Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
SEHARUSNYA


__ADS_3

"Tidak!" Teriak Marv yang langsung merengkuh kedua pundak Kath, setelah wanita itu mengatakan kalau ia ingin berpisah darinya. Marv lalu memaksa untuk memeluk Kath, meskipun wanita itu terus berontak.


"Kath, aku mencintaimu! Tolong jangan tinggalkan aku dan Orion!" Mohon Marv kemudian pada Kath.


"Meninggalkan kau dan Orion?" Kath langsung tertawa sinis.


"Tentu saja aku akan membawa Orion bersamaku!" Ujar Kath lagi, kali ini sembari menghampiri Orion yang sudah terlelap di carseat-nya.


"Tidak!" Marv secepat kilat langsung menghentikan Kath.


"Jangan mengganggu apalagi membawa Orion pergi! Dia anakku!" Marv berseru sembari mencekal tangan Kath yang hendak mengambil Orion.


"Orion bukan anakmu, Marv! Berapa kali aku harus menjelaskan!" Kath berteriak dengan lantang pada Marv yang begitu keras kepala.


"Kau lihat pria yang berdiri di sana itu!" Kath sekarang ganti menunjuk ke arah Timmy yang sejak tadi hanya diam menyaksikan pertengkaran Kath dan Marv.


"Dia ayah kandung Orion!" ujar Kath lagi berteriak pada Marv.


"Bukan!" Sergah Marv tetap pada pendiriannya.


"Orion anakku dan tak ada seorangpun yang bisa memisahkan ia dariku!" Marv secepat kilat langsung melepaskan tangan Kath, lalu pria itu ganti mengambil serta menggendong Orion.


"Tidak ada yang boleh membawa Orion pergi dari pelukanku!"


"Dia anakku!" Sekarang kedua mata Marv sudah berkaca-kaca, seolah pria itu benar-benar tak rela untuk berpisah dari Orion.


"Dia anakku," ucap Marv berulang-ulang dengan raut wajah yang begitu sedih.


"Kenapa kau begitu keras kepala dan tak bisa menerima kenyataan kalau Orion bukanlah putra kandungmu, Marv! Kau bahkan sudah membaca hasil tes DNA-mu dan Orion yang sama sekali tak cocok!" Sergah Kath yang mulai nampak frustasi.


"Karena aku pria yang mandul!" Ucap Marv lirih, sembari menatap mekas pada Kath.


"Kata dokter, aku akan sulit memiliki keturunan."


"Lalu saat aku hendak memberitahumu, kau malah sudah hamil waktu itu...." Marv memulai ceritanya, sambil masih menggendong dan menimang Orion di dalam pelukannya.


"Aku sebenarnya sudah tahu kalau Orion bukanlah putra kandungku, sebelum ia lahir ke dunia." Marv mencium puncak kepala Orion begitu lama.


"Tapi dia sudah membuatku jatuh cinta, saat pertama kali aku melihatnya bergerak di layar monitor USG," cerita Marv dengan mata berbinar dan sebuah senyuman di bibir.


"Sejak saat itu aku bersumpah, kalau aku akan menyayangi Orion dengan sepenuh hati, dan mengabaikan semua latar belakang Orion--"


"Termasuk dengan menganiaya Timmy dan merusak rumahnya?" Sergah Kath menatap tak percaya pada Marv.


"Aku tak akan melakukannya jika kau berhenti mencari celah tentang Timmy hingga berusaha untuk menemuinya, Kath!" Sergah narv mencari alasan dan pembenaran.


"Selama kau mengandung, aku sudah menahan diri dan menahan semua rasa cemburu serta sakit hati yang bergejolak di dadaku karena kau yang senantiasa menggumamkan nama Timmy saat kau tidur--"


"Itu karena aku mencintai Timmy dan sedang mengandung anaknya!" Sergah Kath beralasan yang langsung membuat Marv tersenyum kecut.


"Kau tidak pernah mencintaku, Kath! Kau bahkan pernah mengatakannya secara langsung di hadapanku, saat aku melamarmu dan hendak mengajakmu menikah!"


"Kala itu kau mengatakan kalau kau sangat mencintai Marv dan kau hanya ingin menikah dengan Marv!" Sahut Timmy yang seolah sedang membeberkan sekaligus mengingatkan Kath tentang sikapnya di masa lalu. Kath yang dulu begitu tergila-gila pada Marv.


