SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 139


__ADS_3

"Kenapa kamu harus banget ya Ra nanyain dia disaat - saat seperti ini?" Ucap Al spontan.


"Lho emangnya kenapa sayang?" Tanya Ara yang merasa tidak bersalah sama sekali.


"Aku gak suka kalau kita bahas dia!" Tegas Al.


Ara yang melihat perubahan sikap Al langsung saja mendekat lalu membelai wajah Sang Suami dengan penuh kelembutan, "Sayang kamu jangan marah dulu dong, maksud aku bukan seperti itu....kamu salah paham tau gak sih, aku bertanya seperti itu sama kamu juga mempunyai tujuan tau."


"Suami mana pun juga akan marah sayang kalau istrinya tiba - tiba saja membahas tentang mantan pacarnya." Ucap Al sambil cemberut.


"Iya aku tau kok, jadi sekarang suami aku ini cemburuan sama siapa saja dong ya? Hmm..." Goda Ara sambil melingkarkan kedua tangannya diatas leher Al.


"Bukan begitu Ra....kamu kan tau..."


"Ssstt..."


Ara langsung menutup mulut Al dengan cepat, "Dengerin aku dulu, aku punya berita bagus untuk kamu....kamu mau tau apa?"


Al mengangguk dengan cepat karena tidak bisa berbicara akibat ditutup mulutnya oleh Ara.


"Aku tau keberadaan Rey! Aku sangat yakin sekali kalau Rey itu berada disana." Ucap Ara lagi sambil tersenyum bahagia.


"Kok kamu bisa tau?" Tanya Al dengan sangat penasaran.


Ara lalu menunjukkan pesan dari nomor yang tidak memiliki nama pengirimnya itu, Al membaca pesannya dengan seksama.


"Kamu yakin Ra?"  Tanya Al lagi yang merasa ragu.


Ara mengangguk dengan mantap, "Dulu itu tempat kami berdua untuk bertemu sayang. Jadi aku yakin seratus persen kalau Rey berada disana." Ucap Ara dengan sangat mantap.


"Kamu udah kasih tau soal ini dengan Vio?"


Ara mengeleng dengan pelan, "Belum sayang....."


"Kenapa? Seharusnya kamu langsung memberitahukan tentang hal ini dengan Vio dan dengan begitu urusan kita dengan mereka berdua telah selesai." Ucap Al sambil memegang kedua bahu Ara.


"Tidak sesederhana itu Al, aku sangat mengenal Rey. Dia pasti akan kabur kembali bila mengetahui Vio telah mengetahui tempat persembunyiannya saat ini."


"Jadi kita harus gimana?" Tanya Al.


"Kita harus memancing agar Rey mau keluar dari tempat persembunyiannya sayang, dan aku punya cara." Jawab Ara.


"Memancing Rey keuar? Gimana caranya sayang? Jangan bilang kalau....tidak! tidak! Aku tidak akan membiarkan kamu akan membuat diri kamu ya sebagai umpannya. Kamu jangan konyol Ra! Aku tidak akan pernah untuk menyetujuinya." Tolak Al dengan tegas.


"Tapi sayang...ini hanya umpan saja, aku tidak akan benar - benar akan menemui Rey, Vio yang akan datang untuk mengantikan aku nanti." Ucap Ara lagi untuk meyakinkan Al.


"Tapi sayang...aku tidak ingin mengambil resiko apapun juga! Aku akan mengurus hal ini, kamu tenang saja dan tidak perlu ikut campur ya Ra, mendingan kamu dirumah aja dan jangan kemana - mana." Ucap Al.


"Tapi sayang..."


"Please Ra! Kali ini kamu harus setuju dengan apa yang aku katakan ya." Ucap Al dengan muka sangat serius.


'Yang dibilang sama Al ada benarnya juga, Al pasti sangat tidak ingin membuat aku untuk bertemu lagi dengan Rey. Ya udah deh mendingan aku menurutinya saja.' Pikir Ara.


Ara yang sedaritadi terdiam sambil menatap wajah Sang Suami dengan kesungguhan akhirnya mengangguk pelan. "Baiklah sayang, kalau itu memang yang terbaik." Ucap Ara akhirnya.


"Nah begitu dong baru namanya Istri yang baik." Ucap Al sambil memeluk gemas Istrinya itu.


