SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 181


__ADS_3

Akhirnya tiba juga acara tujuh bulanan Ara dan Al, kedua keluarga besar mereka sudah datang kekediaman mereka berdua. Ara saat ini berpenampilan sangat cantik dengan gaun yang diinginkannya. Penampilan Ara saat ini benar - benar sangat mempesona, elegan dan simple, dia bagaikan putri yang sedang menunggu pangerannya. Walaupun perut Ara saat ini sedang mengandung dan kelihatan sangat besar, akan tetapi dirinya masih sangat terlihat sangat cantik.


Sementara Al sendiri berpenampilan bak pangeran dengan menggunakan kemeja berwarna putih dengan dasi kupu - kupu yang menampilkan dirinya semakin terlihat gagahnya. Al dan Ara saat ini sedang menjalani foto - foto sebentar sebelum acara ini dimulai.


Sebenarnya ini merupakan permintaan dari Sang Istri sendiri yang tidak bisa untuk ditolah oleh Al, Al menikmati semua prosesi foto - foto mereka berdua. Senyuman keduanya selalu saja mengembang tanpa henti - hentinya. Mereka berdua sangat bahagia di moment tujuh bulunan untuk calon Anak kembar keduanya.


Dari kejauhan sedari tadi Mikha terus saja memandang iri dan penuh kebahagiaan untuk Al dan Ara, Mikha juga bisa merasakan kebahagiaan kedua Kakaknya itu, 'Mungkin nanti aku dan Alvin juga akan merasakan seperti itu bila aku sudah mengandung Anak kami.' Batin Mikha sambil menerawang jauh.


"Hai sayang...kamu lagi mikirin apaan sih?" Ujar Alvin yang tiba -tiba saja muncul entah darimana.


"Aku bisa merasakan kebahagiaan Kak Al dan Kak Ara untuk saat ini Vin! Mungkin kelak kita juga akan seperti mereka ya." Ucap Mikha sambil terus memperhatikan Al dan Ara.


"Pasti sayang! Kamu pengen hamil ya? Kamu tenang saja aku pasti bisa kok mengabulkannya." Bisik Alvin dengan nada menggoda Mikha.


"Alvin....! Semua wanita yang sudah menikah pasti juga ingin hamil. Tapi apa kita berdua siap menjadi orangtua ya?" Ujar Mikha yang mulai memikirkan kedepannya.


"Siap gak siap kita harus siap sayang....aku ingin perut rata kamu saat ini buncit karena kamu sedang mengandung buah cinta kita berdua!" Ujar Alvin sambil membelai perut Mikha.


Mikha hanya tersenyum, dia tidak sabaran untuk bisa menjadi wanita seutuhnya dengan memberikan keturunan untuk Suaminya. Sepertinya mereka berdua sudah siap untuk menjadi orangtua bagi Anak - anak mereka kelak. Hanya saja saat ini keduanya masih sedang berusaha dan selalu berdo'a agar diberikan keturunan.


Mikha mulai merasa risih bila orang lain, orangtua, sanak saudara mereka selalu saja menanyakan kenapa sampai sekarang dirinya belum mengandung. Itu adalah pertanyaan sederhana yang mampu membuat wanita manapun yang telah menikah menjadi kepikiran dan stres.


Acara tujuh bulanan Al dan Ara berjalan dengan lancar, keduanya sengaja hanya mengundang orang - orang terdekat saja, sengaja tidak ingin membuat pesta yang terlalu meriah karena rencana mereka berdua hanya ingin membuat acara syukuran saja.


Secara bergantian mereka semua berfoto dengan Al dan Ara yang mendadak menjadi raja dan ratu sehari saja. Mereka ingin mengabadikan moment - moment berharga seperti ini dengan orang - orang tersayang.


Sebagian besar keluarga mereka sudah kembali, kini tinggal Papa dan Mama Al saja, Papa dan Mama Ara sudah kembali sejak tadi. Al dan Ara memanggil Alvin dan juga Mikha, entah apa yang ingin disampaikan oleh Al dan Ara. Alvin dan Mikha hanya menurut dan mengikuti keinginan Kakak mereka.


"Kita mau kemana Kak?" Tanya Alvin yang merasa sangat penasaran karena sedari tadi baik Al dan Ara tidak memberitahukan arah dan tujuan mereka.


"Nanti kamu juga bakalan tau...udah duduk tenang aja dulu." Jawab Al yang tentunya semakin membuat Alvin dan Mikha semakin bertanya - tanya.


