Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
TOLONG AKU!


__ADS_3

Yvone baru tiba di rumah Uncle Sahrul, saat gadis itu mendapati kondisi rumah yang sepi. Kemana semua orang?


"Selamat malam, Nona Yvone!" Sapa seorang maid yang sepertinya hendak pergi.


"Mbak mau kemana?" Tanya Yvone penuh selidik, seraya menahan maid tadi agar tak pergi dulu.


"Kami semua diliburkan malam ini, Nona," ujar maid.


"Libur?"


"Uncle dan Aunty kemana? Reandra juga. Mereka ada di kamar?" Cecar Yvone lagi oada maid.


"Semuanya pergi sejak sore dan kata Nyonya, besok pagi mereka baru akan kembali."


"Besok pagi?" Yvone langsung bergumam tak percaya. Disaat bersamaan, suara yang sedang tak ingin Yvone dengar malah menyapanya.


Brengsek!


"Baru pulang, Yv? Kenapa malam sekali?" Tegur Uncle James yang langsung menbuat Yvone mendengus kesal.


"Saya pergi dulu, Nona Yvone!" Pamit maid kemudian yabg tak mampu lagi Yvone cegah. Pasti inj semua juga rencana James baj*ngan ini untuk meliburkan semua maid di rumah agar ia bisa melakukan sesuatu pada Yvone.


Yvone tak akan membiarkannya!


"Mau kemana? Kau belum menjawab pertanyaanku!" Uncle James tiba-tiba sudah menahan tangan Yvone yang hendak naik ke kamarnya di lantai atas.


"Lepas!" Yvone langsung menyentak tangan Uncle James dengan kuat, lalu gadis itu segera berlari menuju ke kamarnya.


"Yvone!" Uncle James tak tinggal diam dan pria itu langsung mengejar Yvone, lalu menggedor pintu kamar gadis itu.


"Buka pintunya!"


"Kau pikir, kau bisa bersembunyi semalaman disana, hah?"


"Aku akan mendobrak pintu kamarmu!" Uncle James menggedor semakin kuat dan Yvone yang sudah gemetaran segera mengambil ponselnya, lalu menghubungi nomor Beth.


"Angkat, Beth!" Gumam Yvone yang mulai panik karena Beth tak kunjung menjawab telepon dari Yvone. Apa gadis itu sedang sibuk sekarang?


Yvone akhirnya ganti menelepon Timmy meskipun ia ragu kalau Timmy akan mau membantu. Beberapa hari yang lalu saat Yvone mengantar undangan saja, sikap Timmy begitu ketus dan dingin.


Ah, tapi tak ada salahnya mencoba.


"Yvone!! Buka pintunya!!" Kembali terdengar teriakan dari Uncle James di luar kamar beserta gedoran pintu yang semakin keras.


Sial!


****


"Mau kemana, Pa?" Tanya Timmy saat melihat Papa Will yang sepertinya hendak pergi.


"Ke toko sekalian menjemput Beth. Barangkali dia tak berani pulang sendiri," jawab Papa Will seraya terkekeh.


"Beth belum pulang?" Tanya Timmy yang tadi memang langsung pulang ke rumah setelah antaran kue yang terakhir. Kata Beth juga toko akan segera tutup. Jadi Timmy pikir Beth juga akan langsung pulang. Tapi ternyata gadis itu belum pulang hingga sekarang.


Timmy benar-benar tidak tahu karena tadi ia langsung tidur setelah sampai di rumah.

__ADS_1


"Tadi katanya Beth mau mulai mengerjakan wedding cake untuk acara lusa. Makanya dia pamit pulang terlambat," tukas Mama Tere menjawab pertanyaan Timmy.


"Kalau begitu, biar Timmy saja yang ke toko, Pa!" Ujar Timmy akhirnya seeaya mengambil kunci mobip Papa Will. Disaat bersamaan, tiba-tiba terdengar seperti keributan dari depan rumah.


"Sepertinya ada yang datang. Ada mobil berhenti di depan pagar," ujar Mama Tere setelah mengintip dari jendela.


"Biar sekalian Timmy periksa, Ma!" Tukas Timmy sembari membuka pintu depan.


"Siapa yang bertamu malam-malam begini," gumam Timmy lagi yang sydah berjalan ke arah pagar. Timmy lalu membuka pagar besi tersebut, dan langsung terlihat seseorang yang tak asing sedang berdiri di dekat mobil.


"Fairel!" Sapa Timmy yang langsung menghampiri Fairel yang sepertinya bersama seseorang.


"Kau sedang--" Timmy tak melanjutkan pertanyaannya, saat ia sudah mendapati sang adik yang kini duduk di dalam mobil Fairel.


Sedikit mencurigakan!


"Beth!" Sapa Timmy akhirnya dan Beth langsung meringis. Gadis itu juga langsung bergegas turun dari mobil.


"Kalian berdua dari mana?" Tanya Timmy selanjutnya penuh selidik. Beth dan Fairel sekarang terlihat bergandengan tangan seperti dua sejoli yang tengah berpacaran.


