Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
ANAK SIAPA?


__ADS_3

Yvone dan Timmy masih saling bertukar pandang setelah tadi mereka berdua mendengar syarat yang diajukan oleh Uncle Sahrul. Sebenarnya ini benar-benar di luar rencana, karena tadinya Timmy dan Yvone berencana untuk menikah tanpa sepengetahuan orang tua Timmy, lalu mereka akan tinggal di rumah sewa setelahnya.


Tapi sepertinya semua rencana terssbut tak akan berjalan sesuai harapan!


"Bagaimana, Tim? Apa kau bisa memenuhi permkntaan Uncle tadi? Bukankah tadi kau mengatakan kalau orangtuamu masih lengkap?" Cecar Uncle Sahrul lagi meminta kesediaan Timmy.


"I--iya, Uncle!" Jawab Timmy akhirnya yang tak lagi punya pilihan. Timmy sudah berjanji untuk menolong Yvone keluar dari rumah dan dari keluarga toxic ini. Jadi Timmy juga tak mungkin berhenti tiba-tiba.


"Besok mama dan papa akan kesini untuk melamar Yvone," tukas Timmy lagi berusaha memasang raut wajah seyakin mungkin. Meskipun Timmy juga belum punya gambaran bagaimana ia nanti akan memberitahu Mama dan Papa. Tapi barangkali Beth bisa membantu! Adik Timmy itu selalu punya banyak ide dan gagasan cemerlang.


Setelah sedikit mengobrol dan berbasa-basi, Timmy akhirnya pamit pulang.


"Bawa saja mobilku," ujar Yvone yang kini mengantar Timmy ke teras depan. Gadis itu juga sudah menyodorkan kunci mobilnya pada Timmy.


"Tidak usah! Aku akan naik taksi saja," tolak Timmy, bersamaan ddngan mobil sport warna biru metalic yang masuk ke halaman rumah Uncle Sahrul. Terlihat tak asing!


"Itu mobil siapa?" Tanya Timmy kemudian pada Yvone.


"Reandra," jawab Yvone bersamaan dengan seorang pria yang sudah turun dari mobil sport tadi, dan wajahnya masih sangat Timmy ingat.


"Ini Reandra, pacar Beth."


"Waktu itu Reandra memang nyaris mengajak Beth check in di hotel, Bang! Tapi Iel mendadak datang dan menyelamatkan Beth."


Kata-kata Beth kembali berkrlebat di benak Timmy dan membiat emksi pria itu mendadak naik ke ubun-ubun. Timmy langsung bergegas menghampiri Reandra.


"Tim!" Panggil Yvone yang juga bergebas menyusul Timmy.


"Halo, selamat--"


Bugh!


Reandra belum jadi menyapa Timmy saat tiba-tiba sebuah bogem mentan sudah mendarat di wajah pria itu.


"Timmy!" Yvone buru-buru menahan tangan Timmy, saat pria itu nebdak melancarkan bogem keduanya.


"Brengsek! Kau siapa dan kenapa berani sekali memukulku?" Maki Reandra sembari menuding dan mendelik-delik pada Timmy.


"Aku siapa?" Timmy langsung mendengus ke arah Reandra.


"Aku abangnya Beth, dan itu tadi asalah pelajaran untuk kau!" Timmy balik menuding pada Reandra.


"Pria bangs*t dan baj*ngan!" Lanjut Timmy yang balik memaki Reandra.


"Sudah cukup!" Yvone berusaha untuk menenangkan Timmy yang emosinya masih membuncah.

__ADS_1


"Jangan bilang kau pacaran dengan pria barbar ini, Yv!" Sergah Reandra kemudian seraya menatap tak senang pada Yvone.


"Bukan urusanmu!" Sahut Yvone dengan nada ketus, sebelum kemudian gadis itu sedikit menyeret Timmy agar menjauh daru Reandra.


"Aku akan lapor pada Papi!" Seru Reandra mengancam Yvone yang sama se kali tak gentar.


"Lepaskan aku!" Sentak Timmy kemudian pada Yvone yang masih merengkuh kedua pundaknya. Reandra sendiri sudah tak terlihat dan mungkin si anak mami itu sedang mengadu pada Uncle Sahrul sekarang.


