SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 180


__ADS_3

Alex terus berjalan sementara Bella masih duduk ditempatnya saja, dia masih berbincang - bincang sebentar dengan Omanya Alex. Sebenarnya Bella tidak tega untuk meninggalkan Omanya Alex sendirian. Bella masih duduk sambil memeluk Omanya Alex dengan wajah sedihnya yang sangat sulit untuk tidak diperlihatkan olehnya.


Alex kembali menatap kebelakang, dia tidak menemukan keberadaan Bella. Kemudian Alex kembali mencari sosok Bella kembali, dia kembali menemukan Bella masih berada disamping Omanya. Dengan sangat kasar Alex kembali menarik lengan Bella.


"Ikut aku! Kenapa kamu masih berada disini...apa kamu tidak mendengarkan ucapanku tadi?" Tegas Alex lagi.


"Alex kenapa kamu sekasar itu kepada Bella!" Omanya tidak suka melihat sikap kasar dari Cucunya itu.


"Maafin Alex Oma...tapi Alex harus berbicara dengan dia sebentar." Ucap Alex dengan nada lembutnya.


"Lepasin aku!  Tangan aku sakit Lex." Bella terus saja berusaha untuk bisa terlepas dari cengkraman Alex.


"Jangan paksa Bella seperti itu Lex! Oma tidak suka ya kamu bersikap sekasar ini dengan seorang wanita!" Omanya kembali untuk menegur Alex.


"Maafin Alex Oma...Alex tidak bermaksud seperti ini." Ujar Alex lalu melepaskan cengkraman tangannya dari Bella.


Bella meringis kesakitan, entah mengapa airmata Bella tiba - tiba saja menetes. Entah saat ini hati Bella yang memang sudah tak kuasa lagi menerima perlakuan kasar Alex atau memang dirinya yang terlalu sensitif.


"Oma bilang jangan paksa Bella!" Ketus Omanya lagi sambil memeluk Bella.


"Omaa...Bella gak mau bicara dengan Alex....Bella sudah tidak mengenal Alex lagi...Alex yang sekarang sangat jauh berbeda dengan Alex yang pernah Bella kenal dulu." Ucap Bella sambil menumpahkan semua isi hatinya.


Alex hanya menatap Bella dengan tatapan yang semakin benci, dia merasa benar - benar muak dengan tingkah Bella. Akhirnya Alex memutuskan untuk pergi meninggalkan Omanya dan juga Bella.


"Kamu tenang ya sayang...Alex sepertinya sangat emosi sekarang karena kecelakaan yang dialami oleh Daniel. Mungkin Alex tidak bermaksud seperti itu, dia belum bisa untuk mengendalikan perasaannya sendiri. Kamu jangan masukkan kedalam hati ya ucapan kasar dan perlakuan Alex....Oma minta maaf sama kamu atas nama Alex ya Bel." Ujar Omanya panjang lebar untuk membuat Bella menjadi jauh lebih tenang.


"Iya Oma..." Ujar Bella.


'Aku tau Lex pasti kamu ingin menyalahkan aku atas kecelakaan yang menimpa Daniel...aku juga sedih melihat Daniel dalam keadaan krisis seperti ini...tapi aku tidak menyangka kalau kamu akan bersikap sekasar tadi...kamu benar - benar sudah berubah Lex. Dimana kamu hanya ada kebencian untukku! Baiklah setelah Daniel sadar, aku janji akan pergi jauh dari kehidupan kamu....' Batin Bella.


"Kamu udah gak sedih lagi kan? Airmata kamu terlalu berharga Bel..." Ujar Omanya sambil melepaskan pelukannya sebentar lalu menghapus sisa airmata yang ada dipipi Bella.


Bella tersenyum lalu kembali memeluk Omanya Alex, "Terimakasih Oma udah selalu baik kepada Bella...Bella sayang banget kepada Oma."


"Oma juga sayang banget sama kamu Bel, kamu itu sudah Oma anggap seperti cucu kandung Oma sendiri." Balas Omanya.


'Begitu pula dengan Bella Oma...Oma juga sudah menganggap Oma itu seperti Oma bagi Bella...! Andai saja Oma itu emang beneran Omanya Bella...andai saja kita bisa sama - sama terus Oma...andai saja dulu Bella tidak nyakitin hati Alex sedalam itu....pasti kita saat ini sudah sangat bahagia.' Batin Bella.


