SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 187


__ADS_3

Clara melepaskan pelukannya dari Kakaknya, "Kakak harus janji sama Clara kalau Kakak akan menjadi Kak Tia


seperti yang Clara kenal dulu? Hidup Kakak masih sangat panjang Kak! Clara juga ingin menyaksikan pernikahan Kakak kedepannya." Ujar Clara sambil memegangi kedua bahu Tia.


Tia menganggukkan kepalanya lalu kembali lagi untuk memeluk Sang Adik.


Semua yang berada disana ikut merasakan bahagia untuk Tia, "Ehem...maaf menganggu, aku ingin memberitahukan sesuatu hal yang sangat penting." Tatapan semua orang kini beralih kepada Al. Ara sendiri tidak mengetahui apa yang akan disampaikan oleh Suaminya itu.


"Aku hanya ingin bilang kalau mulai saat ini kamu sudah tidak perlu lagi kembali bar itu...aku sudah melunasi semua hutang kamu. Tapi aku juga ingin melihat kamu berada di Indonesia lagi, aku ingin kamu untuk melanjutkan bisnis aku di London. Aku juga sudah mempersiapkan segalanya disana. Aku ingin kamu kembali memulai semuanya dari nol lagi. Bukan berarti aku kejam ya. Menurutku inilah jalan terbaik agar kamu cepat move on dari aku dan dari rasa bersalah kamu juga." Ujar Al yang membuat semua orang disana menyimaknya.


"Al apa sih yang kamu lakukan? Bukannya sebelumnya kita telah sepakat agar Tia tetap berada disini? Kenapa kamu berubah pikiran tanpa diskusi dulu kepadaku?" Bisik Ara yang sangat kaget dengan keputusan sepihak dari Al.


"Ini adalah keputusanku sayang...ini untuk kebaikan kita semua." Ujar Al.


"Maaf Tia, aku tidak tau kenapa Al mengambil keputusan seperti ini. Aku tau kamu pasti merasa seperti sedang diasingkan kan? Kamu tidak perlu untuk mendengarkan apa yang Al katakan ya." Ujar Ara yang merasa tidak enak hati dengan Tia.


Sementara Tia hanya menggeleng sambil tersenyum, "Aku tau kenapa Al mengambil keputusan seperti ini, jujur aku tidak kaget. Dia hanya ingin membuat aku sadar dengan apa yang telah aku lakukan...hmmm, baiklah aku setuju dengan keputusan kamu." Ujar Tia begitu saja.


"Tapi Tia...bila kamu tidak ingin pergi jangan memaksakan diri..." Balas Ara.


"Aku setuju untuk pergi kok, tapi ingat bukan berarti aku tidak akan pernah kembali lagi kesini ya? Aku akan buktikan suatu saat nanti bisnis aku pasti akan lebih sukses lagi daripada bisnis Al. Dan kamu harus selalu menjaga Suami kamu ini dari semua godaan wanita - wanita yang sangat menginginkan pria seperti Al. Pasti kedepannya akan selalu ada wanita seperti aku yang akan mendekati Al." Ujar Tia lagi.


Semua orang kembali tersenyum, "Aku akan mengikat dan menutup mata Suamiku bila diperlukan agar dia tidak berani macam - macam." Ujar Ara membuat semua orang tertawa.


"Sayang..." Panggil Al sambil membelai kepala Istrinya.


"Terimakasih atas kesempatan yang telah kalian berikan kepada orang seperti ku yang seharusnya mendapatkan karma atau hukuman yang setimpal karena sudah merusak kebahagiaan kalian. Jujur aku merasa sangat malu melihat diriku sendiri." Ujar Tia sambil menunduk.


"Semua orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua....yang paling penting kamu sudah menyadari semua kesalahan kamu itu udah lebih dari cukup kok. Semoga suatu saat nanti pada saat kita bertemu kembali, kamu sudah memiliki seorang pasangan yang jauh lebih baik lagi dari Al." Ujar Ara dengan tulus.


"Aku juga berharap seperti itu..." Balas Tia sambil tersenyum.


Ara benar kalau setiap perbuatan jahat itu tidak perlu untuk dibalas, karena itu tidak akan berujung baik untuk kebelah dua pihak. Buktinya kebencian Tia bisa terasi dengan cara bersikap baik saja. Mungkin kalau saja waktu bisa terulang kembali, Tuhan akan tetap mempersatukan Ara dengan Al.


