Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
DIMANA?


__ADS_3

Yvone baru kembali lagi ke rumah sakit, setelah jam makan siang. Bergegas gadis itu memeriksa ponselnya, barangkali ada pesan dari Beth.


Benar saja! Beth memang mengirim pesan.


[Yv, aku sudah di bandara kota. Apa Abang Timmy belum sadar?]-Beth-


[Aku tidak tahu karena aku baru kembali dari bertemu klien. Nanti aku hubungi lagi.] -Yvone-


[Safe flight, Beth!] -Yvone-


Pesan untuk Beth sudah terkirim, bersamaan dengan pintu loft yang juga sudah terbuka. Bergegas Yvone keluar dari lift dan segera menuju ke kamar perawatan Timmy.


Semoga pria itu sudah bangun!


"Bu Yvone!" Sapa perawat saat Yvone melewati nurse station.


"Pasien Timothy baru saja sadar beberapa saat yang lalu," ucap perawat yang langsung membuat Yvone bergegas menuju ke kamar Timmy.


Yvone membuka pintu dengan sedikit tergesa, namun kemudian gadis itu harus mendes*h kecewa saat mendapati Timmy yang sepertinya sudah tidur lagi. Kedua mata pria itu tampak terpejam.


"Tim," sapa Yvone pelan, sembari gadis itu meletakkan tasnya di nakas di samping bed perawatan Timmy.


Timmy langsung terlihat meringis, bersamaan dengan kedua mata pria itu yang perlahan terbuka.


"Aku dimana?" Tanya Timmy dengan suara parau.


"Di rumah sakit," jawab Yvone seraya mendekat ke bed perawatan Timmy.


"Kau sedang apa disini?" Tanya Timmy selanjutnya menatap tak senang pada Yvone yang langsung menghela nafas dan mengendikkan kedua bahunya.


"Aku tak sengaja menemukanmu tadi pagi di taman kota."


"Kau pingsan dan wajahmu lebam. Lalu kepalamu juga berdarah, jadi aku membawamu ke rumah sakit," tutur Yvone menceritakan kronologi saat ia menemukan Timmy pagi tadi. Rak ada tanggapan apapun dari Timmy dan pria itu sudah mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Maaf jika pertanyaanku lancang, Timmy! Tapi kau sedang apa di kota ini dan apa kau terlibat satu masalah?" Tanya Yvone kemudian yang sama sekali tak dijawab oleh Timmy. Pria itu hanya diam seribu bahasa.


"Baiklah! Itu memang bukan urusanku," gumam Yvone kemudian bersamaan dengan suara pintu kamar perawatan yang dibuka dari luar.


"Beth--" gumam Yvone sebelum kemudian gadis itu menepuk keningnya sendiri.


Beth saja baru di airport tadi dan masih menunggu pesawat, jadi bagaimana ceritanya adik Timmy itu sudah sampai sekarang!


"Selamat siang!" Sapa dokter yang tadi membuka pintu kamar perawatan Timmy.


"Siang, Dokter!" Sambut Yvone ramah.


"Timothy sudah sadar, ya?" Tanya Dokter lagi seraya mendekat ke bed perawatan Timmy, lalu memeriksa pria itu. Dokter jiga mengajukan beberapa pertanyaan yang hanya dijawab singkat oleh Timmy.


"Kami akan tetap melakukan CT scan dan pemeriksaan laboratorium lain, untuk memastikan tak ada luka dalam yang serius," ujar dokter yang sudah selesai memeriksa Timmy.


"Iya, Dok! Lakukan saja yang terbaik untuk Timmy," tukas Yvone seraya menatap ke arah Timmy yang masih mengarahkan tatapannya ke jendela kamar perawatan.


Brankar Timmy kemudian didorong keluar dari kamar perawatan, untuk selanjutnya dibawa ke ruang CT scan.


****


"Makan lagi!" Ucap Yvone yang langsung ditanggapi Timmy dengan gelengan kepala.

__ADS_1


"Berikan obatnya!" Titah Timmy dengan suara lirih.


"Lalu kau boleh pergi," imbuh Timmy lagi.


"Aku akan menjagamu sampai Beth datang, Tim!" Sergah Yvone cepat.


"Tidak usah repot-repot!"


"Bukankah katamu kau disini karena pekerjaan?" Tukas Timmy sebelum pria itu menelan obat yang diangsurkan oleh Yvone.


"Pekerjaanku hari ini sudah selesai, jadi aku punya waktu luang."


"Besok baru aku akan pergi lagi," ujar Yvone yang hanya ditanggapi Timmy dengan ekspresi datar. Setelah Timmy meneguk habis air di gelasnya, pria itu lalu kembali berbaring. Namun Timmy sedikit meringis, saat dia terlampau keras mendaratkan kepalanya yang semalam dipukul oleh orang asing memakai balok kayu ke atas bantal.


Sial!


Siapa sebenarnya yang semalam itu memukul dan menganiaya Timmy?


Wajahnya sama sekali tak bisa Timmy kenali dan suaranya juga terdengar asing bagi Timmy.


"Pelan-pelan berbaringnya, Tim!" Ujar Yvone yang sudah cekatan membenarkan posisi kepala Timmy. Gadis itu juga hendak membenarkan selimut Timmy, namun sudah dengan cepat dicegah oleh Timmy.


"Aku bisa sendiri," tukas Timmy yang hanya membuat Yvone mengangguk.


