SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 141


__ADS_3

Badboy:


Helo kamu masih berada disana kan Cin? Katakan apa yang harus aku lakukan sekarang?


'Sekarang apa yang akan gue lakukan ketika gue bertemu langsung dengan Alvin? Astaga membayangkannya saja sudah membuat gue semakin salah tingkah.' Pikir Mikha terus menerus.


Badboy:


Kamu lagi sibuk ya Cin? kenapa chat aku cuma kamu baca aja?


"Sekarang gue harus tenang terlebih dahulu.....ayolah Mikha, bahkan Alvin saja tidak mengetahuinya kalau lo itu adalah cinta. Gue anggap saja gue tidak mendengarkan apapun juga." Ucap Mikha akhirnya.


Cinta:


Sorry..sorry....tadi ada hal yang sedang aku kerjakan. Kalau kamu memang belum yakin dengan apa yang kamu rasakan jangan langsung mengutarakannya secara langsung dengan dia dan sebaliknya kalau kamu udah benar - benar yakin sama dia, kamu bisa langsung menyampaikannya. Tapi kalau aku boleh tau kenapa kamu kok bisa suka sama dia tiba - tiba seperti ini?


Badboy:


Hmmm...kamu ada benarnya juga Cin...aku sebenarnya juga tidak tau sejak kapan aku mulai menyukainya dia. Tapi yang pasti aku begitu nyaman berada disampingnya, dia terlalu mengerti aku ya walaupun kami masih suka ribut dengan hal - hal kecil setiap harinya. Aku sebenarnya sudah yakin dengan perasaanku ini, tapi aku tidak bisa mengutarakannya saat ini karena sesuatu dan aku janji ketika semuanya selesai, aku akan langsung bilang sama dia tentang perasaanku ini.


'Apa? Alvin nyaman sama gue? Duh senangnya....mimpi apa ya gue bisa mendengar ini semua dari Alvin.' Batin Mikha sambil terus senyum - senyum sendiri.


Cinta:


Kalau aku boleh tau sesuatu seperti apa ya sampai kamu belum bisa mengutarakan perasaan kamu kepada dia?


Badboy:


Hmm...kalau soal yang ini aku belum bisa cerita sama kamu ya setidaknya sampai aku benar - benar merasa yakin sama semuanya. Cinta udahan dulu ya soalnya aku mau lanjut bekerja lagi, next time kita cerita - cerita lagi ya. Byeeee...


Cinta:


Oke deh! Kamu yang semangat ya kerjanya, semoga urusan kamu cepat selesai sehingga kamu bisa mengutarakan perasaan kamu kepada Istri kamu. Byeee...


Setelah itu Mikha meletakkan ponselnya, 'Ternyata perasaan gue tidak bertepuk sebelah tangan....tapi hal apa ya yang membuat Alvin tidak mengutarakan perasaannya itu sama gue? Hmmm...apa yang sebenarnya Alvin sembunyikan sama gue?' Pikir Mikha terus menerus tapi malah tidak dapat menemukan jawabannya sama sekali sampai pada akhirnya dia tertidur dengan pulasnya.


Mikha bahkan tidak menyadari kalau dirinya telah tidur cukup lamanya, Alvin yang baru saja kembali kerumah langsung saja bergegas menuju kekamar mereka karena tidak menemukan keberadaan Mikha dimana - mana.


"Duh ribuet banget sih! Gimana caranya gue untuk mengucapkan selamat? Huh, sepertinya ini jauh lebih sulit daripada gue ijab kabul kemarin itu." Ucap Alvin sambil mondar mandir didepan kamarnya.


Kemudian Alvin menarik nafasnya dengan perlahan, "Oke..gue pasti bisa kok. Mik selamat ya karena lo udah diterima bekerja...tapi kok terdengar sangat aneh ya? Pasti Mikha langsung mentertawakan gue deh." Ucap Alvin lagi.


"Hmmm...gue harus gimana dong?"


"Kamu tinggal bilang aja Vin jangan merasa gengsi seperti itu, kamu cukup mengutarakan apa yang ada didalam pikiran kamu saat ini. Itu tidak akan sulit kok daripada kamu mondar mandir tidak jelas sedari tadi seperti ini." Goda Ara yang sedari tadi sudah mengamati Alvin dari kejauhan dan pada akhirnya Ara sampai mendekat kepada Alvin.


