmy yang tak penting tadi. Kath akan secepatnya bicara pada Timmy!
"Jadi pergi?" Pertanyaan Aunty Sita menyentak lamuna Kath.
"Iya, Aunty!" Jawab Kath cepat.
"Baiklah hati-hati dan nanti usahakan mampir untuk makan malam disini atau menginap saja disini dan tak usah di hotel." Aunty Sita sedikit merapikan rambut Kath
"Kath ada acara malam ini, Aunty! Jadi mungkin besok saja Kath menginapnya disini," tukas Kath kembali beralasan.
"Baiklah! Aunty mengerti!"
"Daddy-nya itu benar-benar keterlaluan karena selalu saja memberikanmu banyak pekerjaan saat mengirimmu kesini," gerutu Aunty Sita dengan nada geram.
Kath hanya tertawa kecil dan sedikit membenarkan ucapan sang Aunty barusan. Tapi kalau Dad Dyrtha tak pernah mengutus Kath ke kota ini demi pekerjaan, mungkin Kath juga tak akan pernah bertemu dengan Timmy.
"Hati-hati dan segera telepon kesini jika terjadi sesuatu!" Pesan Aunty Sita yang langsung diiyakan oleh Kath, sebelum kemudian gadis itu meninggalkan kediaman Hadinata.
****
Kath langsung menuju ke kost-an Timmy, setelah tadi ia mampir untuk membeli kopi serta camilan.
"Disini saja, Pak!" Ucap Kath pada sopir taksi yang mengantarnya.
Tadi sebenarnya Kath diabtar oleh sopir pribadi keluarga Hadinata, namun setrlah dari kedai kopi, Kath memutuskan untuk naik taksi saja agar ia tak perlu repot menjelaskan misalnya si sopir melapor pada Aunty Sita atau Uncle Rob Kath pergi kemana.
Kath langsung turun dari taksi setelah membayar. Gadis itu lalu menghampiri pagar kost-an Timmy, dan baru saja akan membukanya, saat kemudian Kath melihat Timmy yang sedang menggendong seseorang masuk ke dalam kost.
Seseorang?
Terlihat seperti seorang wanita karena, saat Timmy menggendongnya ala bridal rambut seseorang itu menjuntai kebawah.
"Timmy menggendong siapa? Apa pacarnya?" Gumam Kath bertanya-tanya.
"Tapi syukurlah kalau Timmy memang sudah punya pacar," Kath ganti tertawa kecil dan tak jadi masuk ke dalam pagar kost-an Timmy.
"Sebaiknya aku tak mengganggu dua sejoli itu," gumam Kath lagi sebelum kemudian wanita itu berjalan meninggalkan kost-an Timmy.
****
Hari sudah beranjak sore, saat akhirnya Elang datang ke kost-an Timmy dengan wajah dan penampilan yang sedikit kacau.
Ya, tadi setelah Timmy menanyai satu persatu rekan kerjanya di jelab malam, akhirnya ada salah satu dari mereka yang masih menyimpan kartu nama Elang. Jadilah Timmy bisa menghubungi teman baiknya tersebut dan mengabarkan tentang kondisi Syiela yang beberapa hari kemarin sempat menghilang dari kost.
__ADS_1
"Tadi sudah aku beri makan dan aku suruh minum obat--"
"Kau memberinya obat apa?" Elang menatap tajam pada Timmy dan ada raut kekhawatiran di mata pria itu.
"Obat penurun panas." Timmy langsung menunjukkan obat yang tadi ia berikan pada Syiela.
"Tapi Syiela malah muntah setelahnya," lanjut Timmy lagi.
"Seharusnya kau tidak memberikannya obat sembarangan!" Decak Elang yang hendak mengangkat Syiela.
"Dia alergi obat?" Tanya Timmy menerka-nerka.
"Dia sedang hamil," Jawab Elang lirih yang kini sudah menggendong Syiela.
"Hamil?" Timmy benar-benar terkejut sekarang karena tak menyangka kalau hubungan Elang dan Syiela ternyata sudah sejauh itu.
"Kau mau membawanya kemana, Elang?" Tanya Timmy selanjutnya.
"Ke tempat aman." Elang memberikan kode pada Timmy agar membantunya membuka pintu depan.
Timmy pun bergerak cepat untuk membuka pintu depan, lalu pintu mobil Elang yang sudah terparkir tepat di depan kost.
"Timmy--"
"Selamat, karena kau akan jadi ayah sebentar lagi!" Ucap Timmy seraya mengulurkan tangannya pada Elang yang wajahnya terlihat banyak beban.
"Terima kasih," jawab Elang seraya mengulas senyum.
"Yang tadi itu nomor barumu?" Tanya Elang kemudian.
"Ya, busa kau simpan dan kapanpun kau butuh bantuan--"
"Aku akan menghubungimu." Elamg memotong dan menyambung kalimat Timmy.
"Iya!" Timmy langsung memeluk teman baiknya tersebut.
"Terima kasih sekali lagi atas semua bantuanmu, Tim!"
"Tidak masalah!"
"Aku pergi dulu dan nanti aku akan meneleponmu lagi jika aku dan Syiela sudah sampai di rumah baru kami," pamit Elang kemudian yang hanya dijawab Timmy dengan anggukan kepala. Timmy sendiri tak ada niat untuk bertanya kemana Elang akan membawa sang kekasih yang sedang hamil itu.
Biasanya Elang nanti akan mengatakan sendiri pada Timmy di waktu yang tepat.
Mobil Elang sudah melaju pergi dan Timmy segera menatap ke langit yang mulai menunjukkan semburat oranye. Timmy baru ingat kalau ia tadi mau menemui Beth lagi untuk bertanya tentang Yvone.
"Sebaiknya aku ke toko sekarang!" Putus Timmy seraya masuk ke rumah untuk mengambil jaket serta kunci motor.
Setelah mengunci pintu kost, Timmy segera memacu motorke arah toko kue sang adik.
.
.
.
Mau lanjutin cerita Elang dan Syiela dulu ðŸ˜ðŸ˜
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1