"Itu karena aku masih buta oleh cinta Marv, Tim!" Kath masih saja beralasan dan kini wanita itu sudah menghampiri Timmy.


"Tapi sekarang aku sadar, kalau yang aku cintai adalah kau, Tim!"

__ADS_1


"Aku mencintaimu!" Ungkap Kath lagi yang kini sudah ganti menggenggam tangan Timmy.


"Marv suamimu, Kath! Kau sendiri yang memilih pria itu untuk menjadi suamimu--"


"Sudah kubilang, kalau saat itu aku hanya khilaf--" Kath belum menyelesaikan kalimatnya, saat tiba-tiba terdengar suara pintu mobil yang ditutup lumayan keras. Marv rupanya sudah masuk lagi ke dalam mobil dan hendak pergi.


"Marv! Kembalikan Orion padaku!" Kath bergegas menghampiri Marv dan mengetuk kaca jendela di sebelah pria itu. Raut wajah Marv tampak marah sekaligus kecewa. Pria itu hanya menatap lurus ke depan, dan sama sekali tak menghiraukan Kath yang masih mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil.


"Marv! Kembalikan anakku dan jangan melakukan hal konyol yang bisa mencelakai Orion!" Kath terus berteriak pada Marv sembari mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil. Sementara Marv yang berada di dalam mobik hanya tersenyum tipis dan sama sekali tak menghiraukan Kath.


"Marv!"


"Marv, kembalikan anakku!"


"Marv!" Timmy akhirnya bergerak dan ikut membujuk Marv yang langsung menoleh ke arahnya. Pria itu lalu melemparkan tatapan tajam ke arah Timmy.


"Jangan melakukan hal yang bisa membahayakan Orion, Marv!" Ucap Timmy memohon pada Marv. Tanpa diduga, Marv langsung membuka kaca jendela mobil. Saat itulah tangan Kath bergerak cepat hendak membuka pintu mobil, namun Marv lebih sigap mencegah dan oria itu langsung mencekal tangan Kath.


"Kau tahu satu hal, Tim...."


"Mungkin, kau memanglah ayah biologis Orion. Tapi aku yang pertama memeluk dan menggendongnya saat Orion lahur ke dunia. Aku juga yang selau mengusap dan mengajaknya bicara, bahkan sebelum ia lahir ke dunia. Dan aku juga yang memberikannya nama Orion Dennison!"


"Dia anakku dana ku menyayanginya melebihi diriku sendiri, jadi jangan pernah berpikir untuk merebutnya--"


"Aku tak akan merebut atau memisahkan kau darinya, Marv!" Sergah Timmy cepat memotong kalimat Marv.


"Tapi aku mohon jangan melakukanapapun yang membahayakan nyawanya!" Ujar Timmy lagi yang langsung membuat Marv tersenyum sinis.


"Aku lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh anakku, dan aku tak akan pernah membiarkannya dalam bahaya!" Ucap Marv yang langsung membuat Timmy mengangguk.


"Kau ayah yang hebat, Marv!" Puji Timmy kemudian.


"Aku mencintaimu, Kath! Tapi jika kau lebih merasa bahagia bersama Timmy, maka aku dan Orion akan pergi!" Tukas Marv sebelum kemudian pria itu menutup kaca jendela mobil, lalu segera melajukan mobilnya dari halaman parkir.


"Pergi saja sendiri dan kembalikan anakku, Marv!" Kath mengejar mobil Marv bak orang kesetanan, namun semua itu hanya sia-sia karena Marv tetap melaju pergi seolah tak peduli pada Kath.


"Marv!"


"Baj*ngan--"


"Kath!" Timmy segera mencegah Kath yang masih ingin mengejar mobil Marv.


"Kenapa kau tadi tak menghentikannya, Tim!"


"Kenapa kau membiarkan Marv membawa anakku! Anak kita!" Sekarang Kath ganti mengamuk pada Timmy dan memukuli dada pria itu.


"Kenapa kau membiarkan Marv membawa pergi Orion?" Kath benar-benar seperti orang kesetanan sekarang.


"Tenanglah dulu, Kath!" Timmy akhirnya membentak Kath dengan keras, sembari pria itu mengguncang tubuh Kath. Saat itulah, Kath akhirnya tenang dan berhenti mengamuk.


