
"Apa pria tadi pacarmu, Yv?"
"Ya! Dan dia juga sudah melamarku. Kami akan segera menikah dalam waktu dekat."
"Secepat itu?" Timmy seketika langsung mengernyit tak percaya.
"Tentu saja! Kami saling mencintai dan---"
"Tim!!" Tepukan dari Yvone di pundak, langsung membuat Timmy terlonjak dan semua lamunannya juga seketika menjadi buyar. Timmy lalu menatap linglung ke arah Yvone yang kini berdiri di hadapannya. Pria bernama Dex tadi juga sudah tak nampak batang hidungnya. Apa dia sedang mempersiapkan pernikahannya bersama Yvone?
"Apa Dex akan segera menikah, Yv?" Tanya Timmy tiba-tiba dengan suara yang lebih mirip gumaman. Timmy juga tak tahu kenapa dirinya malah bertanya demikian pada Yvone.
"Ya! Tunangan Dex yang sempat menghilang akhirnya ditemukan dan mereka akan segera menikah," jawab Yvone yang langsung membuat Timmy memejamkan kedua matanya. Tidak tahu darimana asalnya, tapi hati Timmy mendadak merasa tak nyaman dan lebih mirip sebuah rasa nyeri yang tiba-tiba datang menyergap.
Oh, perasaan apa ini?
"Selamat kalau begitu!" Timmy yang tadi sempat menghela nafas beberapa kali demi menepis rasa nyeri yang kian menghimpit dadanya, tiba-tiba sudah ganti menyodorkan tangannya ke arah Yvone yang kini tampak mengernyit bingung.
"Selamat untuk?" Tanya Yvone bingung.
"Untuk kau yang sebentar lagi akan menikah dengan Dex."
"Tunangan Dex yang hilang itu kau, kan?" Jawab Timmy yang langsung membuat Yvone diam beberapa detik, lalu lanjut tertawa terbahak-bahak. Seolah Yvone sedang menertawakan jawaban Timmy barusan.
Apa dugaan Timmy keliru?
"Kenapa kau malah tertawa, Yv?" Sekarang gantian Timmy yang bertanya bingung.
"Aku bukan tunangan Dex, Tim!" Ungkap Yvone akhirnya sembari wanita itu masih berusaha mengendalikan tawanya.
"Ya ampun!" Yvone masih terus tertawa, sementara Timmy yang sudah salah menebak langsung salah tingkah. Pria itu lalu menarik tangannya yang tadi ia sodorkan pada Yvone, lalu sedikit menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Meskipun sedikit malu karena sudah salah tebak, namun tak tahu mengapa hati Timmy malah justru merasa begitu lega seolah rasa nyeri yang tadi sempat menghimpit langsung sirna begitu saja.
"Jadi, kau tidak akan menikah dengan Dex?" Tanya Timmy sekali lagi yang langsung membuat Yvone menggeleng. Wanita itu juga sudah berhenti tertawa sekarang.
"Aku dan Dex sebenarnya adalah sepupu. Mendiang ayah Dex adalah adik Mami dan kami sudah lama sekali tak bertemu."
"Secara kebetulan, Dex sedang berada di negara ini karena tunangannya yang baru saja ditemukan terluka parah dan Dex membawanya kemari untuk menjalani pengobatan. Tapi sekarang kondisi tunangan Dex, Harper..."
__ADS_1
"Kondisinya sudah membaik dan mereka akan segera menikah," cerita Yvone panjang lebar yang semakin membuat Timmy bernafas lega. Pria itu kemudian tersenyum ke arah Yvone.
"Ngomong-ngomong, kau tadi kesini bersama Kath, kan? Lalu dimana Kath?" Tanya Yvone kemudian yng langsung membuat senyuman Timmy memudar.
"Aku kesini sendiri," ujar Timmy kemudian seraya menyesap kopinya yang mulai dingin.
"Kath sedang pulang untuk berkemas dan ia akan menyusulmu?" Tebak Yvone yang kini sudah duduk di hadapan Timmy. Wanita itu seolah masih saja mendukung hubungan Timmy dan Kath.
"Kath memang pulang ke rumahnya, Yv!" Timmy menjeda sejenak kalimatnya.
"Tapi ia tak akan menyusulku apalagi menemuiku lagi. Kath sudah kembali pada Marv," ujar Timmy melanjutkan kalimatnya dengan sedikit merendahkan nada bicaranya di ujung kalimat.
"Lalu bagaimana dengan bayi laki-laki tadi, Tim? Kau tidak menanyakan pada Kath siapa ayah kandungnya? Wajahnya begitu mirip denganmu!" Cecar Yvone kemudian yang langsung membuat Timmy menghela nafas sejenak. Timmy kemudian menyesap kopinya lagi sebelum lanjut menjawab pertanyaan Kath.
"Aku ayah biologisnya, tapi Marv ayah yang sesungguhnya untuk Orion," ungkap Timmy kemudian.
"Marv sangat-sangat menyayangi Orion dan sorot matanya juga menunjukkan kalau perasaannya tersebut begitu tulus. Aku tak akan memisahkan Orion dari Marv, karena hubungan batin mereka sudah sangat kuat." Timmy menerawang ke arah jendela kafe.
"Dan aku yakin, dibawah asuhan Marv, Orion akan tumbuh menjadi anak yang hebat," ujar Timmy lagi dengan sorot mata yang tampak sendu.
