Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
MAU MENYUSUL?


__ADS_3

"Ma!" Panggil Timmy seraya mengetuk pintu depan. Tapi rumah terlohat sepi dan jarang sekali Mama Tere mengunci pintu depan saat wanita paruh baya itu berada di rumah.


"Mama!" Panggil Timmy lagi seraya mengetuk pinti lagi. Namun tetap tak ada jawaban dari dalam rumah.


Apa Mama pergi?


Kruuk!


Suara perut Timmy yang belum terisi makanan sedari pagi, kembali terdengar. Sejak tadi Timmy memang sudah menahan lapar agar ia bisa makan masakan Mama Tere. Namun sekarang Mama Tere malah sepertinya tak ada di rumah.


"Aku akan langsung menemui Beth saja," putus Timmy yang akhirnya pergi lagi dari rumah kedua orang tuanya tersebut. Timmy segera memacu motornya ke arah toko kue Beth.


****


"Uhuuk! Uhuuk!"


Timmy baru membuka pintu toko kue Beth saat sudah terdengar suara batuk dari adiknya tersebut.


"Beth, kau di dalam?" Seru Timmy yang sudah masuk ke dalam toko. Pria itu lalu langsung menuju ke dapur, dimana Beth sedang mendekor sebuah cake tiga tingkat.


Sepertinya itu adalah kue untuk acara pernikahan!


"Uhuuk! Uhuuk!"


Beth kembali batuk-batuk, dan gadis itu juga terlihat membenarkan maskernya.


"Kau sakit? Kenapa tak istirahat di rumah?" Cecar Timmy yang langsung meletakkan punggung tangannya di kening Beth. Timmy ingin memastikan apa Beth juga demam atau hanya batuk biasa.


"Abang!" Beth langsung menyentak tangan Timmy, dan gadis itu kembali meraih pipping bag berisi butter cream.


"Kenapa tidak istirahat dulu?" Timmy bertanya sekali lagi.


"Beth harus mengerjakan cake untuk pernikahan Abang Angga, Bang!" Jawab Beth yang kini tangannya sudah cekatan membuat satu bunga mawar memakai buttercream.


Namun fokus Angga bukan lagi ke bunga-bunga di kue Beth, melainkan pada alasan yang disampaikan Beth tadi.


Pernikahan Angga?


"Kapan pernikahan Angga akan digelar?" Tanya Timmy kemudian pada sang adik.


"Besok," jawab Beth tanpa menoleh pada Angga. Beth masih menyusun bunga-bunga dari buttercream tadi ke sebuah toples. Padahal Timmy pikir Beth akan langsung memasangnya di atas cake.


"Mama belum memberitahu Abang?" Tanya Beth kemudian yang kali ini sudah menoleh ke arah Timmy.


"Belum," jawab Timmy seraya menggeleng.

__ADS_1


"Tadi aku ke rumah, tapi rumah kosong. Apa mama ada acara?" Cerita Timmy kemudian seraya bertanya pada Beth yang langsung mengendikkan kedua bahunya.


"Mungkin sedang arisan RT," ujar Beth kemudian menjawab pertanyaan Timmy tadi. Gadis itu kembali batuk-batuk, jadi Timmy berinisiatif mengambilkan segelas air hangat untuk Beth.


"Abang tumben kesini?" Tanya Beth seraya menerima air hangat yang disodorkanoleh Timm. Namun alih-alih meneguknya, Beth malah meletakkan gelas tersebut dibatas meja.


Timmy benar-benar harus berdecak sekarang!


"Abang!" Tegur Beth karena Timmy tak kunjung menjawab pertanyaannya.


"Hanya ingin memastikan kalau kau baik-baik saja," ujar Timmy seraya menangkup wajah Beth. Timmy lalu hendak membuka masker yang menutupi setengah wajah Beth, namun gadis itu menampik dengan cepat.


"Kenapa wajahmu sembab? Kau habis menangis?" Tanya Timmy penuh selidik, karena setelah Timmy amati daribdekat wakah Beth memang sedikit sembab, mirip orang yang habis menangis.


"Beth hanya flu, Bang!" Ujar Beth yang sudah batuk-batuk lagi.


Sepertinya batuk Beth lumayan parah!


"Dan sedikit batuk," imbuh Beth.