"Marv hanya membawa Orion pulang ke rumah, dan kau bisa menyusul mereka kapanpun--"


"Ayo kita susul dan kita ambil Orion, lalu kau bisa membawaku pergi dari negara ini...." Kalimat Kath perlahan tercekat saat Timmy menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kau akan pulang pada Marv, dan aku tak akan membawamu kemana-mana, Kath! Kau tak boleh berpisah dari Marv karena Orion butuh kau dan Marv!" Ucap Timmy kemudian dengan nada tegas yang langsung membuat Kath ternganga tak percaya.


"Tapi aku mencintaimu, Tim! Dan aku tak mau kembali pada Marv!" Kath langsung menangis tergugu di pelukan Timmy.

__ADS_1


"Kau tidak mencintaiku dan kau hanya mencintai Marv, Kath!"


"Aku tidak mencintai orang jahat seperti Marv!" Sergah Kath bersikeras.


"Marv tidak jahat!" Timmy merengkuh kedua pundak Kath dan mengguncangnya.


"Marv bukan orang jahat dan dia sangat-sangat mencintaimu!"


"Dia mencintaimu dan menyayangi Orion dengan sepenuh hati, bisakah kau membuka mata dan melihat semua itu!" Tegas Timmy sekali lagi pada Kath.


"Semua perasaanmu padaku, yang kau kira cinta..."


"Itu semua hanya perasaan semu!" Ungkap Timmy lagi sembari tersenyum kecut.


"Kau tidak pernah mencintaiku!" Tegas Timmy lagi.


"Dan semua perasaanku padamu dua tahun lalu, juga sudah menguap pergi!" Ujar Timmy lagi yang langsung membuat Kath menganga tak percaya.


"Aku tak lagi mencintaimu, Kath! Aku sudah membuang semua rasa cintaku padamu! Aku sudah melupakanmu dan semua yang pernah terjadi di antara kita!" Ungkap Timmy lagi yang langsung membuat Kath menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Bohong!" Teriak Kath kemudian yang masih merasa tak terima.


"Kau pasti berbohong, Tim!"


"Aku tidak berbohong!" Timmy balik berteriak pada Kath.


"Bahkan pada Orion yang katamu adalah anak kandungku, aku juga tak merasakan getaran apapun saat aku menatap dan menggendongnya tadi," aku Timmy lagi yang langsung membuat Kath tertegun tak percaya.


"Aku rasa Marv lebih pantas menjadi ayah untuk Orion--"


"Marv pria yang jahat, Tim!" Kath kembali memotong pendapat Timmy.


"Dia bukan jahat, Kath!" Sergah Timmy lantang.


"Dia hanya sedang menjaga kau dan rumah tangganya dari seorang pengganggu!"


"Marv sangat-sangat mencintaimu! Bisakah kau membuka matamu dan menyadari kalau semua yang dilakukan Marv itu karena dia sangat-sangat mencintaimu!" ucap Timmy tegas seraya merengkuh kedua pubdak Kath lagi.


"Kau tak seharusnya mencari-cari keburukan Marv, setelah semua cinta yang ia berikan padamu, Kath!"


"Marv sudah menerima kau dan semua masa lalumu yang mungkin pria lain juga belum tentu bisa menerimanya."


"Karena sejujurnya, jika aku menjadi Marv, aku tak akan sudi menerima kau yang sudah pernah berbagi ranjang dengan banyak pria, " ungkap Timmy sedikit menyindir Kath yang langsung beringsut mundur. Kath seketika langsung menatap penuh kecewa ke arah Timmy.


"Seharusnya kau bersyukur memiliki suami sebaik Marv, terlepas dari apapun tindakan buruk Marv demi mempertahankan rumah tangganya bersamamu," ujar Timmy lagi mengemukakan pendapatnya.


"Ya! Dan seharusnya aku tak perlu lagi memikirkanmu, apalagi mengejar kau yang tak pernah peduli padaku!" Sahut Kath dengan nada sinis sembari terus menjaga jarak.


"Aku benar-benar menyesal karena pernah memikirkan pria brengsek sepertimu!" Pungkas Kath kemudian seraya berbalik, dan kemudian berlari meninggalkan Timmy. Masih bisa Timmy lihat sekilas, butir bening yang jatuh di kedua pipi Kath sebelum wanita itu berbalik pergi. Tapi memang Timmy sebaiknya tak perlu mengejar Kath dan biarkan saja Kath kembali pada Marv yang begitu mencintaiya.


Ya, setidaknya itulah yang terbaik untuk Kath. Tak masalah juga jika ke depannya Kath akan benci pada Timmy.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir


__ADS_2