Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
TIDAK NYAMAN


__ADS_3

"Benar sudah tidak ada hubungan apa-apa?" Tanya Timmy sekali lagi pada Beth untuk memastikan. Tadi Timmy memang sudah menceritakan semua kejadian di kafe tadi pada Beth yang ekspresinya hanya datar seolah tak peduli.


Sepertinya Beth memang tak lagi menyimpan perasaan apapun pada Reandra dan tak seperti dulu saat pertama kali gadis ini bercerita pada Timmy mengenai Reandra. Kala itu mata Beth begitu berbinar.


"Benar, Bang! Beth tak ada urusan apa-apa lagi dengan pria brengsek itu!" Jawab Beth sekali lagi dengan nada yakin.


"Tapi kau belum diapa-apakan oleh pria brengsek itu, kan?" Tanya Timmy lagi memastikan. Karena tadi saat Timmy sedang duduk sendiri, ia mebdaxak ingat pada satu pesan dari nomor asing yang waktu itu mengaku sebagai Yvone dan isi dari pesan tersebut adalah Yvone yang meminta Timmy agar mencegah Beth pergi dengan Reandra.


Tapi waktu itu Timmy hanya mengabaikannya, dan menganggap mungkin Yvone cemburu dengan hubungan Beth dan Reandra. Timmy tak pernah bertanya lagi pada Beth setelah itu, apa yang sebenarnya sudah terjadi malam itu.


Timmy waktu itu terlalu fokus pada....


Kath!


Bodoh!


Timmy benar-benar sudah jadi abang yang payah dan bodoh!


Seharusnya Timmy waktu itu menyelidiki tentang Reandra dan bukan malah sibuk dengan dirinya sendiri!


Jika Reandra brengsek itu sudah melakukan sesuatu yang buruk pada Beth, Timmy benar-benar akan mengutuk kebodohannya sendiri!


"Bang!" Teguran Beth langsung menyentak lamunan Timmy.


"Ya!"


"Maksud pertanyaan Abang tadi apa?" Raut wajah Beth menyiratkan kebingungan.


"Malam itu, kau pergi bersama Reandra, kan? Yvone mengirim pesan dan meminta Abang untuk menasehatimu!" Timmy menunjukkan riwayat pesan Yvone yang waktu itu Timmy abaikan dan tak ia gubris.


Tapi sekarang Timmy menyesal!


"Memang," jawab Beth dengan raut wajah yang sudah berubah.


"Lalu Reandra melakukan apa padamu?" Timmy sudah langsung merengkuh pundak sang adik.


"Reandra nyaris mengajak Beth check in ke kamar--"


"Brengsek!" Timmy sudah mengumpat dan menggeram emosi.


"Tapi waktu itu ada Iel yang tiba-tiba datang dan menyelamatkan Beth, Bang!" Ujar Beth menyambung ceritanya yang langsung membuat Timmy melebarkan kedua matanya.


"Iel?" Timmy memastikan lagu dan Beth langsung mengangguk.


"Iel yang sudah menyelamatkan Beth dari pria baj*ngan itu."


"Dan setelahnya, Beth tidak berurusan lagi dengan Reandra. Beth juga sydah memblokir semua kontaknya," tutur Beth lagi yang langsung membuat Timmy bernafas lega xan memeluk adik semata wayangnya tersebut.


"Iel pahlawanmu berarti, hah?" Goda Timmy selanjutnya pada sang adik.


"Mana ada!" Rengut Beth kemudian yang wajahnya mendadak berubah sendu.


"Ada apa?" Tanya Timmy bingung. Namun alih-alih menjawab Beth malah menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu kembali menghambur ke pelukan Timmy dan menangis terisak


Adik Timmy ini kenapa?


"Beth, kau kenapa?" Tanya Timmy yang tentu saja begitu bingung.


"Kau sedang ada masalah dengan Iel?" Tanya Timmy selanjutnya mencoba menerka-nerka. Namun sekali lagi, Beth hanya menggeleng.

__ADS_1


"Nanti Abang bantu bicara pada Iel kalau memang kalian ada masalah--"


"Tidak usah, Bang!" Sergah Beth cepat seraya menghapus sisa-sisa airmatanya. Bibir adik Timmy itu masih terlihat mencebik.


"Yakin tidak mau? Abang mendukung penuh padahal misalnya kau dan Iel--" Timmy tak melanjutkan selorohannya saat Beth sudah kembali merengut. Sepertinya memang ada masalah serius antara Beth dan Iel.


Ingatan Timmy lalu tertuju pada kelakuan Fairel tempo hari yang menendang-nendang rolling door toko Beth. Apa memang itu semua berkaitan?


"Abang kapan mencarikan kakak ipar untuk Beth?" Tanya Beth tiba-tiba yang langsung menyentak lamunan Timmy.


"Kenapa mendadak minta kakak ipar?" Timmy balik bertanya pada sang adik.


"Biar ada teman curhat." Beth sudah mengendikkan kedua bahunya.


"Curhat sama Abang!" Timmy memberikan solusi.


"Abang kurang asyik kalau diajak curhat!"


"Jarang di tunggu juga!" Beth seperti mengungkapkan semua keluhannya.


