SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 157


__ADS_3

"Tidak Vin...mana mungkin aku berani untuk mengancam kamu!" Ujar Clara sambil membelai wajah Alvin.


Alvin dengan emosi langsung menepis tangan Clara. "Terserah kamu mau berbuat apa Cla, aku tidak akan pernah takut dengan ancaman kamu lagi. Tujuan aku kesini hanya untuk menyampaikan hal ini." Ujar Alvin lalu segera beranjak dari duduknya.


"Vin.." Panggil Clara sambil menahan tangan Alvin.


"Lepas Cla..."


"Nikahi aku!" Pinta Clara.


Seketika Alvin langsung menatap Clara dengan tatapan tajam, "Itu tidak akan pernah terjadi! Kalau kamu hanya ingin melahirkan Anak ini, aku tidak akan masalah untuk membiayai kebutuhan kamu dan dia. Tapi kalau untuk menikahi kamu...itu tidak akan mungkin karena apa? Aku sama sekali tidak akan meninggalkan istriku demi kamu Clara." Tegas Alvin lalu segera pergi meninggalkan Clara.


"ALVIN...! ALVIN! AKU HANYA MENGINGINKAN KAMU MENIKAHI AKU!" Teriak Clara yang sudah tidak digubris lagi oleh Alvin.


Setelah menutup pintu apartemen Clara dengan kasar, Alvin langsung pergi dari sana dengan cepat. Didalam lift Alvin menghubungi orang suruhannya, "Apa yang kamu lakukan selama ini? Sebenarnya kamu bisa menyelidikinya apa tidak sih?" Ujar Alvin dengan emosi yang sudah meluap - luap.


"Bisa Bos...mohon berikan saya kesempatan sekali lagi...belakangan ini ada seorang pria yang terus saja muncul di apartemennya Clara bos."


"Siapa dia? Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang!"


"Karena saya lagi menyelidiki siapa pria itu Bos! Maafkan saya bos."


"Cepat kasih kabar sama saya...ini adalah kesempatan terakhir untuk kamu!" Tegas Alvin lalu mengakhiri panggilan teleponnya begitu saja.


"SIALAN! AAARRGGGGH!" Teriak Alvin sambil memukul sesuatu dihadapannya.


Alvin melajukan mobilnya dengan sangat ngebut karena dirinya benar - benar emosi bercampur muak dengan semua yang terjadi. Sesampainya dikantor Alvin langsung masuk kedalam ruangannya dengan wajah yang sangat marah.


Dia membanting pintu ruangannya, lalu membuang segala sesuatunya yang ada diatas mejanya. "Aaaarrggghh!"


Emosi Alvin benar - benar sudah tidak bisa dikontrol olehnya lagi, setelah merasa puas Alvin kemudian duduk di sofa nya sambil memejamkan kedua matanya.


Tiba - tiba saja pintu ruangannya terdengar diketok.


"TOKTOKTOK!"


'Siapa lagi yang mengangguku saat ini...' Batinnya.


"MASUK!" Perintahnya.


"Permisi Pak...maaf menganggu sebelumnya, diluar ada sedang mencari Bapak..." Ujar Sekertaris Alvin.


"Siapa?" Tanya Alvin.


"Saya juga belum pernah melihatnya Pak, katanya namanya Alan." Ujar Sekertarisnya lagi.


"Alan? Siapa dia?" Ujar Alvin.


"Bagaimana Pak...?" Tanya sekertarisnya takut - takut.


"Kamu rapikan ruangan saya... saya akan menemuinya setelahnya." Perintah Alvin.


"Baik Pak..."


'Alan...alan...alan...siapa dia? kenapa sepertinya aku pernah mendengar namanya?' Alvin terus saja berpikir keras.


"Sudah selesai Pak...kalau begitu saya permisi dulu."


"Suruh dia masuk!" Tegas Alvin.


Kemudian sekertarisnya membawa seorang tamu itu  masuk kedalam ruangan bosnya.