Sementara Alex yang saat ini sedang berada ditaman rumah sakit harapan, terus saja merasa emosi, marah, kecewa, dia sebentarnya ingin meluapkan dan melampiaskan semuanya kepada Bella. Hanya saja Omanya selalu saja membela Bella.


Alex sudah mengepalkan kedua tangannya, 'Sial! Kenapa ini semua terjadi? Ini semua pasti karena dia...aku tidak akan tinggal diam begitu saja kalau Daniel kenapa - kenapa.' Batin Alex.


Sampai - sampai Alex tidak menyadari bahwa disampingnya sudah duduk seorang wanita, "Ada apa? Apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku?" Tanya Bella dengan padangan lurus kedepan tanpa menatap Alex sama sekali.


"Kamu! Sejak kapan kamu disini? Sudah selesai tadi aktingnya didepan Oma aku? Kamu memang seorang aktris yang sangat luar biasa." Ketus Alex sembari memberikan tepuk tangan.


"Apa kamu masih belum puas dengan terus mengejek dan menghinaku? Cukup Lex kali ini kamu benar - benar sudah kelewatan, sebelum kamu bicara aku yang akan berbicara terlebih dahulu. Aku tau apa hal yang ingin kamu bicarakan denganku...aku tau kamu ingin menyalahkan soal kecelakaan yang dialami oleh Daniel. Tebakkan aku benarkan?"


"Bagaimana kamu..."


Dengan cepat Bella langsung memotong ucapan Alex, "Kamu tenang saja Lex. Aku sadar kok kalau sampai kapanpun juga kamu akan terus membenci aku!" Kemudian selama beberapa saat kemudian Bella mengambil nafasnya sebentar sebelum memutuskan untuk melanjutkan ucapannya lagi. Sementara Alex masih menunggu apa yang akan dikatakan oleh Bella.


"Aku sudah membuat keputusan...setelah Daniel sadar, aku akan pergi jauh dari kalian berdua....mungkin ini yang ingin katakan juga kan? Kamu dari awal memang menginginkan aku pergi jauh dari kamu bukan? Aku benar - benar sudah lelah dengan semua ini....aku memutuskan untuk menyerah saja Lex. Aku berharap kamu bisa menyampaikan maaf aku nanti ke Oma setelah aku pergi." Ujar Bella airmata Bella kembali mengalir lagi. Bella dengan kasar langsung mengusap airmatanya.


Bella menarik nafasnya sebentar lalu memberanikan dirinya untuk menatap Alex, "Dan aku berharap semoga kamu segera menemukan kebahagiaan kamu! Aku ingin kamu berbaikan kembali dengan Daniel....karena bagaimanapun dia itu Adik kandung kamu Lex. Aku tau jauh didalam hati kamu...kamu sangat tersiksa...apakah kamu bisa berjanji kepadaku kalau kamu akan berbaikan kepada Daniel? Bisa dibilang ini adalah permintaan terakhir aku Lex..." Ujar Bella yang kembali meneteskan airmatanya.


"Lex...jawab aku...kamu jangan diam saja...katakan kalau kamu akan melakukannya biar aku bisa pergi dengan perasaan tenang." Ujar Bella lagi karena ucapannya tidak direspon oleh Alex.


Alex sempat merasa aneh karena tiba - tiba saja Bella mengatakan semua ini. Jujur memang benar tadi dia ingin marah kepada Bella, hanya saja sekarang entah apa yang sedang dirasakan oleh Alex sampai tidak mampu untuk berkata  apa - apa dihadapan Bella saat ini.


"Kamu bisa janjikan hal itu kan?" Ucap Bella lagi.


"Baiklah...aku janji akan berbaikan dan memaafkan semua kesalahan Daniel." Ujar Alex akhirnya. Ada sesuatu yang aneh didalam hatinya ketika dia mengatakan hal itu. Alex sendiri bahkan tidak bisa mengendalikannya.

__ADS_1


"Baiklah...sepertinya keputusanku memang tepat! Oke, sepertinya pembicaraan kita sudah selesai. Aku akan kembali kedalam ya untuk menemani Oma kembali." Ujar Bella lalu segera bernajak dari posisi duduknya saat ini.


