
"Kenapa kamu terus menatapku seperti itu?" Tanya Alvin yang sebenarnya tau sejak tadi tadi dirinya terus saja mendapatkan tatapan dari Sang Istri.
Seketika raut wajah Mikha berubah menjadi sangat kaku karena ketangkap basah kalau sedari tadi sedang menatap Suaminya. Dengan gelagapan Mikha menjawab, "Eng-enggak kok! Idih kamu kok kege'eran begitu sih Vin." Ujar Mikha lalu meneguk minumannya.
Sementara Alvin hanya tersenyum menyeringai saja. "Oh iya? Berarti aku salah ya..."
Kemudian keduanya sibuk dengan buku menu dihadapan keduanya, Mikha bersembunyi dibalik buku menu itu, dia masih berusaha mencari tau apa yang sebenarnya direncakan oleh Alvin. Mikha mengintip apa yang sedang Alvin lakukan saat ini, Alvin sedang memilah milih makanan yang ingin dipesannya.
Mikha kembali tidak konsentrasi, apalagi saat ini Alvin sedang menanyainya sebuah pertanyaan. Mikha masih sibuk dengan pemikiran sendiri sampai - sampai tidak dapat mendengarkan kalau saat ini Alvin sedang berbicara kepadanya.
"Mikha...!" Panggil Alvin.
Mikha masih tidak merespon panggilan dari Suaminya itu.
Alvin mencoba untuk memanggil Mikha lagi, "Sayang...!" Ujar Alvin.
Kali ini Mikha masih tidak merespon ucapan dari Alvin, sampai pada akhirnya Alvin merasa geram dan emosi sendiri. Alvin menarik buku menu yang saat ini sedang dipegang oleh Sang Istri.
"Apa yang kamu lakukan!" Ketus Mikha.
"Kenapa kamu tidak merespon aku...aku sedari tadi terus memanggil kamu sayang! Sebenarnya apa sih yang sedang mengganggu pikiran kamu untuk saat ini. Aku merasa sedaritadi kamu bersikap aneh." Tanya Alvin yang memang melihat sedari tadi Mikha tidak merespon ucapannya.
"Sorry Vin...aku tidak mendengarnya. Tidak ada kok, tidak ada kok yang mengganggu pikiran aku saat ini" Jawab Mikha sambil cengengesan.
"Hmm...kalau begitu kamu mau pesan apa?" Tanya Alvin lagi.
"Apa ya? Aku samaan dengan kamu aja deh." Ujar Mikha yang sebenarnya sedari tadi juga tidak ada membaca buku menunya sama sekali.
"Baiklah."
Lalu kemudian Alvin sudah memanggil seorang pelayang lalu memberitahukan pesanan mereka berdua. Sementara Mikha masih terus menatap Suaminya.
"'Apa pikiranku salah ya? Sepertinya Alvin tidak akan memberikan kejutan untukku.' Batin Mikha sambil menghela nafas dengan berat.
"Mik, kamu kenapa diam aja sih? Cerita sama aku apa sebenarnya yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Alvin lagi yang sedaritadi terus saja memperhatikan Mikha.
'Apa aku tanyakan saja ya? Hmm..tapi tidak usah deh, ntar Alvin mikir kalau aku wanita yang gila dengan kejutan lagi.' Pikir Mikha pada akhirnya.
Mikha menggelengkan kepalanya," Aku hanya sedang berpikir apa kita pernah bertemu direstoran ini. Aku benar - benar merasa sangat penasaran dengan apa yang kamu katakan tadi. Apa kamu tidak berniat ingin mengatakannya?" Ujar Mikha dengan manja.
Alvin tersenyum berusaha untuk menahan perasaan gelinya, "Itu semua tergantung penampilan kamu malam ini." Balas Alvin.
Mikha tidak mengerti dengan maksud perkataan dari Suaminya barusan. Mikha hanya memanyunkan bibirnya saja. 'Apa sih maksud perkataan Alvin? Tergantung penampilan aku? Emangnya apa yang sedang dia pikirkan? Oh tidak! Jangan - jangan maksud Alvin....' Pikir Mikha.
Mikha menatap Suaminya dengan tatapan yang sangat tajam, 'Dasar mesum! Kenapa sih yang ada dikepala Alvin hanya ada itu terus! Huft.' Gerutu Mikha dengan kesal.
