SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 178


__ADS_3

Alex malah sangat terkejut saat diriny tiba - tiba saja ditampar oleh Bella, Alex memegangi pipinya pandangan Alex terus saja menatap Bella dengan tatapan tajamnya.


"Beraninya kamu nampar aku?" Ketus Alex dengan suara meninggi.


"Iya aku berani....aku sudah berusaha untuk menahan diriku dengan semua caci maki kamu selama ini ya Lex. Aku tau kalau aku memang wanita yang tidak tau malu, tidak punya harga diri. Tapi bukan berarti dengan seenaknya saja kamu bisa mengatakan kalau aku wanita murahan. Kamu mengerti!" Tegas Bella tanpa Bella sadari airmatanya sudah mengalir dengan deras.


Dengan kasar Bella mengusap airmatanya, "Permisi!" Kemudian Bella langsung melangkah keluar dari kamar Alex. Dengan keras Bella membanting pintu kamar nan kokoh milik Alex.


Alex masih berdiri mematung dia masih tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh Bella barusan. 'Kenapa jadi dia yang marah? Bukannya semua yang aku katakan itu memang kenyataan ya?' Batin Alex sambil memegangi pipinya yang masih terasa sangat sakit, sesekali Alex meringis kesakitan, sepertinya telapak tangan Bella masih bisa dirasakan oleh Alex menempel di pipinya.


Alex memutuskan untuk melanjutkan meminum birnya lagi, pikiran malah semakin kacau saat ini. Alex tidak menyadari kalau dirinya saat ini sudah sangat mabuk. Tapi hasrat Alex untuk minum masih saja bergejolak, dia memutuskan untuk memanggil seorang pelayan lagi untuk membawakannya bir lagi.


Setelah itu Alex berbaring diatas ranjang empuknya itu, pikirannya menerawang jauh, dia kembali mengingat kejadian - kejadian buruk dimasa lalu yang telah menimpanya. Bahkan sampai saat ini Alex masih belum bisa melupakan kejadian malam itu. Padahal selama ini Alex sudah berusaha keras untuk melupakan kejadian buruk itu.


Dia merasa gagal menjadi seorang pria yang bisa menjaga pacarnya pada saat itu, dia tidak ingin mengulangi kesalahannya itu lagi, walaupun saat ini Alex sedang penasaran dan tertarik dengan Mikha, akan tetapi Alex juga tidak ingin merusak kehidupan rumah tangga Mikha.


Dia juga memiliki prinsip didalam hidupnya yang tidak akan pernah merusak hubungan yang telah terjalin. Alex hanya menunggu disaat yang tepat saja kalaupun dia memang ditakdirkan untuk Mikha pasti mereka berdua memiliki jalan untuk bersama.


Alex masih melamun sampai - sampai dia tidak mendengarkan kalau pintu kamarnya telah mendapatkan ketukan dari luar, setelah capek mengetuk dan memanggil - manggil Alex akhirnya Bella masuk begitu saja kedalam kamar Alex. Sebenarnya Bella sudah tidak ingin melihat Alex dulu malam ini.


Hanya saja tidak ada seorangpun pelayan yang masih terbangun ditengah malam seperti ini membuat Bella dengan sangat terpaksa harus menemui Alex lagi. Hatinya masih belum siap mendengarkan caci maki Alex lagi, hanya saja Bella berusaha untuk tegar tanpa ingin memperdulikan apapun yang akan dikatakan oleh Alex kepadanya.


Setelah meletakkan 1 botol bir diatas meja, Bella berjalan dengan cepat tapi sangking cepatnya sampai dia tidak melihat jalan sampai membuat dirinya menabrak suatu benda. Secara bersamaan Bella dengan vas bunga itu jatuh. Suaranya terdengar begitu jelas sampai Alex tersadar kembali dari lamunannya.


Dia berdiri lalu melihat apa yang sedang terjadi, dia melihat ada seseorang yang sedang menggunakan pakaian pelayan terjatuh, kakinya berdarah dan wanita itu meringis kesakitan. Alex berjalan mendekat, "Kamu tidak apa - apa?" Tanya Alex.


Bella tidak menatap Alex sama sekali, dia masih memegangi dungkulnya yang saat ini sedang terluka saja.