Ara hanya tersenyum didalam bekapan Al, 'Semoga saja rencana Al berjalan dengan lancar, aku hanya tinggal memberitahukan tentang hal ini dengan Vio saja. Semoga saja ini semua cepat berakhir.' Pikir Ara.


*******


Dengan sangat malas Alvin akhirnya menekan bell apartemen Clara, Dan tanpa menunggu terlalu lama diluar akhirnya Clara membuka pintu apartemennya dengan sangat cepat.


"Vin...akhirnya kamu datang juga! Mari masuk." Ajak Clara sambil menarik tangan Alvin dengan cepat.


Alvin segera menarik tangannya dengan cepat, "Maaf Cla, aku merasa tidak nyaman." Ucap Alvin dengan dingin.


"Oke aku mengerti kok, kamu duduk dulu disini ya, aku ambilin kamu minum ya Vin. Oh iya, kamu mau cemilannya juga?" Tanya Clara.


"Tidak perlu Cla, aku datang kesini karena permintaan kamu. Cepat katakan apa yang sedang kamu inginkan?" Ucap Alvin masih dengan dingin.


'Brengsek banget kamu Vin! Sabar Cla sabar, ingat pesan Kak Tia.' Batin Clara.


"Mendingan kita makan malam dulu deh, aku belum makan nih. Kasihan tau Vin Anak kita ini." Ucap Clara sambil mengelus perutnya.


"Maaf Cla aku sedang tidak lapar, mendingan kamu makan sendiri aja ya." Tolak Alvin dengan halus.


"Ya Alvin, setidaknya kamu temanin dong aku buat makan. Ya Vin.....?" Bujuk Clara tanpa henti.


"Oke baiklah!" Ucap Alvin akhirnya karena malas mendengarkan rengekan Clara yang menurutnya seperti dibuat - buat itu.


"Nah gitu dong Vin. Aku sengaja lho padahal masak sore ini karena tau kamu mau datang. Tapi kamunya gak lapar. Hmmm...." Ucap Clara dengan wajah sedih.


'Apa gue tidak menghargai Clara banget ya? padahal dia udah bela - belain masak untuk gue.' Pikir Alvin.


"Ya udah aku cobain sedikit ya masakan kamu." Ucap Alvin akhirnya.


Alvin pun memasukkan makanan ke mulutnya, 'Ternyata masakan Clara enak juga ya.' Puji Alvin didalam hatinya.


"Gimana Vin? Enak gak?" Tanya Clara dengan sangat penasaran.


"Enak kok." Jawab Alvin sekedar saja.


"Kalau begitu makan yang banyak dong Vin, ayolah Vin jangan sungkan seperti itu nanti kamu kelaparan lho!" Bujuk Clara.


"Ya udah deh aku makan." Ucap Alvin akhirnya.


Clara tersenyum senang mendengarnya. 'Kena kan kamu Vin!' Batin Clara yang merasa sangat puas.


Setelah selesai makan, mereka berdua pindah ke ruang tamu Clara kembali.


"Thanks ya Cla atas makan malamnya."

__ADS_1


"Iya Vin sama sama, kalau kamu suka aku bisa lho masakin buat kamu tiap harinya." Clara mulai melancarkan rencananya.


"Gak Cla, tidak perlu. Mikha setiap hari masakin aku itu udah lebih dari cukup kok. Mendingan kamu jadi diri kamu sendiri saja bersama Anak yang ada didalam kandungan kamu." Ucap Alvin yang membuat Clara terdiam sambil menatap Alvin saja.


"Oh begitu ya Vin..."


"Kalau aku boleh tau udah berapa minggu ya usia kehamilan kamu ini?" Pancing Alvin yang ingin mencari tau.


'Kamu kira aku bodoh ya Vin? Aku tau pasti kamu sengaja untuk bertanya hal ini kan? Kamu kira aku bisa terpancing? Itu tidak akan pernah Alvin.' Batin Clara.


"Hmmm...masih 3 mingguan begitu deh Vin, oh iya kapan kamu ada wkatu, kita pergi periksa kandungan aku bareng - bareng ya." Ucap Clara.


"Duh aku gak bisa Cla, mendingan kamu periksa kandungan dengan Kak Tia saja." Tolak Alvin.


"Kenapa Vin? Kamu takut ya kalau Istri kamu akan mengetahuinya? Ayolah Vin, kita juga tidak perlu untuk pergi bareng kali." Tebak Clara seakan bisa dengan mudahnya membaca pikiran Alvin.


