Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
JANGAN MEMIKIRKANNYA LAGI!


__ADS_3

Timmy menuruni tangga di kediaman Hadinata sembari membenarkan topinya. Suasana di dalam kediaman Hadinata sudah sedikit sepi karena pihak vendor sudah selesai memasang hiasan dan semua orang sepertinya juga sedang bersiap untuk acara malam ini.


"Tadi Kath mengatakan kalau dia hendak pergi ke toilet. Kenapa lama sekali." Ucapan seorang wanita paruh baya di bawah tangga, langsung membuat Timmy buru-buru merapatkan topinya. Timmy kenal betul dengan wajah yang sekilas mirip Kath tersebut.


"Timmy!" Panggil Tante Sita tiba-tiba yang langsung membuat Timmy mengumpat dalam hati.


Sial!


"Iya, Tante! Apa Beth sudah selesai mendekor kuenya?" Tanya Timmy berusaha menyamarkan suaranya, sembari berharap kalau Mommy-nya Kath tak akan ingat pada suara Timmy yangbtempo hari sudah datang ke rumah keluarga Harimarta untuk melamar Kath.


"Sedikit lagi kata Beth--"


"Aku akan coba ke atas mencari Kath, Sita!" Pamit Mom Mizty menyela perkataan Tante Sita pada Timmy.


"Iya! Mungkin saja Kath tertidur di kamarnya, Mizt!" Tukas Tante Sita menerka-nerka. Mom Mizty sudah menaiki tangga dan sepertinya wanita paruh baya itu memang tak ingat pada Timmy.


Syukurlah!


"Jadi, dekor kuenya belum selesai, ya, Tante?" Tanya Timmy sekali lagi pada Tante Sita.


"Belum sepertinya."


"Kau bisa makan dulu sembari menunggu, Tim!" Tawar Tante Sita kemudian.


"Tidak usah, Tante! Timmy masih kenyang," tolak Timmy halus seraya mengulas senyum pada Tante Sita.


Masih lekat di ingatan Timmy bagaimana dulu Tante Sita yang merupakan seorang single parent berjuang untuk menafakahi Angga hingga rela melakukan pekerjaan apapun. Hingga akhirnya Tante Sita menikah dengan Om Robert yang langsung menjadikannya ratu di kediaman Hadinata nan mewah ini.


Seandainya Kath mau menerima cinta Timmy dan tak menolak ajakan Timmy untuk menikah, Timmy pasti juga akan menjelma menjadi Om Robert yang memperlakukan Kath bak seorang ratu.


Meskipun Timmy tak sekaya Om Robert!


Tapi Timmy akan bekerja keras untuk Kath!


Sayangnya Kath sudah menolak mentah-mentah cinta Timmy dan wanita itu malah lebih memilih Marv yang kaya raya!


"Bang! Kok melamun disini?" Teguran Beth langsung menyentak lamunan Timmy.


Tante Sita sendiri sydah tak ada dan sepertinya wanita paruh baya tersebut sudah pamit pergi saat Timmy sibuk melamun tadi.


"Kau sudah selesai mendekor?" Tanya Timmy kemudian pada sang adik.


"Ya!"


"Tapi kenapa rambut Abang basah seperti habis berkeringat--"


Beth mengambil paksa topi Timmy meskipun gadis itu harus sedikit berjinjit. Beth lalu juga mengendus aroma tubuh Timmy yang siang ini mengenakan sebuah sweater lengan panjang.


"Abang bau asem juga!" Komentar Beth kemudian.

__ADS_1


"Tadi abang ke atas dan mencoba treadmill yang ada di atas," ujar Timmy beralasan.


"Siang-siang begini olahraga?" Beth langsung geleng-geleng kepala.


"Ayo pulang kalau sudah selesai!" Ajak Timmy kemudian seraya merangkul Beth.


"Ya!"


"Beth juga harus ke salon sebelum datang ke acara pernikahan Rossie malam nanti," seloroh Beth yang langsung membuat Timmy terkekeh. Kakak beradik itu lalu menuju ke mobil dan segera meninggalkan kediaman Hadinata.


****


"Kath!"


Kath langsung terlonjak, saat Mom Mizty membuka pintu kamar. Kath sendiri masih merapikan ranjang dimana tadi dirinya dan Timmy melakukan sebuah pergelutan panas.


Brengsek! Kath benar-benar tak mau mengingatnya!


