Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
MIMPI


__ADS_3

Timmy mengerjapkan matanya beberapa kali, saat pria itu merasakan wajahnya yang seperti tengah berada di dalam pelukan seseorang.


Pelukan seseorang?


Timmy bergegas membuka mata, saat tangan Yvone tiba-tiba sudah mengusap wajahnya dengan lembut. Wanita itu bahkan juga sudah mengulas senyum yang teramat manis, saat Timmy menatap wajahnya.


"Hai," sapa Yvone sebelum kemudian wanita itu mengecup kening Timmy dengan bibirnya yang terasa begitu lembut. Yvone lalu menyibak selimut, dan saat itulah Timmy bisa melihat bagaimana seksinya Yvone yang hanya mengenakan gaun tidur berwarna merah maroon. Yvone sudah turun dari atas ranjang, saat Timmy sedang berusaha untuk menelan salivanya dengan susah payah.


Sial! Milik Timmy seketika langsung meronta hebat.


Entah mendapat dorongan keberanian darimana, Timmy tiba-tiba sudah bangun dengan cepat, lalu pria itu segera mengejar Yvone dan menariknya kembali ke atas ranjang.


"Aaauuww!" Yvone memekik kecil dan sekarang wajah wanita itu terlihat begitu cantik serta menggoda. Membuat gairah dalam diri Timmy seolah bangkit.


"Kau cantik sekali!" Puji Timmy seraya jemarinya menyusuri lekukan di wajah Yvone. Wanita yang kini berada di bawah kungkungan Timmy tersebut hanya tersenyum tanpa berucap sepatah katapun. Timmy semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Yvone, lalu saat pria itu hendak menyatukan bibirnya dengan bibir Yvone, tiba-tiba....


Bugh!


Semua adegan mesra Timmy bersama Yvone tadi mendadak buyar, saat tubuh Timmy sudah meluncur ke lantai. Timmy seolah baru terbangun dari mimpi, tapi pada kenyataannya Timmy memang tadi hanya bermimpi.


Kenapa Timmy bisa bermimpi semesum itu bersama.....


Timmy melongok ke atas kasur, dimana Yvone yang sejak tadi menghantui mimpi Timmy, kini tampak terlelap dan sepertinya tak terganggu dengan suara jatuh Timmy tadi.


Ya, jarak kasur dengan lantai memang hanya beberapa centi, karena tak ada ranjang di kamar ini. Tapi tentu saja bukan hal tersebut yang sekarang menjadi masalah bagi Timmy. Melainkan miliknya yang mendadak terbangun akibat mimpi mesum Timmy tadi.


Sumpah demi apapun, selama dua tahun menikah pura-pura dengan Yvone, baru malam ini Timmy bermimpi seaneh tadi. Padahal malam ini Yvone juga tidur memakai baju normal seperti yang biasa wanita itu kenakan sebelum-sebelumnya. Namun entah mengapa pikiran serta mimpi Timmy malah sudah mengembara kemana-mana.


"Brengsek!" Timmy mengumpat kesal, sembari kembali ke atas kasur, lalu berbaring dan kembali membenarkan selimutnya. Milik Timmy masih saja terasa sesak di dalam celana, dan pria itu segera menoleh ke arah Yvone yang masih terlelap.


Andai ini terjadi di rumah Mama Tere, sudah pasti Timmy akan pergi ke kamar mandi dan menuntaskannya disana, sebelum lanjut mandi air dingin. Tapi saat ini Timmy sedang berada di dalam kamar di atas loteng rumah yang tanpa kamar mandi. Belum lagi udara disini yang begitu dingin saat malam, membuat Timmy harus berpikir seribu kali untuk mandi di tengah malam memakai air dingin.


Oh, sial sekali!


"Aaarrgghh!" Timmy akhirnya hanya mampu menggeram frustasi sembari pria itu berbalik dan memunggungi Yvone saja. Timmy lalu berusaha memejamkan mata, meskipun rasanya begitu gelisah karena Timmy butuh pelampiasan.

__ADS_1


"Jangan membuat masalah!" Timmy berucap pada miliknya sendiri dan sudah mirip orang sinting saja.


"Kau benar-benar membuatku tersiksa malam ini!" Rutuk Timmy lagi sambil masih mencoba untuk tidur.


Sementara Yvone yang berbaring di samping Timmy namun terhalang oleh guling, membuka matanya sedikit saat telinganya samar-samar mendengar gerutuan Timmy entah pada siapa. Timmy tampak berbaring memunggungi Yvone dan pria itu juga terlihat gelisah.


Sebenarnya Yvone memang belum tidur sejak tadi. Wanita itu hanya memejamkan mata dan pura-pura tidur saat tadi Timmy tiba-tiba jatuh dari atas kasur. Entah mimpi konyol macam apa yang dialami pria itu hingga membuatnya berguling dan terjatuh. Yvone hanya mampu menahan tawa sambil tetap pura-pura tertidur.


