Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
TAK DIGUBRIS


__ADS_3

Yvone berulang kali memeriksa ponselnya untuk mengecek pesannya pada Beth sore tadi. Pesan masih belum dibaca dan Beth seperti sengaja tak membaca ataupun membukanya.


Ck! Benar-benar gadis keras kepala!


Yvone lalu ganti memeriksa pesannya pada Timmy yang ternyata juga masih belum dibuka maupun dibaca. Sebelas dua belas ternyata!


Ya, tadi Yvone memang mengirim pesan pada Timmy denagn harapan pria itu akan lebih bisa menasehati Beth agar tak pergi bersama Reandra. Namun oesan Yvone malah diabaikan oleh Abang dari Beth tersebut dan belum dibaca hingga detik ini.


Yvone yang masih berada di ballroom sebuah hotel, mengedarkan pandangannya untuk mencari spot yang sedikit sepi. Yvone akan mencoba menelepon Beth.


Semoga gadis itu tak jadi pergi bersama Reandra!


"Ups! Maaf!" Ucap seorang wanita yang tak sengaj menabrak Yvone dan menumpahkan sedikit minumannya di gaun malam Yvone.


Sial!


"Aku benar-benar tak sengaja," ucap wanita itu lagi seraya memanggil waitres untuk membantu membersihkan gaun Yvone.


"Tidak apa-apa," jawab Yvone yang tetap berusaha mengulas senyum meskipun hatinya sedikit dongkol karena ini adalah gaun kesayangan Yvone.


Yvone lalu memperhatikan wajah wanita yang tadi menabraknya, dan setelah Yvone perhatikan dengan seksama...


Bukankah ini adalah wanita yang malam itu mengobrol akrab dengan Timmy di kelab dan membuat Yvone cemburu?


Ya, ini memang adalah wanita itu!


"Kath!" Panggil seorang pria paruh baya yang langsung membuat wanita yang yadi menabrak Yvone menoleh.


"Iya, Uncle!" Jawab wanita yang rupanya bernama Kath tersebut.


Yvone baru tahu kalau namanya adalah Kath


Jadi, apa Kath adalah pacarnya Timmy?


Tapi bukankah Beth waktu itu pernah bilang kalau Timmy belum punya pacar?


"Sekali lagi aku minta maaf..." ucap Kath yang langsung membuyarkan lamunan Yvone. Wanita di depan Yvone tersebut juga sudah mengulurkan tangannya ke arah Yvone sebagai tanda permintaan maaf.


"Yv," ucap Yvone yang langsung menyebutkan namanya dengan sedikit tergagap. Gadis itu juga sudah menyambut tangan Kath.


"Ah, iya! Aku minta maaf, Yv!" Ucap Kath sekali lagi sebelum kemudian wanita itu pamit dan ganti menghampiri pria paruh baya yang tadi memanggilnya.


Sementara Yvone masih terus memperhatikan Kath dan gadis itu mendadak lupa pada rencana awalnya tadi yang ingin menghubungi Beth untuk memperingatkan agar gadis itu tak pergi bersama Reandra.


"Apa itu benar-benar adalah pacarnya Timmy?" Gumam Yvone bertanya pada dirinya sendiri.


****


Pukul tiga dinihari, Timmy baru selesai bekerja dan tiba di kost-an. Pria itu langsung memeriksa ponselnya yang tadi sepertinya lupa ia bawa.


"Benar saja!" Gumam Timmy setelah mendapati ponselnya yang sudah lowbat di atas nakas. Segera pria itu men-charger ponselnya sebelum lanjut merebahkan tubuhnya dibatas ranjang.


Timmy merentangkan tangannya ke ruang kosong di sebelahnya, membayangkan andai Kath berada di sana saat ini....

__ADS_1


Konyol!


Timmy lalu meraih selimut yang semalam membalut tubuhnya bersama dengan tubuh Kath. Masih ada aroma khas di selimut tersebut. Cukup lama Timmy mengendus aroma tubuh Kath yang masih tertinggal di selimut, sebelum kemudian pria itu bangun karena perutnya terasa lapar.


Timmy menyugar rambutnya, lalu melihat ke layar ponselnya yang menyala di atas nakas. Ada beberapa pesan yang masuk serta satu panggilan tak terjawab dari...


Yvone!


Ada apa teman Beth itu meneleponmu Timmy semalam?


Jari Timmy langsung bergerak untuk membuka pesan dari Yvone. Tadinya Timmy pikir gadis itu mungkin sudah mengirimkan nomor rekening agar Timmy bisa segera membayar hutangnya. Namun pesan yang dikirim Yvone isinya malah diluar dugaan.


[Hai, aku hanya ingin memberitahu agar kau mencegah Beth pergi bersama Reandra malam ini] -Yvone-


[Tidak ada maksud apa-apa. Hanya saja Reandra bukan pria yang baik dan sebaiknya kau nasehati Beth agar jauh-jauh dari pria itu] -Yvone-


Timmy sontak mengernyit setelah membaca dua pesan dari Yvone.


