Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang
KENAPA?


__ADS_3

"Marv! Kau mau pergi?" Tanya Kath saat wanita itu baru tiba di kantor Marvel.


"Ya! Aku ada janji makan siang dengan klien yang kemarin," jelas Marv.


"Yang mana? Laki-laki? Perempuan?"


"Perempuan. Nona Yvone Xaquilla, perwakilan dari Ossa Group," jelas Marv lagi yang langsung membuat Kath tampak berpikir.


"Waktu itu aku sudah mengajakmu, tapi kau mendadak pergi karena ada hal urgent," ujar Marv lagi.


"Oh, yang waktu itu." Kath akhirnya ingat.


"Kau sendiri, tidak ke kantor hari ini?" Marv balik bertanya pada Kath yang langsung menggeleng.


"Tadi aku baru saja jalan-jalan bersama Rossie, lalu aku mampir kesini untuk menemuimu," cerita Kath yang tiba-tiba sudah mengalungkan kedua lengannya di leher Marv.


"Kath jangan mulai!" Ujar Marv yang langsung melangkah mundur, lalu mendorong pintu ruangannya memakai punggung dan mengajak Kath untuk masuk ke dalam ruangan. Kath masih saja bergelayut di leher Marv.


"Kenapa mengajakku masuk ke ruanganmu? Bukankah katamu tadi kau mau pergi?" Goda Kath kemudian yang langsung membuat Marv berdecak.


"Aku memang mau pergi." Marv sedikit merapikan kemejanya, lalu berusaha melepaskan lengan Kath dari lehernya.


"Aku boleh ikut, Marv?" Tanya Kath dengan nada merayu.


"Boleh saja! Asal kau tidak rewel dan mengganggu," jawab Marv seraya tertawa kecil.


"Ck! Kau pikir aku anak kecil!" Decak Kath yang langsung membuat Marv semakin terkekeh.


Marv akhirnya pergi bersama Kath untuk menemui klien yang kemarin. Masih ada beberapa hal yang perlu Marv bicarakan bersama Yvone.


****


[Kau kembali jam berapa, Yv?] -Beth-


Pesan dari Beth masuk ke ponsel Yvone, saat gadis itu masih duduk di dalam sebuah restorant untuk menunggu koleganya yang kemarin sudah sempat ia temui, Marvellio Dennison. Masih ada beberapa hal yang perlu Yvone bahas bersama Marvel.


Yvone segera mengetik pesan balasan untuk Beth.


[Mungkin sore aku baru kembali, Beth! Apa Timmy susah baikan?] -Yvone-


Pesan balasan dari Beth masuk tak berselang lama.


[Ya! Dan Abang Timmy juga minta untuk cepat-cepat pulang.] -Beth-


[Memangnya dokter susah mengizinkan?] -Yvone-


[Sudah. Biaya administrasi juga sudah kau lunasi ternyata, ya?] -Beth-


[Maaf, aku tak bermaksud, Beth! Aku hanya ingin Timmy mendapatkan perawatan yang maksimal, makanya aku membayar di awal] -Yvone-


[Tidak masalah, Yv! Aku justru berterima kasih atas semua bantuanmu selama Abang Timmy dirawat disini. Entah apa yang terjadi, andai bukan kau yang menemukan Abang Timmy di taman pagi itu] -Beth-


Yvone baru saja akan mengetikkan pesan balasan, saat pesan Beth kembali masuk ke ponselnya.


[Hanya saja, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hatiku, Yv! Kenapa pagi tadi kau mengatakan kalau wanita di kedai kopi itu bukanlah Kath yang membuat Abang Timmy tergila-gila? Bukankah sebelumnya kau sudah melihat wajahnya saat ia bersama dengan Abang Timmy? Jadi seharusnya kau bisa langsung mengenalinya. Terlebih kalian juga juga pernah bertemu di acara perusahaan seperti yang dikatakan Kath tadi] -Beth-


Yvone tertegun sejenak, setelah membaca pesan panjang kali lebar dari Beth.


Beth benar!


Yvone padahal sangat tahu kalau Kath yang di kedai kopi tadi adalah Kath yang sama dengan yang digandeng Timmy malam itu. Lalu kenapa ia tadi mengatakan pada Beth, bukan?


