
Kath terkejut bukan main, saat ia baru masuk ke sebuah toko kue dan langsung melihat wajah adik Timmy yang berdiri di belakang meja kasir.
Apa?
Apa itu artinya ini adalah toko kue milik adiknya Timmy?
"Ayo, Kath! Kok malah diam?" Tegur Mom Mizty yang langsung membuat Kath salah tingkah.
"Kenapa harus ke toko kecil begini, Mom? Apa tak ada toko lain?" Ujar Kath kemudian berbisik-bisik pada Mom Mizty.
"Disini kuenya enak! Aunty kamu yang merekomendasikan langsung!"
"Itu juga owner-nya yang kemarin membuat wedding cake Rossie," tukas Mom Mizty lagi sebelum kemudian mom kandung Kath itu menyapa owner toko yang tak lain dan tak bukan adalah adik dari Timmy.
Ya! Kath tentu saja masih ingat dengan wajahnya karena baru tadi malam Kath melihatnya juga di acara pernikahan Rossie. Meskipun Kath sama sekali tak menyapa dan memilih untuk menghindar saja agar jangan sampai bertatap muka. Dan syukurlah tadi malam Timmy juga tak datang ke acara pernikahan Rossie.
Entah kemana pria yang pernah mengaku bersahabat baik dengan Angga tersebut!
"Selamat sore, Bu!" Sambut owner toko seraya tersenyum ramah.
"Selamat sore...Beth?"
"Benar, kan?" Tanya Mom Mizty memastikan.
"Iya, benar, Bu!"
"Ada yang bisa dibantu?" Tanya Beth ramah.
"Kami kesini mau membeli oleh-oleh," ujar Mom Mizty kemudian menyampaikan maksud kedatangannya.
"Iya, silahkan dipilih. Mau kue yang mana," ujar Beth seraya menunjuk ke showcase serta etalase dimana beberapa kue terlihat ready.
"Kau mau yang mana, Kath?" Tanya Mom Mizty kemudian pada Kath yang masih salah tingkah.
"Terserah Mom saja!" Jawab Kath sedikit tergagap, saat tiba-tiba sebuah pintu yang berada di sudut toko tampak terbuka. Lalu seseorang yang sedang tak ingin Beth temui keluar dari pintu tersebut.
Sial! Itu adalah Timmy!
"Beth--" Timmy tampak tercengang saat pria itu melihat Kath yang berada di toko milik sang adik.
"Sudah Beth siapkan semua dan siap diantar, Bang!" Ujar Beth cepat yang langsung membuat Timmy menghampiri sang adik, lalu mengambil paperbag yang disodorkan oleh Beth.
"Ke alamat yang kemarin, kan?" Tanya Timmy yang langsung dijawab Beth dengan anggukan kepala.
Timmy menatap sejenak pada Kath, sebelum kemudian pria itu berlalu dan keluar dari toko. Tepat di depan toko, Timmy melihat seorang pria yang sedang bersandar di kap mobil dan sepertinya sedang menunggu seseorang.
Siapa pria itu?
Timmy tak mengenalnya, tapi pria itu cukup lama menatap ke arah Timmy yang langsung mengambil motor Beth dan bersiap pergi.
Hingga Timmy memacu motornya dan meninggalkan Sweety Cake, pria asing tadi masih saja tak berhenti menatap ke arahnya. Siapa sebenarnya pria itu?
****
"Kath ke mobil duluan, ya, Mom!" Pamit Kath saat Mom Mizty sedang membayar semua kue yang yadi mereka beli. Hampir semua macam kue yang ada di etalase Mom Mizty belu tadi. Entah siapa nanti yang akan memakannya.
"Iya!" Jawab Mom Mizty sekenanya. Wanita paruh baya itu kembali fokus memayar belanjaannya.
Sementara Kath langsung keluar dari toko, dan Marv yang tadi memang mengantar Kath serta Mom Mizty langsung menyambut wanita itu.
"Banyak sekali," ujar Marv seraya mengambil alih kueyang Kath bawa.
"Tidak tahu! Semua jenis kue Mom beli," ujar Kath sedikit malas. Kath langsung masuk ke dalam mobil, sembari menunggu Mom Mizty yang masih belum keluar. Marv yang sudah selesai meletakkan kue-kue ke dalam bagasi juga langsung menyusul masuk ke dalam mobil.
