Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
SUDAH MENIKAH


__ADS_3

"Demam," ucap Beth setelah adik Timmy itu meletakkan punggung tangannya di kening Yvone yang akhirnya membuka mata dan bangun dari pingsannya.


"Apa tidak sebaiknya dibawa saja ke UGD, Bang?" Cetus Fairel memberikan usul.


"Aku tidak mau ke rumah sakit," ucap Yvone lirih.


"Minum dulu, Kak!" Beth sudah kembali dan mengangsurkan segelas air minum pada Timmy sembari menberikan kode agar Timmy membantu Yvone minum. Kenapa bukan Beth sekalian yang yang melakukannya?


Timmy akhirnya membantu Yvone untuk minum, dan seperti yang dikatakan Beth tadi, tubuh Yvone memang sedang demam.


"Beth, kau punya obat penurun demam?" Tanya Timmy kemudian pada Beth.


"Tidak ada, Bang! Bawa saja Kak Yvone ke dokter agar sekalian bisa diperiksa."


"Takutnya Kak Yvone hamil juga," tukas Beth yang tentu saja langsung membuat Yvone yang masih minum jadi batuk-batuk.


"Pelan-pelan!" Ucap Timmy lembut yang hanya menbuat Yvone mengangguk.


"Beth benar, Bang! Sebaiknya memang Kak Yvone dibawa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Wajahnya pucat begitu," ujar Fairel turut menimpali.


"Kau mau ke dokter?" Timmy akhirnya bertanya pada Yvone yang langsung menggeleng.


"Paksa, Bang!" Ujar Beth mengompori.


"Aku tidak mau!" Tolak Yvone tegas.


"Lagipula, kau juga harus mengantar pesanan, kan?" Sambung Yvone lagi seraya mengendikkan dagu ke arah bungkusan kue yang tadi hendak Timmy antarkan pada customer. Namun belum jadi karena Yvone mendadak pingsan.


"Benar juga--"


"Ck!" Beth langsung berdecak dan menyela.


"Kuenya biar Beth yang antar, Bang!" Ujar Beth kemudian sembari menyambar bungkusan kue tadi.


"Tapi--"


"Abang antar Kak Yvone ke dokter pokoknya!" Ucap Beth bersikeras.


"Aku tidak mau ke dokter, Beth! Aku baik-baik saja--" Yvone segera bangkit dari duduknya, namun baru sebentar wanita itu sudah terhuyung lagi.


"Yv--"


"Kak Yvone perlu ke dokter!" Tegas Beth sekali lagi.

__ADS_1


"Ayo aku antar!" Ujar Timmy akhirnya seraya memapah Yvone.


"Gendong, Bang!" Desis Beth geregetan. Timmy berdecak sebentar dan akhirnya menggendong Yvone keluar dari toko. Beth dan Fairel turut mengekor dan ikut keluar juga.


"Pakai mobil Iel saja, Bang!" Ujar Fairel cepat seraya membukakan pintu mobilnya, agar Timmy bisa memasukkan Yvone ke dalam.


"Hati-hati mengemudi!" Pesan Beth sebelum Timmy menyusul masuk ke dalam mobil.


"Kunci motor!" Timmy melemparkan kunci motornya ke arah Fairel yang langsung sigap menangkap.


"Hati-hati, Bang!" Pesan Beth sekali lagi sebelum Timmy melajukan mobil Fairel dan meninggalkan toko kue Beth.


"Pulang saja dan tak usah ke rumah sakit, Tim!" Ujar Yvone yang langsung membuat Timmy menggeleng.


"Demammu tinggi, Yv! Kau harus cek darah untuk memastikan tak ada penyakit serius," ujar Timmy yang mendadak ingat pada sakitnya di masa lalu, saat ia masih kecil. Semuanya juga bermula dari demam tinggi.


"Aku hanya kelelahan," gumam Yvone sembari menyandarkan kepalanya di kaca jendela mobil. Kepala Yvone memang terasa berdenyut sakit sejak pagi.


"Seharusnya kau istirahat kalau memang kau tidak enak badan," tukas Timmy sambil sesekali melirik ke arah Yvone yang wajahnya masih pucat.


"Ada banyak tanggung jawab yang harus aku selesaikan..." Suara Yvone semakin terdengar lirih.


