
Yvone baru saja turun ke lantai bawah, saat wanita itu mendengar suara yang tak asing, yang sedang berbicara bersama Mami Mary.
"Jadi, kau tak jadi pulang, Tim?"
"Tidak jadi, Mi! Kebetulan kemarin bos Timmy menelepon dan mengatakann kalau Timmy bisa mengambil cuti lebih lama disini."
Yvone langsung bergegas ke ruang tamu, dimana sudah ada Timmy yang duduk di sana. Wanita itu langsung menghela nafas.
"Kau baru bangun, Yv?" Sapa Timmy seraya mengulas senyum. Sementara Mami Mary sudah pamit pergi ke dapur dan meninggalkan Timmy bersama Yvone.
"Aku pikir kau sudah pulang naik pesawat semalam," ucap Yvone setelah wanita itu duduk di sofa ruang tamu.
"Aku memutuskan untuk berlibur lebih lama di negara ini, karena aku juga sudah lama tak berlibur," tukas Timmy yang langsung membuat Yvone mengangguk.
"Kau menyewa hotel berarti, kan?" Tanya Yvone kemudian memastikan.
"Hotel?" Timmy langsung mengernyit ke arah Yvone. Saat itulah, Yvone langsung bisa menangkap kode dari Timmy.
"Kau tidak bisa menginap disini, Tim!" Ucap Yvone kemudian yang langsung membuat Timmy tergelak. Pria itu kemudian merebahkan tubuhnya ke aras ranjang.
"Status kita masih suami istri yang sah, jadi tak akan ada yang protes kalau aku menginap lagi disini," ujar Timmy kemudian dengan nada santai.
"Cepatlah pulang untuk mengurus perpisahan kita kalau begitu!" Sergah Yvone yang kini sudah bersedekap.
"Aku masih mau berlibur disini--"
"Nanti saja liburannya setelah kau mengurus perpisahan kita!" Sergah Yvone yang langsung meraih ponselnya.
__ADS_1
"Aku akan memesankan tiket untukmu," gumam Yvone kemudian seraya mengutak-atik ponselnya.
"Sekalian tiket liburanku?" Seloroh Timmy seraya terkekeh.
"Iya!" Jawab Yvone yang kedua matanya masih fokus menatap ke layar ponsel. Namun sesaat kemudian, wanita itu tampak mengernyit.
"Kenapa gagal?" Gumam Yvone masih sambil mengutak-atik ponselnya.
"Apa yang gagal, Yv? " tanya Timmy penasaran, karena raut wajah Yvone sudah berubah sekarang.
"Gagal lagi?" Yvone kembali bergumam tanpa menjawab pertanyaan dari Timmy yang kini sudah bangun dan duduk disamping wanita tersebut.
"Ada apa?" Timmy bertanya sekali lagi pada Yvone.
"Aku tidak bisa membayar tiketmu. Rekeningku mendadak tak bisa diakses," jawab Yvone akhirnya masih sambil mengutak-atik ponselnya.
"Seseorang memblokir rekeningmu," ujar Timmy tiba-tiba yang langsung membuat Yvone berhenti mengutak-atik ponselnya. Wanita itu lalu menatap ke arah Timmy.
Yvone kemudian tersenyum kecut, lalu wanita itu meletakkan ponselnya.
"Kau tidak punya nomor rekening lain?" Tanya Timmy lagi.
"Ada. Tapi saldonya tidak cukup untuk membayar tiketmu. Untuk membayar rumah sewa ke depannya."
"Sepertinya aku harus mencari pekerjaan secepatnya," Yvone bergumam seraya menatap kosong ke langit-langit kamar.
"Berapa nomor rekeningmu yang satunya?" Tanya Timmy seraya mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
"Mau apa?" Yvone balik bertanya dan menatap penuh selidik ke arah Timmy.
"Memberikan uang belanjamu selama dua tahun menjadi istriku," ujar Timmy yang malah membuat Yvone tertawa aneh.
"Bukankah kau sudah memberikannya setiap bulan?" Tukas Yvone yang masih berusaha mengendalikan tawanya.
"Aku mau memberikan bonus," ujar Timmy dengan raut waja yang tampak serius.
"Yv, aku serius!" Ucap Timmy lagi seraya meraih tangan Yvone. Secepat kilat, Yvone yang terkejut langsung menyentak tangan Timmy, hingga membuat raut wajah pria itu berubah.
"Maaf, aku hanya kaget," ucap Yvone seraya menatap penuh sesal pada Timmy.
"Tidak apa-apa! Tapi aku serius soal uang belanja tadi," ujar Timmy sekali lagi sembari mengulas senyum.
"Tidak usah, Tim! Kau tabung saja uangmu untuk istrimu kelak." Yvone sudah bangkit dari duduknya dan meninggalkan Timmy. Wanita itu mengayunkan langkahnya ke arah pintu kamar.
"Istirahatlah, Tim! Aku akan ke bawah!" Pamit Yvone kemudian sembari meraih knop pintu kamar.
"Tapi bukankah kau adalah istriku, Yv!" Ucap Timnmy tiba-tiba yang langsung membuat Yvone terdiam dan menghentikan sejenak langkahnya.
"Hanya istri sementara dan sebentar lagi kita akan berpisah," tukas Yvone akhirnya seraya membuka pintu kamar. Wanita itu lalu tak berucap apa-apa dan langsung keluar begitu saja.
"Lalu bagaimana jika aku tak ingin berpisah?" Timmy bergumam pada dirinya sendiri, sebelum kemudian pria itu merutuki dirinya sendiri yang begitu pengecut dan tak berani mengungkapkan perasaannya pada Yvone.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih yang sudah mampir