
Setelah selesai menggenakan kemeja kerja dan memasang dasinya Alex keluar dari dalam kamarnya menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama dengan Omanya. Dari kejauhan Alex sudah melihat kalau disana ada Bella. Dia merasa sangat kesal setiap kali melihat Bella selalu muncul dikehidupannya yang kini sudah sangat tenang.
"Oma..." Sapa Alex sambil mencium pipi Omanya.
"Mari kita sarapan bersama Lez." Ujar Omanya kepada cucu kesangannya itu.
Alex mengangguk lalu setelah itu duduk dihadapan Omanya. Pada saat Alex ingin mengambil makanannya Omanya memerintahkan agar Bella juga ikutan duduk membuat Alex seketika menghentikan kegiatannya.
Alex kembali menatap Omanya dengan tatapan yang tidak mnengerti, "Apa yang Oma lakukan? Bagaimana mungkin aku harus makan bersama dengan seorang pelayan seprti dia." Ujar Alex dengan sedikit kasar.
"Alex! Apa yang kamu katakan barusan." Omanya menegur Sang Cucu dengan nada suara yang sedikit keras.
"Alex benar Oma...seharusnya aku tidak boleh untuk makan bersama dengan Oma dan juga Alex seperti ini." Ketika Bella ingin bangkit dari duduknya tangan Omanya Alex langsung bersiap untuk menahan Bella.
"Tidak Bel..kita makan bersama - sama saja seperti dulu, Oma minta maaf atas sikap kasarnya cucu Oma ini ya?" Ujar Omanya dengan sangat menyesal atas sikap Alex barusan.
Alex semakin tidak tahan berada disana, "Kalau begitu Oma dan dia silahkan lanjutkan makannya ya! Alex harus berangkat sekarang juga." Alex beranjak dari duduknya lalu segera pamit kepada Omanya. Alex sempat menatap tajam kepada Bella selama beberapa saat lalu langsung memalingkan wajahnya kearah lain lalu kembali untuk melanjutkan perjalanannya kembali.
'Tunggu saja saatnya nanti aku akan mengusir kamu dari rumah dan hidupku ini!' Batin Alex.
Setelah kepergian Alex, Omanya meminta maaf atas sikap kasar dari cucunya barusan kepada Bella. Tentu saja Bella menerima untuk memaafkan sikap Alex barusan.
"Kamu jangan mengambil hati dengan perkataan Alex barusan ya Bel....mungkin perasaannya masih belum bisa memaafkan kamu. Mohon berikan dia waktu ya!" Omanya mengatakan hal itu sambil memegang tangan Bella.
Bella mengangguk sambil tersenyum kepada Omanya Alex, "Bella mengerti perasaan Alex kok Oma dan Bella sama sekali tidak sakit hati dengan ucapan Alex karena Alex berhak untuk melakukan itu." Ujar Bella.
"Kamu memang sangat baik Bella....Oma berharap suatu saat nanti Alex bisa melihat ketulusan kamu. Hmmm...Oma punya ide, sini mendekat." Ujar Omanya dengan sangat bersemangat.
Bella mendekatkan dirinya kepada Oma dan mendengarkan dengan seksama ide yang diberitahukan Omanya kepadanya. Bella mengangguk mengerti.
"Gimana Bel?" Ujar Omanya lagi.
"Tapi Oma....Bella takut kalau nanti Alex bakalan marah sama Bella." Ujar Bella.
"Tenang saja Bel....Alex itu cucu Oma, Oma sudah paham betul dengan semua sikap Alex. Kamu percaya sama Oma kan?" Omanya berusaha untuk meyakinkan Bella kembali.
"Tentu saja Bella percaya sama Oma." Ujar Bella.
"Berarti kita sudah sepakat ya! Selamat berjuang dan semoga sukses sayang." Kemudian Omanya memberikan pelukan hangat kepada Bella dengan senang hati Bella membalas pelukan dari Omanya Alex yang dianggap Bella sudah seperti Oma kandungnya sendiri.
"Terimakasih ya Oma sudah selalu mendukung dan selalu percaya sama Bella selama ini....walaupun Bella sudah pernah menyakiti dan mengkhianati Alex tapi Oma masih baik banget sama Bella." Ujar Bella sambil mengelus punggung Omanya Alex.
