Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
SIAPA?


__ADS_3

Kath berjalan menyusuri trotoar tanpa arah dan tujuan. Kath merasa kalau ia tak bisa pulang ke rumah Marv sekarang, karena ia sudah benar-benar merasa malu pada pria itu.


Beep beep!


Suara klakson dari mobil yang berhenti tepat di belakang Kath, langsung membuat wanita itu terlonjak dan buru-buru menghapus airmatanya.


"Kak!" Panggil sebuah suara yang ternyata adalah....


"Kai?" Kath langsung mengernyit saat mendapati sang adik yang sudah berkeliaran di kota ini.


Ya, sebenarnya ini juga bukan kali pertama Kai mengunjungi Kath dan Marv di negara ini. Adik laki-laki Kath itu memang kerap datang berkunjung.


"Kakak darimana, sih? Orion rewel di rumah dan Kakak malah keluyuran tak jelas!" Omel Kai kemudian pada Kath.


"Kan sudah ada Marv--" Suara Kath hanya terdengar lirih.


"Tapi abang Marv mana punya ASI, Kak!"


"Abang Marv juga mengkhawatirkan kakak tadi dan dia mau pergi mencari Kakak sembari menggendong Orion. Untung Kai datang tepat waktu," cerocos Kai seraya memaksa Kath agar masuk ke dalam mobil.


"Kakak sedang apa sebenarnya di luar?" Tanya kai lagi setelah oria itu menyusu masuk ke dalam mobil. Namun Kath tak menjawab pertanyaan sang adik, hingga mobil melaju ke arah rumah Marv.


Atau itu masih rumah Kath juga?


"Marv hanya menbawa Orion pulang ke rumah, dan kau bisa menyusul mereka kapan saja, Kath!" Kata-kata Timmy kembali terngiang di benak Kath.


"Karena jika aku jadi Marv, aku tak akan sudi menikah dengan wanita yang sydah berbagi ranjang dengan banyak pria."


"Kak!" Teguran Kai langsung menyentak lamunan Kath. Entah Kai tadi berkendara ddngan kecepatan berapa, tapi sekarang, Kath sudah sampai di rumah.


Apa?


Marv sudah berdiri di teras, masih sambil menggendong Orion yang sepertinya sesenggukan.


"Cepat turun, Kak! Kok malah melamun! Itu Orion mencari Kakak!" Cerocos Kai sekali lagi yang langsung membuat Kath melepaskan sabuk pengamannya. Kath masih merasa ragu untuk turun dan bertemu Marv. Gunungan rasa ber saa lah di hati Kath, seolah memupus semua nyali Kath untuk berhadapan dengan pria yang sebenarnya masih berstatus sebagai suami sah Kath tersebut.

__ADS_1


"Kak!" Panggil Kai lagi yang sudah terlebih dahulu turun. Disaat bersamaan, terdengar juga rengekan dari Orion yang sepertinya bisa merasakan keberadaan Kath di dekatnya.


Kath akhirnya turun dan sekuat tenaga memberanikan diri untuk menghampiri Marv.


"Orion mencarimu." Suara Marv terdengar lembut dan tak ada sedikitpun nada emosi.


Kath lalu hendak mengambil Orion, namun Marv segera mencegah.


"Kau sebaiknya mandi dan ganti baju dulu, Kath!" Ujar Marv kemudian yang langsung membuat Kath mengurungkan niatnya untuk mengambil Orion. Kath hanya mengangguk samar, lau wanita itu segera masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamarnya.


Atau lebih tepatnya kamar Kath bersama Marv!


Kath memilih untuk tak berlama-lama di dalam kamar mandi. Wanita itu sudah keluar selang sepuluh menit, dan saat itulah Marv sudah berada di dalam kamar, masih sambil mendekap Orion.


Kath tak berucap sepatah katapun, dan wanita itu segera memakai baju, lalu mengambil Orion dari gendongan Marv. Kali ini Marv tak menolak untuk memberikan dan pria itu langsung menyuruh Kath untuk duduk di sofa sembari menyusui Orion. Marv sendiri juga langsung duduk di samping Kath, dan sedikit memberikan pijatan pada punggung Kath, agar wanita itu merasa rileks. Namun alih-alih merasa rileks, Kath malah justru berjenggit dan seolah kaget dengan apa yang dilakukan Marv.


