
"Yvone, kau mau kemana?" Tanya Mama Tere yang entah sejak kapan sudah berdiri di depan kamar perawatan Yvone.
Tapi bukankah tadi semua anggota keluarga Atmadja ini masih berada di kamar perawatan Beth?
"Yvone mau pulang, Ma!" Jawab Yvone sembari meringis.
"Pulang? Memang sudah dapat izin dari dokter?" Cecar Timmy yang berdiri di belakang Mama Tere.
"Sudah!" Yvone segera menunjukkan surat pengantar dari dokter. Timmy membuka dan membaca sebentar surat tersebut.
"Lalu kenapa tidak menghubungi Timmy, Yv?" Gantian Papa Will yang bertanya.
"Tadinya Yvone pikir Timmy masih sibuk atau sedang bekerja, Pa! Makanya Yvone berinisiatif untuk pulang sendiri," tutur Yvone seraya menundukkan wajahnya.
"Timmy sedang libur bekerja, Yv! Apa dia tak memberitahumu?" Tanya Mama Tere seraya menatap tajam ke arah Timmy yang langsung menggaruk kepalanya yang tak gatal. Timmy lalu segera mengambil alih tas di tangan Yvone agar Mama Tere tak memelototinya lagi.
"Ayo pulang sekarang!" Ajak Timmy kemudian pada Yvone dan kefua orangtuanya.
"Kita ke hotel dulu saja, Tim!" Ujar Papa Will cepat yang langsung membuat Yvone mengernyit. Yvone lalu menatap bingung ke arah Mama Tere yang berada di sampingnya.
"Rumah belum dibersihkan, Yv! Jadi untuk sementara kau istirahat di hotel dulu," tukas Mama Tere sembari merangkulkan lengannya ke pundak Yvone. Mereka berempat lantas segera berjalan menyusuri lorong untuk selanjutnya turun ke lobi utama rumah sakit.
"Ngomong-ngomong, Mama sudah menjenguk Beth? Dia juga di rawat di rumah sakit ini," tanya Yvone membuka obrolan meskipun sebenarnya Yvone juga sudah tahu jawabannya.
"Sudah tadi. Mama dan Papa sudah dari sana," jawab mama Tere.
"Lalu, Mama tidak menemani Beth?" Tanya Yvone lagi.
Mama Tere tak langsung menjawab dan wanita paruh baya tersebut malah tertawa kecil.
"Sudah banyak yang menemani Beth tadi. Ada mertuanya dan juga Iel. Jadi Mama menemani kamu saja!"
"Kamu kan juga putri Mama," tukas Mama Tere yang sesaat langsung membuat Yvone tertegun. Namun kemudian hati Yvone terasa menghangat bersamaan dengan rangkulan Mama Tere di pundaknya yang semakin mengerat.
__ADS_1
****
Hari beranjak malam, saat Timmy dan juga Papa Will sudah kembali ke hotel lagi. Tadi dua pria itu memang pergi ke rumah untuk membereskan semua kekacauan yang entah perbuatan siapa. Tidak ada CCTV di teras rumah, dan Papa Will memang tak memasangnya selama ini karena sebelumnya tak lernah ada kejadian seperti ini. Lagipula, Papa Will juga tak pernah bermasalah dengan siapapun, jadi Papa Will masih bingung dengan siapa yang mendadak menyerang rumahnya dan membuat kaca-kaca menjadi pecah.
"Nanti kalian berdua menginap saja di sini. Mama dan Papa akan pulang--"
"Kenapa Mama dan Papa tidak menginap juga disini?" Sergah Timmy memotong.
"Harus ada yang menjaga rumah malam ini," tukas Papa Will sembari merangkul Mama Tere yang langsung tertawa kecil.
"Kami biar ikut pulang juga, Ma!" Ujar Yvone yang langsung membuat Mama Tere menggeleng.
"Kalian istirahat saja disini dan pulang besok pagi!" Tukas Mama Tere memaksa.
"Atau besok sore juga tidak apa-apa!" Timpal Papa Will.
