Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
SUDAH PINDAH


__ADS_3

Satu bulan kemudian....


Timmy baru tiba lagi di toko kue Beth, saat pria itu sudah mendapati Yvone yang sedang duduk di dalam toko bersama Beth. Dua wanita itu sepertinya sedang menikmati rujak. Apa Yvone ngidam juga seperti Beth?


Konyol!


"Beth!" Terdengar suara Fairel dari arah dapur yabg langsung membuat Beth memutar bola mata, lalu beranjak dan pergi ke dapur. Sepertinya mual dan muntah yang dialami oleh Fairel semakin parah saja. Padahal Beth yang hamil malah terlihat begitu menikmati kehamilannya dan bisa makan apa saja yang ia suka dengan enak.


"Kau sudah kembali?" Pertanyaan dari Yvone langsung membuyarkan lamunan Timmy.


"Ya!" Jawab Timmy seraya melepaskan topinya. Pria itu lalu ikut duduk bersama Yvone.


"Kau pulang cepat?" Gantian Timmy yang bertanya pada Yvone.


"Tepat!"


"Tadi aku langsung kesini dan membawakan Beth rujak. Ternyata secara kebetulan, Beth juga sedang ingin makan rujak. Jadi dia senang sekali," cerita Yvone dengan wajah yang tampak sumringah bahagia. Sementara Timmy yang mendengarkan cerita Yvone hanya mengangguk dan mengulas senyum tipis.


"Ngomong-ngomong, apa kau bisa cuti dulu selama tiga hari sebagai kurir?" Tanya Yvone kemudian sembari wanita itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Cuti? Kenapa aku harus ambil cuti?" Tanya Timmy tak mengerti.


Pekerjaan Timmy sebagai kurir di toko kue Beth awalnya memang hanya sementara. Tapi sejak Beth hamil dan Fairel menjadi over over protektif, adik ipar Timmy itu mendadak meminta Timmy untuk seterusnya saja menjadi kurir di toko kue Beth, sekalian mengawasi Beth katanya. Fairel juga tidak mau jika ada kurir pria asing yang keluar masuk ke toko dan bicara pada Beth.


Konyol sekali sebenarnya alasan Fairel tersebut. Tapi Timmy juga tak ingin menolak permintaan sang adik ipar. Dan jadilah sekarang Timmy adalah kurir tetap di toko kue Beth. Terlebih sekarang orderan online lebih banyak yang masuk ketimbang offline, jadilah peran Timmy juga sudah sangat-sangat penting disini.


"Aku sudah pesan dua tiket, Tim!" Tukas Yvone seraya menunjukkan sebuah kertas pada Timmy.


"Tiket apa itu? Kalian mau honeymoon lagi?" Tanya Fairel tiba-tiba yang sydah selesai muntah-muntah. Penampilan suami Beth itu lumayan kacau dan tak sekeren biasanya.


"Biar saja mereka honeymoon, Iel! Mereka kan juga masih pengantin baru!" Sergah Beth sebelum Yvone sempat menjawab pertanyaan Fairel tadi.


"Kita pengantin yang lebih baru dari mereka. Berarti kita juga harus honeymoon--"


"Mungkin yang lebih tepat babymoon," sela Yvone nengoreksi kalimat Fairel.


"Iya, itu! Ayo kita babymoon juga!" Ajak Fairel kemudian pada Beth yang langsung memutar bola matanya.


"Nanti saja kalau mual muntahmu sudah hilang!" Tukas Beth yang langsung membuat Yvone dan Timmy kompak terkekeh.


"Jadi itu tiket apa?" Tanya Timmy kemudian pada Yvone, setelah Fairel dan Beth pindah tempat.


"Tiket ke kota D. Bukankah kau ingin menemui Kath?" Jawab Yvone yang langsung membuat Timmy terdiam sejenak. Timmy lalu membuka amplop yang tadi disodorkan Yvone dan membacanya dengan detail.


