Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
PERNIKAHAN MACAM APA


__ADS_3

"Yv, kau pulang jam berapa? Apa acaranya belum selesai? Kau tak boleh menginap di rumah Timmy lagi malam ini, karena besok kalian menikah."


Suara Uncle Sahrul di ujung telepon langsung membuat Yvone menghela nafas. Calon pengantin lain di H-1 pernikahannya mungkin sydah deg-degan tak jekas dan sibuk memlersiapkan ini itu.


Tapi Yvone?


Yvone bahkan masih berada di toko Beth saat ini untuk menyaksikan Beth yang pingsan akibat lamaran heboh Fairel.


Konyol!


Tapi mungkin jika Yvone dilamar seheboh dan seromantis Beth tadi, dirinya juga akan terkaget-kaget, lalu menangis bahagia, dan mungkin pingsan juga.


Ah, tapi pria mana yang akan melamar Yvone seromantis itu!


Tidak ada!


"Yvone!"


"Iya, Uncle! Yvone akan pulang sekarang!" Jawab Yvone cepat seraya menutup telepon Uncle Sahrul. Yvone lalu segera menghampiri Beth yang rupanya sudah sadar dari pingsannya.


Syukurlah!


"Dilamar malah pingsan!" Terdengar ledekan Timmy pada sang adik.


"Kan kaget, Bang!" Jawab Beth yang langsung membuat Timmy dan Yvone terkekeh bersama.


"Sudah yang menelepon?" Tanya Timmy pada Yvone kemudian.


"Iya! Dan aku harus pulang sekarang," ujar Yvone yang kemudian bergegas mengambil tasnya.


"Tidak mengantar calon istri, Bang?" Tanya Fairel pada Timmy yang memang masih berdiri di tempat dan sama sekali tak melakukan pergerakan.


Tapi Yvone memang tak berniat untuk meminta Timmy mengantar. Seperti saat tadi Yvone datang kesini naik taksi, Yvone juga akan pulang naik taksi.


"Dia naik taksi," jawab Timmy yang masih bisa didengar oleh Yvone sebelum gadis itu keluar dari toko untuk segera mencari taksi.


Namun saat Yvone baru saja akan memanggil taksi yang melintas, Timmy tiba-tiba sudah menyusul keluar dari toko dan memanggil Yvone.


"Yv! Aku antar!"


Yvone tak jadi memanggil taksi, dan gadis itu segera menatap penuh tanya pada Timmy.


"Beth yang menyuruh," tukas Timmy sembari membuka pintu mobil sedan yang entah milik siapa. Sepertinya milik Fairel.


"Ayo!" Ajak Timmy kemudian dan Yvone hanya menghela nafas, lalu menyusul masuk ke dalam mobil Fairel.


"Kenapa tidak naik motor saja?" Tanya Yvone sedikit berbasa-basi.


"Gerimis," tukas Timmy beralasan, sebelum kemudian mobil melaju menuju ke rumah Uncle Sahrul. Tak ada obrolan lagi setelah itu hingga mereka berdua tiba di rumah Uncle Sahrul.

__ADS_1


"Terima kasih sekali lagi!" Ucap Yvone yang baru saja akan turun. Namjn kemudian Yvone diam sebentar saat gadis itu melihat Uncle James yang keluar dari pagar depan sembari mengomel dan mengumpat tak jelas.


"Itu hanya fitnah, Sahrul! Itu bukan suaraku!"


"Kenapa kau langsung percaya dan mengusirku hanya karena sebuah rekaman palsu yang dikirimkan oleh orang asing?"


Timmy langsung menipiskan bibirnya saat melihat Uncle James yang diusir oleh security.


"Akhirnya dia menerima ganjaran atas perbuatannya," gumam Timmy kemudian yang langsung membuat Yvone menatap bingung ke arah pria di sebelahnya tersebut.


"Baiklah! Aku akan pergi dari sini dan aku tak akan datang kalau kau butuh bantuanku nanti!" Uncle James masih berteriak-teriak sebelum kemudian pria paruh baya itu masuk ke mobilnya, lalu melaju pergi.


"Kau mengatakan apa pada Uncle Sahrul?" Tanya Yvone akhirnya pada Timmy.


"Tidak mengatakan apa-apa. Aku hanya mengirimkan ini." Timmy mengeluarkan ponselnya, lalu memperdengarkan rekaman pertengkarannya dengan Uncle James semalam. Yvone benar-benar tak menyangka jika Timmy bisa berpikir secerdik itu.


"Uncle-mu akhirnya menyadari kebusukan adik iparnya. Jadi kau tak perlu khawatir lagi sekarang," tukas Timmy lagi yang langsung membuat Yvone mengangguk.


"Berarti kita juga tak usah menikah?" Celetuk Yvone tiba-tiba yang langsung menbuatvraut wajah Timmy berubah.


"Pernikahan kita besok dan kau ingin membatalkannya sekarang?" Timmy menatap tak percaya pada Yvone.


"Bukankah kau ingin keluar dari rumah itu?" Lanjut Timmy lagi.


"Ya! Tapi jika kau masih merasa keberatan untuk mmbantuku, maka aku akan mencari cara lain. Toh James sudah tak tinggal disana," ujar Yvone yang langsung membuay Timmy menghela nafas.


