Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
KECEWA


__ADS_3

"Surprize!"


Seruan dari Mama Tere, Papa Will, Beth, serta Sky membuat Yvone benar-benar terkejut. Yvone segera meraih arlojinya di samping tempat tidur untuk melihat sekarang tanggal berapa.


"Happy birthday, Yv!" Ucap Mama Tere kemudian disusul ucapan yang sama oleh Beth dan juga Papa Will.


"Eh sekarang disana benar sudah tengah malam, kan?" Tanya Beth memastikan.


"Ya! Sekarang disini pukul satu malam," jawab Yvone setelah melihat jam di arlojinya.


"Disini sudah hampir tengah hari, Yv!" Tukas Mama Tere yang langsung mengingatkan Yvone tentang oerbedaan waktu di jedua negara. Tadinya Yvone pikir didana juga tengab malam dan terjadi sesuatu pada Mama mertua Yvone itu hingga membuatnya menelepon Yvone malam-malam begini.


Ya ampun! Yvone sudah dangat cemas.


"Ngomong-ngomong, abang Timmy tidak lupa lagi pada ulang tahun Kak Yvone, kan?" Tanya Beth lagi memastikan. Tahun kemarin Beth memang sempat mengomeli Timmy yang tak ingat pada ulang tahun Yvone. Dan tahun kemarin keluarga Atmadja juga memberikan surprize ulang tahun untuk Yvone hingga sukses membuat Yvone meneteskan airmata. Karena sejak perpisahan Mami dan Papi, seolah tak ada yang ingat lagi pada ulang tahun Yvone.


"Timmy ingat dan sudah memberikan surprize juga tadi," jawab Yvone cepat sebelum Timmy sempat menjawab. Saat itulah Timmy langsung menatap ke arah Yvone yang memang kerap mengarang berbagai cerita untuk menutupi sikap kaku Timmy selama ini. Yvone seolah ingin selau menunjukkan pada keluarga Atmadja, bahwa hubungan pernikahannya bersama Timmy normal dan berjalan dengan baik. Meskipun kenyataannya sebaliknya.


"Jadi penasaran dengan hadiah kejutan dari abang Timmy untuk Kak Yvone. Apakah sepupu Sky akan OTW tak lama lagi?" Kembali terdengar celetukan Beth yang selalu mendoakan agar Yvone bisa hamil secepatnya. Dan seperti sebelum-sebelumnya, Yvone selalu menanggapinya dengan senyum saja alih-alih mengaminkan.


Yvone dan Timmy saja akan segera berpisah, jadi untuk apa Yvone hamil anaknya Timmy?


"Hadiahnya rahasia!" Ujar Timmy yang kemudian buka suara dan pria itu tiba-tiba juga sudah merangkul Yvone.


Apa ini? Sandiwara agar Yvone dan Timmy terlihat mesra di depan keluarga Atmadja?


"Kasih tahu Beth, Bang! Beth tidak ember, kok!"


"Tidak ember tapi kau pasti cerita pada Fairel. Lalu nanti Fairel cerita kemana-mana," seloroh Timmy yang langsung membuat Beth tergelak.


Sementara tangan Timmy yang masih merangkul Yvone, mulai bergerak untuk memberikan usapan di pundak Yvone. Entah itu gerakan spontanitas atau Timmy memang sengaja.


"Jadi, kalian disana masih lama?" Gantian Mama Tere yang bertanya.


"Yvone masih kangen pada Maminya, Ma! Jadi Timmy akan menemani disini dulu," jawab Timmy yang langsung membuat Yvone menatap tam percaya oada pria di sampingnya tersebut. Padahal Yvone kan tak pernah meminta untuk ditemani oleh Timmy.


"Baiklah kalau begitu! Salam untuk keluargamu disana, Yv!" Pungkas Mama Tere akhirnya yang sepertinya hebdak mengakhiri video call mereka.

__ADS_1


"Iya, Ma! Terima kasih untuk surprize yang benar-benar mengejutkan ini," ujar Yvone sembari tersenyum tulus.


"Sama-sama, Yv! Selamat ulang tahun sekali lagi dan semoga apapun impianmu akan secepatnya terwujud."


"Aaamiinn!" Ucap Yvone cepat berbarengan dengan Timmy yang masih betah merangkulnya.


Ya ampun!


"Bye, Kak Yvone! Selamat berbulan madu! Nanti pulang bawa selusin sepupu untuk Sky, ya!" Suara nyaring Beth akhirnya mengakhiri video call Yvone bersama keluarga Atmadja. Yvone kemudian berdehem demi memberikan kode pada Timmy yang masih saja merangkulnya.


"Uups! Maaf," ucap Timmy yang akhirnya sadar juga dan bergegas melepaskan rangkulannya pada pundak Yvone.


"Aku akan tidur lagi," ujar Yvone sembari pura-pura menguap. Wanita itu lalu segera mengambil posisi tidur yang nyaman, yaitu memunggungi Timmy.


Ya, itu memang yang ternyaman dan teraman karrna jika Yvone berbaring menghadap ke arah Timmy, pria itu akan langsung mengetahui kalau Yvone tidam benar-benar tidur dan hanya pura-pura menejamkan mata. Yvone memang mendadak insomnia, entah apa penyebabnya.


"Aku juga akan tidur!" Ucap Timmy yang ikut berbaring sembari menghadap ke arah Yvone. Timmy terus menatap pada punggung Yvone hingga akhirnya rasa kantuk datang menyerang dan Timmy pun segera terlelap.


