
"Baru pulang, Kak?" Sapa Kai saat Kath baru tiba di rumah.
Niatan Kath untuk menginap saja di apartemen harus buyar karena tadi Mom Mizty menelepon dan memaksa Kath untuk segera pulang.
Tapi sekalian saja Kath akan bertanya pada Dad Dyrtha mengenai penganiayaan terhadap Timmy. Apa benar itu dilakukan oleh anak buah Dad Dyrtha seperti yang dikatakan oleh Timmy atau bukan.
"Dad mana?" Tanya Kath kemudian pada sang adik yang sedang menghisap rokok di teras rumah.
"Ada di dalam," jawab Kai sembari mengeluarkan asap dari mulutnya dan menyemburkannya ke arah Kath. Kath sontak langsung mengibas-ngibaskan tangan untuk menyingkirkan asap rokok Kai yang begitu mengganggu.
Benar-benar polusi udara!
Kath lalu masuk ke dalam rumah untuk mencari Dad Dyrtha. Kath ingin menanyakan, apa Dad Dyrtha benar mengirim orang malam itu untuk melakukan penganiayaan pada Timmy.
Atau jangan-jangan Timmy hanya mengarang indah agar ia mendapat simpati dari Kath!
"Dad!" Panggil Kath saat akhirnya wanita itu mebdapati sang Dad yang sedang duduk di rumag tengah bersama Mom Mizty dan jiga Rossie.
"Baru pulang, Kath? Kau kemana tadi? Tiba-tiba meninggalkanku di pusat perbelanjaan," Cerocos Rossie yang langsung menginterogasi Kath.
"Aku ada keperluan tadi. Kan aku juga sudah mengatakannya kepadamu," sergah Kath beralasan seraya menatap sedikit kesal pada Rossie.
"Urusan bersama Marv pasti!" Seloroh Rossie sebelum kemudian gadis itu berlalu dan naik ke lantai dua. Sepertinya Rossie akan pergi tidur.
"Benar, kau tadi pergi bersama Marv?" Sekarang gantian Mom Mizty yang menginterogasi Kath.
"Iya benar, Mom! Memangnya Mom kira Kath pergi bersama siapa? Bukankah tadi Marv juga sudah bicara pada Mom di telepon." Jawab Kath sedikit ketus.
"Mom tidak mengira apalagi menuduh, Kath! Mom hanya khawatir kalau pria yang kemarin itu--"
"Tidak perlu lagi membahasnya, Mizt! Pria tak tahu diri itu pasti sudah menjauh dari kehidupan putri kita!" Sergah Dad Dyrtha memotong kalimat Mom Mizty.
"Maksudnya menjauh? Apa Dad sengaja?" Tanya Kath tiba-tiba yang langsung membuat Dad Dyrtha mengernyit.
"Sengaja apa? Dad kemarin sudah mengusirnya, jadi dia pasti juga tak akan kembali ke rumah ini!" Ucap Dad Dyrtha menatap tegas pada sang putri.
"Dan menganiaya Timmy juga?" Tanya Kath kemudian memastikan.
"Jika maksudmu bogem mentah yang kemarin Dad hadiahkan untuk pria brengsek tak tahu diri itu, berarti jawabannya ya!" Jawab Dad Dyrtha yang kini sudah berkacak pinggang.
__ADS_1
Kath tak bertanya lagi dan wanita itu berpikir sejenak, lalu mengingat-ingat kalimat Yvone siang tadi.
"Abang Beth kemarin baru saja menjadi korban penganiayaan karena ulah seorang wanita."
"Apa Dad mengirim seseorang untuk membuntuti Timmy lalu menganiayanya?" Tanya Kath lagi setelah wanita itu diam untuk beberapa saat.
"Dad tak akan buang-buang tenaga untuk melakukan hal tak penting tersebut," ujar Dad Dyrtha pongah yang malah semakin membuat Kath bingung.
Dad Dyrtha tak mengirim orang untuk menganiaya Timmy!
Lalu kenapa Yvone bisa mengatakan kalau Timmy menjadi korban penganiayaan hingga terkapar di taman kota?
Apa Yvone sengaja mengarang agar Kath merasa cemas, lalu Kath datang menemui Timmy?
Kalau itu benar, berarti Yvone sengaja berbohong karena disuruh oleh Timmy!
Brengsek!
Hampir saja Kath terpengaruh!
****
"Oh, iya!" Jawab Yvone yang pura-pura tak tahu, meskipun sebenarnya Yvone sudah tahu dimana letak kost-an Timmy.
Yvone sudah pernah membuntuti Timmy saat pria itu pulang bersama Kath ke kost-nya!
Entah apa yang selanjutnya dilakukan oleh Timmy dan Kath di dalam kost! Yvone tak pernah mau memikirkannya!
"Yv! Berhentilah di depan!" Aba-aba dari Beth langsung menyentak lamunan Yvone.
"Hah?"
"Disini?" Tanya Yvone tergagap, seraya gadis itu menginjak rem mobilnya.
Sepertinya kost-an Timmy baru saja terlewat!
"Terlewat sedikit," gumam Timmy dari jok belakang yang langsung membuat Yvone meringis.
"Maaf, aku tak tahu!" Cicit Yvone yang hanya membuat Timmy berekspresi datar seraya mengangguk samar. Pria itu lalu turun dari mobil Yvone.
__ADS_1
"Bang! Tidak bilang makasih?" Tegur Beth pada sang abang yang lempeng saja saat turun dari mobil Yvone.
"Terima kasih, Yvone!" Ucap Timmy akhirnya karena paksaan dari Beth.
"Sama-sama, Tim!" Jawab Yvone seraya mengulas senyum.
"Langsung istirahat dan jangan kelayapan, Bang!" Pesan Beth sedikit berseru pada Timmy yang sudah turun dari mobil dan berjalan ke arah pagar kost-an.
"Iya! Dasar bawel!" Sahut Timmy sebelum kemudian pria itu masuk ke dalam pagar kost miliknya, lalu menutup kembali pintu pagar.
"Ada berapa kamar di kost-an itu?" Tanya Yvone yang sudah kembali melajukan mobilnya, kali ini menuju ke rumah kedua orang tua Beth.
"Tiga kamar yang disewakan dan satu kamar dipakai Abang Timmy sendiri," jawab Beth seraya menatap lurus ke depan.
"Oh, itu tadi kost-an milik Timmy?" Tanya Yvone lagi yang benar-benar baru tahu.
Yvone pikir selama ini mata pencaharian Timmy hanyalah sebagai bartender di kelab malam. Ternyata pria itu juga punya investasi kost-kost-an yang menjanjikan.
"Iya!"
"Sebenarnya ada lagi kost-an milik Abang Timmy di area kampus. Hanya dua kamar, tapi lumayan menghasilkan juga karena tak pernah kosong juga," cerita Beth lagi yang langsung membuay Yvone mengangguk-angguk.
"Calon istri Timmy sudah langsung jadi ibu kost nanti," seloroh Yvone kemudian seraya tertawa kecil.
"Masih belum ada, Yv! Barangkali kau mau mendaftar."
"Kau jomblo, kan?" Celetuk Beth tiba-tiba yang langsung membuat Yvone tersedak ludahnya sendiri hingga batuk-batuk.
"Maksudnya mendaftar? Jadi calon kakak iparmu, begitu?" Kernyit Yvone seraya geleng-geleng kepala.
"Iya! Aku tidak keberatan kok punya kakak ipar kaya seperti dirimu," seloroh Beth kemudian yang langsung membuat dua gadis itu tertawa bersama.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1