Sudah sampai dimana sebenarnya hubungan mereka berdua? Kadang ribut tak jelas, tapi kadang juga nempel seperti perangko!


Benar-benar membingungkan!


"Kami dari rumah calon mertua Beth, Bang!" Jawab Fairel yang sukses membuat Timmy membelalakkan mata.


"Calon mertua?"


"Iel hanya bercanda, Bang!" Sergah Beth yang langsung membuat Timmy mengernyit.


"Apanya yang bercanda? Lamaranku tadi serius, Beth! Benar-benar serius!"


Timmy akhirnya langsung meminta konfirmasi pada Beth serta Fairel tentang progress hubungan mereka yang sebenarnya. Dan pengakuan Beth benar-benar sukses membuat Timmy mengul*m senyum. Rupanya Beth sudah dilamar oleh Fairel beberapa jam yang lalu dan mungkinn adik Timmy itu akan segera menyusul menikah setelah nanti Timmy menikah.


Tapi setidaknya Beth akan menikah dengan pria yang benar-benar ia cjntai dan mencintainya. Semoga Beth benar-benar bahagia bersama Fairel ke depannya.


"Ayo masuk!" Ajak abang Timmy akhirnya pada dua sejoli yang masih saja bergandengan tangan tersebut.


"Mama dan papa memangnya belum tidur, Bang?"


"Belum. Mereka masih mengobrol tadi," jelas Abang Timmy seraya membuka lebar pintu depan. Papa Will dan Mama Tere rupanya sudah langsung menyambut mereka bertiga.


"Siapa yang datang, Tim?" Tanya Papa Will cepat.


"Beth, Pa!"


"Dan calon menantu Papa," jawab Timmy seraya terkekeh.


"Yvone?" Sahut Mama Tere yang langsung menebak dengan salah.


"Iel!" Ujar Papa Will yang akhirnya menemukan juga siapa calon menantu barunya.


Iel kemudian segera berbasa-basi pada Papa Will dan Mama Tere, tetap sambil menggenggam tangan Beth. Sudah bucin akut sepertinya!


Disaat bersamaan, ponsel Timmy mendadak berdering. Timmy segera pergi ke dalam rumah dan meninggalkan obrolan karean Yvone menelepon. Tumben sekali gadis itu menelepon. Biasanya juga cukup mengirim pesan.

__ADS_1


"Halo!" Sambut Timmy akhirnya sedikit malas.


"Timmy!" Suara Yvone terdengar terengah-engah.


"Kau kenapa, Yv?"


"Tolong--"


"Buka pintunya, Yvone!!"


Samar-samar Timmy bisa mendengar suara gedoran serta teriakan seseorang dari ujung telepon. Apa itu suara James?


"Timmy, apa aku bisa minta tolong?"


"Uncle kamu kemana?" Tanya Timmy cepat.


"Aku tidak tahu! Semua orang sudah tidak ada saat aku tiba di rumah dan yang ada hanya--"


"Yvone!! Aku benar-benar akan mendobrak pintunya kalau kau keras kepala!"


"Hanya James baj*ngan?" Timmy melanjutkan kalimat Yvone yang tadi terputus.


"Tolong datanglah kemari atau--"


"Telepon saja Uncle-mu, sekalian kau tunjukkan kelakuan bejat James padanya."


"Nomor Uncle tak bisa dihubungi!"


"Timmy, tolong aku!"


"Please!" Sudah terdengar isak tangis Yvone dari ujung telepon yang benar-benar membuat Timmy harus berdecak.


"Baiklah, aku akan kesana menjemputmu!" Putus Timmy akhirnya meskipun sedikit kesal.


Timmy masih kesal dengan Yvone yang lembek dan tak bisa melawan Uncle serta Aunty-nya. Bahkan untuk acara pernikahan, Yvone juagjuga seakan pasrah saja dan tidak mau berusaha mencegah Uncle-nya yang ingin menbuat sebuah pesta pernikahan megah.


Benar-benar menyebalkan!


"Terima kasih, Timmy!" Ucapan Yvone di ujung telepon langsung membuyarkan lamunan Timmy.


Timmy yang tadinya ingin ikut bergabung dalam pembicaraan bersama keluarganya mengenai hubungan Beth dan Fairel terpaksa mengurungkan niatnya karena ia harus menjemput Yvone sekarang. Sedikit menyebalkan!


Setelah mengambil jaket dan topi, Timmy keluar lagi ke tuang tamu, dan Fairel terlihat masih berdiri di depan pintu seraya memberikan penjelasan pada Mama dan Papa.


Benar-benar!


"Jelaskan sambil duduk, Iel!" Saran Timmy akhirnya sembari meraih kunci mobil Papa Will yabg tadi sydah ia kembalikan ke tempatnya.


"Timmy, kau mau kemana?" Tanya Mama Tere cepat setelah memjbdai penampilan Timmy.


"Mau keluar sebentar, Ma! Ada hal penting," jawab Timmy sekenanya. Timmy langsung keluar dari rumah dan memacu mobil Papa Will menuju ke rumah Uncle Sahrul untuk menjemput Yvone.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2