Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
PERNAH BERTEMU


__ADS_3

Kath bersedekap di depan pintu kedatangan bandara kota, saat Rossie melambaikan tangan ke arahnya.


"Hai! Kau merindukanku?" Sapa Rossie yang hanya membuat Kath memutar bola matanya.


"Kai mana?" Tanya Kath kemudian bersamaan dengan sang adik yang juga sudah muncul dari pintu kedatangan. Adik laki-laki Kath itu terlihat membenarkan topinya, seraya menyeret koper mininya.


"Hoaaam! Tumben kakak yang menjemput?" Tanya Kai sembari menguap di depan Kath.


"Kebetulan sedang ada keajaiban," jawab Kath asal. Tiga sepupu tersebut kemudian berjalan beriringan ke area parkir bandara.


"Ngomong-ngomong, pacarmu tak ikut, Ros?" Kath sedikit berbasa-basi pada Rossie, sang sepupu yang merupakan putri bungsu Uncle Robert.


"Abang Keano sedang banyak pekerjaan dan lagi, aku disini juga hanya dua hari," tukas Rossie beralasan.


"Hanya dua hari? Kenapa tidak satu minggu sekalian?" Protes Kai yang berjalan di belakang dua gadis tersebut.


"Ck! Tidak bisa lama-lama karena aku harus secepatnya mengambil alih pekerjaan Kak Reina nanti!" Jawab Rossie beralasan.


"Oh, jadi direktur keuangan yang baru itu adalah kamu?" Tanya Kath yang langsung paham. Sebelumnya direktur keuangan di perusahaan Hadinata memang dipegang oleh Reina yang kini sudah berubah status menjadi istri Angga. Mungkin sekarang wanita itu sudah resign, makanya Rossie menggantikan posisinya.


"Iya!"


"Makanya aku kesini untuk belajar padamu," tukas Rossie kemudian menyampaikan tujuannya datang ke kota D.


"Kenapa tidak minta kakak iparmu saja yang mengajari," tanya Kath penasaran.


"Kak Reina saja tidak tahu kalau aku yang akan menggantikannya," jawab Rossie seraya terkekeh.


"Ini semacam kejutan kata Papa," sambung Rossie lagi.


"Kejutan yang aneh," komentar Kai seraya mengendikkan bahu. Tiga sepupu itupun akhirnya tiba di tempat parkir.


"Apa ada kedai kopi yang sudah buka, Kath?" Tanya Rossie yang sudah masuk ke dalam mobil.


"Ada, di dekat rumah sakit!" Bukan Kath, melainkan Kai yang menjawab pertanyaan Rossie. Adik Kath itu lalu menguap lagi.


"Kau mau beli kopi?" Tanya Kath kemudian pada Rossie.


"Iya! Bisa mampir sebentar, kan?" Pinta Rossie yang langsung dijawab Kath dengan anggukan kepala, sebelum kemudian wanita itu melajukan mobilnya dan meninggalkan bandara kota.


****


"Yv, apa ada kedai kopi dekat sini?" Tanya Beth saat Yvone sudah bersiap-siap untuk pergi.


Ya, Yvone ada pertemuan dengan klien pagi ini. Tadi juga sebenarnya niat Yvone mampir ke rumah sakit hanya untuk mengantar sarapan saja untuk Timmy dan Beth. Namun kemudian Yvone malah mengobrol banyak bersama Beth.


Tapi setidaknya Yvone sudah lega karena hubungan persahabatannya dengan Beth yang kemarin sempat retak gara-gara Reandra, kini sudab kembali akur dan membaik. Semoga seterusnya bisa seperti ini.


"Di kantin bawah sepertinya ada kopi. Mau aku belikan?" Ujar Yvone menjawab pertanyaan Beth tadi, sekalian menawarkan. Pertemuan dengan klien masih sekitar dua jam lagi, jadi tak masalah jika Yvone membelikan kopi dulu untuk Beth.


"Aku ikut ke bawah saja! Toh Abang Timmy juga masih tidur nyenyak," tukas Beth yang stdah bangkit dari sofa dan menghampiri Yvone.

__ADS_1


"Aku sedikit jenuh di kamar terus," imbuh Beth lagi yang langsung membuat Yvone mengulas senyum.


"Baiklah, kalau begitu!" Yvone kembali masuk ke dalam kamar perawatan dan menghampiri bed perawatan Timmy. Gadis itu lalu mendekatkan alat panggil ke sebelah bantal pria itu, agar nanti saat Timmy bangun dan butuh sesuatu, ia bisa langsung memanggil perawat.


Ya, sekalipun sikap Timmy selalu ketus pada Yvone, namun Yvone tetap ingin berbuat baik pada pria itu. Entahlah!


"Kau sepertinya perhatian sekali pada Abang Timmy," Celetuk Beth yang langsung membuyarkan lamuan Yvone.


"Hah? Perhatian bagaimana maksudmu? Timmy kan abangmu dan kau teman baikku. Jadi Timmy temanku juga!" Tukas Yvone seraya mengendikkan bahu.


"Toh Abangmu juga sudah punya pacar, kan?" Sambung Yvone lagi sebelum kemudian gadis itu membungkam mulutnya sendiri dengan cepat.