"Kami sudah tak berteman!"


"Yvone itu mantan teman Beth!"


"Kenapa tiba-tiba sudah jadi mantan?"


"Yvone yang mulai! Dia tiba-tiba menyuruh Beth untuk menjauhi Reandra."


"Yvone seperti cemburu gitu."


Kalimat yang pernah dilontarkan Beth saat di UGD rumah sakit mendadak berkelebat di benak Timmy. Waktu itu Timmy pikir Beth hanya mengada-ada. Namun ternyata apa yang dikatakan Beth memang benar adanya.


Ada apa sebenarnya dengan gadis ini? Dia tidak suka Beth dan Reandra jadian? Dia merasa cemburu? Dasar gadis aneh!


Timmy memilih untuk tidak membalas pesan Yvone, dan pria itu langsung menghapusnya saja. Timmy yang tadinya hendak menghubungi Beth, juga memilih mengurungkan niatnya karena ini masih dinihari. Beth juga pasti masih tidur. Mungkin besok pagi saja Timmy akan menemui adik kesayangannya tersebut.


****


[Kapan kau akan pulang ke kota D?] -Timmy-


Timmy segera mengirimkan pesan yang sudah selesai ia ketik ke nomor Kath. Tak butuh waktu lama dan pesan sudah langsung terkirim serta dibaca oleh wanita itu.


[Menurutmu kapan?] -Kath-


Timmy berdecak dan lanjut mengetikkan pesan balasan lagi.


[Beritahu aku, Kath!] -Timmy-


[Memangnya kau mau apa? Minta jatah sebelum aku kembali ke kota D? Dasar mesum!] -Kath-


Timmy langsung tergelak setelah membaca pesan balasan Kath.


[Bukankah kau juga menikmatinya?] -Timmy-


[Aku sedang tak ingin membahasnya karena sekarang aku harus menemui seseorang yang penting. Bye] -Kath-

__ADS_1


[Menemui siapa? Boleh aku temani?] -Timmy-


Tidak ada pesan balasan lagi dari Kath. Sepertinya wanita itu benar-benar sibuk sekarang.


Timmy lanjut melihat jam di dinding, saat ponselnya tiba-tiba berdering, menandakan ada panggilan masuk.


Mama menelepon!


Padahal tadinya Timmy kira yang menelepon adalah Kath! Hhh!


"Halo, Ma!" Sambut Timmy akhirnya.


"Tim, kau dimana?"


"Masih di kost-an, Ma!" Jawab Timmy seraya melihat lagi ke jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul satu siang.


"Ada apa?" Tanya Timmy kemudian pada sang mama.


"Bisa kau datang ke toko? Tadi Beth seperti sakit tapi dia tetap pergi ke toko dan tidak mau mendengarkan saran Mama untuk istirahat saja."


"Beth sakit?" Tanya Timmy yang langsung merasa khawatir.


Ya, bagaimanapun juga Beth adalah adik kesayangan Timmy.


"Mama juga tidak tahu! Dia pergi memakai masker tadi."


"Baiklah, nanti Timmy akan menemuinya ke toko, Ma!" Ucap Timmy kemudian berjanji pada sang mama. Mungkin Timmy akan mandi dulu, lalu mencari makan dan baru ia akan ke toko untuk menemui Beth. Atau Timmy makan di rumah Mama Tere saja?


"Jangan lupa untuk mampir ke rumah dan sering-seringlah pulang, Tim! Kau masih anak mama dan papa dan kami tak pernah mengusirmu dari rumah." Ucapan Mama Tere langsung membuyarkan lamunan Timmy dan pria itu refleks terkekeh.


"Iya, Ma! Kan baru kemarin Timmy pulang--"


"Tapi tidak menginap! Kau selalu saja tidur di kost!"


"Timmy akan menginap kalau libur, Ma!" Janji Timmy sekali lagi.


"Lalu kapan liburnya? Hhh! Mama benar-benar tak habis pikir!"


"Yang penting kan Timmy tetap rajin menghubungi Mama dan Papa," tukas Timmy dan langsung terdengar decakan Mama Tere di ujung telepon.


"Ada tamu. Mama tutup dulu teleponnya, Tim! Dan jangan lupa pesan mama tadi!"


"Iya, Ma! Timmy akan langsung menemui Beth setelah mandi nanti," ujar Timmy sebelum telepon terputus.


Timmy akan mandi saja lalu nanti ia makan di rumah Mama Tere sekalian mengobrol bersama mama kandungnya tersebut. Dan Timmy mungkin akan meminta saran dari Mama Tere mengenai rencananya untuk menemui kedua orang tua Kath.


Ya, tekad Timmy untuk melamar Kath sudah bulat sekarang!


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2