"Silahkan duduk, Mohon maaf sebelumnya, apa kita pernah bertemu ya?" Tanya Alvin yang merasa wajah Alan sangat tidak asing baginya.


"Perkenalkan saya Alan dokter kandungannya Pak Al dan ibu Ara." Ujar Alan sembari mengulurkan tangannya.


"Oh iya...kita pernah bertemu diruangan Kak Al ya...saya Alvin Adiknya Al." Alvin membalas uluran tangan dari Alan.


'Kenapa dia mencariku?' Pikir Alvin.


"Saya mengerti kalau kamu pasti akan sangat bingung kenapa saya kesini untuk mencari kamu Vin..." Ujar Alan seolah bisa menebak apa yang dirasakan oleh Alvin pada saat ini.


"Iya....ada perlu apa kamu mencari aku?" Tanya Alvin akhirnya.


"Hmmm..begini, mungkin ini terdengar sedikit aneh untuk kamu. Apa kamu mengenal Clara?" Tanya Alan.


Sontak membuat Alvin menatap tajam kearah Alan. "Kenapa? Bagaimana kamu bisa tau tentang Clara?" Balas Alvin dengna curiga.


"Bahkan saya tau semuanya tentang dia....saya mengenal dia sebelum dia bersama dengan kamu Vin." Ujar Alan.


"Maksudnya gimana? Kamu mengenal dia jauh sebelum aku mengenal dia?" Ujar Alvin masih belum mengerti.


"Iya Vin...Clara itu mantan pacarku!" Balas Alan.


"Mantan pacar?" Ucap Alvin masih bingung.


"Iya Vin...kami sebenarnya sudah lama berpacaran dan ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi. Hanya saja orangtuaku terus saja menghina dan mengatakan hal - hal yang tidak pantas untuk Clara sampai pada akhirnya Clara memutuskan untuk meninggalkan ku. Aku sudah berusaha untuk mencari keberadaannya hingga pada akhirnya aku menemukannya. Tapi dia bilang kalau dia sudah melupakanku karena pada saat ini dia sedang menjalin hubungan dengan kamu." Ujar Alan panjang lebar.


Alvin masih berusaha untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh Alan barusan.


"Jadi kenapa kamu mencariku? Apa tujuan kamu sebenarnya?" Tanya Alvin langsung to the point.


"Hmm..begini Vin...aku sebenarnya sangat mencintai Clara, aku tidak ingin kehilangan dia. Tapi dia bilang dia sedang mengandung anak kamu! Dia tidak ingin lagi kembali kepadaku." Ujar Alan.


"Oke...aku mengerti maksud kamu...begini ya Lan, jujur aku benar - benar merasa kalau anak yang ada didalam kandungan Clara itu adalah anakku. Tapi Clara berkeras untuk terus meyakinkanku kalau itu adalah Anakku! Aku sendiri juga sedang menyelidikinya. Jujur aku sangat mencintai istriku, mana mungkin aku meninggalkan istriku demi Clara. Hanya saja aku tidak tega dengan anak yang ada didalam rahim Clara." Ujar Alvin panjang lebar.


"Aku punya jalan untuk kit membuktikannya Vin...." Ujar Alan.


"Gimana maksud kamu?" Tanya Alvin dengan mengerlitkan alisnya.


"Kita paksa Clara untuk melakukan tes DNA untuk anak itu!" Ujar Alan.


"Aku setuju dengan kamu Lan...tapi aku yakin kalau Clara tidak akan pernah mau untuk melakukannya." Ucap Alvin pada akhirnya.


"Maka dari itu aku membutuhkan bantuan kamu Vin..."


"Kamu punya sebuah ide?" Ujar Alvin lagi.


Alan mengangguk dengan sangat mantap, kemudian Alan berjalan kearah Alvin lalu membisikkan semua rencananya untuk menjebak Clara dan membuat Clara tidak bisa berkutik lagi.


"Gimana?"


