Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
KESEMPATAN


__ADS_3

"Jadi sebenarnya sudah sejauh mana, Tim?" Tanya Mama Tere, setelah di ruamg depan hanya tinggal Timmy dan Mama Tere saja yang duduk. Beth saat ini sedang bersembunyi di kamar Timmy karena mendapat telepon dari Fairel.


"Apanya yang sejauh mana, Ma?" Timmy balik bertanya bingung.


"Hubunganmu dengan Yvone! Apa tadi mam Yvone menginap disini?" Tanya Mama Tere lagi penuh selidik yang langsung membuat Timmy batuk-batuk karena tersedak makanan di mulutnya.


"Astaga! Pelan-pelan, Tim!" Mama Tere buru-buru menepuk punggung Timmy, lalu menyodorkan air juga untuk putranya tersebut.


"Mama, sih! Tanyanya begitu!" Protes Timmy seraya merengut yang sontak langsung membuat Mama Tere terbawa kecil.


"Jadi?" Mama Tere masih menunggu jawaban serta pengakuan dadi Timmy.


"Jadi apa, Ma? Yvone tak menginap disini tadi malam!" Jawab Timmy akhirnya yang langsung membuat mama Tere bernafas lega.


"Yvone baru datang tadi pagi-pagi sekali untuk mengantar sarapan," tukas Timmy lagi menceritakan kronologi semuanya pada yang Mama Tere.


"Perhatian sekali sampai dianterin sarapan," Celetuk Mama Tere kemudian sedikit meledek Timmy.


Disaat bersamaan, Beth sudah keluar dari kamar Timmy. Sepertinya gadis itu sudah selesai berbicara dengan Fairel di telepon.


"Kenapa menatap Beth seperti itu, sih?" Rengut Beth karena Timmy dan Mama Tere kompak melempar tatapan aneh ke arahnya. Sebuah tatapan penuh selidik!


"Iel hanya tanya apa pesanannya sudah jadi atau belum, Ma!" Ujar Beth lagi entah sedang melapor, atau entah sedang menjelaskan pada siapa. Tak ada yang melontarkan pertanyaan sepertinya tadi.


"Mama!" Rengek Beth lagi.


"Apa, tatapan Mama normal-normal saja, kok!"


"Iya, kan, Tim?" Mama Tere meminta pendapat Timmy yang langsung mengacungkan jempolnya ke arah Mama Tere.


"Iya, Ma! Beth saja yang salting," seloroh Timmy kemudian yang langsung berhadiah tinjuan di pundak dari Beth.


"Auuw!" Timmy refleks mengaduh seraya memegangi lengan Beth yang tadi memukulnya.


"Eh, maaf, Bang!" Beth buru-buru minta maaf.


"Kau tampak kesakitan, Tim? Apa ada yang terluka?" Tanya Mama Tere yang wajahnya tampak khawatir.


"Hanya bercanda, Ma!" Seloroh Timmy kemudian, seraya tersenyum tanpa dosa. Mama Tere sontak berdecak dan


Padahal yang sebenarnya Timmy tak bercanda dan pundaknya benar-benar sakit sekarang.


"Ya ampun, Tim! Mama sudah cemas padahal!" Omel Mama Tere yang langsung membuat Timmy mengangkat jarinya membentuk huruf V.


Selalu saja!


*****


Timmy pulang ke rumah Mama Tere dengan sedikit tergesa. Semoga Papa Will belum pergi bersama Beth yang katanya hari ini akan ke rumah Rossie untuk mengantar wedding cake Rossie dan Keano.


Ya, malam ini akan digelar acara resepsi pernikahan Keano dan Rossie. Satu moment yang Timmy tunggu-tunggu karena disana pasti akan ada Kath!


Sebenarnya Timmy sudah beberapa kali merencanakan untuk pergi ke kota D demi bisa menemui Kath yang hingga detik ini masih memblokir nomornya. Tapi selalu ada saja halangan yang membuat Timmy tak jadi-jadi pergi ke kota D sebulan belakangan.


Entahlah!

__ADS_1


Mungkin ini memang ujian untuk perjuangan Timmy dalam mendapatkan Kath!


"Pa!" Timmy buru-buru menghentikan mobil Papa Will yang baru saja akan keluar dari garasi.


"Timmy! Tumben pulang!" Seloroh Papa Will karena Timmy yang memang jarang pulang.


"Mau ada acara penting malam ini, Pa! Makanya Timmy pulang," ujar Timmy yang gantian berseloroh pada sang papa. Timmy lalu menghampiri Papa Will yang masih duduk di belakang kemudi.


"Papa sepertinya mengantuk. Kenapa tak istirahat di rumah saja dan biarkan Timmy yang mengantar Beth ke rumah Rossie," ujar Timmy kemudian sedikit merayu sang papa.


"Ide bagus!" Ujar Papa Will yang langsung dengan cepat melepaskan sabuk pengaman.


Timmy langsung bersorak dalam hati.


"Hati-hati mengemudi, ya!" Pesan Papa Will sebelum Timmy berangkat ke toko untuk menjemput Beth beserta wedding cake yang akan mereka antar ke kediaman Hadinata.


"Siap, Pa!"


Timmy tak menunggu lagi dan pria itu langsung melajukan mobilnya menuju ke toko kue Beth.


****


"Kok abang yang bawa mobil?" Protes Beth saat Timmy baru tiba.