Apa sebenarnya tujuan Yvone mencegah Beth mengetahui tentang wanita yang sudah membuat abangnya hancur tersebut?


Apa Yvone sedang melindungi Kath dari interogasi Beth?


Ah, konyol! Rasanya sangat-sangat tak mungkin. Kenapa juga Yvone harus melindungi Kath?


Yvone baru saja akan mengetikkan pesan balasan untuk Beth, saat ternyata Marv sudah datang bersama seorang wanita.....


Bukankah itu Kath?

__ADS_1


"Selamat siang, Nona Yvone!" Sapa Marvel yang langsung membuat Yvone bangkit dari duduknya.


"Selamat siang!" Jawab Yvone sembari menyambut jabat tangan Marvel. Tapi Yvone yang masih tak menyangka kalau Marv akan datang bersama Kath.


"Oh, ya, Nona Yvone. Ini adalah Kath, tunangan saya," ujar Marvel selanjutnya seraya memperkenalkan Kath pada Yvone.


Sungguh diluar dugaan!


Meskipun kemarin Kath sudah mengatakan kalau ia baru saja dilamar oleh seorang pria bernama Marv, namun Yvone benar-benar tak menyangka jika Marv itu bebarlah Marvellio Dennison!


Jadi, kenapa Kath waktu itu pulang bersama Timmy ke kost, jika pada akhirnya wanita ini malah bertunangan dengan pria lain?


Perjodohan?


Rasanya mustahil mengingat raut wajah Kath yang pagi tadi begitu berbinar saat ia bercerita tentang pertunangannya bersama Marv.


Lalu kenapa?


Karena Timmy bukan pria yang kaya?


"Kita bertemu lagi, Yvone!" Ucapan yang dilontarkan oleh Kath langsung membuyarkan lamunan Yvone.


"Ya!" Jawab Yvone sedikit tergagap. Gadis itu juga berusaha mengulas senyum.


"Sepertinya dunia sempit sekali karena kita kerap bertemu," imbuh Yvone lagi yang langsung membuat Kath tertawa kecil.


"Kalian sudah saling mengenal?" Tanya Marv seraya menatap bergantian pada Yvone dan Kath.


"Ya!" Jawab Yvone dan Kath serempak.


"Kami pernah beberapa kali bertemu sebelumnya, Marv," Kath yang akhirnya menjelaskan pada Marv seraya wanita itu menggamit mesra tangan Marv.


"Di kota ini juga? Setahuku Yvone tak tinggal disini," tanya Marvel lagi.


"Bukan!" Jawab Yvone dan Kath serempak lagi.


"Pertemuan pertama kami di kotanya Uncle Rob. Sebelum kau melamarku waktu itu!"


"Aku tak sengaja menumpahkan minuman di gaun Yvone waktu itu," cerita Kath lagi panjang lebar yang langsung diiyakan oleh Yvone.


"Permisi, aku angkat telepon dulu," izin Marv kemudian pada Yvone yang langsung mengangguk. Marv lalu sedikit menjauh sebelum mulai bicara di telepon. Kini hanya tinggal Yvone dan Kath saja yang duduk berdua.


"Kau tidak datang bersama pasanganmu, Yv?" Tanya Kath mencairkan suasana.


"Kebetulan aku masih single," jawab Yvone seraya mengulas senyum.


"Sedang sibuk mengejar karier?" Tebak Kath yang hanya ditanggapi Yvone dengan senyum tipis.


"Hanya tidak mau menyakiti perasaan beberapa pria saja," tukas Yvone kemudian yang langsung membuat Kath tertawa kecil.


Astaga!


Wanita ini tak peka ternyata!


"Ngomong-ngomong, tadi pagi kau ke kedai kopi bersama temannya Rossie yang tukang kue--"


"Namanya Beth!" Sergah Yvone menyela.


"Ah, iya!"


"Kalian berteman baik?" Tanya Kath lagi.


"Sangat baik!"


"Aku disini juga sekalian menemani Beth yang sedang menjaga Abangnya. Abang Beth kemarin baru saja menjadi korban penganiayaan karena ulah seorang wanita," cerita Yvone yang langsung membuat Kath mengernyit.


"Astaga! Korban penganiayaan? Apa abangnya Beth baik-baik saja?" Raut wajah Kath benar-benar menunjukkan kekhawatiran.