Yvone lalu membereskan sisa makanan Timmy tadi dan meletakkannya di meja dekat pintu.


"Yv!" Panggil Timmy kemudian saat Yvone hendak mendaratkan bokongnya di sofa.


"Ya?"


"Kau menemukan ponselku?" Tanya Timmy yang langsung membuat Yvone menepuk keningnya sendiri.


"Aku rasa ponselmu mati," ujar Yvone seraya memberikan ponsel Timmy pada sang empunya.


"Chargerku ada di penginapan," gumam Timmy yang tadi berusaha menyalakan ponselnya, namun tak berhasil. Ponsel Timmy memang kehabisan baterei karena semalam Timmy pakai main game saat menunggu kedua orang tua Kath pulang.


Apa Daddy-nya Kath yang semalam menyuruh orang untuk memukuli Timmy?


"Tim!" Teguran Yvone langsung menyentak lamunan Timmy.


"Kau bisa pakai chargerku," ujar Yvone kemudian yang sudah menunjukkan charger miliknya pada Timmy. Kebetulan memang modelnya sama, jadi Timmy bisa memakainya.


"Terima kasih," ucap Timmy yang akhirnya memberikan ponselnya pada Yvone dan meminta tolong gadis itu untuk men-charger-nya.


Timmy kemudian ganti berbaring miring dan membelakangi Yvone.


Baiklah! Tak apa!


Yvone juga akan duduk di sofa dan berkutat dengan laptopnya saja sembari menunggu Beth datang.


****


"Uhuuk! Uhuuk!" Suara batuk Timmy membuat Yvone yang nyaris terlelap kembali membuka mata.


"Uhuuk! Uhuuk!" Timmy kembali batuk-batuk, saat akhirnya Yvone bangkit dari sofa dan hendak memeriksa pria tersebut. Namun kemudian racauan Timmy membuat Yvone menghentikan langkah sekaligus mengurungkan niatnya sejenak.


"Kath--"

__ADS_1


"Uhuuk! Uhuuk!"


"Kath, aku mencintaimu!" Racau Timmy yang langsung membuat Yvone memejamkan matanya sejenak.


Tak tahu mengapa, tapi racauan Timmy barusan membuat hati Yvone sedikit sesak.


"Uhuuk! Uhuuk!" Timmy kembali batuk-batuk dan Yvone akhirnya lanjut menghampiri Timmy, sembari menepis rasa sesak di dadanya.


Yvone membenarkan selimut Timmy, lalu sedikit menaikkan suhu pendingin ruangan, karena barangkali Timmy batuk-batuk akibat udara yang dingin di dalam kamar perawatan.


Setelah kamar sedikit hangat, Timmy akhirnya berhenti batuk-batuk dan pria itu kembali terlelap. Yvone menatap wajah Timmy untuk beberapa saat, sebelum gadis itu kembali ke sofa, lalu menyambar ponselnya.


Seharusnya Beth sudah tiba di airport sekarang!


[Sudah dimana?] -Yvone-


Yvone langsung mengirimkan pesan pada Beth, dan tak berselang lama, pesan balasan dari Beth sudah masuk ke ponsel Yvone.


[Aku sudah di depan rumah sakit.] -Beth-


Yvone lanjut mengetikkan pesan balasan, sembari gadis itu keluar dari kamar perawatan Timmy.


[Baiklah, aku jemput ke bawah dan kau tunggu di lobi utama saja dekat lift] -Yvone-


Selesai mengirim pesan pada Beth, Yvone langsung masuk ke dalam lift dan turun ke lantai paling bawah untuk menjemput Beth. Tak sulit menemukan keberadaan adik Timmy itu di lobi rumah sakit, karena saat Yvone keluar dari lift, Beth sudah berdiri tak jauh dari lift.


"Apa abang Timmy masih belum sadar, Yv?" Tanya Beth saat Yvone baru saja menghampiri gadis itu.


Yvone tak langsung menjawab pertanyaan Beth, dan gadis itu sibuk mencari keberadaan seseorang atau beberapa orang yang mungkin datang bersama Beth.


Tak mungkin Beth kesini sendiri, kan?


"Ngomong-ngomong, kau kesini bersama siapa?" Yvone akhirnya memilih menanyakannya langsung pada Beth.


"Aku sendiri."


"Mama dan Papa juga tidak tahu menahu tentang ini." Jawaban Beth benar-benar membuat Yvone terkejut


"Kau tidak memberitahu kedua orang tuamu?" Yvone masih menatap tak percaya pada Beth.


"Aku bingung!"


"Dan aku juga tak mau Papa dan Mama cemas nanti."


"Papa juga baru sembuh dari sakit kemarin," cerita Beth yang langsung membuat Yvone menghela nafas. Yvone lalu mengusap punggung Beth dan memeluknya. Sebaiknya Yvone tak lagi mencecar Beth yang mungkin pikirannya sedang kalut sekarang.


"Apa cedera Abang Timmy parah?" Tanya Beth kemudian, setelah gadis itu sedikit lebih tenang.


"Masih menunggu hasil tes keluar," jelas Yvone yang kembali mengusap punggung Beth.


"Ayo ke kamarnya," ajak Yvone kemudian seraya mengajak Beth masuk ke dalam lift untuk selanjutnya naik ke lantai tempat kamar perawatan Timmy berada.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2