Bella pergi dengan cepat dari hadapan Alex pada saat ini, dia benar - benar ingin pergi sejauh mungkin dari Alex. Hatinya benar - benar merasakan sakit yang teramat. Bella sudah tidak bisa menahan bahkan mengendalikan hatinya lagi.


Dada Bella saat ini terasa sangat sakit, Bella terus saja memegangi dadanya sambil berlari untuk menyembunyikan dirinya. Bella memutuskan untuk pergi kekamar mandi dulu untuk membuat dirinya lebih tenang dulu. Dia tidak ingin menunjukkan kesedihannya dihadapan Omanya Alex.


Didalam kamar mandi Bella menumpahkan segalanya, hatinya benar - benar tau pada akhirnya dia akan merasakan sakit yang teramat seperti ini, akan tetapi entah apa yang mendorong dirinya untuk tetap melakukannya.


Sesekali Bella terus saja terisak, hatinya benar - benar pedih. Setelah Bella nangis hampir satu jam an lamanya, akhirnya Bella memutuskan untuk mengakhirnya. Bella mencuci wajahnya dengan air keran yang ada disana.


Saat ini Bella sedang menatap dirinya sendiri didepan cermin besar yang ada didalam toilet itu, 'Semangat Bella! Yang penting kamu sudah melakukan yang terbaik...mungkin memang ini jalan cerita kamu dengan Alex pada akhirnya...kamu harus kuat dan tegar!' Batin Bella berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri.


Kemudian Bella memutuskan untuk segera pergi darisana untuk berjalan kearah runagan Daniel lagi, Bella mencari keberadaan Omanya Alex, akan tetapi dia tidak bisa menemukan beradaan Omanya disana.


Bella terus saja mencarinya akan tetapi dia tetap tidak berhasil untuk menemukannya, akhirnya Bella memutuskan untuk menghubuugi Omanya. Tapi baru saja menatap layar diponselnya dia sudah mendapatkan beberapa panggilan tak terjawab dari Omanya Alex. Dan disana juga ada satu pesan yang belum dibaca oleh Bella. Akhirnya Bella memutuskan untuk membuka pesanya itu.


Oma


Oma pulang dulu ya sayang....kamu dan Alex disana dulu ya...nanti kalau ada kabar baik segera hubungi Oma ya! Heheh, kamu pasti mengertikan dengan ucapan Oma?


Bella hanya tersenyum membaca pesan dari Omanya itu, 'Andai saja itu terjadi...tapi tidak seperti itu kenyataannya Oma! Saat ini aku hanya berharap semoga Daniel akan segera bangun lalu aku bisa pergi tanpa meninggalkan beban sama sekali.' Batin Bella.


Tanpa sengaja Alex melihat Bella yang saat ini sedang tersenyum sambil melihat ponselnya. 'Apa yang membuatnya tersenyum seperti itu? Apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh Bella?' Pikir Alex.


Alex masih belum bisa mempercayai ucapan Bella tadi, dia masih menaruh curiga kepada Bella. Alex berpikir mana mungkin wanita seperti Bella bisa berubah secepat itu. Itulah yang ada didalam pikiran Alex untuk saat ini. Diam - diam Alex selalu saja mengawasi gerak gerik dari Bella.


Jarak Alex dan Bella saat ini sangat jauh. Bella sedang duduk dikursi yang ada diluar ruangan Daniel, sementara Alex memutuskan untuk hanya berdiri saja. Keduanya saling diam dan sibuk dengan ponsel mereka masihng - masing.


Sampai pada akhirnya Bella merasa mengantuk, sekarang jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Itu artinya Alex dan Bella masih berdiam diri disana. Bella akhirnya tidur dikursi sambil menganggal kepalanya dengan menggunakan tasnya.


Alex yang baru kembali dari kamar mandi, menatap kearah Bella sebentar, saat ini Bella merasa sangat kedinginan karena suhu AC yang ada dirumah sakit harapan ini terlalu dingin.


Bella memeluk dirinya sendiri karena dinginnya, Alex yang awalnya hanya membiarkan Bella begitu saja akhirnya memutuskan untuk memberikan jas kerjanya untuk menyelimuti Bella.


