Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
MENDADAK


__ADS_3

"Aku dan Marv akan menikah!"


"Kami sudah bertunangan."


"Arrrrgghhh!!" Timmy mengerang, saat kalimat demi kalimat yang diucapkan Kath, lalu raut bahagia wanita itu saat mengucapkannya, terus saja bercokol di kepala dan pikiran Timmy.


"Aku akan benar-benar gila jika Kath menikah dengan Marv!" Gumam Timmy yang kini sudah ganti menyugar kasar rambutnya.


Semalaman Timmy tak bisa tidur karena pikirannya terus saja memikirkan tentang Kath, Kath, dan Kath!


Timmy harus mencegah pernikahan Kath dan Marv!


Timmy harus menemui Kath, menemui kedua orang tua Kath, lalu....


"Aku harus menemui kedua orangtua Kath," gumam Timmy seraya meraih ponselnya di atas nakas. Timmy lalu segera memeriksa tiket penerbangan kd kota D hari ini dan pagi ini.


"Ini dia!" Gumam Timmy yang langsung memesan tiket untuk keberangkatan dua jam lagi. Pria itu lalu bergegas bangun, mandi dan bersiap pergi ke bandara kota.


Beth masih terlelap di ruang depan, hingga Timmy siap berangkat. Timmy akhirnya hanya membenarkan selimut adiknya tersebut.


"Kau mau kakak ipar? Abang akan segera mewujudkannya," gumam Timmy sembari menatap pada wajah Beth yang begitu tenang dalam tidurnya.


Timmy tak menunggu lagi, dan pria itu langsung keluar dari kost untuk selanjutnya menuju ke bandara kota.


Mungkin Timmy akan naik taksi saja dan meninggalkan motornya di kost.


****


"Halo, Mom!" Sapa Kath yang baru bangun dari tidurnya. Gadis itu segera menyingkirkan tangan Marv yang semalaman mendekapnya. Kath juga langsung berpindah posisi menjadi duduk seraya bersandar pada kepala ranjang.


"Kau di hotel Marv semalaman, Kath? Mama mencoba menghubungimu--"


"Ponsel Kath kehabisan baterei semalam, Mom!" Sela Kath beralasan.


"Selalu saja begitu alasannya."


Kath sontak tertawa kecil. Wanita itu lalu melirik ke arah Marv yang masih terlelap, dengan setengah tubuh naked-nya terpampang jelas dan tak tertutup selimut.


Ya, Kath juga belum memakai bajunya sekarang.


"Mom dan Dad pulang kapan?" Tanya Kath kemudian pada sang Mom.


"Pagi ini. Kami sudah di bandara kota."


"Kenapa buru-buru? Kai ikut pulang hari ini," tanya Kath lagi seraya menyugar rambutnya.


"Kai masih ingin disini katanya. Mom juga tak tahu dia akan pulang kapan, tapi terserah dia saja!"


"Mom dan Dad buru-buru karena sore nanti ada acara penting."


"Oh." Kath hanya membulatkan bibirnya.

__ADS_1


"Kau sendiri pulang kapan bersama Marv?"


"Kath belun tahu, Mom! Nanti Kath hubungi Mom lagi," janji Kath seraya menoleh ke arah Marv yang mulai menggeliat.


"Marv masih ada pekerjaan, ya?"


"Sepertinya, Mom! Dia masih tidur sekarang," ujar Kath seraya mengendikkan kedua bahunya.


"Mom titip salam saja kalau begitu untuk Marv."


"Iya, Mom! Nanti Kath sampaikan," ujar Kath sebelum akhirnya Mom Mizty berpamitan dan menutup telepon.


"Errggghh!" Marv mengerang dan Kath masih memperhatikan tunanganmu tersebut sembari memainkan ponsel di tangannya.


"Aku antar pulang, ya!" Ucap Marv seraya menjeda sejenak pagutannya bersama Kath.


"Pulang kemana? Aku akan menginap disini--"


"Kath!" Tegur Marv cepat yang langsung membuat Kath merengut.


"Kenapa aku tak boleh menginap padahal aku adalah tunanganmu?" Kath sudah ganti mengalingkan kedua lengannya di leher Marv sekarang.


"Bukan tak boleh. Tapi nanti Mom dan Dad--"


"Mereka tak melarang!" Kath sudah mengecup bibir Marv lagi.


Marv yang tadinya sempat menolak, akhirnya menikmati juga pagutannya bersama Kath yang terasa semakin memanas.


