Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
TIDAK TAHU


__ADS_3

Timmy sudah selesai mandi, saat Kath sudah menyambar tasnya dan seperti hendak pergi. Wanita itu bahkan terlihat buru-buru.


"Kath--"


"Aku harus pergi sekarang! Ada pertemuan mendadak dengan kolega Dad!" Ucap Kath cepat seraya keluar dari kamar Timmy.


"Kau akan kesini lagi malam ini, kan?" Tanya Timmy yang bergegas menyusul Kath yang sudah meraih knop pintu depan.


"Aku tidak janji!" Jawab Kath sebelum akhirnya wanita itu keluar dari kost-an Timmy, tanpa basa-basi lagi.


Yeah! Sudah biasa!


Timmy lalu masuk ke kamar lagi untuk memakai baju, saat ponselnya yang berada di atas nakas terdengar berdering. Timmy langsung meraih benda pipih persegi tersebut, dan nama Beth sudah tertera di layar.


"Halo, Beth!" Sambut Timmy cepat serelah pria itu mengangkat telepon dari sang adik.


"Abang dimana?"


"Masih di kost-an! Kenapa?" Tanya Timmy penuh selidik.


"Oh!"


"Ngomong-ngomong, Abang nanti siang menjelang sore ada acara?"


"Tidak ada sepertinya. Ada apa? Kau mau diajak jalan--"


"Tidak!" Beth sudah langsung memotong kalimat Timmy dengan cepat.


"Tapi Mama dan Papa perlu ditemani ke panti asuhan, Bang!"


"Hari ini? Kau sendiri tidak menemani?" Cecar Timmy penuh selidik. Biasanya memang Beth yang akan menemani Papa Will dan Mama Tere saat mereka berkunjung ke panti asuhan, dimana dulu Mama Tere pernah dibesarkan.


Ya, Mama kandung Timmy dan Beth itu memanglah seorang yatim piatu yang besar di panti asuhan, sebelum menikah dengan Papa Will.


"Aku ada acara, Bang!"


"Acara apa?" Tanya Timmy lagi penuh selidik.

__ADS_1


"Ada deh!" Nama bicara Beth benar-benar mencurigakan! Sepertinya adik Timmy itu hendak pergi berkencan.


"Pasti mau berkencan! Sudah minta izin Mama belum?" Sergah Timmy menebak yang langsung disambut decakan dari Beth di ujunh telepon.


Benarkan tebakan Timmy!


"Iya, iya! Nanti Beth minta izin, kok!"


"Izin yang jujur! Pulang jam sembilan tepat!" Nasehat Timmy panjang lebar mengingatkan sang adik yang meamng punya jam malam.


"Iya, iya! Abang kok jadi bawel, sih!"


"Tidak! Kamu itu yang bawel!" Sanggah Timmy yang kembali membuat Beth berdecak.


"Jadi nanti yang menemani mama dan papa Abang Timmy, ya!"


"Iya! Jam berapa memang Mama dan Papa berangkat? Nanti aku akan menyusul saja dari sini." Tanya Timmy selanjutnya pada sang adik.


"Jam tiga sore!"


"Baiklah!" Timmy mengangguk-angguk meskipun Timmy juga tahu kalau Beth tak bisa melihatnya.


"Iya!"


"Beth tutup dulu teleponnya--"


"Beth, sebentar!" Cegah Timmy cepat.


"Ada apa lagi, Bang?"


"Kau tahu alamat kantor Yvone?" Tanya Timmy yang mendadak ingat untuk mengembalikan uang perbaikan motornya pada Yvone. Teman Beth itu masih belum mengirimkan nomor rekening, jadi mungkin Timmy akan mendatangi kantornya saja dan menyelesaikan langsung semuanya.


Timmy benar-benar tak mau berhutang budi apapun pada gadis itu!


"Kantor Yvone? Kenapa mendadak tanya kantornya Yvone, Bang? Kemarin juga maksa minta nomor kontaknya Yvone--"


"Aku mau bayar hutang!" Sergah Timmy cepat.

__ADS_1


"Hutang apa?" Sepertinya adik Timmy itu sedikit amnesia.


"Hutang perbaikan motor!" Jawab Timmy akhirnya.


"Oh!"


"Jadi kemarin belum jadi telepon--"


"Aku sudah menelepon Yvone dan menyinggung tentang aku yang ingin mengganti uang perbaikan motor!" Sergah Timmy memotong.


"Lalu?" Beth seperti antusias sekali.


"Lalu Yvone bilang tak usah diganti dan dia ikhlas katanya!" Cerita Timmy sedikit kesal.


"Ya sudah tak usah diganti, Bang! Mungkin Yvone memang sudah kaya dan biaya perbaikan motor abang itu tak seberapa baginya!"


"Tetap saja aku tak mau berhutang apapun--"


"Kan Yvone bilang sudah ikhlas! Ya tak usah lagi dianggap hutang, Bang!"


"Ck! Sudahlah!" Decak Timmy yang mendadak merasa malas berdebat lagi bersama Beth. Selalu ada saja jawaban dari adik Timmy itu!


"Berikan saja alamat kantor Yvone!" Titah Timmy selanjutnya pada sang adik.


"Beth tidak tahu, Bang! Mungkin kantornya di hotel Ossa!"


"Di hotel?" Timmy sedikit bingung.


"Entahlah! Beth kan sudah bilang tidak tahu dan tidak mau tahu!"


"Ck! Yasudah! Nanti abang cari sendiri!" Pungkas Timmy sebelum kemudian pria itu menutup telepon.


Timmy masih belum tahu alamat kantor Yvone! Bagaimana sekarang?


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2