Bella sendiri sangking pulasnya sampai tidak menyadari kalau Alex sudah menyelimuti dirinya, setelah menyelimuti Bella, Alex memutuskan untuk duduk dikursi yang berada tepat dihadapan Bella. Saat ini Alex sedang duduk sambil memandangi Bella yang sedang tertidur sampai pada akhirnya Alex tertidur juga.


******


Alan yang saat ini sedang menemani Clara sampai tertidur dengan tetap menggenggam jemari kekasihnya itu. Setelah memastika kalau Clara sudah tertidup lelap, Alan kini hanya memandangi wajah cantik kekasihnya itu. Dia benar - benar tidak menyangka kalau pada akhirnya dirnya dan Clara akhirnya bisa bersama kembali.


Alan tidak pernah merasa bosan ketika sedang memandangi wajah cantik dari Clara. Alan teramat bersyukur bisa memiliki seorang wanita seperti Clara. Good nita sayang...mimpiin aku ya!" Ujar Alan sambil mengecup jemari Clara.


Tanpa sadar Alan tertidur disamping ranjang Clara sambil tetap berpegangan tangan seperti itu sampai pagi.


Pagi harinya....


Sahabat Clara akhirnya kembali juga, Wina ingin memberikan kejutan kepada Clara, seharusnya Wina pulang besok sesuai dengan jadwal yang telah Wnia katakan sebelumnya kepada Clara. Akan tetapi karena urusan Wina diluar kota ternyata cepat selesainya.


Saat ini Clara sudah membawa beberapa oleh - oleh dan makanan untuk Clara saat ini. Dengan sangat bersemangat Clara memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya.


"Clara...lihat ini aku bawa apa untuk...." Teriakan Wina terhenti ketika melhat Clara yang sedang tertidur sambil tangannya terus dipengang dan digenggam oleh seorang pria.


'Siapa dia?' Pikir Wina sambil menggerlitkan alisnya.


Wina memutuskan untuk berjalan mendekati Clara karena dia ingin melihat wajah dari pria itu dengan sangat jelas.


'Apa! Ini kan Alan....Alan mantan pacarnya Clara bukan?' Ucap Wina didalam hatinya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Wina masih belum mengerti apa yang sedang terjadi, sampai akhirnya salah satu dari mereka berdua mulai merasa gelisah. Dengan langkah cepat Wina segera keluar dari kamar Clara.


"Apa yang terjadi sebenarnya? Bukannya Clara bilang kalau dia tidak mengatakan kepada siapa - siapa kamu dia tidak disini? Lalu ini apa? Apa  mereka berdua sudah berbaikan?" Ujar Wina yang merasa sangat senang.


Akhirnya Wina memutuskan untuk memasak, karena mencium aroma masakan yang Wina, Clara memutuskan untuk segera bangun. Perutnya saat ini merasakan sangat lapar.

__ADS_1


Namun ketika ingin bangkit Clara merasakan tangannya sedang digenggam oleh seseorang, Clara menoleh dia bisa melihat dengan jelas kalau Alan saat ini sedang tertidur sambil terus mengenggam jemarinya.


Dia tersenyum bahagia sambil terus menatap wajah Alan yang kini ada diahdapannya. "Berhentik menatapku seperti itu Cla..." Ternyata Alan sedari tadi sudah bangun hanya saja dia masih berpura - pura tidur saja.


Dengan spontan Clara langsung memalingkan wajahnya, "Si-siapa yang sedang melihat kamu! Jangan terlalu ge'er deh!" Seru Clara.


"Iya deh iya! Pagi sayang..." Ujar Alan samibil mencium tangan Clara.


"Pagi juga Lan..." Balas Clara sambil tersenyum.


Tiba - tiba perut Clara berbunyi, sepertinya benar kalau perutnya saat ini sedang merasa kelaparan. Alan berusaha agar tidak tertawa didepan Clara saat ini.


"Kamu lapar sayang?" Tanya Alan.


Clara menganggukkan kepalanya dengan cepat, "Banget sayang!" Jawab Clara.


"Kalau begitu kita makan ya...sepertinya teman kamu sudah pulang Cla...dia pasti sangat kaget dengan adanya aku disebelah kamu."


"Oh iya? Ayo kita keluar sekarang..." Ucap Clara dengan sangat bersengamangat.lalu bangkit dari ranjangnya sambil menarik tangan kekasihnya itu.