"Mulai sekarang abang akan di rumah terus," ucap Timmy kemudian sesuai rencana yang sudah ia pikirkan.


"Serius?" Beth terlihat tak percaya.


"Serius! Kamar kost yang itu mau Abang sewakan juga, kebetulan sudah ada yang berminat."


"Besok kamu bantu Abang pindahan, ya!" Pinta Timmy kemudian yang langsung membuat Beth mengulas senyum.


"Siap!"


"Sekarang tidur!" Timmy ganti mengacak rambut Beth, lalu mencium kening adikmya tersebut.


"Ish! Cari istri makanya biar tidak menciumi Beth melulu, Bang!" Protes Beth yang langsung membuat Timmy terkekeh.


"Bercanda!" Tukas Timmy yang kembali mengacak rambut Beth.


"Tidur, gih!" Titah Timmy sekali lagi seraya mengayunkan langkah dan keluar dari kamar Beth. Timmy langsung peegi ke dapur untuk mengambil minum.


"Nanti menginap disini, kan, Tim?" Suara Mama Tere benar-benar membuat jantung Timmy nyaris melompat keluar.


"Iya, Ma!" Jawab Timmy akhirnya.


"Jangan begadang malam ini!" Pesan Mama Tere kemudian, sebelum wanita paruh baya tersebut keluar dari dapur dan masuk ke kamarnya.


Kini hanya tinggal Timmy yang duduk sendiri di meja ruang makan yang memang menyatu dengan dapur. Timmy memainkan gelasnya yang sudah kosong, saat kemudian ingatannya tertuju pada seseorang...


"Aku akan menikah minggu depan, Timmy!"


"Aku tidak pernah mencintaimu!"


"Aku tidak pernah mencintaimu, Timothy!"


"Brengsek!" Umpat Timmy dengan tangan yang sudah mengepal.


****


"Kenapa kau sejak tadi terlihat murung, Kath?" Tanya Marv yang langsung membuat Kath mengangkat wajah, lalu menatap sang kekasih dengan lekat.


"Ada apa? Kau marah karena aku sedikit terlambat tadi?" Tanya Marv lagi yang langsung membuat Kath menggeleng.

__ADS_1


Saat ini Kath dan Marv sudah berada di kamar hotel, setelah mereka tadi pulang dari acara pernikahan Rossie dan Angga.


"Ada apa, Kath?" Tanya Marv lagi yang sudah mencerukkan wajahnya di leher Kath. Ingatak Kath seketika melayang ke kejadian siang tadi saat Timmy mencumbunya...


"Menikahlah denganku, Kathlyne Harimarta! Aku mencintaimu!"


"Aku sungguh-sungguh mencintaimu!"


"Marv!" Kath sedikit menggelinjang saat tangan Marv tiba-tiba sudah menyusup di bawah bra Kath dan menangkuo gundukan kenyal wanita itu.


"Sorry!" Ucap Marv yang langsung mengecup singkat bibir Kath.


"Aku sedang lelah, Marv," ungkap Kath kemudian barangkali malam ini Marv akan mengajaknya bercinta.


Hal biasa terutama jika Marv baru pulang dari luar kota.


"Tidak masalah! Kau bisa istirahat dan aku juga akan pindah kamar misalnya kau ingin tidur sendiri," tukas Marv yang langsung membuat Kath menggeleng.


"Tak apa kau tidur disini," ucao Kath dengan nada lirih, sebelum kemudian wanita itu bangkit berdiri dan pergi ke toilet.


Kath mungkin akan mandi sebentar sebelum tidur!


****


"Baru mau berangkat, Yvone?" Tegur pria paruh baya bernama James Mahesa yang tak lain adalah adik dari Aunty Jihan.


Baru kemarin lusa pria paruh baya ini datang dan kata Aunty Jihan, Uncle James ini akan tonggal sementara di rumah besar ini. Yvone sebenarnya tak terlalu ambil pusing, namub sikap Uncle James ini entah kenapa semakin hari semakin membuat sedikit risih.


Dia kerap menyapa Yvone dengan nada genit, lalu menatap Yvone juga dengan tatapan yang tak biasa dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Iya, Uncle! Kebetulan sedikit kesiangan tadi--"


"Jangan panggil Uncle, Yv! Aku masih muda dan mungkin selisih usia kita hanya lima atau enam tahun," tukas Uncle James memotong kalimat Yvone.


"Panggil James saja!" Ujar Uncle James lagi.


"Sepertinya sedikit kurang sopan," tukas Yvone beralasan.


"Tidak masalah!"


Yvone akhirnya hanya mengangguk dan enggan berdebat lagi.


"Yvone berangkat dulu, Uncle! Sudah--"


"Kenapa Uncle lagi, Yvone!"


"James!" Ucap Uncle James yang nada bicaranya terdengar sedikit menggelikan sekaligus membuat risih.


"Iya!" Jawab Yvone sedikit menjaga jarak karena Uncle James yang terus saja mendekat ke arah Yvone.


"Yvone sudah terlambat, selmat pagi!" Pamit Yvone kemudian seraya bergegas pergi.


Sial!


Sampai kapan si tua James itu akan ada di rumah Uncle Sahrul?


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2