"Kak Ara....sejak kapan Kakak berada disini?" Ucap Alvin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Sejak kamu berbicara sendirian...apa yang membuat kamu sesulit itu untuk mengatakannya? Kamu hanya perlu mengatakan selamat saja kan? Apa jangan - jangan kamu mau mengatakan hal yang lainnya? Hmmm...Kakak bisa lho membantu kamu." Ucap Ara lagi sambil terus menggoda Alvin.


"Oh iya? Apaan sih kak gak usah ngaco begitu deh. Ya udah kalau begitu Alvin masuk dulu ya." Ucap Alvin akhirnya dengan muka yang sangat malu.


Ara yang melihat Alvin hanya berusaha untuk menahan tawanya karena sikap Alvin yang begitu tidak wajar menurutnya.


"Semangat ya Vin..." Ucap Ara lagi.


Setelah itu Alvin langsung masuk dan menutup pintu kamarnya dengan cepat.  Alvin langsung saja melihat Mikha yang saat ini sedang tertidur begitu pulasnya. Dengan langkah perlahan Alvin berjalan untuk menghampiri Mikha.


Diam  - diam Alvin tersenyum melihat Mikha yang saat ini tertidur seperti Anak kecil saja. Alvin merapikan rambut Mikha dengan perlahan supaya tidak membangunkan Mikha.


'Andai saja lo tau Mik kalau gue suka sama lo...tapi untuk saat ini gue tidak bisa mengutarakan perasaan gue yang sebenarnya sama lo. Maafin gue ya....' Batin Alvin.


Dengan gelisah Mikha mulai terbangun lalu dengan terkejutnya melihat Alvin yang berada begitu dekat dengan dirinya.


"Alvin..." Ucap Mikha dan langsung duduk sedikit menjauh dari Alvin.


"Sejak kapan lo pulang? Kenapa lo gak bangunin gue?" Tanya Mikha.


"Habisnya lo nyenyak banget deh tidurnya jadinya gue gak enak untuk membangunkan elo." Ucap Alvin jujur.

__ADS_1


"Ya kan lo bisa bangunin gue..." Ucap Mikha lagi yang merasa begitu canggung berada berhadapan langsung dengan Alvin seperti ini.


'Aduh ****** gue ini kenapa sih? Kenapa juga gue harus merasa segugup ini?' Batin Mikha.


"Iya..iyaa sorry ya, Oh iya selamat ya Mik karena lo udah diterima bekerja perusahaan yang lo mau." Ucap Alvin sambil menyerahkan seikat mawar merah yang sedari tadi diletakkannya dipunggunnya.


Mikha langsung mengambil seikat mawar merah pemberian Alvin itu.." Thanks ya...!" Ucap Mikha seraya tersenyum.


"Iya Mik...ya udah kalau begitu gue mandi dulu ya...gue mau lo masakin gue ya malam ini. Gue laper banget nih." Ucap Alvin sambil memegangi perutnya.


"Yeee dasar...berarti lo sebenarnya hanya ingin menyuruh gue masakin lo doang aja ya kan? Pantesan kok lo mendadak baik banget begini..." Tebak Mikha.


"Nah itu lo tau? Heheh..." Ucap Alvin lalu segera bergegas kabur dari hadapan Mikha saat ini.


Sejak kepergian Alvin, Mikha hanya tersenyum - senyum sendiri aja sambil menatap bunga mawar merah pemberian Alvin itu. 'Kok lo sweet banget sih Vin?' Batin Mikha.


Setelah itu Mikha meletakkan bunga mawarnya itu diatas vas bunga yang telah diisi sedikit air oleh Mikha. Lalu kemudian Mikha berjalan kebawah untuk memulai memasak.


Wajah Mikha tidak berhenti tersenyum sedari tadi, dia terlihat begitu sangat bahagia. Gimana tidak bahagia coba kalau dia sendiri bahkan sudah mengetahui kalau Alvin juga menyukai dirinya?


Mikha terus saja bersiul - siul dengan bahagianya sambil memasak makanan untuk Alvin. Mikha memutuskan untuk memasak beef steak. Dengan penuh semangat Mikha memasaknya sampai - sampai tidak menyadari kalau sedari tadi telah diperhatikan oleh orang lain.


"Ehemmm...ehem...kayanya ada yang lagi bahagia banget nih?" Goda Ara.


"Kak Ara...sejak kapan Kakak berada disana?" Tanya Mikha yang tidak menyadari keberadaan Ara.