Tanpa terasa sekarang sudah pukul 10 malam, setelah lama mengobrol dengan Tia, Clara dan juga Alan, kini Ara sudah merasa mengantuk. Ara dan Al sudah berada didalam kamar mereka. Dengan manjanya Ara terus saja memeluk lengan Al agar Suaminya itu tidak bisa pergi kemana - mana.


Tentu saja Al tidak menolak sikap manja dari Sang istri, Al membelai kepala Ara, "Sayang terimakasih sudah memberikan kebahagiaan untukku! Aku sangat tidak menyangka kalau kamu sekarang sudah berubah menjadi Ara yang jauh lebih baik lagi. I love you!" Ujar Al lalu mengecup kening Istrinya.


"Itu karena kamu sudah menyadarkan aku sayang...semoga keluarga kecil kita ini terus merasa bahagia ya! Love you too Suamiku!" Balas Ara sambil tersenyum, kini keduanya saling menatap satu sama lain.


Selama dua tahun menikah dengan proses yang tidak mudah, tapi keduanya sama - sama belajar berubah untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. Tanpa disangka - sangka kini sudah terlihat sangat jelas perubahan yang terjadi. Cinta keduanya semakin hari semakin kuat. Bahkan tidak ada cela bagi orang ketiga untuk memasukinya.


******

__ADS_1


Dua hari kemudian...


Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk kedua sejoli yang pada hari ini akan menikah. Iya Alan dan Clara akhirnya bisa bersatu juga dengan ikatan pernikahan.


Alan dan Clara benar - benar hanya menikah secara private yang hanya dihadiri oleh keluarga besar dan teman - teman terdekat keduanya saja. Al dan Ara turut hadir juga untuk menyaksikan momment bahagia keduanya. Tak lupa disana juga ada Tia, walaupun awalnya banyak tatapan yang tidak suka melihat sosok dirinya disana, tapi Al dan Ara mempu meyakinkan Tia kalau semuanya akan baik - baik saja.


Oh iya, Alvin dan Mikha turut hadir disini, Alvin dan Mikha merasakan kebahagiaan untuk pengantin baru ini. Sesekali Alvin dengan jailnya malah menganggu dan mnenggoda Sang Istri agar Mikha merasa cemburu kepada Clara.


"Sayang lihat...Clara cantik banget ya! Hmm..kenapa dulu aku tidak tertarik ya dengannya? Ini benar - benar aneh, kenapa aku malah tertarik dengan wanita menyebalkan seperti kamu ya?" Ujar Alvin dengan terus melihat Clara didepan sana.


Kini disamping Alvin, Mikha sudah menatapnya dengan tatapan seperti ingin membunuh. "Kenapa baru menyadarinya sekarang? Ya udah sana kamu sama Clara saja!" Ketus Mikha.


Alvin berusaha menahan tawanya, "Beneran nih? Kamu mengizinkan aku untuk menikah lagi?" Balas Alvin.


"Iya tapi bila sama Clara ya..." Balas Mikha karena menyadari kalau Alvin saat ini sedang menggodanya.


"Ah curang! Jadi kamu tidak mengizinkan bila aku menikah dengan wanita lain selain Clara?" Ujar Alvin mendengus kesal.


"Boleh kok...aku siap dimadu asalkan kamu mau diracun!" Balas Mikha.


Sontak membuat tawa Alvin pecah, Alvin benar - benar tidak menyangka kalau Istrinya akan berkata seperti ini. "Kamu kesal? Atau sedang cemburu?" Tanya Alvin.


"Tidak keduanya..." Jawab Mikha dengan cueknya.


"Ih sayang...aku kok semakin gemas saja dengan kamu ya!" Ujar Alvin sambil memegang pipi Mikha dengan tangan kekar Alvin.


Mikha langsung menepis tangan Suaminya itu, "Ih kamu apaan sih." Ujar Mikha yang merasa sedang dipermainkan seperti Anak kecil oleh Alvin.


"Kamu kok makin hari makin mneggemaskan saja!" Ujar Alvin.


"Ehem..ehem..." Ujar Al dan Ara yang kini datang untuk menghampiri Alvin dan Mikha.