Ya ampun!


Yvone sepertinya keceplosan!


Eh, tapi mungkin Beth juga sydah tahu kalau Timmy memabg sudah punya seorang pacar bernama Kath.


Ya, Timmy saja berulang kali mengigaukan nama Kath kemarin. Jadi mustahil kalau Beth tidak peka!


"Kau tahu kalau Abang Timmy sudah punya pacar, Yv?" Tanya Beth yang kini sudah menatap penuh selidik pada Yvone.


"Atau kau pernah melihat pacar Abang Timmy?" Tanya Beth lagi masih penuh selidik.


Loh! Berarti Beth malah belum pernah melihat atau bertemu Kath?


Ya ampun! Lalu Yvone harus menjawab apa?


Meskipun wajahnya terlihat sama jika Yvone bandingkan dengan Kath yang begitu akrab dengan Timmy saat di kelab malam.


"Yv!" Desak Beth menunggu jawaban Yvone.


"Itu...." Yvone menggaruk tengkuknya sendiri yang tak gatal dan merasa bingung harus menjawab jujur atau tidak.


"Itu apa?" Tanya Beth tak sabar.


"Itu...."


"Aku tak sengaja melihat saja!"


"Waktu itu aku sedang hang out bersama temanku ke sebuah kelab malam dan aku tak tahu kalau abangmu kerja di kelab itu."


"Lalu aku melihat abangmu mengobrol bersama seorang wanita dan mereka terlihat akrab, lalu pulang bersama," cerita Yvone akhirnya sedikit jujur dan sedikit mengarang.


Teman yang mana juga yang Yvone maksud! Jelas-jelas malam itu Yvone datang ke kelab seorang diri, lalu memergoki Kath yang sedang mengobrol mesra bersama Timmy, lalu Yvone merasa kesal dan akhirnya ia keluar dan tak jadi menyapa Timmy.


"Mereka pulang ke kost-an abang Timmy?" Tanya Beth menerka-nerka.


"Aku tidak tahu! Aku tak membuntuti," jawab Yvone kembali mengendikkan bahu.


Ingatan Yvone kemudian kembali tertuju ke kejadian malam itu....

__ADS_1


Yvone memang keluar dari kelab malam, namun ia tak langsung pulang. Yvone duduk di dalam mobil hingga dinihari dan kelab tutup. Lalu saat Timmy keluar seraya merangkul Kath dengan mesra, Yvone membuntuti pasangan itu hingga ke sebuah rumah kost.


Ya, mereka berdua lalu masuk ke dalam salah satu rumah kost dan Yvone tentu saja langsung merutuki dirinya sendiri yang begitu kepo dan penasaran. Yvone lalu pulang ke apartemen dengan perasaan yang bahkan tak bisa Yvone jabarkan dengan kata-kata.


Padahal Yvone merasa tak punya perasaan apapun pada Timmy. Lalu kenapa malam itu saat Yvone melihat Timmy membawa pulang Kath ke kost-nya, hati Yvone merasa patah?


"Tapi kau melihat wajah wanita itu, kan, Yv?" Pertanyaan Beth kembali menyentak lamunan Yvone.


"Hah?" Yvone sedikit bingung.


"Pacarnya abang Timmy. Kau melohat wajahnya, kan?" Cecar Beth mengulangi pertanyaannya.


"Sedikit," jawab Yvone seraya meringis.


Apanya yang sedikit! Yvone bahkan melihat wajahnya dengan sangat jelas dan sempat berinteraksi juga di acara perusahaan di malam selanjutnya.


"Namanya Kath kalau tidak salah," ucap Beth lagi yang langsung membuat Yvone melontarkan pertanyaan,


"Bagaimana kau bisa tahu?" Yvone pura-pura berekspresi penasaran.


"Abang Timmy menyebutnya berulang-ulang!"


"Tadinya aku pikir mungkin Abang Timmy ke kota ini juga untuk menemui Kath atau entahlah..." ujar Beth lagi yang terlihat menerawang.


Timmy ke kota ini untuk menemui Kath?


Jadi maksud Beth, Kath tinggal di kota ini?


Yvone jadi penasaran sekarang!


"Jadi maksudmu pacarnya Timmy tinggal di kota ini?" Tanya Yvone kemudian menyelidik.


"Mungkin! Aku juga tidak tahu!" Gantian Beth yang mengendikkan bahu.


"Kau kan yang pernah melihat wajahnya! Barangkali lau lebih tahu atau pernah melihat Kath di kota ini?" Ujar Beth kemudian yang langsung membuat Yvone menggeleng.


Tapi Yvone memang tak pernah melihat Kath selama ia berada di kota ini.


"Aku tidak tahu," ujar Yvone bersungguh-sungguh dan wajah Beth langsung terlihat putus asa.


"Tadi katanya mau beli kopi, Beth! Jadi?" Tanya Yvone kemudian mengingatkan Beth.


"Oh, iya!" Adik Timmy itu menepuk keningnya sendiri.


"Ayo!" Ajak Beth kemudian seraya merangkul Yvone. Dua gadis itu lalu keluar dari kamar perawatan Timmy dan segera menuju ke kantin rumah sakit.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2