"Oke aku setuju! Aku tidak ingin terus larut dalam masalah ini....dan aku juga tidak ingin menyakiti istriku Lan. Aku jujur mengatakannya kalau aku tidak pernah melakukan apapun kepada Clara." Tegas Alvin lagi.


"Aku belum bisa percaya dengan ucapan kamu Vin sebelum hasil pemeriksaan." Ujar Alan.


"Baiklah...terimakasih karena telah membuat aku lebih tenang. Nanti malam aku akan melakukannya lalu aku akan membawa Clara kepadamu." Ujar Alvin sambil mengulurkan tangannya lagi.


"Baik...aku akan segera menunggu kabar baik dari kamu Vin!" Ujar Alan sembari menerima uluran tangan Alvin.


"Oke! Aku pasti akan mengabari kamu secepatnya Lan!"


"Kalau begitu aku permisi dulu, maaf karena telah menganggu waktu kamu." Ujar Alan sembari tersenyum.


"Tidak Lan kamu tidak menganggu waktu ku." Balas Alvin.


Setelah kepergian Alan, Alan akhirnya dapat menenangkan pikirannya. 'Sebentar lagi ini semua akan segera berakhir!' Batin Alvin.


Alvin memutuskan untuk segera menghubungi Clara, tanpa waktu yang lama lagi akhirnya Clara menjawab panggilan dari Alvin.


"Halo Vin! Tumben banget kamu nelepon aku?"


"Soal tadi aku minta maaf ya Cla, kamu tidak marah kan sama aku?"


"Iya Vin...aku udah maafin kamu kok."


"Nanti malam aku ke apartemen kamu ya, kita makan malam bersama ya?"


"Oke Vin...kalau begitu aku menunggu kamu ya! Kamu mau makan apa Vin? Biar aku masakin."


"Tidak perlu Cla, aku yang akan membawa makanannya untuk kamu...aku tidak mau kalau kamu kecapean."

__ADS_1


"Baiklah Vin....kalau begitu sampai bertemu nanti malam ya?"


"Iya Cla...sampai nanti ya."


Setelah panggilan teleponnya berakhir, Alvin langsung tersenyum bahagia. Dia benar - benar merasa sangat senang karena pada akhirnya dia akan segera mengakhiri semua ini dan tidak berbohong apapun lagi kepada Mikha.


******


Sedangkan ditempat lain, Clara merasa begitu bahagia juga karena Alvin akhirnya menyadari tentang kehadirannya. Clara saat ini sedang memilih - milih pakaian yang akan dikenakannya nanti untuk bertemu dengan Alvin.


"Akhirnya kamu sadar juga Vin! Apa jangan - jangan nanti malam kamu mau melamarku? Aw aku sungguh harus bersiap - siap untuk itu." Ucap Clara dengan sangat antusias.


Selagi dirinya memilah milih pakaian, Bell apartemen Clara berbunyi. Clara langsung menghentikan kegiatannya itu lalu membuka pintu apartemennya.


"Kak Tia...!"


"Kamu apa kabar Cla?" Ujar Tia lalu memeluk Clara.


"Aku baik - baik saja kok Kak. Silahkan masuk Kak." Ujar Clara.


"Baiklah..."


Tia masuk lalu duduk disofa,


"Kak Tia ingin minum apa?" Tanya Clara.


"Tidak perlu repot - repot Cla...Kakak kesini tidak akan lama kok." Ujar Tia sembari tersenyum penuh maksud.


Clara duduk tidak begitu jauh dengan Tia, "So, maksud kedatangan Kak Tia?" Tanya Clara.


"Kakak hanya ingin mengetahui sudah sampai mana perkembangan hubungan kamu sama Alvin? Kenapa sampai sekarang kamu tidak ada memberikan kabar sama Kakak?" Ujar Tia.


"Hmm...begini Kak...sepertinya hubungan Clara sama Alvin sudah ditahap perkembangan yang cukup baik. Bahkan nanti malam Alvin mengajak Clara untuk makan malam bersama. Sepertinya Alvin sudah memikirkan hubungan kami ingin dibawa kemana." Jawab Clara dengan sangat antusias.