"Sama - sama sayang..." Secara perlahan Omanya melepaskan pelukannya dari Bella. "Kalau begitu bisa kita melajutkan sarapan lagi? Oma sudah sangat lapar." Ujar Omanya sambil mengelus perutnya sendiri.
"Tentu saja Oma!" Jawab Bella dengan bersemangat.
Kemudian keduanya kembali untuk melanjutkan sarapannya lagi dengan sesekali keduanya saling melemparkan candaan.
Sedangkan ditempat lain, Alex yang baru tiba di kantornya secara tidak sengaja malah melihat Mikha yang ternyata baru datang dan saat ini baru saja turun dari mobil. 'Mikha...begitu Alex ingin menyamperin Mikha dia melihat sosok pria yang bersama dengan Mikha. Alex mengurungkan niatnya untuk menemui Mikha. Alex memilih untuk mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam kantor.
Belakangan ini semua yang diharapkan sama Alex sedang tidak berjalan dengan baik, apalagi sejak kemunculan Bella, daniel dan juga kejadian di pestanya waktu itu. Alex benar - benar merasa sangat emosi sendiri. Ditambah lagi dengan kehadiran Bella yang entah mengapa bisa masuk kedalam rumahnya begitu saja yang tentunya sangat membuat Alex merasa sesak dan muak.
Sesampainya Alex didalam ruangannya, Alex langsung duduk dan memejamkan matanya, emosinya seperti sedang naik turun dan tidak stabil. 'Kenapa akhir - akhir ini kehidupanku menjadi berantakan seperti ini? Kenapa dua orang yang sangat ku benci dan tidak ingin ku lihat kembali malah kembali hadir kedalam hidupku lagi? Kenapa! Aaaaarrrggh! Aku benar - benar sangat sial.' Batin Alex dengan mata yang masih terpejam.
Pintu ruangan Alex diketuk dari luar, Alex memerintahkan untuk masuk tapi Alex masih memejamkan kedua matanya.
"Ada apa? Katakan sekarang juga karena saya tidka mempunyai cukup banyak waktu." Ketus Alex.
"Begini Pak...maaf sebelumnya karena sudah menganggu waktu santai Pak Alex, saya hanya ingin memberikan dokumen ini saja...kalau begitu saya keluar ya Pak." Pamit Mikha yang tidak tau kalau atasan saat ini sedang sekacau itu.
Ketika Mikha ingin pergi Alex langsung membuka matanya, "Mikha...Sorry, saya tidak bermaksud seperti itu. Pikiran saya benar - benar snagat kacau saat ini dan saya tidak tau kalau tadi itu kamu. Sekali lagi saya benar - benar menyesal." Ujar Alex.
"Tidak apa - apa Pak, seharusnya saya yang minta maaf karena sudah menganggu waktu Pak Alex. Saya benar - benar tidak tau kalau Pak Alex sedang sekacau ini sekarang." Balas Mikha.
"Iya tapi tetap saja saya seharusnya tidak boleh bersikap sekasar tadi. " Balas Alex.
"Saya benar - benar tidak masalah kok Pak...baik kalau begitu saya permisi ya Pak." Ujar Mikha lalu segera keluar dari ruangan Bosnya itu.
'Sepertinya Pak Alex sedang banyak masalah....kenapa aku selalu saja masuk disaat yang tidak tepat sih?' Batin Mikha merutuki kebodohannya sendiri.
Alex sudah disibukkan dengan pekerjaannya kembali yang sangat banyak. Dia bahkan sampai melewatkan jam makan siangnya, dia lupa untuk memerintahkan sekretarisnya untuk memesankan makanan untuknya sangking Alex sangat serius dalam melakukan pekerjaannya.
Pintu ruangannya kembali mendapatkan sebuah ketukan, Alex seperti biasanya hanya memerintahkan untuk masuk saja.
"Alex aku tau kamu pasti belum makan siang kan? Ini aku bawain kamu makanan dari rumah." Ujar Bella lalu meletakkan makanannya diatas meja.
"Bawa pergi! Aku tidak membutuhkan apa - apa dari kamu Bel, apalagi makanan." Ketus Alex dengan kasar.
"Kamu kira aku mau melakukannya kalau saja Oma tidak memerintahkan aku untuk kesini dan memberikan kamu makanan ini?" Ujar Bella tanpa rasa takut.