"Jangan menatapku seperti itu dong sayang...." Balas Alvin.
"Dasar mesum!" Balas Mikha.
Alvin terkekeh mendengarkan ucapan Mikha barusan.
"Ternyata kamu mengerti maksud ucapan aku tadi ya sayang..." Ucap Alvin dengan ekspresi nakalnya.
"Hentikan Vin...aku tidak ingin membahas tentang hal ini disini! Kalau ada yang mendengarnya bagaimana?" Bisik Mikha yang semakin membuat Alvin tertawa lepas.
"Alvin!" Seru Mikha yang merasa semakin kesal.
"Maaf...maaf sayang! Aku tidak bermaksud untuk mentertawakan kamu kok. Hanya saja aku merasa kalau kamu sangat lucu. Kamu lihat sekitar kita sekarang...apa kamu menemukan orang lain? Tidak ada kan." Ujar Alvin sambil menatap kearah sekitar restoran ini.
"Iya tapi tetap saja aku tidak ingin membahasnya disini. Kita saat ini sedang berada diluar...." Balas Mikha yang kini sudah memerah.
"Kenapa kamu semalu ini sayang? Lihat pipi kamu sudah memerah." Goda Alvin terus menerus.
Mikha semakin merasa kesal dengan Suaminya itu, 'Lihat saja nanti...aku pasti akan membalas kamu!' Batin Mikha.
Makanan yang dipesan oleh Alvin sudah dihidangkan diatas meja, kemudian keduanya memulai makan malam, selama makan keduanya hanya diam saja sambil menikmati makanannya. Mikha masih sangat penasaran dengan maksud ucapan Alvin tadi didalam mobil. Sampai - sampai Mikha tidak fokus untuk menusuk dagingnya. Pikiran saat ini sedang sibuk sendiri, Mikha kembali melamun kembali.
Alvin yang menyadari hal itu kemudian membenarkan tusukan daging untuk Istrinya lalu menyuapi Istrinya. Seketika lamunan Mikha buyar. "Kalau makan fokus dong sayang." Ujar Alvin.
Dengan cepat Mikha mengunyah makanannya. Dia padahal berharap kalau Alvin menunjukkan sisi romantisnya, akan tetapi harapan tinggal harapan. Alvin tak kunjung bersikap romantis kepada Mikha. Mikha sengaja tidak pernah memberikan kode kalau sejujurnya dia juga menantikan sisi romantis dari Alvin, akan tetapi Alvin tidak pernah merasa peka dengan hal itu.
Keduanya menyelesaikan kegiatan makannya juga. Ternyata keduanya benar - benar merasa kelaparan. "Gimana sayang? Suka gak?" Tanya Alvin untuk memulai percakapan.
"Enak kok sayang...aku suka. Hmm, btw kamu pernah kesini sebelumnya?" Tanya Mikha sambil menatap Suaminya dengan selidik.
Alvin hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Mikha, lagi lagi Mikha merasa sangat kesal sekaligus menyesal karena sudah menanyakan hal ini kepada Alvin. Alvin tau pasti kalau saat ini Mikha sangat penasaran.
"Ih kamu makanannya belepotan banget sih." Ujar Alvin lalu berjalan mendekat kepada Mikha. Alvin mengelap sisa makanan yang ada disudut bibir Mikha. Sementara Mikha terpaku ditempat sambil memperhatikan wajah Suaminya yang sangat tampan.
"Nah gini kan jadi cantik lagi." Ujar Alvin.
__ADS_1
Mikha menjadi deg - deg kan bila berada didekat Alvin seperti ini. Walaupun mereka sudah menikah selama 6 bulanan, tapi tetap saja bila Mikha melihat Alvin dengan jarak yang sangat dekat seperti ini perasaan deg- deg kannya akan muncul.
"Aku biasanya aku jelek ya? Makasih lho atas kejujurannya." Ujar Mikha yang merasa sewot.
Alvin hanya tertawa saja menatap Mikha, "Kamu cantik kok sayang...kamu kalau marah begini makin cantik banget tau gak." Balas Alvin sambil membelai pipi Mikha.
"Dasar gombal! Tapi sayangnya gak mempan tuh!" Balas Mikha masih bersikap jutek dengan Alvin.