"Tapi aku tetap gak bisa Cla....maaf ya, Oh iya sepertinya sudah sangat larut malam, aku harus kembali sekarang." Ucap Alvin sambil menatap jam tangannya.


"Kenapa cepat sekali Vin...baru saja kita bisa bertemu, aku masih kangen sama kamu. mendingan kamu menginap saja ya untuk malam ini disini." Bujuk Clara.


Mendengar ucapan Clara barusan, Alvin langsung saja bangkit dari posisi duduknya. "Maaf Cla aku harus pulang sekarang karena Mikha pasti sedang menungguku saat ini." Ucap Alvin lalu segera pergi meninggalkan Clara tanpa sempat ditahan lagi oleh Clara.


"Alvin...." Clara terus saja memanggil - manggil Alvin saat ini akan tetapi tidak digubris lagi oleh Alvin.


Alvin malah semakin mempercepat langkahnya lalu setengah berlari langsung menuju pintu lift dan langsung saja menekan tombol liftnya dengan sangat cepat.


Setelah berhasil masuk didalam lift, Alvin dapat bernafas dengan lega. 'Akhirnya aku bisa kabur juga. Hampir saja....' Pikir Alvin sambil memegangi dadanya.


Dan setelah kepergian Alvin, bell apartemen Clara berbunyi kembali. Senyuman Clara langsung saja mengembang dengan sekejab.


"Aku tau kamu pasti akan kembali Vin...." Ucapnya dengan penuh percaya diri.


"Vin...aku tau kamu pasti...."


"Vin? Siapa yang sedang kamu tunggu baby?"  Tanya pria yang saat ini sedang berdiri dipintu kamar apartemen Clara.


Clara langsung menatap tajam kearah seorang pria yang sedang berdiri dihadapannya saat ini. "Kamu! Mau ngapain lagi kamu kesini?" Ucap Clara dengan suara meninggi.


"Aku kangen kamu baby...kamu tidak seperti biasanya deh, jangan bilang sama aku kalau kamu sedang mengharapkan pria lain ya datang kesini?" Ucap Pria itu sambil memegang dagu Clara sampai membuat Clara menatap matanya.


"Lepasin...! Kita kan sudah tidak memiliki hubungan apa - apa lagi. Jadi bebas dong aku mau mencari pria lain lagi?" Tegas Clara sambil melepaskan tangan pria itu dengan kasar.


"Siapa bilang? Dengar ya baby aku tidak akan pernah mau putus sama kamu!" Ucap Pria itu sambil mendorong tubuh Clara sampai masuk kembali kedalam apartemennya.


"Apa mau kamu? Kita tidak akan pernah bisa bersama lagi...itu kan mau Mama kamu! Aku ini adalah wanita lajang saja dimata kamu dan keluarga kamu. Pergi! Aku sudah tidak mencintai kamu Lan." Tegas Clara dengan histeris.


"Aku kesini ingin memperbaiki hubungan kita Cla, aku tidak ingin kita berpisah. Apapun akan aku lakukan untuk bisa bersama dengan kamu lagi." Ucap Pria itu sambil meyakinkan Clara.


Clara mengeleng dengan cepat, "Gak Lan! Aku udah memikirkan hal ini dengan sangat baik, kita tidak akan bisa bersama lagi. Hatiku sudah sangat sakit mendengarkan penghinaan keluarga kamu. Aku juga masih mempunyai hati Lan. Sebaiknya kamu lupakan saja aku, cari wanita yang sesuai dengan yang diharapkan sama orangtua kamu." Tegas Clara sambil menghapus airmatanya dengan kasar.


"Gak Cla! Aku hanya menginginkan kamu saja!" Ucap Alan dan berusaha terus meyakinkan Clara.


"Dunia kita terlalu berbeda Lan! Kamu juga berhak untuk bahagia dan kebahagiaan kamu itu bukan aku! Dan aku akan buktikan sama keluarga kamu kalau Aku bisa mendapatkan pria yang jauh lebih kaya lagi dari kamu! Supaya keluarga kamu tidak merendahkan aku terus." Ucap Clara sambil melepaskan tangan Alan lagi.


"Apa! Kamu gila ya Cla! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Karena kamu itu hanya milik aku seorang bukan yang lain."