Alex menatap Bella dengan tajam lalu tersenyum mengejek, "Aku tau ini hanya akal - akalan kamu saja kan Bel untuk bisa dekat lagi denganku? Sorry...tapi sayangnya aku tidak akan pernah tertipu lagi. Aku akui semakin hari akting kamu semakin baik saja. Kamu cocok menjadi artis." Ketus Alex lagi.
"Tapi sayangnya aku sedang tidak berakting Lex! Aku serius ingin menebus kesalahan yang aku perbuat dimasa lalu....aku tau kalau sampai sekarang kamu masih menyimpan kebencian untuk aku. Aku akan sabar menunggu sampai kamu memaafkan aku...bahkan aku tidak akan pernah mempermasalahkan ucapan kasar kamu." Balas Bella.
__ADS_1
"Aku ingin tau apa yang kamu katakan kepada Omaku sampai dia bisa percaya seperti itu kepada kamu? Kamu pasti sengaja memanfaatkan kebaikan Oma aku kan? Tebak Alex masih dengan sikap dingin dan kasarnya.
Bella menghela nafas dengan kasar," Terserah kamu berpikiran buruk seperti apa... tapi satu yang pasti aku kesini bukan keinginanku sendiri. Oma sangat sayang kepada kamu Lex, dia tau kamu pasti tidak sempat untuk pergi makan makanya Oma memerintahkanku untuk kesini dan memastikan kamu menghabiskan semua makanan ini." Balas Bella.
"Oh iya? Kamu kira aku akan percaya?" Ketus Alex.
Bella semakin geram sendiri melihat sikap Alex saat ini. Kemudian Bella memutuskan untuk mengambil ponselnya, dia menghubungi Omanya Alex.
"Bicara sendiri sama Oma..." Ujar Bella sambil memberikan ponselnya kepada Alex.
"Ini pegang..." Bella memaksa Alex untuk memegang ponselnya.
Panggilan teleponnya memang udah terhubung kepada Omanya Alex, "Oma..."
"Lex...kamu pasti belum makan siang kan? Oma sengaja memerintahkan Bella untuk kesana dan membawakan kamu makan siang. Kamu makan ya! Tadikan kamu sudah tidak sarapan dirumah."
"See...aku benar kan? Bahkan aku tidak kepikiran untuk kesini...tapi Oma yang terus memaksa dan memohon kepadaku untuk aku mengantarkan kamu makan siang." Ujar Bella.
"Lex...halo? Apa kamu masih ada disana?"
Alex menatap Bella dengan tatapan penuh dengan kebencian, "Iya Oma....pasti bakalan Alex makan kok. Thanks ya Oma...seharusnya Oma tidak perlu repot - rpot menyiapka makan siang untuk Alex."
"Tidak repot kok Lex! Jangan terlalu kejam dan ketus kepada Bella ya...Oma tau kalau Bella pernah melakukan kesalahan yang sangat fatal kepada kamu...tapi dia sangat menyesal Lex."
"Oma...Oma udah dulu ya...sekali lagi thanks atas makanannya."
Dengan segera Alex langsung mengakhiri panggilan teleponnya karena dia sudah mengetahui kemana arah percakapan ini akan berujung.
"Sudah percaya kan?" Tanya Bella dengan penuh kemenangan.
"Ini ponsel kamu Bel! Nanti aku akan makan....sekarang kamu sudah bisa pergi dari sini." Balas Alex.
"Gak aku gak bisa....kata Oma aku harus tetap berada disini sampai kamu benar - benar menghabiskan semua makanannya dihadapanku." Balas Bella berkeras tidak ingin pergi.
"Bagaimana aku bisa menghabiskan makanannya bila aku melihat wajah kamu? Aku pasti tidak akan bisa menghabiskannya." Balas Alex.
"Kenapa? Karena kamu terlalu membenci aku makanya sampai seperti itu? Kalau begitu anggap saja kalau aku tidak ada disini." Tebak Bella.
"Tuh kamu paham jadinya aku tidak perlu lagi repot - repot untuk menjelaskannya kan?" Balas Alex sambil tersenyum sinis.
"Sayangnya aku tidak akan pergi sampai kamu menghabiskan makanan ini." Balas Bella.
Alex terus saja menatap tajam kepada Bella, 'Apa sih maunya Bella ini? Bagaimana mungkin aku bisa menghabiskan makanan itu didepannya? Apa dia benar - benar tidak sakit hati dengan semua ucapan - ucapan kasarku? Tapi jika aku menolaknya aku akan melihatnya seharian didalam ruanganku ini? Sial! Benar - benar hari yang sangat sial.' Gerutu Alex didalam hatinya.
