
Ting tong!
Suara bel dari bawah, langsung membuat Uncle James berhenti menggedor pintu kamar Yvone.
"Brengsek! Siapa yang datang bertamu?" Umpat Uncle James yang segera turun ke bawah untuk memeriksa siapa yang datang. Uncle James lalu membuka pintu depan dengan sedikit kasar, dan amarahnya seolah bergejolak saat mendapati, siapa yang kini berdiri di depan pintu.
"Selamat malam, Uncle!" Sapa Timmy yang tentu saja langsung membuat Uncle James mengumpat dalam hati.
"Ada apa malam-malam kesini?" Tanya Uncle James ketus, saat tiba-tiba Yvone sydah turun dari tangga, lalu menghampiri Timmy dengan wajah yang tampam sembab.
"Yvone! Kau seharusnya--"
"Yvone akan pergi bersama Timmy malam ini karena--" Yvone menatap ke arah Timmy seolah memberikan kode agar Timmy ikut buka suara.
"Ada acara keluarga di rumah dan Mama ingin saya menjemput Yvone, Uncle!" Ucap Timmy akhirnya memberikan alasan. Timmy juga sudah meraih tangan Yvone yang tampak sesenggukan juga.
"Tidak boleh!" Larang Uncle James tegas.
"Uncle-mu juga tak akan mengizinkan--"
"Yvone sudah minta izin pada Uncle Sahrul!" Sergah Yvone cepat sembari memperdengarkan suara Uncle Sahrul di ponselnya.
Uncle James lalu tampak menatap marah pada Yvone.
"Pria itu bahkan tak pantas untukmu, Yv! Kau wanita berkelas yang seharusnya menikah dengan pria berkeoas dan sepadan--"
"Dan juga brengsek serta baj*ngan seperti anda?" Sela Timmy yang sudah menatap berani pada Uncle James.
"Apa kau bilang barusan?" Uncle James langsung mel r mparkan tatapan sengitnya pada Timmy.
"Berani kau mengatai--" Uncle James hebdak menyerang Timmy, namun pria itu sudah sigap menahan kedua tangan Uncle James.
"Kau!!" Uncle James benar-benar terlihat murka sekarang.
"Yvone, pergi ke mobil sekarang!" Perintah Timmy sambik tetap membalas tatapan sengit Uncle James.
Yvone tak menunggu lagi dan gadus itu bergegas masuk ke dalam mobil Papa Will yang tadi dipakai Timmy untuk menjemputnya.
"USia anda sudah tak lagi muda, James! Seharusnya anda tak perou lagi melakukan hal-hal murahan termasuk melecehkan Yvone!"
"Jika Uncle Sahrul tahu kelakukan bejat anda, bisa dipastikan kalau beliau akan langsung menendang anda dari rumahnya ini--"
"Sahrul tak akan pernah tahu karena ia tak akan pernah percaya pada Yvone. Dia lebih percaya pada semua perkataanku!" Sergah Uncle James pongah.
Timmy kemudian hanya tersenyum sinis dan langsung meleoaskan cekalannya pada tangan Uncle James.
"Kau pria miskin yang tak pantas untuk Yvone, Timmy!"
__ADS_1
"Aku akan membuat pernikahanmu dengan Yvone berakhir dengan cepat!"
"Yvone hanya boleh menjadi milikku!" Uncle James terus saja berteriak, sementara Timmy yang sudah melangkah mundur,segera berbalik, lalu mematikan rekaman ponselnya yang berad adi dalam saku.
"Bukti yang cukup kuat untuk membuat Uncle Sahrul menrndang oria brengsek itu dari rumahnya," gumam Timmy sebelum pria itu lanjut masuk ke mobil dan menyusul Yvone.
Timmy langsung menyodorkan tisu pada Yvone yang kini tertunduk dan masih sedikit sesenggukan.
"Terima kasih karena sudah menolongku malam ini, Tim!" Ucap Yvone sembari menyeka sisa airmata di pelupuk matanya.
"Sama-sama!" Jawab Timmy sembari melajukan mobilnya krluar dari rumah Uncle Sahrul.
"Kau bisa mengantarku ke hotel saja malam ini," tukas Yvone selanjutnya setelah gadis itu sedikit tenang. Timmy lalu melirik arloji di tangannya yang sudah menunjukkan pukul sembilan lebih.
