Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
BERBOHONG


__ADS_3

Beth dan Yvone hanya saling diam hingga lift tiba di lantai tiga, dimana kamar perawatan Timmy berada. Yvone keluar terlebih dahulu, kemudian disusul oleh Beth. Dua gadus itu lalu berhenti di kamar kamar nomor tiga. Yvone lalu membuka pintu dan mulai buka suara lagi.


"Baru sekitar satu jam yang lalu Timmy dipindahkan kemari."


Beth langsung merangsek masuk, begitu pintu kamar perawatan terbuka. Gadis itu juga langsung menghampiri bed perawatan Timmy.


Sepertinya Timmy masih lelap dalam tidurnya. Mungkin juga pengaruh obat yang tadi diminum oleh pria tersebut.


"Apa dia memang belum bangun sejak kau temukan?" Tanya Beth pada Yvone yang sudah ikut menghampiri bed perawatan Timmy.


"Dia sudah bangun tadi sebelum dilakukan CT scan," jelas Yvone sembari menatap ke dalam wajah Timmy yang terlihat tenang dalam tidurnya.


"Lalu dia tidur lagi setelah diberikan obat oleh dokter," lanjut Yvone lagi menyambung penjelasannya.


"Dia mengatakan sesuatu tentang alasannya berada di kota ini?" Beth kembali melontarkan pertanyaan pada Yvone. Dan untuk kali ini Yvone langsung menggeleng. Tadi Yvone sudah bertanya dan Timmy hanya diam saja. Jadi Yvone memang benar-benar tidak tahu.


"Dia tak bicara apapun saat bangun?" Tanya Beth lagi yang kini sudah menggenggam tangan Timmy. Terlihat kalau Beth begitu mencemaskan abangnya tersebut.


"Dia hanya bertanya kenapa dia bisa ada di rumah sakit dan setelah aku jelaskan kronologi saat aku menemukannya, dia langsung diam dan tak bicara apa-apa lagi," ujar Yvone menjawab pertanyaan Beth yang terakhir tadi.


"Memangnya kenapa dia di kota ini, Beth? Apa kalian punya saudara--"


"Kami tidak punya siapa-siapa di kota ini!" Sergah Beth menjawab pertanyaanYvoneyang bahkan belum selesai.


"Mungkin Timmy menemui temannya." Yvone mulai menerka-nerka.


"Aku juga tidak tahu," ujar Beth lirih.


Yvone akhirnya tak bertanya lagi, dan ia segera menyalakan ponselnya. Yvone akan memesan makanan dulu untuk Beth karena mungkin saja adik Timmy itu sedang lapar sekarang.


****


Malam merangkak naik.


Yvone dan Beth baru menyelesaikan makan malam mereka, saat tiba-tiba ponsel Beth berdering.


"Mama menelepon," cicit Beth seraya menunjukkan layar ponselnya pada Yvone.


"Angkat saja!" Ujar Yvone memberikan saran.


Setelah sedikit menimbang, Beth akhirnya mengangkat telepon dari sang mama.


"Halo, Ma!"


"Beth, kau dimana?"


Yvone bisa mendengar dengan jelas suara Mama Tere di ujung telepon karena Beth memang menyalakan loudspeaker.


"Beth--" Beth terlohat ragu untuk menjawab, dan gadis itu malah melemparkan tatapannya ke arah Yvone.


"Beth sedang bersama Yvone, Ma!" Jawab Beth akhirnya.


Tapi memang benar, sih!


Beth memang sedang bersama Yvone sekarang.


"Bersama Yvone kemana? Tadi siang katanya tak enak badan."

__ADS_1


"Iya, tadi Beth sudah baikan setelah minum obat, lalu Yvone mengajak Beth jalan-jalan." Beth tampak meringis dan Yvone yang sejak tadi turut mendengarkan pembicaraan Beth dan Sang Mama langsung geleng-geleng kepala. Bisa-bisanya Beth mengarang cerita dan membohongi mamanya.


"Jalan-jalan kemana? Mau pulang jam berapa? Apa ada Reandra juga?"


"Tidak ada Reandra, Ma! Beth hanya bersama Yvone!" Ujar Beth cepat.


Hanya bersama Yvone?


Padahal ada Timmy juga disini!


"Mama mau bicara dengan Yvone kalau begitu!"


"Hah!" Beth tampak ternganga dan Yvone yang hendak beranjak langsung dicegah oleh Beth.


"Berikan ponselmu pada Yvone sekarang, Beth!"


"I--iya, Ma!" Beth kemudian menyodorkan ponselnya pada Yvone yang langsung berekspresi bingung.