"Hmm...kenapa Kakak merasa ada yang janggal ya? Apa yang membuat dia mendadak berubah pikiran? Kamu tidak curiga sama sekali?" Ujar Tia lagi.


"Curiga? Kenapa Clara harus curiga Kak? Enggaklah Kak!" Clara membela Alvin dengan polosnya.


"Kamu itu terlalu naif atau terlalu bodoh sih Cla? Kenapa tiba - tiba saja dia mendadak berubah setelah sebelumnya dia berkeras untuk mengulur waktu? Kamu merasa tidak kalau ada yang aneh?" Ujar Tia.


"Iya ya? Kok aku bahkan tidak berpikiran sampai sejauh itu Kak. Jadi menurut Kak Tia aku harus bagaimana?" Tanya Clara.


"Kamu harus melakukan sesuatu...." Ucap Tia dengan senyuman menyeringainya.


"Melakukan sesuatu? Seperti?" Tanya Clara.


"Sini kamu mendekat...." Perintah Tia.


Kemudian Clara dengan cepat sudah mendekat kepada Tia, Tia membisikkan sesuatu rencana ditelinga Clara. Clara yang mengerti hanya mengangguk - anggukkan kepalanya saja.


"Oke Kak..."


"Kamu harus berhasil Cla....buat Alvin tidak bisa berbuat macam - macam lagi!" Tegas Tia.


"Iya Kak!" Ujar Clara.


"Oke sepertinya Kakak harus pergi sekarang! Good luck ya Cla...!" Ujar Tia lalu beranjak dari duduknya.


"Pasti Kak!" Clara mengantar Tia untuk keluar dari apartemennya.


Setelah kepergian Tia, Clara memutuskan untuk tidak jadi memilah milih pakaiannya. Clara hanya bersantai sambil sesekali tersenyum.


'Kalau kecurigaan Kak Tia memang benar, kamu akan menyesal Vin...aku tidak tau pasti apa yang sedang kamu rencanakan. Hanya saja aku tau cara membalas kamu!' Batin Clara.


******


Ditempat lain sebelum melakukan rencananya, Alvin memutuskan untuk memberikan kabar dulu kepada Mikha untuk tidak menunggunya pulang malam ini karena dia masih ada urusan. Kemudian Alvin pergi kerestoran untuk mengambil pesanan makanannya.


Alvin menunggu sebentar disana, ada pesan masuk dari Alan.


ALAN


ALVIN


Aku akan berusaha yang terbaik ya Lan.


Setelah pesanannya sudah selesai dibungkus, Alvin langsung bergegas pergi dari restoran itu dengan cepat lalu melajukan mobilnya agar cepat sampai di apartemen Clara. Karena malam ini macet, Alvin harus bersabar selama didalam perjalanan. Entah mengapa Alvin merasa kalau perasaannya mulai tidakn enak. 'Semoga saja Clara tidak curiga sama sekali dengan aku.....malam ini aku harus benar - benar berhasil.' Batin Alvin.


Setengah jam kemudian Alvin sudah berada didepan pintu apartemen Clara, tanpa ingin menunggu lagi, Alvin segera menekan bell apartemen Clara. Clara langsung membukakan pintu apartemennya ketika mendengarkan bellnya berbunyi.


"Silahkan masuk Vin..." Pinta Clara.


Alvin masih bengong sambil menatap penampilan Clara yang hanya mengenakan piyama tidurnya dengan seksinya.


"Vin...ayo masuk! Kenapa kamu bengong sih?" Pinta Clara lagi yang melihat Alvin hanya begong saja.


"Hah? Iya Cla...oh iya ini makanannya kamu taruh ditempatnya masing - masing ya." Pinta Alvin seraya memberikan bungkusan makanannya kepada Clara.


"Oke Vin..." Ujar Clara lalu mengambil bungkusannya dari tangan Alvin.


'Kenapa perasaan aku jadi tidak enak seperti ini ya? Apa aku urungkan saja rencanaku?' Pikir Alvin.