Bella berusaha bangkit dari posisi duduknya saat ini, tapi terasa sangat sulit karena luka yang ada dikakinya, dia berusaha dengan cepat untuk kabur dari kamar Alex sebelum Alex semakin mendekat lagi dengannya. Dengan susah payah akhirnya Bella berhasil juga untuk bangkit dari duduknya saat ini.


"Saya sedang berbicara dengan kamu kenapa kamu malah mengabaikan saya? Apa kamu mau dipecat?" Ancam Alex yang membuat langkah Bella terhenti.


"Alex berjalan mendekati pelayannya itu, "Kamu...siapa yang telah mempekerjakan pelayan yang tidak sopan seperti kamu! Saya pasti kan akan segera memecat kamu!" Ujar Alex lalu menatap wajah wanita yang diajaknya bicara itu.


"Kamu lagi! Pantas saja....Kenapa kamu yang mengantar birnya lagi?" Tanya Alex dengan suara meninggi sambil menguncang - guncangkan bahu Bella.


"Lepas! Aku juga terpaksa....kamu pikir aku mau ke kamar kamu?" Bella menepis tangan Alex dengan kasar.


Alex tersenyum mengejek kepada Bella, "Kamu pikir aku akan percaya? Bukannya kamu memang suka kekamarku?"


Bella menatap tajam kepada Alex, "Terserah kamu mau mengatakan apapun aku sudah tidak perduli. Permisi!" Bella sedang tidak ingin ribut lagi dengan Alex karena hatinya benar - benar sedang terluka dengan penghinaan Alex tadi.


"Apa? Sepertinya kamu sedang berakting mengabaikan aku ya? Ingat aku ini majikan kamu...bila kamu tidak menurut aku bisa dengan mudahnya memecat kamu dan menendang kamu keluar begitu saja dari rumahku ini." Bisik Alex tepat ditelinga Bella.


"Aku tau...kamu tidak perlu menjelaskannya lagi kepadaku." Balas Bella lalu berjalan pergi.


Baru saja Bella melangkah beberapa langkah, Alex memegang tangannya, Bella kembali menatap Alex dengan tatapan tak percaya, 'Sebenarnya apa sih yang Alex inginkan? Bukannya dia sangat membenciku?' Pikir Bella.


"Lepas!" Ujar Bella dengan bersusah payah untuk melepaskan diri dari Alex.


"Kenapa kamu begitu jahat? Kamu tau apa yang kamu lakukan dulu itu jahat sekali? Kenapa kamu berani - beraninya mengkhianatiku dengan Adik kandungku sendiri? Kalau saja itu bukan dengan Adikku mungkin aku bisa untuk memaafkanmu...kenapa harus kamu orang yang mengkhianati ku? Kenapa?" Ujar Alex yang memang benar - benar sudah sangat mabuk lalu setelahnya Alex terjatuh.


Airmata Bella sudah mengalir dengan deras, seketika dia benar - benar bisa merasakan rasa sakit yang terus saja dirasakan oleh Alex sejak dirinya sudah dengan teganya mengkhianati mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Maafin aku Lex...sungguh aku sangat menyesalinya...aku tau kamu sangat sulit untuk memaafkanku." Ujar Bella sambil membelai wajah tampan Alex yang saat ini sudah tidak sadarkan diri lagi.


Bella berusaha untuk membawa Alex menuju ranjangnya, walaupun tubuh Alex sangat berat, Bella masih berusaha untuk membawa Alex. Akan tetapi karena kaki Bella sakit, Bella hanya bisa membawa Alex ke sofa saja yang tidak begitu jauh dari tempat mereka saat ini.


Setelah menatap Alex beberapa saat, Bella mengambil selimut Alex lalu segera menyelimuti tubuh Alex, "Mimpi indah Lex..." Kemudian Bella mencium kening Alex dengan sangat lama.


Lalu Bella keluar dari kamar Alex menuju ke kamarnya dengan kakinya sudah terasa sakit, dia memutuskan untuk segera mengobati lututnya yang berdarah. Sesampainya didalam kamar, Bella membersihkan luka dikakinya itu, setelahnya Bella memberikan obat luka lalu menutup luka dikakinya.