Marv lalu menatap sejenak ke arah Kath yang tampak menyandarkan kepalanya ke kaca jendela mobil.
"Mom lama sekali, sih!" Keluh Kath bersamaan dengan Mom Mizty yang akhirnya keluar juga dari toko, lalu masuk ke dalam mobil Marv.
"Sudah, Mom?" Tanya Marv seraya menoleh ke jok belakang, dimana Mom Mizty duduk.
"Sudah, Marv! Ayo langsung ke airport!" Ajak Mom Mizty kemudian yang langsung membuat Marv melajukan mobilnya dan meninggalkan Sweety Cake.
"Kath!" Panggil Mom Mizty setelah mobil Marv melaju ke arah airport.
"Iya, Mom!"
"Pria yang mengantar kue tadi kok wajahnya tidak asing, ya?"
__ADS_1
"Tapi Mom lupa-lupa ingat dengan wajahnya. Apa kau ingat?" Tanya Mom Mizty yang langsung membuat Kath terdiam dan tak langsung menjawab.
"Apa maksud Mom kurir makanan tadi?" Marv ikut menimpali dan menunggu jawaban Kath.
"Iya, itu!"
"Kau ingat, Kath?" Tanya Mom Mizty sekali lagi.
"Kath tidak tahu, Mom!" Jawab Kath akhirnya seraya membuang wajahnya keluar jendela.
"Kau tidak tahu?" Tanya Marv dengan suara pelan yang entah apa maksudnya. Kath langsung menatap ke arah sang tunangan.
"Tidak!" Jawab Kath sekali lagi dengan nada lebih tegas. Marv hanya mengangguk dan mobil terus melaju je arah airport.
****
Triing!
Yvone menatap ke bagian atas pintu masuk toko Beth untuk mencari tahu apa gerangan yang membuat pintu berbunyi saat dibuka. Ternyata ada lonceng di atas sana!
"Yv!" Sambut Beth yang langsing membuat Yvone mengulas senyum, au menghampiri sahabat baiknya tersebut.
"Lama tak bertemu!" Ujar Beth lagi yang kini sudah memeluk Yvone.
"Ya!"
"Aku banyak pekerjaan," tukas Yvone yang langsung menarik tangan Beth dan mengajak gadis itu untuk duduk.
"Ck! Pekerjaanku masih banyak, Yv!" Ujar Beth beralasan.
"Nanti saja kalau kerja--"
Triing!
Yvone tak melanjutkan kalimatnya, saat mendengar suara lonceng di atas pintu lagi. Gadis itu langsung menoleh dan mengira kalau yangbdatang adalah customer Beth, namun ternyata bukan!
Yang datang adalah Timmy!
"Beth! Customer yang tadi sudah pergi?" Tanya Timmy kemudian yang masih berdiri di dekat pintu masuk.
"Yang tadi yang mana, Bang? Masih mau mengejarnya seperti orang gila?" Sergah Beth dengan nada bersungut.
"Siapa memang?" Tanya Yvone kemudian merasa kepo.
"Kath!" Jawab Beth dengan nada ketus.
"Kath kesini?" Yvone langsung melebarkan kedua matanya.
"Iya! Bersama Mommy-nya!"
"Katanya sih karena dapat rekomendasi dari Tante Sita tentang cake aku yang enak," cerita Beth lagi tetap dengan nada bersungut.
"Bisa kebetulan pas Timmy disini, ya?" Seloroh Yvone kemudian yang hanya membuat Beth berdecak.
"Sudah tak usah dibahas!" Tukas Beth yang sepertinya begitu tak suka pada Kath.
"Ngomong-ngomong, kau kemana saja sebulan terakhir ini? Sudah seperti ditelan bumi saja!" Cecar Beth kemudian yang langsung membuat Yvone tertawa kecil.
"Sedang banyak pekerjaan dan aku memang beberapa kali ke luar kota lalu ke luar negeri--"
"Aku tidak diajak!" Rengut Beth yang langsung memukul lengan Yvone.