"Ck!" Kembali terdengar decakan dari Timmy dan Yvone buru-buru berbalik, lalu memunggungi pria itu sembari memejamkan matanya lagi. Yvone kembali pura-pura tidur, saat ternyata Timmy sudah berbalik, dan kini ganti berbaring miring menghadap ke arah Yvone yang memunggunginya. Timmy menatap pada punggung Yvone yang saat ini terbalut sebuah t-shirt longgar warna peach. Cukup lama Timmy memandangi punggung Yvone hingga bayangan Yvone yang memakai gaun seksi di mimpi Timmy tadi kembali berkelebat di benaknya. Seketika Timmy langsung memejamkan mata dan berusaha untuk menghapus mimpi sialan itu.


Tapi kemudian ingatan Timmy malah tertuju lagi pada adegan dirinya yang mengusap punggung mulus Yvone, bersamaan dengan bibirnya dan bibur Yvone yang saling bertaut, lalu mereka bertukar saliva....


"Brengsek!" Timmy berbalik lagi dan kali ini ia kembali memunggungi Yvone. Timmy lalu menyusupkan tangannya ke dalam celana sembari tak berhenti menggerutu.


"Aku tak mungkin melakukannya disini...."


"Kenapa kau menyiksaku begini?" Timmy terus menggerutu sampai akhirnya pria itu memutuskan untuk tengkurap saja, lalu berusaha untuk memejamkan mata dan melupakan semuanya. Kepala Timmy rasanya benar-benar ingin pecah sekarang, namun mustahil juga rasanya jika Timmy melakukannya bersama Yvone. Wanita itu pasti akan langsung menolak, sekalipun saat ini status mereka adalah suami istri.


Timmy memutar kepalanya sebentar ke arah Yvone untuk memastikan apa wanita itu masih terlelap. Namun disaat bersamaan, Yvone rupanya juga sedang melakukan hal serupa, hingga membuat tatapan wanita itu dan tatapan Timmy saling bertumbukan untuk beberapa saat.


"Aku hanya terbangun karena kau bergerak-gerak...." jawab Yvone beralasan.


"Maaf, jika aku membuatmu tak nyaman. Aku akan tidur di...."


"Bawah," tukas Timmy seraya menatap ke arah lantai yang dingin.


"Kau akan langsung demam jika tidur di lantai, Tim!" Pendapat Yvone sembari wanita itu terkekeh.


"Aku hanya sedang tak bisa tidur, makanya aku sedikit gelisah." Timmy akhirnya menyampaikan masalahnya pada Yvone.


"Insomnia?" Tebak Yvone yang masih belum mengubah posisinya yang memunggungi Timmy.


"Sepertinya," jawab Timmy sedikit bergumam.


"Kau punya obat tidur?" Tanya Timmy kemudian yang langsung membuat Yvone menggeleng sambil kembali tertawa kecil.

__ADS_1


"Apa yang lucu?" Tanya Timmy tak paham.


"Tidak ada!"


"Aku akan tidur la--" Yvone belum menyelesaikan kalimatnya, saat ponselnya yang berada di atas nakas tiba-tiba berdering. Sepertinya Yvone lupa mematikan ponselnya tadi.


Lagipula, siapa yang menelepon tengah malam begini?


"Mama?" gumam Yvone saat membaca nama kontak yang tertera di layar ponselnya. Timmy yang mendengar gumaman Yvone, langsung tampak penasaran dan sedikit mendekat ke arah Yvone yang sudah bergegas mengangkat telepon dari Mama Tere.


"Halo, Ma!" Sambut Yvone yang langsung merasa khawatir. Tentu saja Yvone khawatir karena ini tengah malam dan Mama Tere sebelumnya tak pernah menelepon Yvone tengah malam begini.


"Yv, kau sudah tidur?"


"Belum, Ma! Apa ada masalah?" Tanya Yvone semakin cemas.


"Ya! Bisa kita video call agar kau bisa melihat masalahnya?"


Yvone tak langsung menjawab dan wanita itu malah menatap ke arah Timmy yang posisinya sudah lebih dekat dengannya.


"Video call saja, Ma!" Ucap Timmy akhirnya mengiyakan permintaan Mama Tere tadi.


"Kau juga belum tidur, Tim?"


"Mungkin mereka sedang lembur--" Samar-samar terdengar suara Beth, sebelum akhirnya telepon terputus.


Tak berselang lama, panggilan video call dari Mama Tere ganti masuk ke ponsel Yvone. Segera Yvone mengangkatnya dan saat itulah, Yvone dibuat terkejut dengan apa yang ada di layar ponselnya.


"Surprize!!"


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2