Tidak berapa lama kemudian Al sudah menghentikan mobilnya tepat disebuah rumah besar yang berada tidak terlalu jauh dari kompleks kediamaan Al dan Ara.


Al dan Ara sudah turun dari dalam mobil, kini Alvin dan Mikha ikut turun akan tetapi masih bingung kenapa mereka dibawa kesini.


"Gimana rumah ini Vin, Mik? Apa kalian berdua suka?" Tanya Al.


"Ini rumah siapa Kak? Sebenarnya kita mau ngapain kesini?" Ujar Alvin yang masih merasa bingung sendiri.


"Jawab saja...kamu suka gak?" Tanya Al sekali lagi.


"Tentu saja Kak! Ini rumah bagus banget! Emangnya ini rumah siapa sih Kak?" Jawab Alvin dengan jujur.


"Ini rumah kalian berdua..." Ujar Al sambil memberikan kunci rumah kepada Alvin.


"APA!" Ucap Alvin dan Mikha secara bersamaan.


Lalu Alvin dan Mikha saling memandang satu sama lain dengan tatapan yang tidak percaya.


Sementara Al dan Ara hanya tersenyum saja, "Ternyata kalian berdua sanat kompak ya?" Ujar Al sambil menggoda Alvin dan Mikha.


"Kakak serius?" Tanya Alvin.


"Iya Vin...menurut Kakak untuk saatnya kamu dan Mikha untuk menjalani hidup sendiri. Bukannya Kakak ingin mengusir kamu...bukan seperti itu, hanya saja Kakak dan Ara sudah yakin dengan kalian berdua...Kamu berdua sudah melihat kekuatan cinta dari kalian. Kami ingin melihat kamu dan Mikha bisa mengurus keluarga kamu." Ujar Al sambil menepuk - nepuk bahu Adiknya itu.


"Iya Vin, yang dikatakan Al benar...Kami ingin melihat kalian berdua membangun keluarga sendiri dan bisa menjalani setiap prosesnya juga." Balas Ara.


"Tapi Kak ini semua terlalu berlebihan...Kami berdua tidak membutuhkan rumah sebesar ini hanya untuk kami tempati, tapi walaupun demikian, Alvin dan Mikha mengucapkan terimakasih. Kami berdua bahkan tidak menyangka kalau Kak Al dan Kak Ara mempunyai waktu untuk mempersiapkan sebuah kejutan untuk kami." Balas Alvin yang merasa sangat terkejut dengan kejutan yang diberikan oleh Sang Kakak.


"Iya Kak! Mikha dan Alvin merasa sangat berterimakasih....kami tidak menyangka ditengah - tengah kesibukan Kak Al dan Kak Ara malah sempat - sempatnya mempersiapkan kejutan seperti ini." Ujar Mikha.


"Iya sama - sama Vin, Mik! Kami hanya ingin melihat kalian berdua bahagia selau....Oh iya Vin, tapi ingat satu hal bukan berarti kamu bisa lho pulang seenaknya saja, tetap saja Kakak akan mengawasi kamu dari jauh." Ancam Al.


"Iya Kak! Alvin sudah berubah kok..." Ujar Alvin.

__ADS_1


"Dan kamu Mik....jangan sungkan - sungkan untuk melaporkan tentang hal apapun itu ya kepada kami berdua, sejujurnya Kakak masih belum bisa percaya dengan Alvin, Kakak takut Alvin akan menyaakiti kamu lagi." Al mengucapkannya dengan penuh penekanan.


"Iya pasti Kak! Sekarang aku sudah yakin kok kalau Alvin tidak akan pernah untuk menyakiti hati Mikha lagi. Iya Kak Vin?" Ujar Mikha.


Alvin mengangguk dengan sangat mantapnya, "Aku janji tidak akan pernah lagi menyakiti kamu sayang." Balas Alvin.


"Baiklah kalau begitu...Kakak dan Ara balik kembali kerumah ya! Kalian berdua nikmati waktu bersama - sama ya!" Ujar Al yang diikuti oleh anggukan kepala Ara.


"Lho kenapa Kak? Kenapa Kak Al dan Kak Ara tidak ingin masuk terlebih dulu?" Ujar Alvin.


"Gak ah, hari ini Kakak dan Ara sudah sangat lelah, kasihan Ara bila tidak istirahat. Kalian berdua have fun ya!" Ujar Al lagi dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti oleh Alvin dan Mikha.