"Kau pikir aku akan mencekikmu?" Seloroh Marv kemudian yang hanya membuat Kath membisu. Namun sesaat kemudian wanita itu menggeleng samar.


"Aku tak akan menyakitimu, Kath! Sekalipun kau sudah menghancurkan hati dan perasaanku," ucap Marv lagi yang kali ini sukses membuat hati Kath mencelos.


"Aku sangat-sangat mencintaimu," ujar Marv sekali lagi yang langsung membjat tangis Kath pecah.


"Kath, jangan menangis!" Marv langsung merangkul Kath dan menghapus airmata istrinya tersebut yang kini jatuh bercucuran.


"Aku minta maaf, Marv!" Cicit Kath yang akhirnya bisa buka suara setrlah wanita itu sekuat tenaga menelan gumpalan pahit di tenggorokannya.


"Aku benar-benar minta maaf, atas sikapku hari ini padamu!" Ucap Kath lagi dengan suara yang terbata-bata.


"It's okay! Kita lupakan saja semuanya, ya!" Ujar Marv yang tangannya masih menyeka airmata yang terus mengalir dari kedua mata Kath.


"Kita lupakan semuanya, Sayang!" Ucap Marv sekali lagi seraya meraup Kath ke dalam pelukannya.


"Sudah jangan menangis, atau Orion akan semakin rewel nanti," nasehat Marv kemudian yang langsung membuat Kath mengangguk-angguk.


****

__ADS_1


Timmy menghela nafas dan masih mengedarkan pandangannya ke sekitar tempatnya berdiri, demi mencari satu tempat yang mungkin bisa ia pakai untuk duduk. Timmy juga mungkin harus mencari penginapan malam ini, sebelum ia pulang esok hari. Tidak mungkin juga Timmy kembali ke rumah mamjnya Yvone, lalu mengatakan pada wanita itu, "Hai, Yv! Aku boleh menumpang di kamarmu malam ini?"


Konyol!


Timmy menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu memutuskan untuk masuk saja ke sebuah kedai kopi yang kebetulan berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Namun saat Timmy baru saja membuka pintu kedai, pandangannya malah tak sengaja tertumbuk ke arah dua orang yang sedang duduk di meja di sudut kedai. Dua orang yang merupakan seorang pria dan wanjra tersebut, kini sedang sama-sama tertawa, seolah mereka baru saja membahas sebuah hal yang seru.


Timmy tentu hafal dengan gaya rambut serta perawakan si wanita, sekalipun posisinya saat ini sedang membelakangi Timmy. Hampir dua tahun lamanya, Timmy melihat punggung itu yang selalu berada di sebelahnya setiap malam.


Yvone!


Timmy akhirnya memutuskan untuk duduk sedikit jauh dari dua orang tadi, namun di tempat strategis agar ia tetap bisa mengawasi Yvone yang saat ini entah sedang duduk bersama siapa. Namun keduanya tampak begitu akrab dan dekat.


Disaat itulah seorang waitres menghampiri Timmy dan menanyakan pesanan pria itu.


"Satu latte tanpa gula," ujar Timmy seraya melemparkan lagi pandangannya ke arah Yvone yang kini sudah bangkit berdiri, lalu disusul oleh pria di depannya. Yvone kemudian memeluk pria tadi lumayan lama, dan saat itulah hati Timmy mendadak terasa bergemuruh tak karuan.


Timmy akhirnya memilih untuk memalingkan pandangannya sambil berulang kali mengumpat dalam hati. Mengumpati dirinya sendiri yang mendadak merasa cemburu hanya karena melihat Yvone memeluk pria lain.


Tapi benarkah ini perasaan cemburu?


"Tim, kau disini juga?" Pertanyaan dari Yvone yang tiba-tiba sudah berada di dekat Timmy, sukses membuat pria itu terlonjak lalu sedikit salah tingkah.


"Kath mana?" Tanya Yvone lagi bersamaan dengan datangnya pria yang tadi duduk bersama wanita tersebut.


"Sudah aku bayar, Yv! Aku duluan!" Pamit pria itu kemudian seraya mengacak rambut Yvone.


"Dex!" Protes Yvone yang hanya ditanggapi oleh kekehan dari pria bernama Dex tadi. Dex juga langsung berlalu meninggalkan Timmy dan Yvone.


Tapi ngomong-ngomong, Dex itu siapa? Apa dia pacarnya Yvone?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2