"Baik...aku akan makan sekarang! Tapi setelah itu kamu harus segera pergi dari sini....!" Balas Alex lalu berjalan kearah sofa yang ada diruangannya lalu duduk tepat dihadapan Bella. Dia tidak ingin meatap Bella sama sekali, dia terus saja melahap makanannya sampai habis.
"Sudah puas kan? Aku sudah menghabiskan semua makanannya...sekarang bisa kamu membereskannya lalu segera pergi?" Pinta Alex lalu berjalan kembali menuju mejanya.
"Tentu saja!" Balas Bella lalu segera merapikan rantang yang dia bawa.
"Oke...kalau begitu sampai bertemu dirumah. Oh iya satu lagi...jangan terlalu membenciku karena bisa saja kamu malah makin mencintaiku." Setelah mengatakan hal itu kemudian Bella langsung keluar dari ruangan Alex.
Kini Alex sudah mengepalkan kedua tangannya, "Brengsek!" Alex memukul mejanya dengan keras.
Bella berjalan kearah lift lalu tanpa sengaja Bella malah bertemu dengan Mikha. 'Ini kan wanita yang disukai oleh Alex?' Batin Bella.
Mikha tersenyum kepada Bella, Bella hanya mmbalas senyuman Mikha dengan terpaksa. Dirinya benar - benar merasa tidak suka melihat wanita yang ada yang dihadapannya ini. Karena dia sangat tidak menyukai bagaimana cara Alex menatap Mikha. Dia merasa Mikha adalah wanita yang sangat beruntung karena dengan mudahnya mampu untuk meluluhkan hati mantan kekasihnya snagat dingin itu.
"Hmm...bisa kita berbicara sebentar?" Tanya Bella.
Mikha sempat berpikir sebentar sebelum mengangguk setuju. Mikha sebenarnya masih bingung kenapa mantan kekasih Bosnya itu ingin berbicara kepadanya. Maka dari itu Mikha memutuskan untuk menerima ajakan dari mantannya Alex itu.
Mikha masuk kedalam lift setelah sebelumnya sempat merasa ragu, Bella membawanya menuju restoran yang ada didekat kantornya Alex. Mikha hanya mengikutinya saja tanpa mengatakan apapun.
Akhirnya keduanya tiba juga disana, sebelum mengajak Mikha berbicara, Bella memutuskan untuk memesan minuman terlebih dahulu.
"Silahkan pesan...jangan sungkan." Ujar Bella.
"Tidak perlu karena saya juga tidak bisa berlama - lama berada diluar seperti ini." Tolak Mikha dengan sopan.
"Tidak apa...gimana kalau aku saja yang pesankan?" Bella merasa tidak enak karena sudah membawa Mikha kesini tapi tidak memesan minuman.
"Mbak...orange juice nya 2 ya..."
"Baik Mbak...ada tambahan lainnya?"
"Tidak Mbak..."
Bella kembali menatap Mikha sambil tersenyum, "Kamu masih mengingat aku? Maaf ya aku tau dulu aku sangat memalukan....aku benar - benar merasa malu pada saat itu. Itu adalah momment termalu dan gak banget yang pernah aku lakukan." Bella berusaha untuk memulai obrolannya dengan Mikha.
"Tidak apa kok." Mikha masih tidak mengerti dengan arah obrolan ini.
'Apa sebenarnya yang ingin dia katakan?' Pikir Mikha.
__ADS_1
"Hmm...begini sepertinya kamu tipekal wanita yang tidak suka menunggu dan tidak suka orang lain berbasa basi ya? Oke kalau begitu aku langsung sampaikan ke intinya saja ya." Ujar Bella dengan serius.
"Kamu tau kalau aku mantan pacarnya Alex kan?" Tanya Bella.
Mikha hanya mengangguk tanpa menjawab sama sekali.
"Aku masih sangat mencintai Alex..." Bella masih mengatakan kalimatnya sepenggal saja tiba - tiba dirinya diam sebentar, dia masih mengatur kata - kata yang ingin diucapkannya kepada Mikha.
'Lalu apa hubungannya denganku?' Pikir Mikha masih bingung atas pengakuan dari Bella barusan.
