SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 151


__ADS_3

Pagi harinya....


Hari ini Mikha serba terburu - buru melakukan segala sesuatunya karena hari ini ada rapat penting sedangkan dirinya malah telah bangun karena telepon terus sampai lupa waktu dengan Alvin.


"Kenapa bisa kesiangan begini sih?" Ucap Mikha sambil merias dirinya dengan makeup tipis saja lalu segera merapikan barang - barangnya kedalam tasnya kemudian segera turun kebawah.


Mikha langsung saja mengenakan sepatu kerjanya dengan buru - buru, "Ini kenapa lagi sepatunya kok susah banget sih." Gerutunya dengan kesal.


Ara yang melihat Mikha saat ini sedang mengomel sendiri lalu datang untuk menghampiri Mikha.


"Kamu kenapa Mik? Sepertinya buru - buru sekali?" Tanya Ara.


"Mikha telat bangun Kak....mana hari ini ada rapat penting lagi. Ini kali pertamanya Mikha untuk ikut rapat. Kalau begitu Mikha berangkat sekarang ya Kak." Pamit Mikha lalu segera bergegas keluar rumah.


Dengan langkah cepat Mikha sudah masuk kedalam mobil, "Pak bisa cepatan kan nyetirnya? Mikha udah telat ini." Pintanya kepada supirnya.


"Saya usahakan ya Non..." Ucap Pak Wira lalu dengan lumayan ngebut melajukan mobilnya.


Mikha terus saja menatap jam tangannya dengan sangat gelisah, "Masih lama lagi ya Pak?" Tanyanya.


"Sebentar lagi ya Non..."


'Semoga aku bisa sampai kantor dengan cepat dan tidak terlambat ya.' Harap Mikha penuh cemas.


Begitu sampai didepan perusahaan tempat dirinya bekerja Mikha langsung segera turun, "Terimakasih Pak." Ujarnya lalu segera berlari masuk kedalam Perusahaannya itu.


"Masih ada waktu lima menit lagi." Ucapnya sambil melihat jam tangannya.


Saat ini Mikha sedang berdiri didepan pintu lift, 'Ayo dong cepatan terbuka pintunya...aku kan harus mengecek kembali berkasnya sebelum rapat dimulai.' Batin Mikha yang semakin merasa gelisah.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu liftnya terbuka juga. Begitu Mikha ingin melangkahkan kakinya masuk kedalam, dirinya melihat Bosnya berada didalam. Mikha kembali mundur dan berencana tidak jadi untuk masuk kedalam lift.


"Masuk!"


"Tidak usah Pak...Bapak duluan saja." Ujarnya yang merasa tidak enak.


"Jangan sampai saya mengulangi perkataan saya kembali ya...saya bilang masuk ya masuk." Ujar Bosnya Mikha sekali lagi.


"Ba-baik Pak." Ucap Mikha dengan gugup.


Kemudian Mikha masuk kedalam lift lalu setelahnya menekan tombol liftnya agar liftnya tertutup dan memilih gedung 5.


Suasana mendadak menjadi sangat hening, tidak ada yang berbicara satu sama lain. 'Duh bodohnya aku kenapa bisa terlambat begini sih? Dan malah sialnya bertemu secara langsung dengan Bos.' Mikha terus saja merukuti kebodohannya itu.


Tiba - tiba saja ponselnya berdering dengan sangat nyaringnya, akan tetapi Mikha masih sibuk dengan lamunannya saat ini.


"Ponsel kamu berbunyi...sebaiknya kamu angkat." Perintah Alex dingin.


"Hah? Iya Pak..." Ucap Mikha.


Lalu Mikha mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya itu, 'Alvin...duh kenapa dia selalu nelepon pada saat yang tidak tepat seperti ini sih?' Batin Mikha.


Kemudian Mikha dengan ragu akhirnya mengangkat panggilan telepon dari Sang Suaminya itu, "Halo.."


"Selamat pagi sayang...kamu udah dikantor?"


"Udah kok..."


"Ih kenapa kamu kok gak ada kabarin aku sih?"


"Baru aku mau kasih kabar sama kamu, tapi kamu udah nelepon duluan."


"Oh begitu ya...tadi kamu sarapan kan?"


"Vin...ntar aku hubungi kamu lagi ya...sebentar lagi aku mau rapat."


"Ya udah deh, kamu semangat ya sayang! Love you."


"Iya Vin...thanks ya!"