Dengan kesulitan Bella membaringkan tubuhnya diatas ranjang, Bella terus memikirkan apa yang telah terjadi hari ini. Dia sudah tidak merasa sakit hati lagi dengan apa yang Alex katakan tadi, Bella bisa merasakan penderitaan Alex. 'Pasti kamu kesulitan selama ini ya Lex? Aku memang wanita jahat Lex! Mungkin benar kalau aku memang tidak pantas untuk terus bersama dengan kamu....apa yang harus aku lakukan sekarang?' Pikir Bella sampai dirinya tidur dengan sendirinya.


Kesekokan harinya....


Alex mulai terbangun dari tidurnya, matahari pagi sudah menyilaukan cahayanya, Alex memegangi kepalanya yang saat ini terasa sangat berat dan pusing, dia berusaha mengingat apa yang telah terjadi tadi malam, akan tetapi semakin dia mengingatnya kepalanya terasa semakin pusing saja.


Dengan langkah berat Alex berusaha bangkit dari tidurnya, Alex menatap sekeliling kamarnya yang saat ini sangat kacau, dia melihat ada sebuah vas bunga yang pecah, Alex berjalan mendekat dia menemukan darah segar ada disana.


"Apa yang sebenarnya terjadi tadi malam? Kenapa aku sama sekali tidak bisa mengingatnya?" Ujar Alex sambil tetap memegangi kepalanya.


Alex memeriksa tubuhnya dia tidak menemukan kalau dirinya telah tergores, "Lalu ini darah siapa?" Ujarnya lagi.


Kemudian Alex memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandinya untuk membersihkan dirinya, dia hanya mengingat sampai saat terakhir dia berteriak kepada Bella lalu melihat Bella mengeluarkan airmata. Setelahnya Bella pergi, Alex benar - benar sudah tidak mengingat apapun yang terjadi tadi malam.


Setelah merasa segar dan jauh lebih fresh, Alex keluar dari kamar mandinya, dia mengeringkan rambutnya dengan menggunakan handuk yang saat ini sedang dipegangnya. Dia melihat Bella sudah masuk kedalam dan sedang membersihkan pecahan - pecahan vas bunganya, Alex hanya dia sambil mengamati Bella. Alex melihat langkah kaki Bella pincang.


Alex terus saja memperhatikan setiap gerak gerik Bella, Bella juga enggan untuk menatap Alex sama sekali. Ketika tanpa disengaja pandangan keduanya bertemu, Alex dan Bella langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Kalau sudah selesai segera keluar..." Pinta Alex.


"Baik!" Jawab Bella singkat.


Lalu Alex memutuskan untuk pergi menuju ruangan kerjanya yang terhubung melaui kamarnya juga. Alex duduk dikursi kerjanya sambil memejamkan matanya, kepalanya benar - benar terasa sangat pusing, tiba - tiba saja Alex teringat sesuatu tadi malam. Alex hanya mengingat sekilas saja, Alex membuka matanya seketika.


"Kenapa dia mencium keningku tadi malam?" Ujar Alex sambil memengangi keningnya.


"Sialan...berarti dia tadi malam memanfaatkan keadaanku yang sedang mabuk!" Ketus Alex.


Alex berdiri lalu berjalan lagi menuju kedalam kamarnya, dia sudah tidak menemukan Bella lagi disana, Bella meninggalkan sarapan untuk Alex disana bersamaan juga dengan minuman yang akan meredakan rasa mabuk yang sedang dialami oleh Alex pada saat ini.


"Kenapa dia menjadi sangat penurut sekali hari ini? Bahkan dia tidak membantah ucapanku tadi." Pikir Alex lagi.


Alex memutuskan untuk menyuruh Bella untuk masuk lagi kedalam kamarnya, tidak memerlukan waktu yang begitu lama lagi Bella sudah berada didepan pintu kamar Alex.


Bella mengetuk pintu kamar Alex sambil membawakan beberapa macan buah - buahan yang diminta oleh Alex.


Alex mempersilahkan Bella untuk masuk kedalam kamarnya, Bella masuk lalu meletakkan buahnya diatas meja, Alex mengamati setiap gerak gerik yang dilakukan Bella.


"Permisi..."


"Tunggu...apa aku menyuruh kamu meletakkan buahnya disana? Kembali dan letakkan disini didekatku." Pinta Alex.


"Baik Tuan..."


Bella mengambil buahnya lalu meletakkannya didekat Alex.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi sekarang Tuan..."


"Tunggu..."