"Emangnya ada ya pria yang jauh lebih kaya lagi dari aku? Tapi kalaupun ada, belum tentu dia mencintai kamu seperti aku mencintai kamu Cla."


"Ada Lan...cinta? Apa itu cinta? Aku pernah mengenal cinta tapi pada akhirnya aku kecewa dan sakit hati juga. Aku sudah tidak perlu lagi untuk mengenal apa itu cinta, karena apa? Yang aku perlukan sekarang ini hanyalah harta saja. Aku bisa tanpa kamu Lan, jadi kamu harus belajar hidup tanpa aku juga!" Tegas Clara.


"Ini bukan Clara yang aku kenal! Kamu sudah berubah Cla." Ucap Alan sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Iya aku sudah berubah sejak dihina terus menerus oleh keluarga kamu Lan!" Ucap Clara.


"Aku minta maaf atas nama keluarga aku Cla, terutama Mama aku. Mama aku hanya belum mengenal kamu saja. Kita mulai dari awal lagi ya Cla? Aku mohon sama kamu..." Ucap Alan dengan wajah memohon.


Clara malah tertawa mengejek, "Mulai kembali? Untuk apa Lan kalau kita juga sudah tau endingnya nanti seperti apa? Mendingan kita berdua sekarang masing - masing saja! Aku tidak tau kamu tau darimana kalau aku tinggal disini, aku minta kamu jangan pernah mencari aku lagi. Kalau tidak aku akan terus menerus kabur dari kamu sampai kamu sama sekali tidak bisa untuk menemukan keberadaan aku lagi!" Ancam Clara.


Alan hanya menatap Clara dengan tatapan sedih saja, Alan sangat mengerti kenapa Clara berubah drastis seperti ini. Sakit hati Clara benar - benar sudah tidak bisa membuat dirinya berpikir lagi.


"Aku hanya berharap kamu akan merubah keputusan kamu ini Cla, aku akan terus menunggu kamu dan aku akan selalu mencari kamu sampai kamu pada akhirnya mau untuk memberikan aku kesempatan lagi." Ucap Alan sebelum pada akhirnya pergi meninggalkan Clara seorang diri.


Setelah kepergian Alan, tubuh Clara seolah sudah tidak kuasa lagi untuk berdiri. Dia pada akhirnya terduduk dengan lemas sambil menangis sejadi - jadinya. Sebenarnya Clara adalah seorang wanita yang sangat baik, hanya saja keluarganya jatuh bangkrut sampai pada akhirnya membuat dirinya bekerja di club malam.


Tapi hidup Clara berubah semenjak dirinya mengenal Alan, pria baik yang bisa membuatnya jatuh hati. Mereka berdua saling jatuh cinta hingga tidak melihat perbedaan mereka berdua yang terlalu jauh bagaikan langit dan bumi.


Dan sekarang Clara sudah berpikir dengan sangat keras hingga membuat dirinya akhirnya mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan Alan.


Tia yang mengetahui cerita tentang Clara itu malah memanfaatkan keadaan adik sepupunya itu. Tia malah membuat Clara berharap hal yang sangat mustahil untuk ditempuh oleh dirinya. Tapi Tia taunya cara untuk terus meyakinkan Clara sampai pada akhirnya Clara mau mengikuti semua perintah seseorang yang dianggapnya sebagai seorang Kakak itu.


Tia dan Clara memiliki dendam yang berbeda - beda dan tentunya dengan tujuan mereka yang berbeda - beda juga, sebenarnya dengan mudahnya Tia bisa saja membawa Clara pergi dan memberikannya fasilitas lengkap, akan tetapi Tia tidak melakukannya.


"Kenapa Lan? Kenapa kamu masih baik banget sama aku? Kenapa? Bagaimana caranya aku bisa melupakan pria sebaik kamu?" Teriak Clara sambil histeris.


*******


Sesampainya Alvin dirumah, Alvin langsung bergegas pergi kekamar, akan tetapi sesampainya Alvin dikamar, Alvin melihat kalau Mikha sudah tertidur cukup pulas hingga akhirnya Alvin berjalan mendekati Mikha.


"Maafin aku ya Mik karena selalu saja pulang larut malam." Ucap Alvin lalu segera menyelimuti Mikha.


Setelah itu Alvin pergi meninggalkan Mikha, Alvin memutuskan untuk membersihkan dirinya lalu mengganti pakaian kerjanya dengan piyama tidurnya. Setelah itu Alvin langsung naik keatas ranjang mereka berdua.