"Tunggu...tunggu...kenapa kamu tidak bilang kamu juga mencintai aku? Aku ingin mendengarkannya...."


"Vin...ntar aja deh."


"Kenapa?"


'Duh gimana aku jelasinnya sama Alvin? Pasti dia tidak akan pernah mau mengerti juga dengan penjelasanku.' Batinnya.


"Mikha...halo kamu masih disana?"


"Hah? Iya masih kok...ya udah aku kerja dulu ya..love you too." Ucap Mikha sambil berbisik yang malah terdengar jelas oleh Alex saat ini.


Dengan cepat Mikha langsung memasukkan ponselnya kembali kedalam tas kerjanya,


"Siapa?" Tanya Alex.


"Hah? Suami saya Pak..." Jawab Mikha.


"Oh..." Setelah pintu liftnya terbuka, Alex langsung keluar duluan dan berjalan terus menuju ruangannya tanpa menoleh kebelakang sekali pun juga.


Setelah kepergian Bosnya itu akhirnya Mikha dapat bernafas dengan lega. Kemudian Mikha langsung teringat sesuatu lalu segera berlari menuju ruangannya pada saat ini.


Dengan nafas yang masih terengah - engah Mikha membuka kembali berkas yang dikerjakannya lalu melihat kembali data yang ada dikomputernya. Kemudian Mikha memutuskan untuk mengcopy filenya itu kedalam flashdisk. 'Semoga rapat hari ini berjalan dengan lancar.' Harapnya.


Kemudian Mikha langsung menuju keruangan rapat, hari ini Mikha yang disuruh untuk menjelaskan tentang ide yang dibuatnya tempo hari oleh Alex. Mikha mulai mengatur nafasnya dengan baik agar terlihat tidak gugup. Setelah semuanya berkumpul didalam ruangan rapat, Mikha langsung saja menjelaskan sambil menatap layar yang ada dihadapannya. Mikha terus saja menjelaskan secara detail tentang ide - idenya.


"Nah sekian saja dari saya...jika ada yang ingin bertanya saya persilahkan." Ujar Mikha.


"Apa kamu sudah memikirkan kemungkinan terburuknya dar ide kamu itu?" Tanya Alex sambil menatap Mikha dengan serius.


"Iya Pak...sudah! Tidak mungkin saya berani mengambil ide itu kalau saya tidak tau tentang resiko kalau sampai itu gagal kan? Tapi Pak Alex tenang saja, kalau pun ada terjadi kemungkinan terburuk seperti yang Bapak katakan, itu sama sekali tidak akan merugikan perusahaan." Jawab Mikha dengan penuh percaya diri.


"Baik kalau begitu...saya ingin melihat apakah ide kamu ini akan berhasil atau tidak. Kamu bisa menjalankannya sesuai dengan rencana kamu." Ujar Alex dingin.


Senyuman langsung saja menghiasi wajah Mikha, "Terimakasih Pak." Ucap Mikha dengan sangat bersemangat.


"Oke...kalau begitu rapat pagi ini selesai sampai disini saja." Ujar Alex lalu segera pergi meninggalkan ruangan rapat dengan cepat.


'Yes! Akhirnya usahaku sukses juga...semoga ide yang aku berikan ini dapat berjalan sesuai dengan harapanku.' Batin Mikha yang bersorak sangat kesenangan.


Sesampainya diruangan Alex segera duduk dikursinya sambil memejamkan kedua matanya. 'Kenapa aku sepertinya tidak menyukai ketika dia bertelepon dengan Suaminya tadi? Apa yang salah denganku? Aaaaggrrh!' Batinnya lalu dengan kasar melepaskan dasinya sendiri.


Kemudian Alex menghubungkan sambungan telepon keruangan Mikha saat ini, "Halo...ada yang bisa saya bantu."


"Ini saya Alex..."

__ADS_1


"Ya Pak...ada yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin melihat rencana kamu secara terperinci, bisa kamu siapkan sekarang juga? Kalau sudah selesai segera bawa keruangan saya." Pinta Alex lalu segera mengakhiri panggilan teleponnya begitu saja.


"Iya Pak..."


Sambungan teleponnya sudah terputus, Mikha segera meletakkan telepon kantornya begitu saja. "Ada apa sih dengan Pak Alex? Sepertinya hari ini moodnya sedang tidak baik. Atau apa aku telah melakukan sebuah kesalahan? Hmmm...tidak tidak! Sepertinya aku sudah terlalu banyak berpikir.' Batin Mikha lalu segera mengerjakan pekerjaannya.