"Begini aku tau kamu saat ini sedang bingung kenapa aku mengatakan ini semua sama kamu....aku ingin balikan dengan Alex kalau bisa. Tapi masalahnya saat ini hati Alex sudah terlalu sakit dan sudah tertutup kepadaku. Karena dia sudah menemukan wanita lain yang berhasil membuat Alex jatuh cinta." Ujar Bella panjang lebar.
"Maaf...tapi saya masih belum mengerti? Maksud kamu gimana ya? Lalu apa hubungannya semua ini dengan saya?" Tanya Mikha pada akhirnya.
"Karena wanita yang dicintai Alex itu kamu Mikha!"
Mikha hanya melongo dengan tatapan tidak percayanya, "Tidak mungkin!" Jawab Mikha sambil menutup mulutnya.
"Iya aku tau itu tidak mungkin....tapi itulah yang terjadi sebenarnya. Aku juga tidak menyangka kalau Alex bisa jatuh cinta dengan seorang wanita muda yang sudah menikah seperti kamu." Ujar Bella lagi sambil menatap Mikha dengan serius.
"Begini ya Bel...aku sama sekali tidak tertarik terlibat diantara hubungan kamu dan Pak Alex. Itu adalah masalah pribadi kalian berdua. Tapi kalau tentang Pak Alex jatuh cinta dan tertarik kepadaku, ini juga aku baru tau dari kamu. Jujur aku sangat terkejut tentang pengakuan kamu barusan, tapi kamu tidak perlu khawatir karena pria yang aku cintai hanyalah Suamiku saja." Jelas Mikha panjang lebar.
"Iya itu seperti dugaan ku sih...kalian berdua benar - benar pasangan serasi. Apalagi melihat bagaimana kamu bisa memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh Suami kamu...kamu memang wanita dewasa yang luar biasa Mikha. Andai saja dulu aku berpikiran sama dengan kamu...pasti hubunganku dan Alex tidak akan seperti ini." Ujar Bella dengna wajah sedihnya.
"Kamu tidak perlu takut kehilangan Alex ya...kalau memang hati Alex memang untuk kamu...seberusaha apapun Alex ingin menjauhi kamu dan menolak kamu...perasaan yang dia pasti akan semakin dalam dan semakin besar kepada kamu Bel. Aku memang masih muda tapi aku juga sudah mengalami masa - masa sulit dalam hubunganku sendiri. Tapi coba kamu lihat sekarang? Aku bisa memaafkan Suamiku...begitu juga dengan Alex, pasti didalam hatinya yang paling dalam masih ada tempat untuk kamu. Mungkin dia masih butuh waktu untuk menerimanya." Ujar Mikha dengan sangat bijak sambil mengelus bahu Bella.
"Kamu tidak kenal Alex...dia itu berbeda dengan pria lain. Dia bila sudah tidak menginginkan seseorang didalam hidupnya dia bisa benar - benar tidak perduli lagi selamanya. Bahkan sampai sekarang Alex tidak ingin berbaikan dengan Adik kandungnya sendiri dan itu semua karena aku." Balas Bella.
Mikha tersenyum, "Kamu hanya perlu menunjukkan sebesar apa penyesalan dan cinta kamu kepada Alex dengan tulus...percaya sama aku pasti lambat laun dia akan tersentuh dan luluh juga. Kalau nanti pada akhirnya Alex masih menolak kamu...berarti dia terlalu gengsi untuk mengutarakan perasaannya sendiri kepada kamu hanya karena egonya sendiri." Ujar Mikha lagi.
"Hmmm...sebenarnya aku ini lagi berusaha keras untuk itu...terimakasih untuk saran dan masukkannya ya Mikha. Aku jadi tau kenapa Alex tertarik dengan kamu." Ujar Bella sambil tersenyum.
"Iya sama - sama...aku berharap kamu juga akan bisa merasakan bahagia dengan pasangan kamu ya! Oh iya sepertinya aku sudah harus pergi sekarang..." Ujar Mikha sambil melihat jamnya.
Mikha meneguk habis orange juicenya sebelum dirinya pergi.
"Next time kita ketemu lagi ya!" Teriak Bella.
"Iya Bella...kabarin aja ya waktu dan tempatnya kalau kamu sedang membutuhkan teman ngobrol." Balas Mikha.
"Okee!"