"Mik..." Panggil Alvin dengan tatapan yang sangat serius.
'Kenapa Alvin menatapku seperti ini sih? Dia tau gak sih kalau aku sedang detak jantung ku tidak karuan?' Batin Mikha.
"Iya Vin...Ada apa? Kenapa kamu serius banget seperti ini sih? Please deh Vin jangan bercanda mulu." Jawab Mikha yang tidak ingin menatap Alvin.
Alvin memegang kedua tangan Mikha, "Aku hanya ingin mengatakan kalau aku bukan pria sempurna untuk kamu, tapi aku akan melakukan apapun untuk membahagiakan kamu..." Alvin menghentikan kalimatnya beberapa saat.
Mikha masih tidak mengerti dengan ucapan Alvin barusan. Mikha mengerlitkan sebelah alisnya.
"Aku bersyukur mempunya Istri seperti kamu...ya walaupun kamu cerewet banget, tapi aku sudah terbiasa kok sayang. Malam ini aku tau kamu memang benar - benar tidak mengingatnya. Sebenarnya hari ini adalah hari anniversarry kita sayang. Happy anniversarry Istriku!" Ujar Alvin lalu tanpa sadar Mikha sudah meneteskan airmatanya.
'Astaga Mikha...kenapa kamu sampai melupakan hari sepenting ini sih?' Mikha terus saja merutuki kebodohan sendiri.
Secara perlahan Alvin mencium tangan Mikha, Mikha hanya tersenym sambil menatap Alvin dengan perasaan harunya. "Sayang maafkan aku ya! Aku benar - benar lupa kalau hari ini adalah hari...." Dengan cepat Alvin menutup mulut Mikha dengan jari telunjuknya.
"Iya aku tau kok sayang...kamu tidak perlu merasa bersalah seperti ini ya. Bisa kita rayakan sekarang?" Ujar Alvin.
Mikha mengangguk sambil tersenyum.
"Happy anniversarry Suami mesumku!" Ujar Mikha.
Alvin memberikan kode oleh salah seorang pelayan yang ada disana, Mikha masih menatap Alvin dengan tatapan yang sukar untuk dimengerti.
Kemudian beberapa pelayan restoran itu sudah datang menghampiri keduanya dengan membawakan cake yang berbentuk hati yang bertuliskan Happy anniversarry dengan disertai dengan lagu yang mereka bawakan, tidak lupa juga mereka menyalahkan lilin diatas cake nya.
Mikha merasa semakin terharu dan melayang dengan perlakuan romantis dari Suaminya. Kemudian keduanya sudah bersiap untuk meniup lilinnya sambil berpandang - pandangan satu sama lain. Tapi sebelumnya keduanya sudah berdoa didalam hati. Hanya mereka berdualah yang tau harapan untuk hubungan mereka kedepannya.
"Thankyouuu sayang!" Ujar Mikha lalu memberikan pelukan kepada Suami tercintanya.
"Sama - sama sayang!" Balas Alvin sambil mempererat pelukannya.
Secara perlahan Alvin melepaskan pelukannya dari Mikha, "Ini bunga untuk kamu sayang!" Ujar Alvin sambil memberikan satu ikat mawar putih.
Mikha menerima bunga mawar itu dari tangan Suaminya, lalu Mikha mencium aroma wangi dari bunga tersebut.
"Kenapa?" Ujar Mikha yang menaruh curiga.
"Please sayang...!" Alvin memohon kepada Istrinya.
"Baiklah sayang....tapi janji kamu jangan iseng ya?" Ujar Mikha yang merasa tidak percaya kepada Alvin karena Alvin terus saja jail kepadanya.
"Aku janji deh!"
Kemudian Mikha menutup kedua matanya, Alvin berjalan kearah belakang Sang Istri, Alvin memasangkan kalung cantik dengan logo hati yang menyatu, disana juga Alvin memberikan inisial nama mereka berdua.
"Buka mata kamu." Bisik Alvin yang masik berada dibelakang Mikha, Mikha meraba kalung pemberian dari Suaminya itu, "Vin...ini....." Mikha sudah tidak kuasa lagi untuk melanjutkan ucapannya. Lagi - lagi airmata Mikha mengalir membasahi pipinya.
"Kok kamu nangis sayang? Jangan nangis dong!" Dengan sabar Alvin mengusap airmata Sang Istri.