"Kebetulan aku juga ada pekerjaan di kota D," imbuh Yvone lagi.


"Kau pernah ke kota itu juga sebelumnya. Apa itu juga tentang pekerjaan?" Tanya Timmy sembari melipat kertas di tangannya.


"Saat aku menolongmu waktu itu? Ya, itu juga karena pekerjaan yang seharusnya ditangani oleh Reandra. Tapi aku yang harus oergi karena Reandra mangkir." Yvone tertawa kecil.


"Aku juga sedikit jengkel sebenarnya waktu itu karena harus melakukan pekerjaan yang bukan merupakan tanggung jawabku," imbuh Yvone lagi dan Timmy tiba-tiba malah tertawa sumbang.


"Apa kau pikir waktu itu aku membuntutimu?" Tanya Yvone kemudian yang langsung membuat Timmy menggeleng.


"Aku tak berpikir seperti itu! Aku hanya heran saja kenapa kau seperti ada dimana-mana waktu itu," ujar Timmy beralasan.

__ADS_1


"Oh! Sudah seperti hantu, ya? Yang nuncul secara tiba-tiba dan dimana-mana," timpal Yvone yang ganti tertawa sumbang.


"Bukan aku yang mengatakannya!" Timmy langsung mengangkat kefua tangannya dan Yvone langsung tertawa renyah.


"Lagipula, tak ada hantu yang secantik dirimu," sambung Timmy lagi, sebelum kemudian pria itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Beth yang sudah menyiapkan kotak kue untuk diantar lagi.


Yvone pikir pekerjaan Timmy tadi sudah selesai.


****


Ting tong!


Timmy menekan bel di kediaman Hadinata, sembari membenarkan topi di kepalanya. Tak berselang lama, pintu akhirnya dibuka dari dalam oleh seorang wanita paruh baya.....


Bukankah ini adalah Mommy-nya Kath?


Timmy bergegas menundukkan kepalanya sembari menyodorkan tas berisi kue di tangannya.


"Saya mengantar--"


"Siapa yang datang, Miz?" Terdengar suara dari seorang pria paruh baya yang sudah menghampiri Mommy-nya Kath. Timmy tentu saja ingat jelas dengan suara tersebut.


"Kurir pengantar kue." Jawab Mom Mizty.


"Benar, kan?" Mom Mizty lalu bertanya pada Timmy untuk memastikan.


"Benar, Nyonya!" Timmy mengangkat wajahnya sekilas, dan saat itulah tatapan mata Timmy malah langsung beradu dengan tatapan Dad Dyrtha.


Sial!


"Kau!" Dad Dyrtha langsung menyerang Timmy dan mencengkeram kerah leher pria itu.


"Apa kau sengaja datang kesini dan menyamar jadi kurir agar bisa menemui Kath, hah?"


"Jangan harap kau akan bisa menemui atau mengganggu putriku lagi!" Dad Dyrtha melepaskan cengkeramannya dengan kasar dan sedikit mendorong Timmy.


"Dia siapa memangnya, Dyr?" Tanya Mom Mizty bingung.


"Kau tidak ingat pada pria brengsek ini, Miz? Dia yang oernah ke tumah kita waktu itu dan mengaku pernah tidur dengan Kath!" Jawab Dad Dyrtha penub emosi yang langsung membuat Mom Mizty membelalak.


"Apa benar dia orangnya?" Gumam Mom Mizty yang masih tampak tak percaya.


"Ya!" Dad Dyrtha sudah menatap sengit pada Timmy.


"Dyrtha, ada apa ribut-ribut?" Tanya Tante Sita yang sudah ikut keluar.


"Timmy! Kau sudah datang membawa kue pesanan--" suara Tante Sita langsung tercekat saat melihat kue pesanannya yang sudah tercecer di lantai.


"Tante, Timmy benar-benar minta maaf. Nanti Timmy akan kesini lagi untuk mengantar kue yang baru," ujar Timmy seeaya berjongkok dan menbereskan kue pesanan Tante Sita yang sudah berantakan. Beth pasti akan sedih saat melihatnya.