Sesampainya diruang makan, tanpa basa basi lagi Clara langsung duduk sontak membuat Wina terkejut.


"Pagi Win...kapan kamu kembali? Kenapa tidak memberikan kabarnu kepadaku?" Tanya Clara.


"Kamu sendiri gimana? Kenapa kamu sama sekali tidak memberitahukan tentang hal ini." Ujar Wina sambil menatap Alan.


Sedangkan Clara hanya cengengesan tidak jelas saja, "Sorry deh...ini juga terjadi diluar dugaan aku sama sekali....Alan datang kesini dan memaksaku untuk kembali lagi kepadanya." Gerutu Clara sambil menatap Wina lalu secara bergantian menatap Alan.


Kini Alan sudah menatap Clara dengan tatapan tajamnya, seolah Alan tidak menyetujui apa yang telah dikatakan oleh Clara barusan. Tentu saja Clara mengerti dengan tatapan dari kekasihnya itu.


"Aku bercanda kok sayang....lucu deh melihat kamu kesal seperti ini." Goda Clara sambil mencubit gemas pipi Alan.


Sementara Alan tidak bereaksi apa - apa.


"Ehemm...disini masih ada orang lain lho! Pantesan aja aku tinggalin kamu happy happy aja...padahal aku disana kepikiran kamu terus Cla...eh gak taunya disini kamu malah asik - asikan pacaran." Ketus Wina.


Clara dan Alan sambil melemparkan senyuman.


"Tapi ingat ya kalian berdua masih hutang penjelasan kepadaku!" Tegas Wina kembali.


"Iya iya....bisa kita makan sekarang? Aku udah laper banget nih." Rengek Clara dengan manjanya.


"Baiklah..."


Setelah selesai makan, Alan dan Clara menceritakan semuanya kepada Wina sementara Wina hanya menjadi pendengar yang baik saja. Dia hanya berekspresi bingung sambil mengatakan oh saja. Alan terus saja menggenggam jemari Clara sambil sesekali saling menatap dan melemparkan senyuman satu sama lain.


Wina hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk sahabatnya itu, dia berharap kali ini Clara akan benar - benar bahagia. Dia ikut senang mendengarkan cerita dari pasangan baru ini yang kelihatan banget sama - sama bahagia karena cinta yang dimiliki oleh keduanya.


'Semoga ini akhir dari segalanya Cla...aku berharap kamu selalu bahagia dengan siapapun itu! Kamu berhak bahagia Cla.' Batin Wina didalam hatinya.


"Jadi rencananya kapan kalian berdua akan menikah?" Tanya Wina lagi setelah mendengarkan cerita dari Alan dan Clara.


Alan menatap Clara, "Segera dan secepatnya...setelah Clara yakin kalau orangtuaku memang sudah menerima dirinya. Aku sudah tidak ingin membuang - buang waktu lagi. Aku ingin secepatnya bersama dengan Clara dan Anak kami." Jawab Alan yang tanpa henti terus saja menatap Clara, sementara yang ditatap hanya tersipu malu saja.


"Aku berharap kamu bisa menepati janji kamu untuk selalu membahagiakan Clara...kamu tidak lupa kan penderitaan seperti apa yang selama ini dialami oleh Clara? Aku tidak ingin melihat Clara kembali terluka lagi. Apa kamu benar - benar bisa menjanjikan hal itu?" Tanya Wina lagi dengan penuh penekanan karena dia tidak ingin melihat sahabat itu kembali menangis dan menderita lagi.


"Aku janji! Aku Alan tidak tidak pernah membuat Clara terluka dan tidak akan membiarkan siapapun juga untuk melukai Clara..." Ujar Alan dengan mantap.


"Happy for you guys! Hmm..sepertinya aku masih ada urusan dikantor hari ini...kalian jangan macam - macam ya dirumahku ini." Ancam Wina lalu segera bangkit dan pergi dengan cepat dari rumahnya dengan senyuman kebahagiaan untuk Alan dan Clara.


******


Akankah Bella akan menepati janjinya setelah Daniel sadar? Hmm...

__ADS_1


Siapa nih yang baper dengan Alan dan Clara? Semoga mereka berdua bisa benar - benar bahagia ya! Alan gentle banget sih? Duh...


Happy reading guys!


__ADS_2