Alvin masih terus bergelut sendiri dengan pikirannya sampai - sampai dirinya tidak menyadari kalau Clara sudah memanggil - manggil namanya sedaritadi. Dengan kesal akhirnya Clara menghampiri Alvin.


"Vin..." Panggil Clara sambil mengguncangkan tubuh Alvin.


"Hah? Ya Cla..."


"Kamu kenapa bengong mulu sih? Aku udah daritadi lho manggilin kamu terus? Apa yang sedang kamu pikirkan sih?" Tanya Clara dengan curiga.


"Gak kok...aku gak sedang memikirkan apa - apa."


"Beneran?"


"Iya Cla beneran...."


"Ya udah yuk kita makan...aku udah laper banget nih." Ujar Clara sambil memegangi perutnya dan menarik tangan Alvin.


"Oke..." Alvin mengikuti Clara untuk menuju ruang makan.


"Vin kamu beli makannya banyak banget....kamu kira aku rakus apa bisa menghabiskan makanan sebanyak ini?" Gerutu Clara.


"Iya soalnya kan aku tidak tau selera kamu yang mana..."


"Iya udah gapapa deh! Aku sudah kok Vin...makasih ya! Kamu perhatian banget sama aku!" Ujar Clara dengan manja.


"Iya Cla..."


"Ya udah kita makan dulu ya baru lanjut bicara...." Ajak Clara lalu mengambilkan makanan untuk Alvin. Setelah meletakkan makanannya untuk Alvin. Cara mengambilkan jus untuk Alvin.


"Ini minuman kamu Vin..." Dengan sangat disengaja Clara membuatnya seolah - olah dirinya terjatuh hingga membuat minuman yang akan diberikannya tumpah semua tepat di kemeja kerjanya Alvin.


"Vin...aduh maaf aku gak sengaja..." Ujar Clara panik lalu membersihkan pakaian yang dipakai oleh Alvin.


"Tidak apa Cla....aku bisa membersihkannya sendiri." Ujar Alvin lalu menepis tangan Clara dan membersihkannya.


"Vin...sepertinya kamu harus ganti pakaian deh..."


"Gak usahlah Cla..." Tolak Alvin.


"Itu pakaian kamu basah semua...sebentar ya..."


Lalu Clara pergi kekamarnya untuk mengambilkan handuk piyamanya lalu segera memberikannya kepada Alvin.


"Mendingan kamu ganti sama ini dulu deh." Pintu Clara sambil memberikan handuknya.


"Beneran gak perlu Cla..."


"Vin...ayolah pakaian kamu basah semua itu karena aku....ntar pulangnya kamu ganti lagi gapapa deh." Clara memaksa Alvin untuk berganti pakaian hingga membuat Alvin tidak bisa menolaknya.


Alvin sudah sampai dikamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan handuk, dan tidak butuh waktu lama lagi Alvin sudah menggunakan handuk lalu segera keluar dari tempat persembunyiannya itu.

__ADS_1


"Nah gitu dong Vin...ya udah kita makan sekarang ya." Ucap Clara.


Alvin hanya mengangguk, keduanya makan. Alvin terus memperhatikan kalau Clara meminum jus apelnya itu.


"Vin..ayo dong makan yang banyak..." Perintah Clara yang melihat Alvin hanya makan sedikit saja.


"Aku sedang tidak berselera Cla...." Ucap Alvin.


"Oke baiklah.....kalau begitu aku tidak akan sungkan untuk menghabiskan makanannya ya." Ujar Clara lagi.


"Silahkan!" Balas Alvin.


'Apa benar Alvin sedang merencanakan sesuatu ya? Kalau dari raut wajahnya sih dia seperti mencemaskan sesuatu? Hmm....' Pikir Clara.


Dan ketika Clara ingin meneguk jus apelnya, 'Sebentar...kenapa Alvin memberikan jus yang berbeda? Apa jangan - jangan dia meletakkan sesuatu disini?' Pikir Clara lagi lalu kembali meletakkan jus yang sudah dipegangnya itu.