"Aku rasa akan lebih aman jika kau tidur bersama Beth malam ini," ujar Timmy yang langsung melajukan mobilnya ke rumah kedua orangtuanya.
"Maksudnya tidur bersama Beth?" Yvone langsung mengernyit bingung dan Timmy tak berucap sepatah katapun.
Yvone akhirnya juga hanya diam, dan hingga mobil tiba di rumah, Timmy dan Yvone masih sama-sama membisu.
Mungkin nanti setelah menikah dan tinggal satu rumah, hanya kebisuan seperti ini juga yang akan menjadi keseharian Yvone dan Timmy.
****
"Itu bukannya Fairel?" Gumam Yvone saat mobil baru saja masuk ke halaman rumah Timmy.
"Aku turun duluan, ya!" Pamit Yvone yang sama sekali tak ditanggapi oleh Timmy.
Sudahlah!
Yvone akhirnya langsung turun dan menyapa Beth yang sepertinya sedang berdebat dengan Fairel.
"Beth!"
"Yvone!" Beth hendak memeluk Yvone, namun tangan gadis itu malah ditahan oleh Fairel. Disaat bersamaan, Timmy juga sudah turun dari mobil. Timmy lalu mengobrol sebentar bersama Fairel dan Beth.
"Kau kesini untuk mengapeli Beth, Iel? Kalian jadinya sudah berkencan?" Cecar Yvone pada Fairel karena sejak tadi Yvone benar-benar penasaran. Fairel sepertinya sudah bucin akut pada Beth.
"Bukan berkencan lagi, Kak!"
"Kami akan segera menikah!" Jawab Fairel tentu saja langsung membuat Yvone kaget.
Secepat itu?
"Serius?"
"Ya!"
__ADS_1
"Kita akan jadi saudara ipar nanti!" Tukas Fairel lagi yang sepertinya sedang pamer.
"Kau akan menikah dengan pria itu?" Yvone ganti berbisik-bisik pada Beth.
"Tidak tahu! Sepertinya aku tadi sedikit mabuk saat menjawab ajakannya untuk menikah," jawab Beth sembari berbisik-bisik juga yang sontak langsung membuat Yvone tergelak.
"Masuk dan ngobrol di dalam sana, Beth!" Ujar Timmy kemudian memberikan kode agar Beth mengajak Yvone masuk.
"Kak Yvone jadinya menginap, Bang," tanya Beth memastikan.
"Iya! Nanti dia tidur bersama kamu," jawab Timmy yang langsung membuat Beth bersorak. Beth kemudian langsung merangkul pundak Yvone dan mengajaknya masuk ke rumah.
"Kita akan begadang dan mengobrol sampai pagi nanti!" Tukas Beth penuh semangat yang hanya membuat Yvone tertawa kecil.
****
"Terima kasih sekali lagi atas semuanya, Tim!" Ucap Yvone seraya melepaskan helmnya, lalu memberikannya pada Timmy.
"Sama-sama."
"Ngomong-ngomong, kau ada acara nanti sore? Fairel katanya mau membuat acara lamaran heboh untuk Beth--"
"Aku pikir sudah lamaran?" Yvone menyela sekaligus mengernyit.
"Sudah memang. Tapi kata Beth kurang romantis dan Fairel juga belum memberikan cincin. Jadi sore ini lamarannya akan direvisi, " jelas Timmy seraya tertawa kecil yang langsung membuat Yvone ikut tertawa juga.
"Aku pikir skripsi saja yang bisa direvisi. Lamaran juga bisa ternyata," seloroh Yvone kemudian.
"Jadi, nanti kau bisa datang? Fairel ingin kita semua ikut menyaksikan acara penting ini," tanya Timmy lagi meminta kesanggupan Yvone.
"Aku akan datang. Acaranya dimana?"
"Toko kue Beth. Jam 5 sore," jawab Timmy cepat.
"Oke! Nanti aku akan ke toko jam 5." Yvone langsung mengacungkan ibu jarinya dan Timmy hanya mengangguk-angguk. Timmy bahkan tak enawarkan untuk menjemlut Yvone nanti.
Tapi sudahlah! Yvone juga tak mau terlalu berharap. Yvone masih bisa naik taksi.
"Aku pergi dulu! Bye!" Pamit Timmy kemudian seraya menyalakan mesin motornya. Yvone hanya mengangguk dan gadis itu segera berbalik, lalu masuk ke lobi hotel untuk bekerja.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1