"Kakak pulang ya Mik! Ingat pesan Kakak tadi ya! Kalau Alvin berani macam - macam kamu itnggal mengadu sama Kakak aja ya!" Ujar Ara yang sedari tadi kebanyakan diam saja.


"Pasti Kak!" Balas Mikha.


"Kali ini kamu harus berhasil ya! Nikmati waktu kalian berduaan seperti ini...jangan menyia - nyiakan kesempatan yang ada. Kamu mengerti kan maksud ucapan Kakak?" Bisik Al kepada Sang Adik.


Alvin sudah mengerti maksud dari ucapan Kakaknya, Kini Al dan Ara sudah masuk kedalam mobil. Alvin dan Mikha melambaikan tangannya kearah mobil sampai mobil yang dikendarai oleh Sang Kakaknya itu sudah tidak kelihatan lagi.


Kini pandangan Alvin sudah tertuju kepada Mikha, "Bagaimana kalau kita masuk sekarang?" Ajak Alvin sambil menggenggam jemari Sang istri.


"Oke sayang! Aku sudah tidak sabat sekali ingin segera masuk kedalam.


Kini Alvin sudah membuka pintu masuk, keduanya melongo tak percaya meliha tapa yang ada dihadapan mereka saat ini.


'Aku tidak menyangka kalau Kak Al dan Kak Ara mempunyai waktu untuk mempersiapkan hal ini.' Batin Alvin.


'Astagaa...romantis sekali...bahkan mereka telah mempersipakan hal seperti ini?' Batin Mikha.


"Sayang...sepertinya mereka berdua sengaja untuk pergi meninggalkan kita berdua...mereka bahkan sempat - sempatnya untuk mendekor rumah ini." Ujar Alvin.


"Iya sayang! Aku juga tidak menyangka banget sayang. Mereka berdua baik banget ya?" Ujar Mikha.


"Kamu sudah siap?" Tanya Alvin.


"Untuk acara dinner romantis kita...." Jelas Alvin sambil menarik Mikha masuk kedalam.


Sementara wajah Mikha sudah bersemu dengan sangat merah, "Dasar mesum!" Balas Mikha sambil memukul lengan suaminya.


"Kok dibilang mesum sih? Uh!" Ujar Alvin dengan wajah cemberutnya.


"Kan memang benar kamu mesum sayang! Udah ah mendingan kita makan aja dulu...aku udah laper banget nih...duh mana makanannya enak - enak lagi. Mikha kesulitan untuk memilih makanannya sendiri, dia menyukai semua makanan yang terhidang disana.


Kini suasana berubah menjadi sangat hening, hanya terdengar suara sendok dan garpu mereka saja yang saat ini sedang mereka gunakan. Entah mengapa detak jantung keduanya menjadi sangat tidak tenang,ada perasaan .


Alvin sudah selesai terlebih dulu, kini Alvin hanya terus menatap wajah Sang Istri sampai - sampai membuat Mikha menjadi salah tingkah sendiri.


"Vin..." Panggil Mikha.


"Hemmm..." Jawab Alvin tanpa memalingkan wajahnya sama sekali.


"Jangan lihatin aku terus seperti itu dong!" Ujar Mikha yang merasa sangat malu untuk saat ini.


"Emangnya kenapa sayang? Masa aku salah sih mandangin Istriku sendiri?" Tanya Alvin.


"Gak sih...tapi aku malu terus menerus kamu pandangin seperti itu..."Balas Mikha.


Alvin hanya cengengesan tidak jelas saja saja sedritadi, tentu saja membuat wajah Mikha menjadi cemberut kesal.


"Kenapa kamu pemalu sekali sayang?" Ujar  Alvin sambil mengawasi wajah dari Mikha.


"Ih Alvin....aku bukan pemalu hanya saja aku tidak ingin kamu menatapku seperti itu sayang! Hmm...aku curiga, jangan - jangan kamu saat ini sedang merencannakan seuatu yang sangat mesum lagi kan?" Tebak Mikha sambil memicingkan matanya.


Sementara Alvin hanya cengengesan gak jelas.

__ADS_1


"Tuh kan! Dasar mesum!" Ujar Mikha.


"Pikiran kamu terlalu negatif dengan aku sayang! Hmm...gimana kalau kita melihat - lihat seisi rumah ini?" Ajak Alvin yang kini sudah berjalan kearah Mikha.


"Baiklah...aku juga sangat penasaran." Mikha bangkit dari duduknya lalu menerima tangan Alvin yang sedang menunggu untuk digenggam olehnya.