"Selamat malam Mikha....aku berharap semoga kamu mimpi indah ya." Ucap Alvin sambil mengelus kepala Mikha.


Alvin pun kemudian memejamkan matanya sambil menghadap kearah Mikha hingga pada akhirnya dia pun terjatuh tertidur dengan sangat lelapnya.


Pagi harinya....


Alvin yang masih tertidur terganggun dengan suara ribut - ribut sedari tadi. Dengan mata yang masih berat akhirnya Alvin bangun juga.


"Lo ngapain sih Mik pagi - pagi begini udah berisik banget? Lo tau gak sih ini jam berapa?" Omel Alvin.


"Sorry Vin....gue lagi sibuk banget nih mau meluruskan rambut gue."

__ADS_1


"Tumben amat? Emangnya lo mau kemana sih? Lo kok udah rapi banget begini?" Tanya Alvin lagi sambil menyenderkan kepalanya dipinggir ranjangnya.


"Oh iya gue lupa kasih tau lo ya Vin, gue hari ini mau interview. Lagian salah lo sendiri sih yang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan teman - teman lo."


"Oh iya? Bagus deh kalau begitu, gue doain deh semoga lo diterima kerja ya diperusahaan yang lo lamar itu. Kalau boleh tau lo mau interview dimana sih?" Tanya Alvin lagi dengan penasaran.


"Rahasia deh! Ntar aja deh gue kasih tau kalau gue diterima ya." Ucap Mikha.


"Terserah lo aja deh! Semangat ya Mikha!" Ucap Alvin lalu segera melanjutkan tidurnya lagi.


"Terimakasih Alvin...tumben banget lo baik banget! Gak salah minum obat kan lo Vin?" Goda Mikha.


"Dasar lo ya emang benar ya kalau ada yang bilang wanita itu susah ditebak maunya apa! Dibaikin salah, dijahatin juga salah." Ucap Alvin dengan kesal.


"Karena lo gak ngerti aja kali Vin apa maunya wanita itu, coba aja kalau lo tau dan mengerti lo pasti tidak akan pernah berkata seperti ini. Gak semua wanita itu sama, sama dengan semua wanita yang lo kencanin itu."


"Sama aja kali Mik, semua wanita itu sama! Tinggal dikasih perhiasan dan uang saja sudah senang banget." Cetus Alvin.


"Terserah lo deh Vin! Gue lagi gak punya waktu untuk berdebat dengan lo! Jadinya maaf banget ya." Ucap Mikha lalu melanjutkan kegiatannya lagi.


"Iya deh yang lagi sibuk - sibuknya dandan demi apa sih? Ingat ya Mik lo itu udah menikah, jadinya jangan terlalu centil diluaran sana." Goda Alvin.


Mikha sudah malas menanggapi ucapan Alvin, Secepat mungkin Mikha untuk menyiapkan kegiatannya agar bisa dengan cepat untuk turun kebawah.


Tidak lupa Mikha memakai lipstik tipis dibibirnya yang kecil itu. Setelah selesai, Mikha langsung mengambil tasnya dan meletakkan ponsel dan cargernya didalam tasnya itu.


"Gue turun duluan ya!" Ucap Mikha dan tanpa menunggu jawaban dari Alvin lagi, Mikha langsung bergegas turun untuk sarapan.


"Mikha...tumben banget nih pagi - pagi begini udah rapi aja." Ucap Ara.


"Kak Ara lupa ya? Kemarin sore kan Mikha sudah cerita kalau hari ini akan ada interview kerja Kak." Ucap Mikha sambil duduk dikursi dan mengambil roti lalu segera mengolesinya.


Ara menepuk keningnya, "Oh iya ya Mik, maaf ya Kakak lupa. Heheh..."


"Iya iya Kak, wanita hamil mah bebas!" Goda Mikha.


"Bisa aja kamu Mik...iya lho Mik akhir - akhir ini Kakak menjadi pelupa banget tau gak sih."


"Bawaan kali Kak. Oh iya, Kak Ara sendiri tumben amat nih pagi - pagi begini sudah turun saja?" Tanya Mikha.


"Habisnya Kakak lapar banget Mik, sebenarnya Kakak masih sangat mengantuk sih Mik." Ucap Ara dengan sangat jujur.