Mikha dengan buru - buru berjalan kembali menuju kantornya, masalahnya ada deadline yang harus dikerjakan oleh Mikha. Mikha sampai kantor dengan keringat yang mengalir diseluruh tubuhnya. Dia benar - benar olahraga disiang hari.
Mikha masih mengatur nafasnya sebentar lalu meminum air mineralnya yang selalu Mikha sediakan didalam ruangannya itu. Setelah merasa jauh lebih baik lagi, Mikha kembali melanjutkan pekerjaannya.
Dari CCTV Alex sedang memperhatikan Mikha, 'Darimana saja Mikha? Kenapa dia sampai kepanasan seperti itu?' Pikir Alex.
Alex memutuskan untuk pulang larut malam agar dirinya tidak bertemu dengan Bella dirumah. Dia berusaha keras untuk menghindari pertemuannya dengan Bella. Disaat satu kantor sudah kembali Alex malah asik dengan pekerjaannya yang sebenarnya tidak akan ada akhirnya.
Alex menatap jam tangannya, 'Saatnya kembali.' Setelah itu Alex mematikan komputernya lalu beranjak pergi meninggalkan kantornya.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, itu artinya Alex sengaja pulang tengah malam begini. Sesampainya dirumah Alex langsung masuk kedalam rumah. Alex sudah tidak menemukan semua orang dirumahnya, Alex menghela nafasnya dengan lega.
'Baguslah ternyata semua orang sudah tidur...' Pikirnya.
Kemudian Alex melanjutkan langkahnya lagi menuju kamarnya untuk segera beristirahat karena memang dirinya sudah sangat lelah hari ini.
Begitu Alex ingin membuka pintu kamarnya,
"Darimana saja kamu Lex? Kenapa baru pulang? Kamu sengaja pulang jam segini kan untuk menghindari aku?" Ujar Bella yang tiba - tiba saja muncul entah darimana.
Alex membalikkan badannya lalu menatap Bella dengan tatapan tajamnya, "Emangnya kamu pikir kamu itu siapa?" Balas Alex ketus sambil melipat tangannya.
"Aku? Aku seorang wanita yang sangat mencintai kamu...."
"Cinta? Cinta yang melakukan penghianatan? Seorang wanita yang tega selingkuh dengan Adik kandung dari pria yang dicintainya? Itu yang kamu namakan cinta? Dasar tidak tau malu....aku berharap aku tidak pernah mengatakan hal ini secara langsung kepada kamu... tapi karena kamu keras kepala, aku terpaksa mengatakannya. Aku ingin kamu sadar kalau kamu itu bukan siapa - siapa lagi." Setelah Alex mengatakan itu Alex kembali membalikkan badannya lagi.
Alex tidak melihat kalau saat ini airmata Bella sudah mengalir dengan derasnya akibat dari kata - kata kasar Alex lagi dan lagi.
"Satu hal lagi...kalau kamu ingin bermain - main tolong cari saja pria lain. Aku tidak punya waktu lagi untuk meladenimu. Mnegerti!" Ketus Alex lalu segera masuk kedalam kamarnya.
Bella yang saat ini sedang terisak menutup mulutnya dengan cepat, dia berlari menuju kamarnya kembali. Ucapan Alex memang benar adanya, tapi Bella tidak kuat terus menerus mendengarkan ucapan kasar yang menusuk hatinya.
Sesampainya didalam kamar Bella langsung menumpahkan semua airmatanya, dia menangis sambil menutupi wajahnya dibantal. Sebenarnya kata - kata Alex tidak sebanding dengan pernghiatan yang dia lakukan. Tapi Bella masih tidak habis pikir kalau pria seperti Alex bisa mengatakan hal sekasar itu yang dulunya bahkan Alex tidak pernah mengatakan hal kasar sama sekali kepada dirinya.
'Maafkan aku Lex....! Maafkan aku! Aku memang wanita yang sangat jahat!' Batin Bella.
Bella menangis sampai terisak, entah sudah berapa lama Bella menangis seperti itu sampai pada akhirnya Bella sudah jatuh tertidur dengan sendirinya.
*******
Emang benar ya kalau penyesalan itu datangnya belakangan...kalau diawal itu namanya pendaftaran! So, guys jangan pernah melakukan sesuatu yang akan kalian sesali seumur hidup kalian ya!
__ADS_1
Coba share penyesalan apa yang pernah kalian lakukan dan merasa menyesal sampai sekarang!
Happy reading guys!