"Hmm...menurut kamu sejak kapan?" Ara malah sengaja bertanya balik kepada Mikha.


"Ih Kakak...mana Mikha tau kakak sejak kapan berada disana?" Ucap Mikha.


"Gimana bunganya? Suka gak Mik? Tapi menurut kakak kamu suka deh kalau tidak mana mungkin kamu sebahagia ini." Tebak Ara seolah mengetahui apa yang sedang terjadi.


"Darimana Kak Ara tau? Pasti Alvin yang bilang ya?" Tanya MIkha lagi dengan penasaran.


Ara menggeleng dengan cepat, "Alvin tidak bilang apa - apa kok. Hanya saja Kakak melihat Alvin membawakan kamu seikat bunga mawar merah. Alvin akhir - akhir ini manis banget ya Mik?" Jawab Ara.


Mendengarkan ucapan Ara barusan membuat Mikha teringat sesuatu sampai - sampai membuat wajahnya kembali untuk merona merah.


"Kok kamu jadi salah tingkah begitu sih Mik?" Goda Ara lagi.


"Ih Kakak apaan sih...siapa yang salah tingkah, Mikha biasa aja kok Kak." Ucap Mikha lagi.


"Alvin itu baik Mik, ayo dong coba kamu untuk membuka hati kamu untuk Alvin. Kakak yakin kamu akan menyukai dia. Dan menurut Kakak sekarang ini Alvin sudah banyak berubah. Hmm...malah sangat jauh dari Al, Al semakin hari semakin sibuk saja sampai - sampai sudah tidak pernah lagi untuk memberikan Kakak perhatian dan hal - hal yang sangat manis seperti itu." Ujar Ara.


"Hmmm...begitu ya kak? Tapi Kak Al kan baik dan cinta banget sama Kak Ara."


"Iya Kakak tau Mik, tapi Kakak merasa Al sudah tidak seromantis dulu lagi yang suka memberikan Kakak kejutan manis. Apa karena Kakak sudah tidak secantik dulu ya Mik?" Ucap Ara.


"Ehemm..ehemm..."


"Sayang...kamu sejak kapan berada disini?" Tanya Ara yang merasa gugup.


"Mik kamu kok gak kasih tau Kakak sih?" Bisik Ara kepada Mikha.


Mikha hanya tersenyum saja melihat mereka berdua.


"Jadi aku sudah tidak seromantis dulu ya sayang?" Tanya Al.


"Tidak...bukan seperti itu kok kamu salah dengar kali sayang." Ucap Ara berusaha untuk menjelaskan kepada Al.


"Kamu tidak perlu untuk menjelaskan apapun juga kok, aku sudah mendengar semuanya." Ucap Al lagi.


'Tuh kan gini nih pasti Al merajuk deh. Aku harus bagaimana dong ini?' Pikir Ara.


"Ya udah aku naik dulu ya, ada pekerjaan yang harus aku kerjakan dulu." Ucap Al lalu tanpa menunggu jawaban dari Ara lagi, Al sudah naik keatas.


"Kamu kenapa tidak kasih tau Kakak sih Mik kalau Al ada disini juga?" Ucap Ara lagi.


"Maaf Kak, gimana caranya Mikha mau kasih tau Kakak kalau Kak Al memberikan kode untuk tidak mengatakan apapun juga kepada Mikha. Mikha kan jadi bingung harus bagaimana." Ucap Mikha dengan jujur.

__ADS_1


"Ya udah deh kalau begitu Kakak naik dulu ya...." Ucap Ara lalu segera pergi untuk mengejar Al.


"Duh bagaimana aku harus membujuk Al sih? Apa aku harus pura - pura lemah dan sakit aja kali ya agar dia tidak marah dan ngambek lagi?" Ucap Ara.


Dengan merasa ragu Ara mengetuk pintu ruangan kerja Al, "Siapa?" Tanya Al.


"Ini aku sayang..." Jawab Ara.


"Masuk aja Ra, gak dikunci kok." Ucap Al.


Dengan merasa ragu Ara akhirnya memberanikan dirinya untuk masuk kedalam ruangan suaminya itu. Al yang saat ini sedang serius dengan komputer yang ada dihadapannya bahkan tidak menatap Ara sama sekali.


Diam - diam Ara mulai menelan salivanya sendiri, 'Sepertinya ini bukan waktu yang tepat deh, sepertinya pekerjaan Al memang sedang banyak.' Pikir Ara.