"Sedikit? Tapi tak berhenti dari tadi," cibir Timmy seraya menarik kursi yang diduduki Beth, hingga menjauh dari meja kerja.


"Abang!" Protes Beth cepat.


"Ayo ke dokter!" Ajak Timmy kemudian seraya merengkuh kedua pundak sang adik.


"Beth sudah minum obat, Bang!" Tukas Beth lagi beralasan.


"Dasar keras kepala!" Timmy mengacak gemas kepala Beth, hingga membuat adiknya itu berdecak.


"Ngomong-ngomong, Abang besok datang ke pernikahan Abang Angga, kan? Kata Mama kita harus datang--"


"Iya aku akan datang!" Jawab Timmy cepat sebelum Beth menyelesaikan kalimatnya.


Ya, Timmy akan datang tentu saja karena Kath juga pasti akan datang!


Timmy akan mencari kesempatan sekalian kalau nanti ada orang tua Kath disana.


"Semangat sekali, Bang! Mau nyusul juga?" Tanya Beth sok tahu. Adik Timmy itu sudah menutup toples-toples berisi bunga dari buttercream, lalu menyimpan kotaknya ke dalam chiller. Sementara cake pernikahan Angga yang masih setengah jadi, juga hendak Beth pindahkan ke dalam chiller. Tentu saja Timmy tak tinggal diam dan langsung turun tangan untuk membantu Beth mengangkat kue tiga susun tersebut.


"Abang mau menyusul juga?" Tanya Beth sekali lagi, setelah ia dan Timmy selesai memindahkan cake ke dalam chiller.


"Doakan saja, ya! Ini Abang sedang usaha," jawab Timmy diplomatis seraya merangkul pundak Beth. Timmy kembali mencoba untuk membuka masker Beth, namun ditampik sekali lagi.


Ck!

__ADS_1


Beth seperti menyembunyikan sesuatu saja!


"Semoga lancar usahanya kalau begitu, Bang!" Tukas Beth kemudian yang langsung diaminkan oleh Timmy di dalam hati.


"Beth segera punya kakak ipar!" Seloroh Beth kemudian seraya tertawa kecil. Gadis itu sudah melepaskan diri dari rangkulan Timmy, lalu pergi ke bagian depan toko.


"Pintunya sudah diperbaiki?" Tanya Timmy kemudian seraya mengendikkan dagunya ke arah pintu toko yang kemarin sempat terlepas. Kata Beth akibat ulah Iel.


Timmy penasaran saja, Iel pakai jurus apa sampai bisa membuat pintu kaca itu menjadi copot.


"Sudah!" Beth mengangguk-angguk.


"Ngomong-ngomong, besok Abang datang bersama?"


"Kamu!" Jawab Timmy cepat yang langsung membuat Beth berdecak.


"Ck! Tadi katanya sudah punya pacar. Nggak abang ajak besok?" Tanya Beth lagi yang sepertinya begitu kepo.


"Enggak!" Timmy menggeleng dengan cepat.


"Tapi mungkin nanti kita akan bertemu dengannya di sana,", tukas Timmy lagi yang langsung membuat Beth terlihat semakin penasaran.


"Pacar Abang bakal datang ke pernikahan Abang Angga juga?"


"Ya!" Jawab Timmy penuh keyakinan.


Tentu saja ya! Kath saja masih di kota ini dan Angga juga adalah sepupu baik Kath. Jadi besar kemungkinan Kath akan datang besok malam.


"Ya ampun! Beth penasaran!" Ucap Beth kemudian dengan nada gemas.


"Besok kenalin, ya, Bang!" Pinta Beth kemudian.


"Iya!" Jawab Timmy seraya mengulas senyum bahagia. Timmy kemudian membuka showcase dan mengambil beberapa kue karena cacing-cacing di perutnya sudah berdemo hebat dan tak mau diajak bernegosoasi lagi.


"Abang seperti irang kelaparan!" Celetuk Beth saat melihat Timmy yang mengisi kue di piring hingga penuh.


"Memang! Belum makan dari pagi!" Jawab Timmy jujur seraya menggigit rainbow cake yang tadi ia ambil dari dalam showcase.


Apa semua kue ini gratis? Tentu saja! Apapun yang Timmy ambil dari toko kue Beth memanglah gratis!


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2