
"Tapi kau datang malam ini, kan Marv?" Tanya Kath sekali lagi pada sang tunangan yang saat ini posisinya masih di kota lain.
"Aku tidak janji, Kath! Tapi aku usahakan!"
"Ck! Lalu aku akan berdansa bersama siapa malam ini?" Decak Kath sedikit kesal. Malam ini adalah acara pernikahan Rossie, dan Kath tentu saja sangat ingin ditemani oleh Marv yang notabene adalah tunangannya.
Namun Marv masih berada di luar kota untuk urusan bisnis. Jadi kecil kemungkinan Marv akan datang malam ini ke acara pernikahan Rossie!
"Masih ada Kai! Kau bisa berdansa bersama Kai atau bersama Dad!"
"Jangan salahkan aku kalau nanti aku punya pacar baru disini!" Seloroh Kath kemudian yang langsung berhadiah delikan dari Mom Mizty yang sejak tadi duduk di sebelah Kath.
Astaga! Kath lupa dengan keberadaan Mom kandungnya tersebut!
"Bercanda, Mom!" Ringis Kath sebelum kemudian wanita itu kembali fokus pada pembicaraannya bersama Marv.
"Tetap usahakan untuk datang, Marv! Acaranya jam tujuh, dan tak masalh kau terlambat satu atau dua jam," tukas Kath yang masih terus berharap pada sang kekasih.
"Iya, aku usahakan!"
"Aku harus pergi sekarang, Bye!" Pamit Marv kemudian bersamaan dengan telepon yang sudah terputus.
Mobil yang Kath dan Mom Mizty tumpangi juga sudah sampai di kediaman Hadinata. Tadi ibu dan anak itu memang baru saja dari butik untuk melakukan fitting gaun yang akan mereka kenakan malam ini di acara pernikahan Rossie.
"Kita kesini mau apa sebenarnya, Mom? Acaranya kan masih nanti malam," tanya Beth dengan ekspresi wajah kurang senang.
"Ada beberapa hal penting yang harus Mom bicarakan pada Aunty-mu, Kath!"
"Urusan orang tua! Kau mana paham!" Ujar Mom Mizty yang kemudian langsung menarik tangan Kath, untuk segera menghampiri Aunty Sita yang sepertinya sedang mengawasi pembuatan wedding cake...
Sial!
Jangan bilang kalau yang membuat dan menghias wedding cake Rossie adalah adiknya Timmy yang kemarin sempat dikenalkan oleh Rossie saat mereka tak sengaja bertemu di kedai kopi.
"Mom! Kath ke toilet dulu, ya!" Pamit Kath cepat sebelum langkahnya semakin dekat ke arah Beth yang terlihat sedang fokus menghias kue. Kathbsedang malas bertemu dengan adik Timmy itu!
"Iya!" Jawab Mom Mizty seraya berdecak.
Kath bergegas meninggalkan Mom Mizty, lalu berjalan ke arah tangga. Kath akan memakai kamar mandi di kamar atas saja.
Kath sudah sampai di lantai atas, dan wanita itu langsung menuju ke salah satu kamar yang tak dipakai di lantai atas. Selain kamar Rossie dan Angga, masoh ada dua kamar lagi di lantai dua kediaman Hadinata yang biasanya akan ditempati oleh Kath dan Kai saat menginap. Tapi Kath dan Kai juga jarang menginap di rumah Uncle Robert ini karena biasanya Kath dan Kai akan lebih memilih untuk tidur di hotel saat mereka diutus Dad Dyrtha pergi ke kota ini.
"Mungkin aku akan disini saja sampai nanti Mom mengajak pulang," putus Kath kemudian seraya wanita itu mendaratkan bokongnya ke tepi ranjang. Namun Kath yang baru saja duduk, tiba-tiba sudah dibuat terkejut oleh seseorang yang mendadak masuk ke dalam kamar.
Apa?
"Timmy! Kau sedang apa--" suara Kath tercekay saat Timmy yangbbaru saja masuk tiba-tiba sydah mrngunci pintu kamar.
Gila!
"Apa yang kau lakukan? Kembalikan kuncinya!" Pinta Kath galak karena Timmy yang sudah mencabut kunci pintu dari tempatnya, lalu membuangnya serampangan.
Apa pria itu sudah benar-benar gila?
"Timmy, kau mau apa sebenarnya?" Geram Kath karena pertanyaannya tak kunjung dijawab oleh Timmy yang malah terus mendekat ke arahnya.
"Timm--"
"Aku mau mengulang semua yang pernah terjadi di antara kita!" Ucap Timmy yang tiba-tiba sudah mengunci Kath di dinding kamar.