*******


Ketika Alex sedang memejamkan kedua matanya, tiba -tiba saja dirinya mendengar bahwa pintu ruangannya sedang diketuk.


"TOKTOKTOK!"


'Itu pasti dia...' Batin Alex sambil tersenyum.


"Ehemm..." Kemudian Alex segera merapikan penampilannya pada saat ini.


"Masuk!" Ucapnya dingin.


"Kamu! Mau ngapain lagi kamu mencari aku? Kok bisa - bisanya kamu tau aku sudah kembali ke Indo?" Tegas Alex dengan wajah marah dan tidak suka melihat sosok wanita yang saat ini berada diruangannya.


"Karena aku mencari keberadaan kamu..." Ujar wanita itu lalu berjalan mendekatinya.


"Pergi!" Tegas Alex dengan sangat marah.


"Jangan begitu...apa kamu tidak kangen sama aku Lex! Kamu tau aku sudah lama menunggu kepulangan kamu....aku terus saja mencari keberadaan kamu tapi aku tidak berhasil menemukan kamu." Ujar Bella dengan berjalan terus menghampiri Alex.


"Berhenti Bel!" Tegas Alex lagi.


"Kenapa Lex? Apa kamu sudah tidak menginginkan aku lagi? Aku yakin kalau kamu masih belum bisa move on dari aku! Iya kan?" Ucap Bella dengan sangat percaya diri.


Alex tersenyum mengejek, "Bella..bella...kamu pikir kamu itu siapa sekarang?" Ujar Alex.


Wajah Bella terlihat begitu kesal mendengar ucapan dari Alex barusan. "Aku adalah satu - satunya wanita yang kamu cintai Alex!" Bella seakan mempertegas siapa dirinya.


"Itu dulu...sekarang bahkan aku sudah tidak menganggap kalau kamu itu ada! Kamu itu bukan siapa - siapa lagi untukku sejak kejadian hari itu." Tegas Alex lalu kembali untuk mengingat masa lalunya.


Flashback On


"Kamu gila Daniel! Kamu tau kan kalau aku ini milik siapa?" Tanya Bella yang akan tidak percaya dengan perkataan Daniel malam itu.


"Iya aku gila karena terus saja tergila - gila dengan pacarnya Kakakku sendiri! Aku sudah tidak bisa mengalah lagi Bel, aku benar - benar menginginkan kamu!" Tegas Daniel.


"Tidak...! Aku hanya menyukai Alex dan aku hanya menganggap kamu itu hanya sebagai Adik dari pria yang aku cintai dan tidak akan pernah lebih dari itu." Bella terus saja mempertegas.


Daniel malah tersenyum mengejek, "Oh iya? Lalu kenapa kamu begitu perhatian kepadaku? Kamu yang membuat aku berpikiran kalalu kamu juga mencintaiku Bel!"


"Itu karena kamu itu Adik dari..."


"Cukup Bel! Cukup kamu terus saja membohongi perasaan kamu sendiri, aku tau kalau sebenarnya kamu tidak benar - benar mencintai Kakakku kan?" Tebak Daniel seolah mengetahui isi hati Bella.


"Kamu salah Dan...Aku sangat mencintainya...!" Ucap Bella berusaha untuk meyakinkan Daniel.


"Kamu mencintainya? Lalu kenapa kamu mencari tau tentang dia sebelum kamu bertemu dengan Kakakku Bel? Kamu sengaja kan untuk mencari tau semua informasi tentang Kakakku dan keluargaku? Aku tau semuanya Bel, kamu tidak benar - benar mencintai Kakakku! Karena apa? Karena kamu hanya ingin memiliki status, kekayaan dan kekuasaan dari Kak Alex saja kan?" Tebak Daniel lagi.


"Gak kamu salah! Aku benar - benar mencintainya...." Tegas Bella lagi.


"Oh iya? Cinta? Apa kamu akan terus mencintai Kakak aku kalau dia tidak kaya dan memiliki kekuasaan?" Tanya Daniel lagi.


"Ten-tentu saja..." Jawab Bella dengan ragu.


"Apa kamu gila! Tidak akan, aku tidak akan pernah mengkhianati Alex!" Tegas Bella.