"Ya! Saat ini kondisi Timmy sudah membaik," jawab Yvone yang langsung membuat Kath melebarkan kedua matanya.


"Siapa?" Tanya Kath yang lebih mirip gumaman.

__ADS_1


"Timmy, abangnya Beth!" Ungkap Yvone sekali lagi.


"Timmy?" Kath tampak terkejut dan sepertinya hendak bertanya lagi, namun Marvel keburu datang.


"Sepertinya kalian sudah akrab, Nona-nona!" Seloroh Marvel yang sudah kembali duduk di kursinya.


"Hanya obrolan seputar wanita," tukas Yvone seraya tertawa kecil. Berbeda dengan Kath yang raut wajahnya nampak bingung.


Mungkin sedang memikirkan Timmy yang tadi dibicarakan oleh Yvone.


Atau sedang merutuki dirinya yang menjadi penyebab Timmy menjadi korban penganiayaan?


Ah, wanita tak peka itu mana mungkin memikirkannya.


****


"Kenapa, Beth?" Tanya Timmy pada Beth yang terlihat panik, saat gadis itu baru saja membuka ponselnya.


"Nomor kontak customer kok mendadak hilang!" ujar Beth yang buru-buru menghampiri bed perawatan sang abang.


"Ini juga sepertinya nomor Yvone, tapi kok tidak ada nama kontaknya," ujar Beth seraya menunjuk ke pesan paling atas di riwayat pesan.


Jari Timmy refleks men-tap pesan tersebut dan langsung keluarlah riwayat pesan antara Beth dan Yvone yang lumayan panjang.


"Kau dan Yvone bertemu Kath pagi tadi?" Tanya Timmy kemudian yang langsung membuat Beth merebut ponselnya lagi dari tangan Timmy.


"Ya!" Jawab Beth ketus.


"Sudahlah, Bang! Berhenti membahas wanita yang sudah membuat Abang jadi babak belur begini!"


"Toh, dia juga sudah menjadi tunangan orang lain!" Tukas Beth kemudian yang kembali menasehati sang abang.


"Aku tudak membahasnya. Aku hanya bertanya," kilah Timmy menyanggah.


"Masih banyak gadis diluaran sana yang seribu kali lebih baik dari Kath, Bang!" Ujar Beth lagi.


"Iya!" Jawab Timmy tanpa semangat.


"Nanti Beth carikan calon istri yang benar-benar tulus menyayangi Abang Timmy, ya!"


"Yang bukan hanya sekedar mempermainkan perasaan abang, lalu pergi bersama pria lain," ujar Beth lagi yang kini sudah memeluk Timmy yang hanya menatap kosong ke arah jendela kamar perawatan.


Ceklek


Suara pintu kamar perawatan yang dibuka dari luar, langsung membuat Beth melepaskan pelukannya pada Timmy.


"Sore!" Sapa Yvone yang rupanya sudah pulang dari pertemuannya bersama klien.


"Aku mengganggu kehangatan kakak beradik ini sepertinya," seloroh Yvone lagi sembari meletakkan beberapa barangnya di sofa. Gadis itu juga mengangsurkan satu kantung berisi makanan pada Beth.


"Tidak, kok!" Jawab Beth seraya menyambut kantong makanan tadi dari tangan Yvone.


"Kata dokter, aku sudah boleh pulang hari ini, Yv!" Ujar Timmy yang kemudian buka suara.


"Ya!"


"Sudah aku belikan tiket untuk kita bertiga pulang. Penerbangan terakhir jam tujuh nanti," tukas Yvone seraya menatap bergantian pada Beth dan Timmy.


"Memangnya pekerjaanmu sudah selesai, Yv?" Tanya Beth kemudian pada Yvone yang langsung mengangguk.


Pekerjaan Yvone memang sudah selesai di kota ini. Pertemuan dengan Marv tadi adalah tugas terakhir Yvone.


"Semuanya sudah selesai dan sudah beres," ujar Yvone bersungguh-sungguh.


"Ayo makan dulu sebelum pergi ke airport!" Ajak Yvone kemudian yang langsung membuat Beth mengangguk dan mengulas senyum.


Sementara Timmy hanya menatap Yvone dengan ekspresi datar sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2