"Maaf!" Yvone memberikan kunci mobilnya dengan cdpat ke tangan Timmy.


"Aku akan naik taksi, Yv!" Sergah Timmy yanv hanya diabaikan oleh Yvone yang sudah berbalik dan berjalan kembai ke rumah Uncle Sahrul.


"Yv!" Panggil Timmy lagi seraya melemparkan kunci mobil Yvone, hingga tepat mengenai kepala belakang Yvone.


Astaga! Itu benar-benar diluar prediksi Timmy


"Auuw!" Yvone sudah menghentikan langkahnya sekarang dan gadis itu mengusap-usap kepalanya bagian belakang.


"Dasar bodoh!" Gumam Timmy merutuki kebodohannya sendiri. Pria itu buru-buru menghampiri Yvone, lalu memungut kunci mobil yang tadi ia lempar.


"Maaf, Yv!"


"Apa sakit?" Tanya Timmy cdmas yang hendak memeriksa kepala belakang Yvone. Namun kemudian Timmy mengurungkan niatnya saat Yvone sudah menggeleng.


"Kau benar-benar tak mau memakai mobilku?" Tanya Yvone seraya memasang senyum kecut.


"Aku akan naik taksi saja, agar besok atau annti malam jika terjadi sesuatu, kau mudah kabur," tukas Timmy yang langsung membuat Yvone sedikit terkejut. Yvone bahkan tak berpikit sdjauh itu.


"Tapi semoga tak terjadi sesuatu dan jangan luoa mdngunci pintu kamar," ujar Timmy lagi memberikan peringatan pada Yvone.


"Ya!" Yvone mengangguk-angguk.


"Terima kasih sudab mengingatkan," ungkap Yvone lagi.


"Sama-sama."


"Aku pulang dulu," pamit Timmy kemudian seraya berbalik, lalu mengayunkan langkahnya ke gerbang utama. Yvone masih menunggu hingga Timmy kekuar dari gerbang dan tak terlihat lagi.


Yvone lau mengulas senyum dan menggeleng-gelengkan kepala, sebelum gadis itu masuk kembali ke rumah sang paman.


Yvone akan langsung tidur dan mengunci pintu kamar sesuai pesan Timmy.


*****


"Ada penebalan dinding rahim." Ungkap dokter yang masih melakukan USG pada perut Kath bagian bawah.

__ADS_1


Tadi setelah Marv membawa Kath yang mengeluh sakit di oerut bawah ke UGD rumah sakit, dokter memang menyarankan agar Kath melakukan USG saja untuk mencari tahu lebih lanjut penyebab sakit di perut Kath.


"Jadi?" Tanya Kath tak sabar.


"Jadi ada dua kemungkinan. Anda hamil atau hendak menstruasi."


"Apa jadwal menstruasi anda teratur?" Tanya dokter kemudian.


"Ya! Biasanya saat pertengahan bulan," jawab Kath sembari menatap ke layar monitor yang kinj menampilkan gambar rahimnya.


"Aku mencintaimu, Kath! Menikahlah denganku!"


Kath memejamkan mata dan bahkan ia masih bisa mengingat ddbgan jelas saat milik Timmy menekan dengan kuat ke dalam miliknya, lalu menyemburkan cairan hangat.


Brengsek! Itu sudah beberapa minggu yang lalu dan setelahnya Kath juga beberapa kali berhubungan dengan Marv, lalu memaksa pria yang kini sudah berstatus sebagai suaminya tersebut untuk keluar di dalam juga.


Jadi misalnya nanti Kath hamil....


Mustahil itu adalah anak Timmy, kan?


Iya, mustahil!


Kath pasti hamil anak Marv dan bukan anak Timmy.


"Jadi maksud dokter, ada kemungkinan istri saya sedang hamil, begitu?" Pertanyaan Marv langsung membuyarkan lamuna Beth.


"Tepat!"


"Kita akan memeriksanya dua pekan lagi, untuk memastikan," tukas dokter kemudian yang langsung membuat Marv mengangtuk paham. Berbeda dengan Kath yang kini begitu bimbang.


Jika benar Kath hamil, Kath hamil anak siapa?


Anak siapa?


Marv atau Timmy?


.


.


.


Mungkin benihnya kolab, Mbak Kath 😂


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2