"Uncle-mu membayar berapa banyak memangnya? Sampai semua pekerjaan dilimpahkan kepadamu--"


"Ini hanya tentang berbakti dan bertanggung jawab," gumam Yvone lagi kali ini sembari memejamkan mata. Timmy lalu segera mengulurkan tangannya untuk mengecek suhu badan Yvone lagi.


"Demammu semakin tinggi," gumam Timmy yang langsung mempercepat laju mobil Fairel. Timmy harus secepatnya membawa Yvone ke UGD rumah sakit.


****


Ting tong!


Kath sedikit terlonjak saat mendengar suara bel dari pintu depan. Saat ini Kath sedang sendirian di apartemen karena Marv tadi pamit bertemu klien.


Ya, meskipun Marv setuju dengan permintaan Kath untuk bertemu Uncle Robert dulu sebelum mereka pindah ke luar negeri. Namun Marv ternyata menolak untuk menginap di rumah Uncle Robert. Jadilah selama dua hari di kota ini, Marv dan Kath tinggal di apartemen yang Marv sewa.


Besok Marv dan Kath sudah harus pulang lagi, dan ini adalah satu-satunya kesempatan Kath untuk menemui Timmy. Itu juga yang menjadi alasan Kath memesan kue dari toko adik Timmy siang ini, karena Kath masih ingat kalau Timmy sekarang adalah kurir kue di toko sang adik.


Timmy juga yang pastinya akan mengantar pesanan Kath ke apartemen!


Ting tong!


Kembali terdengar suara bel yang membuat Kath bergegas bangkit dari duduknya. Wanita itu lalu membuka pintu dengan cepat dan merasa tak sabar untuk segera bertemu dengan......

__ADS_1


"Selamat siang--" Wanita yang mdmbawa kotak kue itu nampak terkejut saat melihat wajah Kath.


Ya, ternyata yang mengantar pesanan Kath bukanlah Timmy, melainkan adik Timmy sendiri.


"Pesanan atas nama Nyonya Dennison?" Tanya adik dari Timmy yang bernama Beth tersebut.


Ya, Kath masih mengingat namanya, meskipun adik Timmy ini sikapnya tak ramah dan sepertinya tak suka juga pada Kath.


Hhhh! Kath juga tak butuh disukai oleh adik Timmy ini! Karena saat ini yang Kath butuhkan hanyalah Timmy. Lalu kemana pria itu? Apa dia tak lagi menjadi kurir dan sudah mendapatkan pekerjaan baru?


Pekerjaan apa? Sebagai bartender lagi?


"Ini pesanan anda, Nyonya Dennison!" Ucapak ketus Beth langsung membuyarkan lamunan Yvone.


"Apa kau berharap kalau yang akan mengantar pesananmu adalah Abang Timmy?" Sinis Beth lagi yang hanya membuat Kath membisu. Namun tebakan Beth mdmang tepat sasaran sekali!


"Asal kau tahu, Kath! Abang Timmy sekarang sudah mdnikah dan sudah bahagia bersama istrinya. Jadi kau tak perlu lagi mengganggunya!" Ujar Beth lagi yang terdengar bagaikan sambaran petir di siang bolong untuk Kath.


Timmy sudah menikah? Dengan siapa?


Tapi bukankah Timmy sejak dulu hanya mencintai Kath seorang? Pria itu hanya tergila-gila pada Kath! Jadi mustahil....


"Lagipula, bukankah dulu kau sendiri yang memilih pria lain dan menolak cinta Abang Timmy? Jadi tak perlu lagi mengganggu Abang Timmy!" Ucap Beth lagi seolah sedang memperingatkan Kath yang masih shock.


Kenapa Timmy menikah dengan wanita lain?


Kenapa Timmy mengkhianati cinta Kath....


"Sekali lagi aku peringatkan untuk tak mengganggu Abang Timmy lagi!"


"Selamat siang, Nyonya Kath Dennison!" Pungkas Beth yang langsung berlalu pergi dan meninggalkan Kath yang kini bersandar lemas di pintu apartemen. Hati Kath mendadak terasa nyeri.....


Timmy sudah menikah....


Kenapa baru sekarang Kath menyadari kalau sebenarnya ia mencintai Timmy?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2