"Iya aku gila Bel! AKu tergila - gila dengan kekasih Kakakku sendiri...tapi sebenarnya ini bukan kesalahanku! Kamu yang memberikan harapan untukku Bel. Aku mau kamu mencintai aku juga seperti kamu mencintai Kak Alex! Aku bahkan tidak perduli jika aku hanya menjadi yang kedua untuk kamu." Ujar Daniel sambil menguncangkan bahu Bella.


"Tidak! Aku tidak mau." Tegas Bella lalu melepaskan tangan Daniel dengan tubuhnya.


"Oke kalau itu memang kemauan kamu...aku akan bilang sama Kak Alex siapa kamu sebenarnya Bel. Aku yakin Kak Alex akan mutusin kamu setelah dia mengetahui kamu ini wanita yang seperti apa!" Ancam Daniel.


Bella menghentikan langkah kakinya. kemudian kembali lagi menghampiri Daniel.


"Kamu lagi ngancam aku ya?"


"Iya!"


"Brengsek!" Ucap Bella sambil melayangkan tangannya untuk menampar Daniel. Akan tetapi Daniel menepis tangan Bella dengan cepat lalu segera menarik tubuh Bella untuk menempel kepadanya.


"Lepasin aku!" Bella terus saja memberontak.


"Gak akan! Kamu harus bertanggung jawab telah membuat aku seperti ini Bel." Ujar Daniel.


"Kamu benar - benar gila!"


Kemudian Daniel langsung saja mengecup bibir bawah Bella dengan rakus, Bella sempat memberontaknya lalu setelahnya Bella malah menikmati setiap permainan Daniel. Melihat Bella merespon dirinya Daniel tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan, dirinya langsung saja membuka kancing baju Bella satu persatu.


Bella sempat menahan tangan Daniel, akan tetapi Daniel menepis tangan Bella.


"Aku tidak mau kehilangan Alex! Kamu bisa janjikan hal itu kan?" Ucap Bella.


"Aku akan pastikan kamu tidak akan pernah kehilangan Alex, tapi asalkan kamu mau melayaniku terus menerus!" Ucap Daniel.


Bella tersenyum licik lalu membiarkan Daniel melakukan apa yang ingin dilakukannya. Sejak malam itu Bella dan Daniel terus saja berhubungan dibelakang Alex. Awalnya Daniel mau menuruti keinginan Bella, akan tetapi lambat laun dirinya seakan serakah ingin memiliki Bella sepenuhnya. Hingga pada akhirnya dirinya dan Bella bertengkar hebat.


Mereka sudah berhubungan selama setahun dibelakang Alex, akan tetapi Daniel merasa tidak suka bila Alex mencium atau memeluk Bella didepannya. Dia selalu saja merasa sebagai penonton dan lama kelamaan dirinya menjadi benar - benar muak dan murka.


Malam harinya Daniel menuju apartemen Bella untuk menemui Bella tanpa membuat janji dulu seperti biasanya, Dia langsung masuk saja kedalam apartemen Bella karena Daniel mengetahui password apartemen Bella.


Bella yang baru selesai mandi sangat kaget melihat Daniel yang sudah duduk diranjangnya dengan melipatkan kedua tangannya.


"Apa yang kamu lakukan! Bagaimana kalau Alex datang? Apa kamu sudah gila ya!" Bella terus saja memarahi Daniel.


"Aku tidak perduli...lagian Kak Alex tidak mungkin datang kesini."


"Kenapa begitu?" Tanya Bella.


"Hari ini Kak Alex melakukan perjalanan bisnis, jadi aku pastikan dia tidak akan datang ke apartemen kamu! Oh atau malah jangan - jangan kamu tidak mengharapkan kalau aku kesini ya?" Tanya Daniel.


"Tentu saja tidak sayang...kenapa kamu gampang sekali marah sih?" Bella berusaha untuk meredahkan amarah Daniel.


"Kenapa kamu selalu saja bermesra - mesraan dengan Kak Alex didepanku! Apa kamu tidak memikirkan  bagaimana perasaanku?" Tanya Daniel.


"Lihat siapa yang sedang cemburu saat ini..." Goda Bella sambil membelai wajah Daniel.


"Hei...lihat aku...aku suka melihat kamu yang saat ini sedang cemburu seperti ini." Ucap Bella lagi sambil mengarahkan wajah Daniel untuk menatap ke dirinya.

__ADS_1


"Apa kamu benar - benar puas melihat aku selalu marah seperti ini?"