Alvin dan Mikha pergi untuk mengelilingi rumah pemberian dari Kakaknya itu. Mikha tak henti hentinya terus saja memuji seisi rumah.


Dilantai satu ada 2 kamar kosong yang cukup besar kamar yang langsung menghadap kearah kolam renang, ada ruang santai, ruang keluarga, ruang tamu, tempat olahraga beserta peralatan lengkapnya dan juga dapur.


Kini keduanya sudah berjalan menuju lantai 2, disana terdapat ruang santai, 3 ruangan kamar lalu satu ruang lagi khusus untuk karokean dan nonton film.


"Jadi kamu suka kamar yang mana yang akan kita pakai untuk kamar kita sayang?" Tanya Alvin yang sedari tadi hanya mengikuti kemana Sang Istri membawanya.


"Menurut kamu, Vin? Jujur aku sendiri bingung." Jawab Mikha dengan muka bingungnya.


"Aku sih terserah kamu saja! Aku tidak pernah mempermasalahkan tentang kamar tidur." Ujar Alvin.


"Tuh kan kamu gak ada jawaban sih...aku sebenarnya suka dengan kamar yang ada dilantai bawah hanya saja aku juga suka dekorasi kamar yang ada diatas. Hmm...jadi gimana dong?" Ujar Mikha yang merasa galau


"Kamu lucu Mik...kan ini rumah kita berdua...kita mau tidur dimana saja ya terserah kita dong. Kamu tinggal pilih tempat tidur dan dekorasi yang kamu inginkan saja sayang...aku akan menyuruh seseorang untuk mengabulkannya." Ujar Alvin sambik menepuk kedua bahu Istrinya.


"Beneran ya semuanya terserah aku? Janji kalau kamu tidak akan protes?" Ujar Mikha sangat antusias.


"Iya sayang aku janji...Hmm, tapi sebelum itu kamu perlu membuat aku bahagia dong. Ujar Alvin dengan kalimat nakalnya.


Alvin kini berjalan lalu duduk di samping ranjang besar yang ada dikamar ini. Alvin sudah menepuk - nepuk kasur disampingnya.


Mikha sangat mengerti apa yang diinginkan oleh Suami mesumnya itu. Mikha hanya bertingkah seolah olah dirinya tidak mengerti oleh permintaan Alvin.


"Hooaaammm...kok jadi ngatuk begini ya?" Ujar Mikha.


Tentu saja Alvin tau kalau saat ini Mikha hanya sedang berpura- pura mengantuk saja. Bukan Alvin namanya bila dia harus menyerah begitu saja.


"Ya udah sini kamu tidur..." Ujar Alvin sambil menunjuk nunjuk kasur disebelahnya.


Mikha berjalan menuju kearah Alvin, Mikha membaringkan tubuhnya disamping Alvin dengan sengaja menaruh kepalanya diatas pangkuan Alvin.


"Kamu lihatin aku sampai tidur ya sayang." Ucap Mikha sambil tersenyum.


"Sayang..."


"Hmm..." Sahut Mikha.


"Kamu sengaja ya ingin menggoda aku?" Tanya Alvin.


Sontak membuat Mikha membuka kedua matanya, 


"Aku ingin kita memiliki seorang Anak..." Ucap jujur Alvin sambil menatap serius kepada Mikha.


Mikha berusaha menelan salivanya, "Apa kamu yakin kalau kita berdua sudah siap Vin?" Tanya Mikha.


Alvin mengangguk mantap, "Aku ingin mempunyai Anak yang lucu lucu kayak kamu."  Ucap Alvin sambil mencubit gemas hidung mancung Mikha.


"Kayak aku?" 


"Iya sayang kayak kamu! Kamu sadar gak sih kalau jamu itu cantik, lucu dan menggemaskan?" Puji Alvin.


"Hmmm...enggak! Lagian kamu ada angin apa nih muji muji aku begini? Udah deh aku udah bisa menebak apa yang sedang kamu inginkan!" Ujar Mikha lalu bangkit dari posisi tidurnya.


Sementara Alvin hanya tersenyum sambil memandangi tubuh Sang Istri dengan sangat intens.


******


Halooo apa kabarr? Sorry ya thor baru muncul lagi...emang belakangan ini mood Author sedang tidak baik untuk menulis..mohon dimaklumi saja ya! hehhe

__ADS_1


Happy reading guys!


__ADS_2