Secara diam - diam Alvin terus saja mengawasi pergerakan Clara. 'Aduh kenapa gak jadi diminum sih?' Batin Alvin dengan kesal.


"Cla kamu kok gak minum jusnya? Kenapa apa jus apelnya tidak sesuai dengan selera kamu ya?" Tanya Alvin.


"Bukan begitu Vin...aku menyukainya, hanya saja tadi setika aku hendak ingin meminumnya, aku merasa mual. Ntar deh aku coba meminumnya kembali." Ujar Clara berusaha untuk mencari alasan.


"Oh begitu...maaf ya Cla...aku tidak tau kalau kamu mual dengan jus yang aku berikan." Ucap Alvin.


'Sialan! Kenapa jadi seperti ini sih? Gimana caranya agar Clara mau untuk meminum jus itu? Kalau sampai Clara tidak meminumnya rencanaku akan gagal untuk membawanya pergi!' Batin Alvin.


"Vin...kamu kok begong terus sih? Kamu itu disini tapi tidak seperti disini. Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu sedang memikirkan Istri kamu?" Tanya Clara.


"Oh iya? Tidak kok. Aku bahkan tidak memikirkan tentang dia sama sekali, untuk apa aku memikirkan dia pada saat aku sedang bersama dengan wanita secantik kamu Cla." Puji Alvin.


Clara hanya tersenyum.


'Alvin sepertinya lebih pintar dari yang aku bayangkan. Oke aku akan mengikuti permainan kamu Vin!' Batin Clara,


"Oh iya jadi gimana hubungan kamu dengan dia?" Tanya Clara lagi.


"Ya gitu Cla...Mikha itu sangat menyebalkan! Dia suka seenaknya sendiri. Aku mulai merasa jenuh dengan dia tetapi aku tidak bisa meninggalkan dia. Mendingan kita gak usah membahas tentang dia." Ucap Alvin.


"Lalu malam ini kita membahas tentang kita?" Tanya Clara lagi.


Alvin mengangguk, "Iya Cla....aku ingin malam ini kita hanya membahas tentang kita." Jawab Alvin sembari tersenyum.


"Oh iya? Kenapa kamu baru sadar sekarang Vin?" Ujar Clara lalu berjalan menghampiri Alvin.


"Aku baru sadar kalau kamu sangat memikat seperti ini Cla..." Jawab Alvin asal aja.


Clara duduk diatas pangkuan Alvin....Alvin sudah menggenggam tangannya untuk menahan apa yang dirasakannya saat ini.


"Apa yang kamu lakukan Cla?" Tanya Alvin.


"Lebih tepatnya apa yang aku inginkan Vin.."bisik Clara.


Alvin bersusah payah untuk menelan salivanya sendiri, "Apa yang kamu inginkan?"


"Aku menginginkan kamu..." Bisk Clara sambil melingkarkan kedua tangannya.


"Permisi Cla aku ingin kekamar mandi." Ujar Alvin lalu dengan cepat melepaskan diri dari Clara.


Clara hanya tersenyum saja menatap Alvin. 'Kenapa kamu sangat gelisah Vin?' Batin Clara.


Setelah keluar dari kamar mandi, Alvin duduk disofa. "Cla aku tadi membelikan kamu susu untuk wanita hamil. Sebaiknya kamu minum ya." Ujar Alvin.


Clara tidak curiga sama sekali karena susunya telah dicampur sesuatu untuk membuat dirinya tertidur. "Oke Vin..."


Clara segera meminum susu yang diberikan oleh Alvin, Alvin tersenyum puas melihat Clara meneguk habis susunya. Setelah menghabiskan susunya, Clara berjalan mendekati Alvin. Clara bersikap manja sambil menyenderkan kepalanya dibahu Alvin.


Alvin hanya mematung saja tanpa penolakan, "Vin...kamu tau gak apa yang sedang aku pikirkan saat ini?"


"Tidak Cla...emangnya kamu sedang memikirkan apa?" Tanya Alvin.