"Ada apa Ra?" Tanya Al tanpa menatap Ara.


"Kamu...kamu sedang sibuk ya? Maaf ya aku ganggu kamu...ya udah deh aku pergi dulu ya." Ucap Ara dengan tidak bersemangat lalu ketika Ara inign keluar Al langsung saja menahannya.


"Katakan ada apa?" Ucap Al kembali.


"Kamu marah sama aku ya?" Tanya Ara.


"Menurut kamu?" Tanya Al.


"Kamu marah sama aku karena aku bilang begitu tadi sama Mikha kan? Kalau begitu aku minta maaf ya sayang...udah dong kamu jangan ngambek lagi..." Bujuk Ara.


Al hanya diam saja tanpa mengatakan apapun juga.


"Tuh kan kamu masih ngambek, katakan aku harus bagaimana agar kamu tiak ngambek lagi sama aku?" Ucap Ara.


'Al kalau sudah ngambek susah banget sih bujuknya...' Batin Ara.


Ara mulai berinisiatif untuk merayu dan menggoda sang Suami agar tidak marah lagi kepada dirinya. Ara mulai memberikan sentuhan kepada Al mulai dari wajah, leher bahkan sampai kedada Sang Suami.


"Apa yang sedang kamu lakukan Ra?"


Ara tidak menjawab Al sama sekali, Ara malah semakin nakal saja, kali ini Ara memutuskan untuk duduk diatas pangkuan Al dengan bertingkah begitu agresifnya sambil melingkarkan kedua tangannya diatas leher Al.


"Kamu beneran masih ngambek sama aku? Aku tidak bermaksud untuk menyinggung kamu tadi atau bermaksud untuk membanding - bandingkan kamu dengan Alvin sayang....aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan karena belakangan ini kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu saja sampai - sampai sudah tidak memperhatikan aku lagi. Aku benar - benar minta maaf ya sayang." Ucap Ara lalu memegang dagu Al untuk menatap kearahnya.


Ara kemudian mencium Sang suami dengan perlahan, tapi lama kelamaannya ciumannya berubah menjadi ciuman yang penuh gairah. Awalnya Al tidak merespon sama sekali ciumana Ara tapi lambat laun Al mulai merespon ciuman istrinya.


Al melepaskan ciuman mereka sebentar, "Ini kamu yang minta." Ucap Al sebelum pada akhirnya melanjutkan ciuman panas mereka.


Keduanya seperti sedang dimabuk asmara saja sampai - sampai entah sejak kapan keduanya sudah tidak menggunakan sehelai benangpun juga. Mereka berdua benar- benar melakukannya didalam ruangan kerja Al.


Dengan nafas yang masih terengah - engah Ara mulai menanyakan kepada Al, "Kamu udah gak ngambek lagi kan sayang?"


"Siapa yang bilang aku ngambek?"


"Tadi itu sikap kamu.....menunjukkan kalau kamu...Al! Jangan bilang sama aku kalau kamu sengaja ingin menggoda aku ya? Ih sayang kamu itu nyebelin banget sih." Ucap Ara sambil memukul - mukul suaminya dengan sangat kesal.


"Maafin aku sayang...habisnya aku merasa kamu itu cuek banget sama aku sejak kamu hamil. Padahal kan aku juga butuh perhatian juga dari kamu." Ujar Al dengan jujur.


"Iya tapi gak berakting ngambek juga kali sayang...jail banget sih kamu." Ucap Ara dengan kesal.


"Apa salahnya kalau malah itu bisa mendapatkan perhatian dari kamu? Kan kamu udah lama tidak seagresif tadi, aku suka dan sangat merindukannya sayang." Bisik Al.


"Ih sayang...." Ucap Ara.


Al malah mencium bibir Ara lagi dengan rakusnya untuk membungkam Ara kembali. Ara hanya menikmati ciuman manis yang diberikan oleh Sang Suami, mereka berdua sudah sangat lama tidak bermesra - mesraan seperti ini.


Dengan perlahan Al melepaskan ciumannya dari Sang Istri, "Sayang I love you!"


"Love you too sayang..." Ucap Ara lalu memeluk sang Suami dengan sangat eratnya.


*******


Duh jangan baper ya melihat kedua pasangan ini? Heheh...

__ADS_1


**Khususnya buat yang masih jomblo, tenang...tenang pasti ada masanya kok kalian semua merasakan kebahagiaan sepeti ini. **


Happy Reading Guys!


__ADS_2