"Mesra - mesraan mulu nih!" Goda Al sambil melirik Ara dan tersenyum.


"Mesra darimana Kak? Nih Alvin menyebalkan terus!" Balas Mikha dengan kesal.


"Oh iya? Tapi kalian berdua terlihat sangat menggemaskan bila bersama. Lihar sedaritadi banyak mata yang selalu memperhatikan kalian." Ujar Al lagi.


Alvin dan Mikha saat ini sedang mengamati tamu - tamu undangan yang memang sedang memandang Alvin dan Mikha sambil berbisik - bisik.


"Kalian terlihat serasi bila bersama seperti ini." Ujar Ara.


Alvin dan Mikha saling berpandang - pandangan satu sama lainnya. Lalu dengan cepat Mikha segera memalingkan wajahnya dari Alvin. Sementara Alvin menatap Mikha dengan senyuman menyeringainya saja.

__ADS_1


"Lihat itu sayang..." Ujar Ara dengan sangat bersemangat sambil menatap kearah depan.


Seketika mereka bertiga melihat kearah depan, saat ini pasangan Alan dan Clara sedang berdansa dengan sangat mesra, keduanya saling bertatap - tatapan dengan penuh cinta. Semua tamu undangan yang menyaksikannya turut merasakan kebahagiaan dari keduanya.


"Sweet banget sih mereka ya Kak!" Tutur Mikha sambil memegang bahu Ara. Tatapan keduanya benar - benar hanya tertuju kepada keduanya.


Al menyenggol lengan Alvin, "Lihat tuh mereka berdua...selalu saja begitu." Bisik Al.


"Itu sebenarnya kode Kak! Mungkin Kak Ara dan Mikha juga ingin diajak berdansa seperti itu." Balas Alvin seraya tersenyum.


Selanjutnya tanpa diduga - duga Alan secara spontan mencium bibir Sang istri. Bukan hanya sekedar mengecupnya saja, Alan juga memperdalam ciumannya sambil memeluk Clara yang saat ini sedang melingkarkan kedua tangannya ditengkuk leher Alan.


Ciuman keduanya terjadi cukup lama, Ara dan Mikha masih terus memperhatikan pertunjukkan yang ada dihadapan mereka berdua. Mereka benar - benar memuji pasangan Alan dan Clara yang sangat berani menunjukkan ciuman panas didepan sana.


"Kamu mau sayang?" Bisik Alvin yang entah sejak kapan sudah mendekati Mikha.


Mikha hanya membulatkan matanya saja, sambil menatap tajam Suaminya, "Dasar mesum! Bilang aja kamu yang mau." Balas Clara.


Padahal Mikha sebenarnya malu mengakui kalau dia juga ingin Alvin mencium bibirnya sepanas yang dilakukan oleh Alan dan Clara, akan tetapi Mikha sangat merasa gengsi untuk mengakuinya dihadapan Alvin langsung.


"Ya udah tunggu sampai rumah ya!" Ujar Alvin sambil bermain mata.


"Ih kamu apaan sih...siapa juga yang mau!" Balas Mikha dengan pipi yang sudah memerah dengan sempurna karena Alvin terus saja menggodanya.


Secara spontan Al mencium bibir Ara sontak membuat Ara kaget setengah mati. "Sayang..." Rengek Ara sambil melepaskan ciuman dari Suaminya.


"Aku hanya ingin mengabulkan keinginan dari Istri tercintaku saja. Aku tau kamu juga menginginkan seperti Alan dan Clara kan?" Tebak Al.


"Iya tapi tidak disini juga kali...kamu tau kan disini banyak orang?" Ujar Ara.


"Oke kalau begitu nanti aku akan melakukannya dirumah biar tidak ada yang melihatnya." Balas Al sambil tersenyum menggoda.


Pipi Ara juga kini sudah sangat merona. "Sayang!" Rengek Ara dengan manja sambil memukul - mukul pelan dada Suaminya.


Sementara Al hanya mengangkat kedua bahunya sambil tertawa lepas.


*****


Happy wedding Alan & Clara!


Siapa pasangan yang lebih menggemaskan disini? Silahkan berikan komentarnya ya...


Happy reading guys!

__ADS_1


__ADS_2