"Kenapa kamu mendadak baik seperti ini? Kenapa gak dari kemarin - kemarin?"


"Hmm..itu karena aku baru menyadarinya sekarang Cla."


Clara hanya tersenyum sinis, "Oh iya?"


"Iya Cla..."


"Apa yang sedang kamu rencanakan Vin?" Tanya Clara sambil menatap Alvin tajam.


"Kamu curiga kepadaku Cla?"


"Tidak mungkin Vin...aku hanya bertanya saja. Karena kamu tiba - tiba saja bersikap sebaik ini, bahkan kamu tidak menolak sentuhanku sama sekali..."


"Kenapa aku harus menolaknya? Kamu tau kan siapa aku sebelumnya? Aku juga pria normal Cla...masa ada wanita secantik kamu dihadapan aku, aku tolak!" Balas Avin.


"Thanks ya Vin..." Clara mencium pipi Alvin.


"Oh iya aku punya kejutan untuk kamu!"


"Apa Cla? Sebentar lagi..."


Kemudian ada suara bell dibunyikan, Clara lalu tersenyum.


"Itu kejutan aku Vin...kamu yang buka pintunya ya." Pinta Clara.


"Oke..."


Dengan tidak merasa curiga sama sekali Alvin berjalan menuju pintu apartemen Clara, Alvin melihat jelas seseorang yang datang sebelum berniat membukakan pintu.


"Gimana Vin kamu menyukainya?" Tanya Clara.


Alvin berjalan mendekati Clara..."Kamu gila ya Cla? Kenapa bisa Mikha kesini?" Cetus Alvin dengan emosi.


"Sayang tenang dong...kenapa kamu harus sepanik ini?" Balas Clara.


"Kamu sengaja kan Cla ingin menjebak aku?" Tanya Alvin masih dengan emosinya.


"Bukannya kebalik ya Vin? Kamu kan yang ingin menjebak aku malam ini? Apa yang kamu rencanakan?" Balas Clara sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Tidak ada! Aku tidak mengerti dengan maksud ucapan kamu barusan Cla."


"Oke aku akan membuat kamu mengerti kalau begitu..." Clara berjalan menuju pintu apartemennya. Lalu ketika Clara ingin membukakan pintu apartemennya Alvin dengan sigap langsung menahannya.


"Apa kamu gila Cla! Aku tidak mau Mikha melihat kita!" Balas Alvin dengan panik.


 "Lihat pakaian kamu dan pakaian aku Vin..." Ucap Clara kemudian.


Alvin menatap dirinya yang kini hanya menggunakan handuk piyamanya milik Clara.


"Apa yang akan Mikha pikirkan nanti setelah melihat kita?" Bisik Clara tepat ditelinga Alvin.


"Kamu...kamu mengancam aku Cla?" Balas Alvin.


"Tidak mungkin Vin...aku hanya sedang memperingatkan kamu saja! Jangan berani - beraninya kamu menjebak aku lagi! Kali ini aku akan membiarkan kamu Vin...." Balas Clara.


Alvin hanya mematung saja, dia tidak menyadari kalau sedari tadi Clara mengetahui rencananya.


"Kamu tidak perlu merasa sekaget itu karena aku tau semuanya...aku akan mengirimkan pesan untuk Mikha kalau dia salah alamat. Setelahnya kamu bisa pergi dari sini."


Setelah mengatakan itu Clara langsung pergi kekamarnya lalu segera mengunci pintu kamarnya karena kepalanya sudah terasa sangat berat. Clara tidak ingin dia tertidur dihadapan Alvin. Clara langsung terjatuh dan tertidur dilantai.


"Aaaaarrrgh brengsek!" Alvin terus saja merutuki kebodohannya sendiri.


*******


**Penasaran kan bagaimana Clara memberitahukan Mikha tentang alamat lengkapnya? Dan apa yang membuat Mikha sampai datang kesini? **


Tunggu di episode selanjutnya!


Happy reading guys!

__ADS_1


__ADS_2