"Namanya juga bukan hanya Kakak yang ingin makan...lagian bagus tau Kak kalau pagi - pagi begini sudah bangun, Kak Ara kan bisa jalan pagi disekitar rumah daripada harus berbaring terus ditempat tidur kan?" Ucap Mikha.


"Iya sih Mik kamu ada benarnya juga, tapi kamu tau gak Mik, sejak hamil Kakak itu mager banget rasanya mau ngapa - ngapain, maunya itu berbaring terus diatas ranjang tanpa melakukan apa - apa." Ucap Ara.


"Ya itu sih bukan kemauan Anak kita sayang...itu sih maunya kamu saja." Ucap Al yang sedari tadi mendengar ucapan Ara dan Mikha.


"Ih sayang....kok kamu jahat sih?" Ucap Ara sambil manyun.


"Bercanda kok sayang...kamu kok semakin hari semakin gemesin ya sayang."


"Gemesin apa gendut sayang? Aku sendiri saja bahkan sudah tidak berani lagi untuk menatap diriku didepan cermin." Ucap Ara.


"Siapa yang bilang kamu gendut? Kamu itu cantik kok sayang." Ucap Al.


"Oh iya? Itu mah kata kamu aja." Ucap Ara masih tidak percaya dengan ucapan Al.


"Aku serius lho sayang....kamu itu semenjak hamil makin cantik dan seksi dimata aku." Bisik Al.


"ih kamu apaan sih sayang, malu tau didengar sama Mikha." Ucap Ara sambil menutup mulut Sang Suami.


"Orang Mikhanya gapapa kok sayang, Iya kan Mik? Oh iya semoga kamu diterima kerja ya Mik ditempat kamu melamar pekerjaan. Semangat ya Mikha." Ucap Al untuk menyemangati Mikha.


"Thanks ya Kak! Aminn...semoga saja ya Kak." Ucap Mikha.


"Alvin mana Mik? Kok kamu turun seorang diri saja?" Tanya Al lagi.


"Tadi sih Alvin masih tidur Kak, gak tau deh kalau sekarang." Ucap Mikha dengan cueknya.


"Alvin disini..." Ucap Alvin sambil menghampiri mereka semua diruang makan.


"Ya udah karena kamu udah disini, mendingan kamu anterin aku ya Vin, takutnya kalau aku naik taksi aku akan terlambat sampai sana." Pinta Mikha.


"Duh pantesan sedaritadi perasaan aku sudah tidak enak nih, ternyata ada yang minta bantuan."


"Jadi mau gak nih?"


"Coba ulang dong ngomongnya, masa begitu sih lo Mik bicara sama Suami lo?" Goda Alvin.


"Apaan sih lo Vin..." Bisik Mikha.


"Seharusnya lo bilang, Alvin...lo bisa gak anterin gue? Ya Vin gue mohon sama lo..."


"Duh Vin kok lo jadi ribet begini sih, gue gak bisa bicara manis begitu sama lo! Aneh banget tau gak sih. Ayo Vin gue udah telat ini." Ucap Mikha sambil mengomel.


"Bilang dulu...." Pinta Alvin.


Mikha menghela nafasnya dengan sangat berat, "Alvin...tolong dong anterin gue ya... Udah ah terserah lo mau nganterin apa gak, gue merasa geli sendiri tau bicara seperti itu sama lo!" Omel Mikha yang sangat malu dihadapan Al dan Ara saat ini.


Mikha pergi keluar untuk menutupi perasaan malunya itu,


"TUNGGU MIK..." Teriak Alvin.


"Kamu iseng banget deh Vin, kasihan itu Mikha." Ucap Ara sambil mengelengkan kepalanya.


"Kan Alvin hanya bercanda dan ingin menggoda Mikha saja Kak, habisnya dia serius banget deh pagi - pagi begini. Ya udah kalau begitu Alvin susulin Mikha dulu ya. Ntar singanya ngamuk Kak. Bye Kak Al dan Kakak Iparku..." Ucap Alvin sambil berlari menyusul Mikha.


*********


Hmm...ayo ayo gimana nih cerita episode hari ini?


Dan kalian pasti tau kan siapa Alan yang dimaksud itu? Heheh...

__ADS_1


Siapa yang sudah tidak sabar lagi dengan episode selanjutnya? Manaa nih suaranya?! Eits...tapi jangan lupa ya untuk like dan komen juga! Thor tunggu lho...


Happy Reading Guys!


__ADS_2