Perlahan tapi pasti, Kath dan Marv mulai melucuti pakaian masing-masing. Dua sejoli yang tengah dimabuk asmara itupun seolah tak ingin melepaskan tautan bibir mereka.


"Aku tak keberatan," ujar Kath yang kini sudah menangkup wajah Marv, lalu menarik wajah itu agar semakin mendekat. Kath kembali menyatukan bibirnya dan bibir Marv.


Suasana kembali memanas, saat cecapan Marv mulai bergerak menyusuri setiap inchi tubuh Kath yang kini tak terbalut sehelai benang pun.


"Emmmpphhh! Marv!" Kath menggigit bibir bawah sembari tangannya merem*s rambut Marv, saat wanita itu merasakan lodah Marv yang kini mulai menjelajah ujung dari kedua bukit kembarnya yang sudah menegang.


Tangan Kath juga tak tinggal diam, dan sudah aktif meraba pangkal paha Marv, sebelum akhirnya Kath menemukan milik Marv yang sudah begitu keras dan menegang.


"Kau mendapatkannya?" Bisik Marv yang langsung membuat Kath mendorong kasar tubuh Marv dari atas tubuhnya.


Marv langsung berganti posisi menjadi setengah berbaring, saat Kath tiba-tiba sudah melahap miliknya yang tadi sudah menegang sempurna.


"Ouugghh!" Marv langsung melenguh saat hangatnya mulut Kath mulai mengul*m miliknya.


"Kath!"


Teguran dari Marv disertai kibasan tangan dari pria itu langsung menyentak lamunan Kath.


Ya ampun!


Percintaan panas Kath dan Marv semalam masih saja terngiang di benak Kath seolah itu adalah yang pertama bagi Kath.

__ADS_1


"Kenapa melamun?" Tanya Marv yang tiba-tiba sudah mengecup singkat bibir Kath.


Ya, pria itu akhirnya bangun juga setelah tadi hanya menggeliat-menggeliat.


"Tidak apa! Tadi Mom menelepon," lapor Kath sembari menunjukkan ponselnya pada Marv.


"Mom marah?" Tanya Marv cemas.


"Tidak!" Jawab Kath santai. Kath lalu meletakkan ponselnya ke atas nakas.


"Mom hanya tanya kita pulang kapan," lanjut Kath lagi.


"Nanti malam," ujar Marv menjawab pertanyaan Kath tadi.


"Nanti malam?" Kath langsung menatap serius pada Marv.


"Ya!"


"Aku masih ada pekerjaan siang ini, jadi kita akan terbang ke kota D nanti sore menjelang malam."


"Aku sudah pesan tiketnya," tukas Marv yang hanya membuat Kath tersenyum tipis.


****


"Timmy menyusuri lorong di dalam pesawat sambil beberapa kali menggelengkan kepalanya. Kepala Timmy rasanya kembali sakit, mungkin efek dari alkohol yang semalam ia tenggak.


Sialan memang!


"Aduh! Auuuwww!" Pekik seorang wanita paruh baya yang tak sengaja Timmy tabrak, saat wanita itu hendak masuk ke salah satu deretan kursi penumpang.


Ya, tadinya wanita itu memang berdiri di depan Timmy, namun karena kepala Timmy yang terasa berputar-putar, Timmy jadi kurang fokus pada langkahnya hingga menabrak ibu-ibu tadi.


"Kau baik-baik saja, Mizt?" Tanya seorang pria paruh baya yang berada di depan wanita yang Timmy tabrak tadi.


"Ya! Hanya kaget saja," jawab si wanita paruh baya. Sepertinya mereka adalah pasangan suami istri.


"Maaf, Bu!" Ucap Timmy pelan sembari memegangi kepalanya yang kini ganti berdentum sakit.


Sementara ibu-ibu paruh baya yang Timmy tabrak tadi sudah duduk di kursinya, dan kini tinggal suami sang ibu yang masih berdiri dan kini melempar tatapan tajam tak menyenangkan pada Timmy.


"Perhatikan langkahmu!" Desis pria paruh baya tadi yang hanya diabaikan oleh Timmy.


Timmy memilih untuk langsung duduk di kursinya saja, lalu memejamkan mata.


"Aku datang untuk melamarmu, Kath!" gumam Timmy pada dirinya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


Sambungan yang Timmy mendadak hilang di "Beth Ter-Sweet" bab 66


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2