"Kau mandi?" Tanya Mom Mizty yang mendapati Kath memakai jubah mandi dan rambut wanita itu juga basah.


"Kath tadi merasa gerah, Mom! Makanya Kath mandi saja sekalian!"


"Mau kembali ke hotel juga Mom sepertinya masih ngobrol serius dengan Aunty Sita!" Tukas Kath beralasan. Gadis itu lalu membuka satu persatu laci di meja rias untuk mencari hairdryer.


Tidak ada!


"Cari apa?" Tanya Mom Mizty pada sang putri.


Entah karena Kath yang terlalu bersemangat seperti kata Timmy...


Ck! Kath benar-benar tak mau memikirkannya!


"Biar Mom ambilkan si kamar Rossie," tukas Mom Mizty kemudian seraya mengayunkan langkahnya ke arah pintu kamar.


"Mom!" Panggil Kath saat Mom Mizty sudah di ambang pintu kamar.


"Apa?"


"Bisa sekalian Mom pinjamkan bajunya Rossie? Baju Kath basah tadi," ringis Kath yang sebenarnya memang sudah tak mau memakai bajunya tadi. Bayangan saat Timmy melepaskan satu persatu baju Kath dengan asar terus saja berputar di kepala Kath saat Kath melihat baju tank top warna hitam tersebut.


"Ya! Akan Mom ambilkan sekalian," ujar Mom Mizty yang lanjut keluar dari kamar.


Kath lalu duduk di tepi ranjang dan meraih kalender duduk yang ada di atas nakas.


"Aku tak akan hamil! Toh Timmy hanya melakukannya sekali!" Kath bergumam sekaligus meyakinkan dirinya sendiri yang begitu khawatir.


Hangatnya semburan benih-benih Timmy bahkan masih begitu terasa di dalam milik Kath. Brengsek!


"Sedang menghitung apa, Kath? Hari H pernikahanmu?" Seloroh Mom Mizty yang sudah kembali ke kamar seraya membawa hairdryer dan baju untuk Kath.

__ADS_1


"Kath hanya mendadak grogi, Mom," tukas Kath sambil kembali meletakkan kalender duduk tadi di atas nakas.


"Mom dulu juga grogi saat menjelang hari H, padahal Mom dan Dad-mu sudah berpacaran sejak SMA," cerita Mom Mizty yang langsung membuat Kath tertawa kecil.


Meskipun hati Kath rasanya masih belum tenang!


Kath masih merasa khawatir sekaligus takut!


"Nanti malam Marv datang tidak?" Tanya Mom Mizty selanjutnya sembari wanita paruh baya itu membantu untuk mengeringkan rambut Beth.


"Marv....."


"Masih belum tahu, Mom! Tapi katanya mau diusahakan," jawab Kath kemudian dengan suara lirih. Kath memejamkan matanya yang sekarang malah terasa mengantuk.


Ya, setelah bercinta memang paling enak mandi, lalu langsung tidur!


Dulu Kath juga langsung tidur setelah ia dan Timmy melepaskan hasrat masing-masing....


Baiklah sudah cukup!


Jangan memikirkan Timmy lagi, Kath! Fokusmu sekarang adalah Marv, Marv, dan Marv!


Lupakan Timmy!


Lupakan pria itu!


"Kath, kau tidur?" Teguran Mom Mizty langsung membuat Kath membuka kedua matanya. Wanita itu kemudian menguap.


"Ya ampun! Sudah ngantuk karena keenakan dikipasin, ya?" Seloroh Mom Mizty yang langsung membuat Kath tertawa kecil.


"Kath boleh tidur disini saja, Mom? Nanti Mom bawakan gaun Kath yang untuk nanti malam," pinta Kath yang kembali menguap.


"Iya! Tidur saja!"


"Mom juga mau istirahat!" Mom Mizty sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang bekas dipakai bercinta oleh Timmy dan Kath tadi.


Tapi Kath sudah mengganti dan merapikan bedcover-nya tadi!


"Lalu gaunnya bagaimana, Mom?" Tanya Kath yang sudah ikut berbaring di samping Mom Mizty. Kath lalu menyusup ke dalam dekapan sang Mom bak anak kecil.


"Nanti biar dibawa Kai atau Daddy-mu!"


"Cepat tidur, Putri kecil Mom!" Ucap Mom Mizty yang kemudian menyenandungkan lagi pengabtar tidur yang dulu menjadi favorit Kath kecil.


Sudah lama sekali.....


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2