"Tidak usah kembali kesini lagi!" Bentak Dad Dyrtha galak.


"Dyrtha! Ini sebenarnya ada apa?" Tanya Tante Sita bingung.


"Kurir sialan ini!" Dad Dyrtha menunjuk ke arah Timmy.

__ADS_1


"Namanya Timmy dan dia adalah anak dari sahabatku! Kenapa kau membentak dan memakinya?" Cecar Tante Sita dengan nada yang sydah meninggi.


"Karena dia sudah membuat cerita palsu! Bisa-bisanya dia mengaku kalau dia pernah tidur bersama Kath, beberapa hari menjelang pernikahan Kath dan Marv--"


"Itu bukan cerita bohong, Tuan Harimarta!" Sergah Timmy mebatap berani pada Dad Dyrtha yang langsung berubah murka.


"Saya dan Kath memang--"


"Sudah cukup!!"


Bugh!!


Dad Dyrtha langsung melayangkan bogem mentah ke wajah Timmy.


"Dyrtha!!" Tante Sita buru-buru mencegah Dad Dyrtha yang hendak melayangkan bogem kedua.


"Aku tidak akan percaya dengan cerita palsumu itu dan selamanya Kath tidak akan menjadi milikmu! Kath sudah bahagia bersama Marv, dan kau tak akan pernah bisa mengganggu apalagi menemuinya lagi!!" Dad Dyrtha menuding tajam ke arah Timmy, sebelum kemudian pria paruh baya itu melepaskan cekalan Tante Sita dan masuk ke rumah. Mom Mizty juga langsung menyusul sang suami. Kini hanya tinggal Timmy dan Tante Sita.


"Sekali lagi Timmy minta maaf, Tante!" Ucap Timmy penuh sesal. Timmy lalu hendak pamit pergi saat Tante Sita sudah mencegah.


"Apa kau dan Kath pernah menjalin hubungan, Tim?" Tanya Tante Sita menatap serius ke arah Timmy.


"Soal itu...." Timmy mendadak merasa ragu untuk menjawab dan pria itu berulangkali membenarkan topinya.


"Kau tahu kalau Kath sudah menikah, kan? Kau sendiri juga sudah menikah, Tim! Jadi seharusnya kau tak lagi memikirkan Kath!" Nasehat Tante Sita kemudian meskipun Timmy belum menjawab pertanyaan wanita paruh baya itu di awal tadi.


"Timmy tahu, Tante!" Jawab Timmy lirih sembari membenarkan topinya lagi.


Timmy lalu menatap sejenak ke dalam kediaman Hadinata seolah mencari sesuatu.


"Kath tidak ada disini!" Ujar Tante Sita yang rupanya begitu peka dan bisa menangkap gelagat Timmy barusan.


"Timmy tidak--"


"Kath kesini bulan lalu untuk berpamitan." Tante Sita menyela kalimat Timmy dan perkataan Tante Sita sesaat langsung membuat Timmy mengernyit.


"Kath sekarang sudah ikut suaminya ke luar negeri, Tim! Mereka akan segera punya bayi dan berhentilah mencari Kath!"


"Fokus saja pada rumah tanggamu sendiri!"


Timmy tak terlalu menggubris nasehat Tante Sita yang terakhir, karrna fokus Timmy terhenti pada kalimat Tante Sita yang mengatakan kalau Kath dan Marv akan segera punya bayi.


Segera punya bayi!


Apa itu artinya, Kath sedang hamil?


Kath hamil berapa bulan dan apa benar itu adala anak Marv? Bagaimana kalau itu adaah anak Timmy.....


Tapi bagaimana Timmy akan mencari tahu jika sekarang Kath sudah pergi dari negara ini dan Timmy tak tahu Kath kemana.


Kath dan Marv pinda kemana?


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2