Bella menganggukkan kepalanya dengan cepat, "Aku menjadi semakin mencintai kamu Daniel! Kamu itu benar - benar berbeda dengan Alex! Kamu selalu bisa memuaskanku." Bisik Bella.


"Aku juga semakin gila dengan cinta kamu Bella..." Kemudian Daniel mencium bibir Bella dengan rakusnya lalu entah sejak kapan dirinya sudah berhasil melepaskan pakaian Bella yang telah melekat ditubuhnya itu. Mereka bagaikan sejoli yang sedang dimabuk asmara tapi sayangnya pada saat itu Alex datang ingin memberikan kejutan kepada sang kekasih. Alex yang sedang memegang bunga mawar langsung saja terhempas dari tangannya, senyumannya seketik menghilang juga dari wajahnya.


Betapa sakit dan hancurnya perasaannya pada saat ini karena menyaksikan secara langsung perselingkuhan kekasih dan juga Adik kesayangannya itu tepat didepan matanya.


Alex langsung masuk kedalam kamar Bella lalu segera bertepuk tangan melihat mereka berdua. bella langsung menarik selimut dengan cepat untuk menutupi tubuhnya.


"Kak Daniel bisa jelasin semua ini....ini semua tidak seperti yang kakak bayangkan..." Ucap Daniel sambil mengenakan pakaiannya kembali.


"Gak seperti yang aku bayangkan? Aku bahkan tidak bisa untuk membayangkannya, mungkin kalau hari ini aku tidak datang kesini, aku tidak akan pernah mengetahui tentang perselingkuhan kalian berdua pada saat ini." Ujar Alex dengan amarah yang sudah meluap - luap.


"Dan kamu dengan bodohnya aku mempercayai kalau kamu mencintai aku selama ini...ternyata seperti ini kelakukan kamu dibelakang aku? Kita putus!"


"Alex...aku bisa jelasin semua ini...aku gak mau putus dari kamu!" Teriak Bella yang sudah tidak dihiraukan lagi oleh Alex.


Setelah mengatakan itu Alex langsung segera pergi dari sana, bahkan Alex bukan hanya sekedar pergi dari apartemen Bella saja melainkan Alex langsung pergi keluar negeri untuk menenangkan pikirannya saat ini.


Flashback Off


Sejak kejadian itu, Alex sama sekali tidak pernah kembali sekalipun ke Indonesia. Dan baru - baru ini Alex merasa telah siap untuk kembali lagi ke Indonesia. Maka dari itu dia sekarang berada disini untuk menjalankan perusahaan yang baru dibelinya beberapa waktu yang lalu.


"Apa kamu sudah mengingatnya?" Tanya Alex kembali.


Wajah Bella mendadak berubah menjadi sangat merah, Bella hanya terdiam seribu bahasa saja dihadapan Alex pada saat ini.


"Oh iya gimana hubungan kamu dengan Daniel? Apa kalian berdua masih sering melakukannya?" Ejek Alex untuk mempermalukan Bella.


"Jaga ya ucapan kamu Lex!" Ucap Bella dengan sangat marah.


Alex malah tertawa lepas melihat reaksi Bella saat ini, "Apa Daniel sudah bosan bermain dengan kamu Bel? Jadinya kamu kembali lagi mencari aku?" Tebak Alex.


"Aku sudah tidak memiliki hubungan apa - apa lagi dengan Daniel...aku benar - benar menyesal Lex karena pernah selingkuh dari kamu...please maafin aku.." Bella terus saja memohon dihadapan Alex pada saat ini.


"Oh iya berarti karena kamu sudah dicampakkan oleh Daniel jadinya kamu berharap bahwa aku bisa menerima kamu kembali? Tapi Sorry Bel, hati aku sudah tertutup rapat untuk kamu!" Tegas Alex.


"Kamu bohong!" Seakan Bella tidak terima dengan ucapan Alex barusan.


"Terserah kamu mau anggap aku bohong, tapi yang jelas aku sudah lama melupakan kamu Bella. Bagiku kamu hanya sebuah masalalu yang harus dibersihkan." Ujar Alex dengan kasar.


"Tapi kenapa Lex? Apa aku sehina itu ya dimata kamu?" Ujar Bella yang sudah menetaskan airmatanya.


"Udah tidak perlu berakting nangis Bel. Bahkan airmata yang keluar dari wajahmu saja aku sudah tidak mempercayainya lagi." Tegas Alex.