"Mengulang--" Kalimat Kath lagi-lagi tercekat manakala Timmy yang tiba-tiba sudah mel*mat bibirnya tanpa aba-aba. Kath hendak berontak, namun Timmy terus menekan semakin dalam dan semakin dalam lagi.
"Emmppphh!" Kath mulai melenguh saat lidah Timmy sudah menyusup masuk ke dalam bibir Kath, lalu menjelajah setiap inchi dari bibir yang sudah sangat lama Timmy inginkan tersebut. Timmy teeus mel*mat dan mencecap setiap bagian dari bibir Kath, hingga membuat sang empunya yang tadi sempat berontak, perlahan mulai menikmati serta mengikuti apa yang dilakukan oleh Timmy
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Kath!" Ucap Timmy disela-sela pagutannya bersama Kath.
"Kath, aku mencintai--" Kath langsung membungkam bibir Timmy memakai jarinya. Tatapan dua sejoli tersebut lalu saling bertumbuk dan keduanya salon diam.
Kath kemudian menangkup dan mengusap lembut wajah Timmy yang kini malah memejamkan matanya, seolah sedang menikmati usapan lembut Kath.
"Aku akan menikah minggu depan, Tim," ucap Kath kemudian yang langsung mbuat Timmy membuka mata dengan cepat, lalu menatap Kath dengan tajam.
"Jadi maaf--"
"Kau tidak boleh menikah dengan Marv!" Timmy tiba-tiba sudah membanting tubuh Kath ke atas ranjang, lalu pria itu menindih Kath dengan lumayan barbar dan bibirnya langsung mel*mat bibir Kath seolah tanpa ampun.
"Tim!!" Kath meronta-ronta dan berusaha untuk berontak saat Timmy terus dan terus mencecap bibirnya bak.orang kesetanan. Tangan Timmy bahkan sudah menyusup ke bawah blouse Kath, lalu menangkup gundukan kenyal milik wanita itu dan merem*snya dengan lumaya kasar.
"Aaarrgghhh!" Kath yang tadi meronta-ronta kini mulai menggelinjang dan tatapannya mulai dipenuhi oleh kabut gairah, manakala tangan Timmy yang satunya sudah mulai mrmainkan milik Kath di bawah sana.
"Timmy--" Nafas Kath mulai tersengal dan terengah. Kath bahkan sudah membuka lebar kedua kakinya seolah ia siap untuk menyambut milik Timmy yang dulu selalu ia cari manakala ia butuh pelampiasan.
Tapi itu hanya masalalu!
"Timmy....jangan...." ucap Kath terbata saat Timmy mulai menanggalkan celananya.
Kath menggelengkan kepalanya namun tatapannya menyiratkan kalau Kath ingin.
"Jangan...." ucap Kath lagi yang tangannya sudah bergerak untuk mencari milik Timmy.
Astaga! Kath benar-benar tak tahan lagi!
Gairah Kath semakin naik ke ubun-ubun m, saat Timmy kembali melesakkan jari tengahnya ke dalam milik Kath, lalu satu tangn Timmy bermain di puncak dada Kath yang sudah menegang
"Aarrrgghhh!"
"Timmy! Aku menginginkannya!" Lenguh Kath merasa tak tahan lagi. Tubuh wanita itu terus saja menggelinjang, membuat Timmy juga semakin bergairah.
"Timm--"
"Emmppphh--" Lenguhan dari bibir Kath langsung dibungkam oleh bibir Timmy, bersamaan dengan milik Timmy yang juga sudah melesak masuk ke dalam milik Kath.
Kath bahkan langsung membalas pagutan panas Timmy kali ini karena gairahnya yang benar-benar sudah mencapai puncak dan minta untuk dilepaskan.
Timmy terus bergerak sambil terus mencecap bibir Kath yang sudah begitu lama ia damba. Setelah dua tahun menunggu, Timmy akhirnya bisa merasakan lembut dan hangatnya bibir wanita yang selama ini menjadi partner ranjangnya tersebut.
"Timmy...." Kath melenguh sekali lagi dan wanita itu mulai ikut menggerakkan bokongnya mengikuti irama pergerakan Timmy. Des*han serta lenguhan Timmy dan Kath perlahan mulai menggema di dalam kamar yang Kath yakini pastilah kedap suara.
Yeah!
Ini adalah kamar di kediaman Hadinata dan bukan kamar di kost-an Timmy yang saat Kath berteriak, Timmy akan langsung membungkam bibirnya karena khawatir tetangga di sebelah mendengar.