"Kan kau sibuk dengan toko kuemu!" Tukas Yvone beralasan. Beth kemudian hanya berdecak.
"Oh, ya. Ngomong-ngomong kau mau tahu satu kabar mebarik tentang Reandra, tidak?" Ujar Yvone kemudian sesikit berbisik pada Beth.
"Reandra menghamili seorang gadis?" Sahut Beth cepat yang langsung membuat Yvone ternganga.
"Kau sudah tahu?"
"Abang Timmy yang memberitahu. Katanya Abang Timmy menyaksikan pertengkaran hebat Reandra dan pacarnya yang hamil di kafe." Tukas Beth lagi.
"Jadinya bagaimana? Pria brengsek itu akhirnya bertanggung jawab?" Tanya Beth kemudian pada Yvone.
"Ya!"
"Tapi aku ikut kena imbasnya," curhat Yvone seraya memijit pelipisnya sendiri.
__ADS_1
"Maksudnya kena imbas?" Tanya Beth tak paham.
"Aku jadi harus tinggal di rumah Uncle Sahrul, dan tak boleh lagi tinggal di apartemenku sendiri," cerita Yvone lagi dengan nada kesal.
"Baguslah! Kau jadi tak kesepian!" Seloroh Beth seraya tertawa kecil.
"Bukan itu masalahnya, Beth!" Ujar Yvone lagi yang masih kesal.
"Lalu apa masalahnya? Kau dituntut untuk segera menikah juga?" Terka Beth yang mulai ngawur.
Yvone baru saja akan menjawab dan menjelaskan saat tiba-tiba ponsel gadus itu sudah berdering.
Aunty Jihan menelepon!
Sial!!
"Halo, Aunty!" Sambut Yvone cepat.
"Yv, kenapa kau belum sampai di rumah?"
"Yvone masih bertemu teman Yvone, Aunty! Yvakan pulang dua jam la--"
"Tiga puluh menit lagi!"
Kalimat Yvone sudah dipotong Aunty Jihan dengan cepat.
"Iya, Aunty!" Ujar Yvone akhirnya yang tak bisa membantah lagi.
Telepon sudah terputus dan Yvone langsung berdecak kesal.
"Aku harus pulang sekarang, Beth!" Ujar Yvone kemudian.
"Kenapa buru-buru? Kau sydah punya jam malam sekarang?" Cecar Beth yang langsung membuat Yvone mengangguk lesu.
"Kau mau bawa kue?" Tawar Beth selanjutnya.
"Tidak usah!" Tolak Yvone seraya menyampirkan tasnya di pundak.
"Bang!" Panggil Beth kemudian pada Timmy yang sejak tadi masih bersembunyi di dapur.
Kenapa Beth memanggil Timmy?
"Ada apa?" Tanya Timmy yang hanya melongokkan kepalanya keluar dari dapur.
"Yvone mau pulang--"
"Aku bawa mobil sendiri, Beth!" Desis Yvone cepat.
"Oya barangkali Abang Timmy mau mengantar," Beth menatap penuh kode ke arah Timmy.
"Dia kan sudah bawa mobil!" Tukas Timmy sebelum kemudian pria itu masuk ke dapur lagi.
Beth lalu tampak menggerutu.
"Aku pulang dulu, Beth!" Pamit Yvone kemudian.
"Ya! Hati-hati!"
"Wajahmu tampak tertekan," komentar Beth kemudian yang hanya membuag Yvone mengulas senyum.
"Aku sedikit tak betah di rumah Uncle Sahrul dan sekarang aku baru memikirkan cara untuk keluar," ujar Yvone sedikit curhat pada Beth.
"Beritahu aku jika sudah ketemu caranya dan aku siap membantu!" Ujar Beth seraya menepuk punggung Yvone yang langsung tertawa kecil dan mengangguk.
"Kau bisa bantu memikirkan caranya?" Tanya Yvone kemudian yang langsung membuat Beth tampak berpikir.
"Entahlah! Otakku masih buntu," tukas Beth kemudian.
"Baiklah, tak apa!"
"Aku pulang dulu, Beth!" Pamit Yvone sekali lagi, sebelum akhirnya gadis itu benar-benar meninggalkan Sweety Cake.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.