'Alex sialan!' Batin Bella.


"Aku tau kalau saat ini kamu sedang mengutuk diriku....sudah selesai dramanya?" Bisik Alex tepat ditelingan Bella.


Bella malah semakin menatap tajam Alex, "Jadi kamu tau ya kalau aku hanya berakting saja ?" Ucap Bella sambil menghapus airmatanya dengan kasar.


Alex tersenyum sambil menatap Bella, "Tentu..."


"Jadi aku tidak akan berakting lagi didepan kamu..."


"Maksud kamu? Oh akhirnya kamu akan menampakkan sifat asli kamu yang sebenarnya ya?" Tebak Alex.


Kemudian Bella mulai membuka pakaiannya dihadapan Alex pada saat ini.


"Apa yang kamu lakukan!"


"Lihat saja...!"


Setelah Bella sudah tidak mengenakan pakaian atasnya dan secara perlahan membuka roknya lalu Bella berjalan mendekati Alex.


"Aku mau tau sejauh mana kamu bisa menolakku Lex!"


"Apa kamu benar - benar gila? Kamu benar - benar begitu rendah Bel, kamu kira kalau kamu seperti ini aku akan luluh dan menerima kamu kembali? Tidak itu tidak akan pernah terjadi.  Kamu tau aku malah semakin jijik melihat kamu seperti ini." Ujar Alex dengan ketus lalu akhirnya beranjak dari sofa dan memberikan jasnya kepada Bella.


Bella benar - benar merasa begitu terpukul medengarkan ucapan Alex barusan, dulu pada saat Alex masih menjadi kekasihnya, Alex bahkan selalu menyukai kalau Bella selalu saja menggodanya. Akan tetapi sekarang tatapan Alex sudah berubah menatap dirinya.


Dengan segera Bella langsung mengenakan pakaiannya lagi,


Tapi pada saat yang bersamaan Mikha malah masuk kedalam ruangan Bosnya itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Pak saya telah...." Ucapan Mikha terhenti seketika.


Mikha masih syok dengan apa yang barusan dilihatnya, Bella yang masih belum berpakaian lengkap hanya menunjkkan senyumannya bahwa memang baru terjadi hal yang seperti dipikiran Mikha saat ini.


"Maaf kalau saya masuk disaat yang tidak tepat..." Ucap Mikha lagi lalu ketika Mikha ingin keluar dari ruangan Bosnya itu, Alex memanggil dirinya.


"Mikha..."


"Ya Pak..." Seketika langkah kaki Mikha langsung terhenti.


"Mana berkas yang saya minta."


Kemudian Mikha segera berbalik dan berjalan menuju meja Bos nya lalu segera memberika file dan berkasnya.


"Kenapa kamu masih belum keluar!" Tegas Alex.


"Maaf Pak...kalau begitu saya permisi..."


Dengan cepat Alex langsung memotong ucapan Mikha, "Bukan kamu Mik..."


"Pergi dari sini Bella dan jangan pernah kembali lagi!" Tegas Alex.


Bella semakin menatap tajam Alex, "Setelah kamu berbuat seperti ini kepadaku kamu malah mengusirku? Kenapa kamu begitu tega Lex." Bella malah berakting didepan Alex dan Mikha.


Alex malah semakin jijik melihat tingkah Bella saat ini, "Pergi atau aku akan panggilkan keamanan untuk ngusir kamu!" Ancam Alex.


"Oh jadi demi wanita ini kamu mengusirku Lex!" Ucap Bella sambil menatap tajam Mikha.


'Sepertinya aku memang benar - benar masuk disaat yang tidak tepat...apa salahku saat ini? Kenapa juga wanita ini marah kepadaku?' Pikir Mikha yang semakin merasa kesulitan dengan keadaannya pada saat ini.


"Aku bilang pergi! Tegas Alex lagi dengan suara yang sudah mulai meninggi.


"Oke aku akan pergi sekarang...tapi aku pasti akan kembali lagi Lex!" Setelah mengatakan itu Bella langsung keluar dari ruangan Alex.


*******


Mikha benar - benar masih tidak mengerti dengan situasi yang terjadi dengan Bos dan wanitanya itu...


Dan yang jelas Mikha benar - benar tidak ingin terlihat dengan keduanya...

__ADS_1


Hmm...kira kira episode selanjutnya ada kejutan apa lagi ya? Tunggu saja!


Happy Reading Guys!


__ADS_2