Sementara Yvone yang masih belum bisa memejamkan mata, perlahan berbalik untuk memastikan apa Timmy sudah tidur atau pria itu juga insomnia seperti Yvone. Dan saat Yvone berbalik, rupanya Timmy sudah bernafas dengan teratur, menandakan kalau pria itu sudah tertidur lelap. Yvone segera membenarkan selimut Timmy, sebelum ia kembali ke posisinya semula. Yvone masih tak mengantuk dan sepertinya Yvone akan terjaga sampai pagi.


****


Yvone yang semalaman sama sekali tak bisa tidur, memilih untuk turun ke bawah, sekalian memeriksa barangkali mami Mary sudah bangun.


"Pasang disana!"


"Iya begitu!"


Yvone hampir mencapai lantai dua, saat ia mendengar suara Mami Mary dengan seseorang dan sepertinya sedang ada kesibukan.


"Dia datang?" Terdengar suara Watson bersamaan dengan Yvone yang akhirnya busa menyaksikan apa yang kini sedang dilakukan oleh Mami Mary dan suaminya tersebut.


Kedua mata Yvone sontak membulat saat melihat hiasan khas untuk kejutan ulang tahun yang sedang dipasang oleh Mami Mary dan Watson. Yvone benar-benar tak menyangka jika sang mami....


"Ah, ternyata kau, Yv!" Ucap Mami Mary yang langsung menghampiri Yvone. Mami Mary kemudian menyodorkan sebungkus balon pada Yvone beserta pompa balon.


"Bisa kau membantu meniupnya? Kami akan memberikan kejutan untuk Barb yang hari ini berulang tahun," ujar Mami Mary lagi yang seketika langsung membuat hati Yvone yang tadi semoat berbunga-bunga dan mengira kalau ini adalah kejutan untuknya, menjadi patah seketika.

__ADS_1


Rupanya semua kejutan ini untuk Barbara, anak sambung Mami Mary atau lebih tepatnya anak bawaan dari Watson. Ya, gadis itu memang berusia tujuh belas tahun hari ini dan mungkin lebih pantas mendapat kejutan ketimbang Yvone yang usianya sudah lebih dari seperempat abad.


"Yv, kenapa malah melamun?" Tegur Watson yang buru-buru membuat Yvone mengeluarkan beberapa balondari plastik, lalu meniupnya dengan pompa. Yvone berusaha mengulas senyum meskipun hatinya sedikit terluka karena sang mami yang begitu ia sayangi rupanya tak lagi ingat dengan hari ulang tahun Yvone.


"Nanti kalau kau berulang tahun, kami juga akan menyiapan pesta kejutan, Yv!" Ujar Mami Mary kemudian yang langsung membuat Yvone kembali memaksa untuk mengulas senyum.


"Kapan kau ulang tahun, Yv? Mami benar-benar lupa," tanya Mami Mary kemudian.


"Masih lama, Mi!" Jawab Yvone sedikit tergagap. Yvone lanjut meniup semua balon berwarna pink tersebut, lalu membantu Watson untuk menatanya.


Tepat saat semua dekorasi selesai dipasang, Barb akhirnya bangun dan wajah gadis itu langsung tampak bahagia saat melihat semua kejutan yang diberikan oleh Mami Mary dan juga Watson. Yvone juga samar-samar mendengar acara ulang tahun sweet seventeen yang rencananya akan digelar malam ini di sebuah kafe tak jauh dari rumah. Akan ada teman-teman Barb yang datang nantinya.


****


"Apa itu tadi acara kejutan untukmu?" Tanya Timmy yang rupanya sydah bangun, saat Yvone sedang mencuci piring bekas sarapan. Watson sudah pergi bekerja, Barb sudah pergi ke sekolah sedangkan Mami Mary dan Roger juga sudah pergi belanja ke swalayan dekat rumah.


"Apa kau sedang meledekku?" Jawab Yvone dengan nada yang ketus tanpa sedikit menoleh ke arah Timmy.


"Oh, ya! Aku lupa kalau usiamu masih lima belas tahun dan bukan tujuh belas tahun," seloroh Timmy kemudian yang sudah berdiri di samking Yvone, lalu ikut membantu membilas piring-piring yang sudah dibersihkan oleh Yvone.


"Candaanmu tidak lucu." Nada bicara Yvone masoh terdengar ketus. Atau itu hanya sebuah ungkapan kekecewaan?


"Kenapa kau tadi tidak mengatakan pada Mamimu kalau kau juga berulang tahun hari ini?" Tanya Timmy kemudian yang langsung membuat Yvone menghentikan sejenak aktivitasnya, lalu menoleh ke arah Timmy. Sepertinya pria di samping Yvone ini gemar sekali mengintip dan menguping bak seorang penguntit.


"Aku hanya berpikir, jika keluargamu saja bisa ingat ulang tahunku hingga memberikan kejutan tengan malam, maka seharusnya mami kandungku juga mengingatnya." Yvone menyeka airmata yang mendadak jatuh tanpa permisi dari sudut matanya


"Tapi sepertinya aku salah," sambung Yvone lagi.


"Mami sekarang sudah sibuk dengan keluarga barunya dan aku seharusnya tak berharap lebih...." Yvone menghela nafas, sebelum kemudian wanita itu kembali menyeka airmatanya yang terus saja keluar.


Timmy segera mematikan keran air lalu merangkul Yvone dan mencoba menenangkan wanita tersebut.


"Mau keluar dan berjalan-jalan?" Tawar Timmy kemudian yang hanya membuat Yvone menggeleng. Yvone lalu segera melepaskan rangkulan Timmy sebelum kemudian wanita itu naik ke kamar atas dan meninggalkan Timmy seorang diri.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2