"Kita tetap akan menikah besok agar kau bisa keluar dari rumah Uncle-mu." Putus Timmy kemudian yang langsung membuat Yvone mengangguk seraya tersenyum kecut.


"Selamat malam, Tim! Terima kasih sudah mengantarku pulang," ucap Yvone seraya menutup pintu mobil. Yvone lalu segera menghilang ke dalam pagar rumah Uncle Sahrul, meninggalkan Timmy yang masih diam membisu dan tak kunjung pergi.


Menikah untuk berpisah....


Pernikahan macam apa yang akan Timmy jalani nanti?


****


"Selamat, anda posituf hamil!" Ucap dokter yang langsung membuat Kath mematung dan membisu.


Kath hamil? Anak siapa?


"Congrats, Honey! Akhirnya kita akan segera punya bayi!" Marv sudah langsung memeluk Kath dengan erat dan oria itu tamoam bahagia. Tapi tidak dengan Kath yang masih merasa bingung tebtabg anak siapa yang kini ia kandung. Hati Kath terus saja mengatakan kalau ini adalah anak Timmy.


Ditambah, kath yang bslakangan inj teeus saja memikirkan Timmy dan mendadak ia juga rindi pada pria itu. Kath bahkan sudah membuka blokirannya pada kontak Timmy dan kemarin ia sudah nyaris menghubungi pria itu, sebelum kemudian kewarasannya kembali dan Kath langsung mengurungkan niatnya.


Tidak boleh!


Kath sudah melupakan Timmy kemarin-kemarin dan ia juga sudah fokus pada pernikahannya dengan Marv, karena Kath hanya mencintai Marv.


Tapi sekarang Kath ingin bertemu Timmy, memeluknya, lalu terlelap di pelukan Timmy sembari bercerita yentang semua yang kini ia rasakan.

__ADS_1


Ada apa dengan Kath?


Ada apa?


"Kath!" Teguran Marv langsung menyentak lamunan Kath.


"Iya!"


"Kau masih shock ddngan berita bahagia ini?" Tebak Marv yang hanya membuat Kath mengulas senyum tipis. Kath bahkan sudah lupa bagaimana harus tersenyum lebar apalagi tertawa leoas seperti dulu saat ia tertawa karena mendengar gurauan receh Timmy.


"Aku merindukanmu, Tim..." gumam Kath dalam hati.


"Aku benar-benar bahagia, Honey!" Marv sudah kembali mendekap Kath yang kinj hanya berekspresi datar dan sama s d kali tak merasa bahagia.


Kath ingin bertemu Timmy sekarang dan memeluknya!


****


"Sah!"


"Selamat datang di keluarga Atmadja, Yv! Semoga kau dan Timmy selalu dilimpahkan kebahagiaan dan lekas diberikan momongan."


Yvone menatao bayangan wajahnya di cermin sembari tangannya menyisir rambutnya yang sudah setengah kering. Yvone kemudian ganti menatap ke sesosok tubuh yang kini tampak menggeliat di sofa. Tak berselang lama, pria yang secara hukum agama dan negara sudah sah ebnadi suami Yvone sejak semalam tersebut akhirnya bangun dan duduk. Yvone langsung buru-buru mengambil hairdryer lagi untuk mengeringkan rambutnya.


"Yv, kau sudah bangun?" Sapa Timmy dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Semalam Yvone dan Timmy memang sama-sama tidir di kamar hotel ini. Namun tentu saja mereka tidak melakukan hubungan suami istri apalagi saling menyentuh satu sama lain. Yvone tidir di atas ranjang semalam, meskipun beberapa kali terbangun. Sedangkan Timmy memioih untuo tidur di sofa ddngan alasan tak mau membuat Yvone merasa tak nyaman.


Ya, itulah malam pertama Yvone dan Timmy semalam!


Tak terjadi apa-apa dan mereka malah mirip dua orang asing yang terpaksa harus tidur di ruangan yang sama.


"Ya! Dan aku juga sudah selesai memakai kamar mandinya. Jadi silahkan saja jika kau mau memakainya," tukas Yvone menjawab pertanyaan Timmy tadi.


Di saat bersamaan, terdengar ketukan di pintu yang langsung membuat Yvone beranjak untuk membuka pintu. Seperti dugaan Yvone kalau ity adalah pelayan yang mengantar sarapan untuk Yvone dan Timmy.


"Terima kasih!" Ucap Yvone sebelum kemudian gadis itu menutup pintu kamar lagi.


"Kita perlu ke rumah Uncle-mu lagi nanti?" Tanya Timmy yang langsung membuat Yvone menggeleng.


"Aku sudah membawa barang-barangku." Yvone mengendikkan dagu ke koper besar di sudut kamar hotel.


"Kita nanti langsung ke rumah orang tuamu saja untuk bicara sekalian pamit." Sambung Yvone yabg langsung menbuat Timmy mengangguk.


Rencananya Yvone dan Timmy mrmang akan tinggal di rumah sewa setelah inu agar mereka sama-sama mearsa yaman dan tak perlu berbagi kamar saja. Semoga Mama Tere dan Papa Will memberikan izin.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2