Bella kembali menghentikan langkah kakinya lalu kembali menatap Alex lagi,


"Apa aku sudah memerintahkan kamu untuk pergi?" Ujar Alex yang membuat Bella semakin tidak mengerti dengan sikap Alex yang semena - mena kepadanya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Tolong kupaskan buah ini, aku tidak bisa mengupasnya sendiri." Pinta Alex.


Bella menghela nafasnya dengan berat, "Baik Tuan...!" Ujar Bella lalu segeramengupaskan buah ApelĀ  untuk Alex.


'Rasakan pembalasanku! Emangnya enak...kamu pikir kamu akan bertahan lama disini? Aku yakin cepat atau lambat kamu tidak akan betah disini lalu memilih pergi.' Batin Alex lalu diam - diam Alex tersenyum menyeringai.


"Apa masih lama lagi? Kenapa kamu lama sekali mengupasnya! Kamu benar - benar tidak kompoten sekali dengan pekerjaan kamu ya! Bisa - bisanya kamu melamar sebagai seorang pelayan dirumahku. Yang bekerja disini adalah orang - orang yang memang sudah terpilih, tidak seperti kamu!" Alex terus saja mengomel membuat Bella semakin tidak tahan lagi mendengarkan ucapan Alex.


Bella dengan cepat memasukkan potongan buah apelnya kedalam mulut Alex untuk menghentikan ucapan yang dikatakan Alex.


Alex sangat terkejut ketika Bella tiba - tiba saja melakukan hal itu,


"Ini buahnya...kalau begitu saya permisi sekarang Tuan Alex!" Bella menekankan setiap ucapannya.


Dengan cepat Bella keluar dari kamar Alex, didepan pintu kamar Alex Bella merutuki Alex dengan kesal, 'Sialan! Dia pasti sengaja mengerjainku tadi! Lihat saja nanti...kamu pikir aku tidak akan tahan dengan sikap kamu! Kamu salah Alex....aku Bella bukan wanita sembarangan.' Ketus Bella lalu pergi meninggalkan kamar Alex.


Didalam kamar, Alex masih tidak percaya kalau mendapatkan perlakuan seperti itu. Alex mengambil buah yang Bella masukkan kedalam mulutnya, "Sial! Kenapa dengan tidak sopannya dia melakukan itu! Dia benar - benar cari masalah denganku! Lihat saja nanti aku akan membalasnya." Gerutu Alex dengan kesalnya.


*****


"Pagi sayang..." Ucap Alvin lalu memberikan morning kiss kepada Istrinya.


"Pagi sayang...kamu kok cepat sekali bangunnya? Kenapa kamu tidak membangunkan aku juga sayang?" Ujar Mikha sambil bangkit dari tidurnya.


"Sengaja...habisnya kamu lelap sekali sayang." Ucap Alvin dengan senyuman nakalnya.


"Itu semua karena perbuatan kamu tadi malam! Kamu benar - benar membuat aku sangat lelah sekali." Protes Mikha yang merasa tak berdaya.


Alvin hanya terkekeh saja melihat sikap manjanya Mikha seperti itu, "Salah kamu sendiri kenapa sangat menggoda sayang." Balas Alvin.


"Kamunya aja yang mesum!" Balas Mikha lalu berjalan meninggalkan Alvin yang terdengar sudah tertawa lepas.


Terdengar dengan jelas Mikha membanting pintu kamar mandinya dengan keras,


"Jangan marah dong sayang...aku tunggu kamu dibawah ya!" Teriak Alvin yang sudah tidak digubris oleh Mikha lagi.


Sekujur tubuh Mikha lagi - lagi terasa tidak berdaya, Alvin benar - benar tidak membiarkan Mikha terlepas tadi malam, dia benar - benar melakukannya sampai seluruh tenaga Mikha terkuras habis untuk menerima serangan darinya. Kalau saja hari ini hari libur, Mikha memilih untuk melanjutkan tidurnya, tubuhnya benar - benar terasa sangat lemas sekali.


*******


Semoga suka dengan episode hari ini ya...jangan terlalu tidak menyukai Bella ya? Hehe


Thor hanya ingin memperjelas sekilas saja tentang Alex dan Bella!


Episode selanjutnya siap - siap ya menerima kejutan lagi! Like sebanyak - banyaknya ya!

__ADS_1


Happy reading guys!


__ADS_2