"Thanks ya Vin...aku kira kamu tidak akan bisa bersikap romantis seperti ini. Jujur aku benar - benar merasa sangat terharu." Mikha membalikkan badannya lalu bangkit untuk memeluk Suaminya kembali.
"I love you sayang!" Bisik Alvin sambil mempererat pelukannya.
"Love you too!" Balas Mikha.
Entah darimana kini sudah ada sebuah lagu yang melengkapi malam romantis keduanya, Alvin mengajak Mikha untuk berdansa, walaupun pada awalnya Mikha bersikeras untuk menolaknya. Akan tetapi Alvin mampu untuk meyakinkan Sang Istri hingga akhirnya Mikha menyetujuinya.
Sebuah lagu darinya Calum Scott - You Are The Reason yang melengkapi malam romantis sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta.
There goes my heart beating
Cause you are the reason
I’m losing my sleep
Please come back now
There goes my mind racing
And you are the reason
That I’m still breathing
__ADS_1
I’m hopeless now
I’d climb every mountain
And swim every ocean
Just to be with you
And fix what I’ve broken
Oh, cause I need you to see
That you are the reason
There goes my hands shaking
Cause you are the reason
My heart keeps bleeding
And I need you now
If I could turn back the clock
I’d make sure the light defeated the dark
I’d spend every hour, of every day
Keeping you safe
I’d climb every mountain
And swim every ocean
Just to be with you
And fix what I’ve broken
Oh, cause I need you to see
That you are the reason
You are the reason
Yeah, yeah…
I’d climb every mountain
And swim every ocean
Just to be with you
And fix what I’ve broken
Oh, cause I need you to see
That you are the reason
Mikha dengan manjanya mengalungkan tangannya tepat dibelakang tengkuk leher Suaminya, sementara Alvin semakin memperdalam memeluk tubuh Istrinya dengan saling menatap satu sama lain dengan tatapan penuh cinta.
"Kok aku baru tau ya kalau Suami aku ini bisa romantis juga? Ini kali pertama kamu seperti ini sayang." Sindir Mikha sambil mencubit gemas hidung mancung Suaminya.
"Sayang ini semua aku lakukan karena aku ingin menunjukkan kalau aku juga bisa romantis. Aku tidak ingin terus menerus kamu sindir.. aku tau kok kalau selama ini kamu menambahkan kejutan seperti ini. Ya walaupun tidak sebaik Kak Al yang mampu berikan kejutan untuk Kakak Ipar, aku sudah berusaha keras untuk melakukan hal ini. Aku hanya ingin mendapatkan senyuman indah dari bibir kamu ini." Alvin menunjuk bibir Mikha sementara Mikha hanya membalas Alvin dengan sebuah senyuman.
"Kok hanya senyum aja sih? Hadiah aku mana? Seharusnya kamu itu memberikan aku sebuah penghargaan dong sayang." Ujar Alvin sambil menunjuk bibirnya sendiri.
"Oh jadi Suamiku ini mau hadiah? Hmm...oke, kalau begitu kamu tutup mata sekarang ya sayang."
"Beneran?" Dengan sangat semangat Alvin memejamkan kedua matanya. Sementara Mikha hanya tersenyum geli saja melihat Alvin yang saat ini sudah memajukan bibirnya. Namun Mikha tak kunjung memberikan ciumannya. Secara perlahan Alvin membuka matanya lalu menatap Mikha yang tertawa melihatnya. Alvin hanya memanyunkan bibirnya saja. Alvin merasa sangat kesal karena Mikha terus saja mengerjai dirinya.
Dengan spontan Mikha berjinjit lalu mencium Suaminya yang saat ini sudah ngambek.
"CUP!"
Sontak membuat Alvin sangat kaget dengan serangan mendadak dari Sang Istri. Mikha sudah memejamkan kedua matanya, secara perlahan Alvin mulai membalas ciuman yang diberikan oleh Istrinya. Malam ini adalah malam yang sangat membahagiakan untuk keduanya.
Walaupun diluar sedang hujan deras, pasangan ini tidak menghiraukannya. Mereka hanya terus memandu kasih.
*****
Duh yang jomblo mana suaranya? Dilarang baper yak! Kalau yang jomblo peluk guling aja ya! Heheh
__ADS_1
Happy reading guys!