"Bilang saja, aku menginap di rumahmu!" Bisik Beth yang tentu saja membuat Yvone semakin bingung.


Kenapa Beth harus berbohong pada sang mama?


Kenapa tidak berterus terang saja dan mengatakan kalau saat ini Beth sedang di kota D menemani Timmy yang baru saja menjadi korban penganiayaan.


Ada apa sebenarnya dengan Beth?


"Cepat!" Bisik Beth lagi yang akhirnya terpaksa membuat Yvone buka suara dan mulai berbicara pada Mama Tere.


"Halo, Aunty! Selamat malam!" Sapa Yvone sembari menarik nafas panjang.


"Yvone? Kamu Yvone?"


"Keluar kemana? Sekarang kalian dimana?"


"Kami di--" Yvone menatap pada Beth seolah sedang bertanya.


"Di rumahmu!" Bisik Beth yang langsung membuat Yvone mengangguk.


"Dimana, Yv? Kalian dimana sekarang?"


"Kami di apartemen, Aunty! Beth katanya mau menginap--"


"Iya, Ma! Beth mau menginap di apartemen Yvone dulu karena besok Yvone akan mengajak Beth pergi ke kota D!" Beth sudah ikut-ikutan buka suara dan karangan gadis itu semakin melantur saja.


Baiklah, terserah!


Tapi kenapa Beth malah membawa-bawa kota D?


"Mau apa ke kota D, Beth?"


"Menemani Yvone, Ma!"


"Kata Yvone dia ada urusan bisnis--" Beth menyenggol pundak Yvone seolah memberikan kode agar gadis itu ikut buka suara.


"Iya, urusan bisnis dan sekalian liburan, Aunty! Yvone berencana mengajak Beth karena katanya Beth belum pernah ke kota D," ujar Yvone kemudian setengah jujur dan setengah bohong.


Tapi Yvone memang sedang ada pekerjaan di kota ini. Lalu tentang liburannya....

__ADS_1


Mungkin maksud Beth, menjaga Timmy di rumah sakit ini adalah liburan!


"Lagipula, Yvone juga pergi sendiri. Jadi kalau Beth ikut,Yvone tak akan kesepian," sambung Yvone lagi yang sydah tertular Beth dan mendadak jadi pandai beralasan juga.


Hhhh!


"Yvone boleh mengajak Beth, kan, Aunty?" Tanya Yvone selanjutnya sedikit berbasa-basi.


"Tidak boleh!"


Jawaban Mama Tere benar-benar diliar dugaan, dan Yvone langsung kehilangan kata-kata.


Tidak boleh?


Tapi kan Beth dan Yvone sudah terlanjur sampai di kota D!


"Ma!" Beth mulai merengek pada sang mama.


"Kau pulang sekarang, dan tak usah menginap, Beth! Papa akan menjemputmu!"


"Beth tidak bisa pulang sekarang, Ma!" Beth masih merengek.


"Papa dan Mama akan menjemputmu! Berikan lokasimu sekarang!"


"Tidak bisa--"


"Uhuk-uhuk! Uhuk-uhuk!"


Beth belum selesai beralasan, saat sudah terdengar suara batuk-batuk dari Timmy. Pasti Mama Tere juga bisa mendengarnya karena loudspeaker Beth masih menyala.


"Beth, itu siapa yang batuk?"


Kan! Seperti yang Yvone duga!


"Bukan siapa-siapa, Ma! Nanti Beth telepon lagi, Bye!" Beth buru-buru mematikan telepon dari Mama Tere tanpa pamit tanpa basa-basi.


Dasar Beth!


"Aku matikan saja ponselnya biar mama tak telepon terus," ucap Beth yang kemudian mematikan ponselnya. Yvone hanya menepuk keningnya sendiri melohat tingkah konyol Beth tersebut.


"Kenapa tidak jujur saja, sih?" Tanya Yvone yang sama sekali tak digubris oleh Beth yang sudah langsung beranjak dan memeriksa Timmy.


"Tadi Abang Timmy batuk-batuk, kan, Yv? Kok masih belum bangun?" Tanya Beth pada Yvone.


"Sejak tadi siang juga begitu," ujar Yvone yang sudah duduk di sifa, lalu meraih tas laptopnya.


"Bang! Bangun!"


Yvone yang baru menyalakan laptopnya, menatap ke arah Beth yang sepertinya sedang berusaha untuk membangunkan Timmy.


"Hhhh!" Yvone hanya geleng-geleng kepala, lalu gadis itu berusaha fokus ke laptopnya saja dan mengabaikan Beth yang kini malah menyandarkan kepalanya di tepi bed perawatan Timmy.


Sungguh kakak beradik yang rukun dan saling menyayangi!


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2