"Lalu kau juga melepaskan Kath begitu saja, Tim? Kau langsung menyerah hanya karena--"
"Karena aku memang sudah tak ada perasaan apapun pada Kath!" Sergah Timmy memotong sekaligus melanjutkan kalimat Yvone.
"Ya! Aku rasa waktu dua tahun ini yang sudah menghapus semua perasaanku pada Kath," ucap Timmy lirih sambil kembali menerawang. Yvone tak berkomentar lagi, dan wanita itu segera memanggil waitres karena tenggorokannya mendadak terasa kering.
"Lalu, kau akan pulang dan mengurus perpisahan kita, kan?" Tanya Yvone kemudian yang langsung membuat Timmy menatap serius ke arah Yvone.
"Kau sudah punya pacar memangnya?" Timmy balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Yvone sebelumnya.
"Belum!" Yvone menggeleng dengan cepat.
"Tapi kontrak pernikahan kita sudah berakhir dan aku juga sudah bertemu Mami-ku, Tim! Jadi kau bisa secepatnya mengurus perpisahan kita agar kita berdua juga sama-sama merasa nyaman," tukas Yvone memaparkan alasannya dan Timmy hanya mengangguk, lalu pria itu menyesap kopinya lagi.
"Kau yakin sudah merasa nyaman dengan keluarga mamimu?" Tanya Timmy kemudian yang langsung membuat Yvone mengernyit.
"Tentu saja aku mearsa nyaman! Aku hanya butuh sedikit adaptasi, lalu aku akan terbiasa dengah semua saudara tiriku, serta dengan Roger," suara Yvone terdengar ragu.
"Yakin kau tak akan mengalami tekanan batin ke depannya? Mengingat kau yang pernah mengalami tekanan batin saat tinggal di rumah Uncle Sahrul--"
__ADS_1
"Tentu saja tidak!" Sergah Yvone dengan suara yang meninggi. Di saat bersamaan, waitres sudah datang mengantarkan minuman Yvone. Segera wanita itu menenggak minuman di gelasnya hingga tinggal setengah.
"Lagipula, aku juga akan mencari rumah sewa ke depannya dan tidak terus-terusan tinggal di rumah Mami," ujar Yvone lagi melanjutkan kalimatnya kali ini dengan nada bicara yang sudah normal.
"Jadi kau tak perlu khawatir berlebihan begitu, dan kau bisa pulang lalu mengurus perpisahan kita!" Lanjut Yvone lagi seraya menatap pada Timmy.
"Aku masih ingin berlibur disini, dan menunggu sampai kau dapat rumah sewa serta seorang pacar. Nanti setelah itu, aku akan mengurus perceraian kita."
"Kau tak harus melakukan itu semua, Tim!" Sergah Yvone merasa keberatan.
"Tapi aku harus memastikan, kalau pria yang kau pilih itu benar-benar adalah pria yang baik, Yv! Itu tanggung jawabku!" Tukas Timmy ikut-ikutan keras kepala.
"Sama sekali bukan! Urus saja perceraian kita, lalu kita kembali ke kehidupan masing-masing dan silahkan kau cari wanita yang kau cintai!" Sergah Yvone lagi yang malah membuat Timmy tersenyum kecut.
"Apa menurutmu akan ada wanita yang mau menerima pria sebejat diriku, Yv?"
"Kau bukan pria bejat, Tim!" Ujar Yvone membantah kalimat Timmy tentang penilaiannya terhadap dirinya sendiri.
"Semua orang punya masa lalu dan aku rasa kau sudah banyak belajar dari masa lalumu! Jadi kau pasti akan mendapatkan wanita yang baik juga yang tulus mencintaimu," sambung Yvone lagi seraya menatap ke dalam wajah Timmy. Saat itulah Timmy mengangkat wajahnya, lalu membalas tatapan Yvone. Namun hal tersebut tak berlangsung lama karena Yvone yang sudah dengan cepat memalingkan wajahnya.
"Kau tahu dimana aku bisa mendapatkan wanita yang kau maksud tadi, Yv?" Tanya Timmy kemudian yang langsung membuat Yvone menggeleng dan sedikit salah tingkah.
"Aku tidak tahu!" Yvone segera bangkit dari duduknya.
"Kau cari saja sendiri dan aku mau pulang," tukas Yvone kemudian yang hendak meninggalkan Timmy. Namun rupanya tangan Timmy malah sudah bergerak dengan cepat untuk menahan langkah Yvone.
"Yv, apa kau yakin tak mau ikut pulang bersamaku? Kontrak pernikahan kita masih beberapa bulan lagi sesuai perjanjian--"
"Perjanjian yang mana maksudmu? Semuanya hanya ada di kepala kita dan tak pernah ada bukti tertulis yang harus kita patuhi!"
"Jadi kita bisa langsung bercerai sekarang dan tak perlu menunggu sampai genap dua tahun!" Ucap Yvone lagi seraya memejamkan matanya. Wanita itu lalu tampak menghela nafas panjang.
"Dan kau bisa pulang sendiri serta berhentilah membujukku untuk kembali ikut denganmu!" Pungkas Yvone sebelum kemudian wanita itu berlalu dan meninggalkan Timmy yang bahkan tak lagi mampu berkata-kata.
Hati kecil Timmy saat ini mengatakan kalau ia masih belum mau berpisah dari Yvone. Ada apa sebenarnya dengan Timmy?
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih yang sudah mampir.