Kath semakin berteriak tak karuan saat Timmy mempercepat tempo pergerakannya.
Kath juga terus meracau tak karuan manakala tangan Timmy juga sudah aktif menyentuh bagian sensitif dari tubuh Kath.
"Iya begitu!"
"Lebih cepat, Tim!"
"Lebih cepat!" Kath terus saja meracau sembari memberikan aba-aba, sebelum kemudian Kath merasakan milik Timmy menekan dengan sangat dalam ke dalam miliknya, dan tak berselang lama Kath merasakan cairan hangat yang menyembur keluar, lalu memenuhi rahimnya.
"Aku mencintaimu, Kath!" Bisik Timmy kemudian yang sudah mendekap Kath dari belakang masih tanpa mencabut miliknya.
"Aku mencintaimu!"
"Menikahlah denganku, Kathlyne Harimarta," ucap Timmy kemudian yang seolah mengembalikan kesadaran Kath.
__ADS_1
Kath mengerjap berulang-ulang, lalu wanita itu meraba tangan Timmy yang masih mendekapnya. Keringat sudah bercucuran di tubuh Timmy dan juga tubuh Kath sendiri.
Jadi yang baru saja terjadi....
"Timmy--" gumam Kath yang kini ganti membelalakkan kedua matanya.
"Menikahlah denganku, Kath!" Pinta Timmy sekali lagi sambil tetap mendekap Kath dari belakang.
"Timmy--" Kath buru-buru melepaskan dekapan Timmy serta melepaskan milik Timmy yang tadi sempat cukup lama bersarang di dalam miliknya.
Kath lalu terduduk di tepi ranjang, meraih selimut untuk menutupi tubuh full nakednya. Wanita itu sedang berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.
"Kath!" Timmy tiba-tiba sudah bersimpuh di hadapan Kath.
"Kau tidak akan menikah dengan Marv, kan? Pria itu pasti tak akan bisa menerima--"
"Kau pakai pengaman kan tadi?" Tanya Kath tiba-tiba menyela kalimat Timmy.
"Kenapa aku harus pakai pengaman? Bukankah biasanya kau yang memakai kontrasepsi?"
"Atau jangan-jangan kau sudah tak memakai kontrasepsi sekarang?" Tukas Timmy yang langsung membuat kedua mata Kath membelalak.
"Berhenti saja minum pil kontrasepsi, agar nanti kita bisa langsung memberikan cucu untuk Mami dan Papi! Mereka sudah sangat ingin menimang cucu!"
"Ini vitamin penyubur kandungan, agar kau semakin siap untuk hamil."
Kata-kata Marv serta dokter kandungan yang tempo hari Kath kunjungi, mendadak berputar-putar di kepala Kath yang kini terasa pening.
"Kath aku akan bertanggung jawab misalnya kau hamil--"
"Tidak!" Kath menyentak tangan Timmy dengan kasar dan wanita itu langsung bangkit berdiri seraya menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Aku akan menikah dengan Marv minggu depan dan kau malah...." Kath menatap tak petcaya ada Timmy.
"Kau malah memperkosaku barusan," desis Kath lagi yang langsung membuat Timmy teryawa sinis. Timmy lalu meraih baju-bajunya yang berserakan, lalu mulai memakainya satu persatu.
"Aku menperkosamu? Kau bahkan tadi begitu menginginkan dan menikmatimya, Kath!"
"Kita sama-sama menikmati tadi! Persis seperti yang sebelum-sebelumnya!"
"Kau merasa nyaman dan aku juga merasa nyaman! Jadi kenapa tidak kita lanjutkan saja hubungan ini ke jenjang pernikahan? Kenapa kau malah ingin menikah dengan pria lain, Kath?"
"Kenapa?
"Apa karena aku bukan pria kaya seperti Marv? Apa kau takut akan menjadi gembel dan gelandangan jika menikah denganku?" Cecar Timmy dengan emosi yang sudah tak terkendali.
"Aku tak perlu mengungkapkan alasannya karena ini sudah mutlak keputusanku, Tim!"
"Dan satu hal yang perlu kau camkan adalah aku tak pernah mencintaimu seumur hidupku!" Kath melangkah mundur sembari memunguti baju-bajunya yang berserakan di lantai.
"Jadi tak usah bermimpi untuk bisa menikah denganku!"
Aku tak pernah mencintaimu Timothy!" Tegas Kath sekali lagi sebelum kemudian wanita itu masuk ke dalam toilet dan membanting pintu.
"Keparat!" Umpat Timmy yang langsung meninju meja rias demi meluapkan emosinya.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1