"Dad sedang mengantuk katanya. Kan tidak baik kalau orang ngantuk mengemudi. Bahaya!" Jawab Timmy sok menceramahi Beth. Timmy lalu membantu mengangkat dummy cake yang nanti akan Beth susun di rumah Rossie untuk acara potong kue.


Cake yang asli Beth tetap membuatkannya untuk Keano dan Rossie, namun dengan ukuran yang lebih kecil.


"Sudah semua?" Tanya Timmy memastikan.


"Baiklah!" Timmy langsung menutup bagasi belakang mobil, sedangkan Beth sudah masuk ke dalam mobil mendahului Timmy.


"Wajahmu kenapa murung, Beth? Kau sedang ada masalah?" Tanya Timmy kemudian setelah pria itu masuk ke dalam mobil.


"Tidak ada! Siapa yang murung?" Jawab Beth yang langsung mengulas senyum. Meskipun Timmy sangat tahu kau senyuman sang adik itu adaalah senyuman yang dipaksakan.


"Kau bisa cerita apa daja pada Abang, kalah memang ada masalah, Beth!" Nasehat Timmy kemudian yang sudah mulai melajukan mobilnya.


"Tak ada masalah apa-apa, Bang!"


"Abang sok tahu! Padahal pulang ke rumah mama juga jarang!" Cibir Beth yang langsung membuat Timmy terkekeh.


Dua pekan terakhir, Timmy memang sama sekali belum pulang ke rumah Mama Tere karena ada masalah di tempat kerja Timmy. Beberapa isu yang beredar malah menyatakan kalau kelab malam tempat Timmy bekerja akan segera ditutup karena permasalahan internal.


Entahlah....


Timmy mungkin memang harus mulai memikirkan untuk mencari pekerjaan baru!


"Yvone masih suka ke kost-an Abang tidak?" Tanya Beth tiba-tiba yang langsung membuat Timmy menatap ke arah sang adik.


"Memangnya kapan Yvone rutin datang ke kost-an? Tidak pernah!" Ujar Timmy dengan nada bicara sedikit ketus.


Entahlah!


Timmy sebenarnya kurang suka saat Beth mulai membahas tentang Yvone!

__ADS_1


Timmy juga selalu berusaha menghindar dan menjaga jarak dari sahabat baik Beth itu. Tapi malah Yvone yang selalu hadir sebagai pahlawan saat Timmy sedang ada masalah.


Seperti masalah yang terakhir, saat Timmy sekarat di taman kota dan tak ada satu orang pun yang peduli. Entah bagaimana caranya Yvone bisa tiba-tiba berada di sana dan menyelamatkan Timmy!


Benar-benar di luar prediksi!


"Kenapa orang-orang suka menikah di rumah?" Gumam Beth saat mobil Timmy sudah masuk ke halaman rumah Rossie yang kini sudah berubah menjadi venue pernikahan bernuansa klasik modern.


"Karena rumah mereka besar dan luas!" Ujar Timmy seraya terkekeh yang langsung membuat Beth ikut terkekeh juga.


"Berarti Beth tidak akan bisa menikah di rumah, Bang? Rumah kita kan kecil," tukas Beth kemudian yang langsung membuat Timmy tampak berpikir.


"Masih ada gedung atau ballroom hotel yang bisa disewa, Beth! Nanti abang yang akan mendanai semuanya!" Janji Timmy pada sang adik.


"Memangnya, kapan kau akan menikah?" Tanya Timmy kemudian pada sang adik.


"Hah? Calon saja belum ada!" decak Beth cepat, sebelum kemudian gadis itu turun dari mobil dan meninggalkan Timmy yang masih mencerna jawaban Beth tadi.


Calon belum ada?


Timmy pikir Beth sudah menjalin hukum serius bersama Fairel kemarin kemarin!


"Bang! Bantuin!" Seru Beth yang langsung membuyarkan lamunan Timmy.


"Oke!" Jawab Timmy yang bergegas turun, lalu membanti Beth menurunkan semua perlengkapan juga yang akan Beth pakai untuk mendekor wedding cake Keano dan Rossie.


****


"Keluarga Pak Dyrtha tak ada yang menginap disini, Mas! Mereka memang biasa menginap di hotel saat sedang berada di kota ini," jelas maid yang Timmy interogasi.


"Begitu, ya?" Gumam Timmy yang sedikit merasa kecewa karena lagi-lagi ia gagal untuk bisa bertemu dengan Kath.


Kalau nanti malam rasanya mustahil Timmy bisa mencari kesempatan!


Atau Timmy menemui Kath ke hotel saja? Kath dan keluarganya juga pasti menginap di hotel milik keluarga besar Hadinata yang Timmy sangat tahu alamatnya.


Tapi bagaimana Timmy akan mencari kamar Kath? Terlalu rumit!


"Kath akan ke toilet dulu, Mom!"


Timmy masih memikirkan cara untuk menemui Kath, saat tiba-tiba ia mendengar suara yang sudah begitu lama ia rindukan....


Timmy tak salah dengar barusan, kan?


Itu tadi benar suara Kath, kan?


Timmy bergegas mencari sumber suara tadi untuk mencari keberadaan Kath. Dan benar saja, sekarang Timmy melihat Kath yang sedang naik tangga menuju ke lantai dua. Timmy yang tak mau menyia-nyiakam kesempatan, bergegas menyusul Kath ke lantai dua kediaman Hadinata.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2