"Atau kalian disini saja sampai lusa?" Sahut mama Tere memberikan ide yang langsung membuat Yvone menoleh ke arah Timmy. Pun dengan Timmy yang rupanya juga sedang menoleh kd aran Yvone. Jadilah dua orang itu kini saling bertukar pandang.
"Kami akan pulang besok siang, Ma!" Timmy akhirnya angkat bicara.
"Kami pulang dulu!" Pamit Papa Will dan Mama Tere bersamaan. Kedua orang tua Timmy itu lalu keluar dari kamar dan lanjut melangkah menuju ke lift sembari bersenda gurau.
Timmy terus memperhatikan punggung kedua orangtuanya tersebut, sampaj akhirnya mereka menghilang ke dalam lift. Timmy kemudian menghela nafas dan segera masuk lagi ke dalam kamar. Yvone sudah memindahkan bantal serta selimut ke sofa, saat Timmy kembali masuk ke kamar.
"Terima kasih sudah mengingatkan aku untuk tak tidur di ranjang bersamamu--"
"Aku yang akan tidur di sofa!" sergah Yvone seraya menatap tegas pada Timmy.
"Sejak kapan peraturannya jadi begitu? Biasanya kan aku yang tidur di sofa," protes Timmy yang langsung merasa keberatan dengan ide Yvone.
"Tapi aku sedang ingin tidur di sofa," ujar Yvone beralasan.
"Kau akan jatuh nanti." Timmy tertawa kecil dan Yvone seketika langsung membulatkan kedua matanya. Ingatan Yvone langsung tertuju ke posisi dirinya di ranjang setiap kali bangun tidur. Yvone selalu sudah berada di tengah-tengah ranjang saat pagi, dan Timmy biasanya juga bangun lebih dulu daripada Yvone.
__ADS_1
"Kau suka berguling-guling saat tidur. Jadi sebaiknya kau saja yang tidur di ranjang malam ini," tukas Timmy kemudian yang langsung membuat Yvone salah tingkah.
"Apa aku pernah melakukan hal yang melanggar perjanjian saat tidur?" Tanya Yvone yang tiba-tiba merasa cemas. Namun alih-alih menjawab pertanyaan Yvone, Timmy malah tampak mengernyit.
"Maksudku, selama empat bulan kita menjadi teman ranjang--"
"Teman ranjang?" Timmy langsung menyela dan tertawa sumbang.
"Maaf, maksudku selama kita berbagi ranjang, apa aku pernah melakukan sesuatu yang melanggar batas?" Yvone mengoreksi kalimatnya sembari jarinya membentuk tanda kutip.
"Melanggar batas seperti membuatku jatuh? Yang itu sering terjadi," tukas Timmy yang langsung membuat Yvone membelalak. Tapi sumpah, Yvone benar-benar tak tahu jika ia ternyata begitu pecicilan saat tidur.
"Aku benar-benar tidak tahu, Tim! Kenapa kau tak pernah mengatakannya atau komplain kepadaku?" Ucap Yvone dengan raut wajah penuh rasa bersalah.
"Aku benar-benar minta maaf," ucap Yvone selanjutnya pada Timmy yang masih saja tertawa.
"Tidak apa-apa! Aku lumayan terhibur melihat tingkah polahmu saat tidur malam. Makanya aku tak komplain," tukas Timmy seraya geleng-geleng kepala, sebelum kemudian pria itu pergi ke toilet dan meninggalkan Yvone yang kinj salah tingkah.
Bodoh sekali!
Kenapa Yvone tak pernah menyadari tentang tingkah polahnya saat tidur?
"Yv," panggilan Timmy yang kini sedang melongokkan kepalanya dari pintu toilet langsung menyentak lamunan Yvone.
"Sebaiknya kau segera istirahat dan jangan begadang malam ini!" Ujar Timmy melanjutkan kalimatnya yang langsung membuat Yvone mengangguk.
Timmy kemudian masuk lagi ke dalam toilet dan Yvone masih saja salah tingkah sekaligus merasa malu pada Timmy. Wanita itu tak berhenti merutuki dirinya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.