SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 195


__ADS_3

Mikha menghubungi Alvin yang saat ini sedang bekerja, Alvin tentu saja langsung menjawab panggilan dari Sang Istri. Mikha mulai berakting menangis sehingga membuat Alvin panik seketika. Alvin tanpa pikir panjang lagi langsung berlari keparkiran untuk melihat keadaan dari Sang istri yang saat ini pasti sedang mengalami kesakitan dirumah mereka.


Alvin melajukan mobilnya dengan sangat kencang, dia tidak memperdulikan apapun lagi, yang ada didalam pikirannya saat ini adalah hanya untuk melihat keadaan dari Sang Istri. Sesampainya dirumah, Alvin memarkirkan mobilnya. Dia tidak merasa curiga sama sekali.


Alvin masuk kedalam rumahnya, tapi kini rumahnya gelap sekali. "Mikha!" Alvin terus berteriak memanggil nama Sang Istri. Namun tidak ada jawaban sama sekali. Alvin mulai menghidupkan lampu diponselnya. Alvin terus berjalan masuk kedalam rumah. Rumahnya terasa sangat kosong.


Alvin merasa sangat tidak tenang, dia ingin secepatnya menemukan Sang Istri, "Mikha! Kamu dimana sayang!" Teriak Alvin terus menerus.


Dan ketika Alvin berjalan menuju lantai 2, seketika lampunya dinyalahkan. "SUPRISEEEE!" Ucap Mikha, Ara, Al, Alan dan juga Clara.


Mikha berjalan mendekati Suaminya sambil membawa cake ulang tahun, iya hari ini adalah hari ulang tahun Alvin. Mikha sengaja mengatur dan mempersipkan semuanya hanya untuk merayakan ulang tahun Suaminya itu.


Mereka semua menyanyilah lagu selamat ulang tahun untuk Alvin. Mikha juga menyanyikan lagu ulang tahun kepada Suaminya sambil memenang cake. Alvin tidak menyangka kalau Mikha akan merayakan hari jadinya semeriah ini. Tentu saja dia sangat menyukainya.


"Berdoa dulu sayang..." Ujar Mikha ketika Alvin ingin meniup lilin di cake nya.


"Oh iya...sebentar ya."


Kemudian Alvin memejamkan kedua matanya, 'Aku berharap hubunganku dengan Mikha akan selalu baik - baik saja tanpa ada gangguan dari manapun, semoga Mikha segera hamil! Aku sangat menginginkan memiliki seorang Anak. Aminnnn.' Setelah berdoa Alvin membuka matanya lalu segera meniup lilin ulang tahunnya.


"Happy b'day sayang!" Ucap Mikha lalu meletakkan cake ulang tahun Alvin.


"Terimakasih sayang!" Ucap Alvin sambil memeluk Sang Istri dengan sangat eratnya.


"Sama - sama sayang!" Balas Mikha.


"Ehem...disini juga masih ada orang lain juga kali.." Ujar Ara yang sedang mengendong Anak kembar mereka. Ara sedang mengendong Alana sementara Al sedang mengendong Alan.


"Selamat ulang tahun ya Vin!" Ucap Al lalu memeluk adiknya itu.


"Thankyou Kak! Alvin gak nyangka lho kalau Kak Al dan Kak Ara menyempatkan hadir di ulang tahun Alvin ini. sambil membawa sikembar lagi. Duh gemes banget tau gak!" Ujar Alvin sambil mengelus pipi Alan dan Alana dengan gemasnya.


"Tentu saja dong kami akan datang! Oh iya malam ini kami bukan hanya sekedar datang kok! Kami memutuskan untuk menginap disini." Ujar Ara.


"Bagus dong!" Ucap Alvin dengan sangat antusias.


Alan dan Clara yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka semua kemudian berjalan mendekati Alvin, "Happy b'day Bro!" Ucap Alan.


"Thankyou Bro! Aku tidak menyangka kalian juga menyempatkan hadir disini." Ucap Alvin sambil bergantian menatap Alan dan Clara.


"Tentu saja kami akan datang bila diundang! Ini semua ide dari istri kamu Lan!" Ujar Clara sambil menatap kearah Mikha.


"Iya sayang...aku ingin di ulang tahun kamu kali ini dikelilingi dengan orang - orang terdekat untuk kamu." Ucap Mikha sambil tersenyum.


"Aaaa sayang! Kamu kok sweet banget sih!" Ujar Alan lalu kembali memeluk Istrinya. Keduanya sudah saling berpelukan lagi.


"Ehem...nanti lagi dong mesra - mesraannya. Gimana kalau kamu potong cake nya dulu Vin." Ujar Ara.


"Baiklah Kak!"


Alvin melepaskan pelukannya dari Sang Istri lalu segera memotong cake nya. Tapi sebelumnya mereka menyempatkan untuk berfoto dulu.


Alvin memberikan potongan cake pertamanya kepada Mikha, "Ini untuk kamu sayang! I love you!" Ucap Alvin lalu mencium kening Sang Istri. Mikha hanya tersenyum sambil menerima cake nya dari Alvin.


Lalu Alvin membagikan cake nya Kakaknya dan Kakak iparnya, Alan dan juga Clara. Kini mereka semua sedang berada dikursi makan yang sudah dipersiapkan oleh Mikha juga. Tidak terlalu banyak hiasan sih sebenarnya. Hanya saja Mikha berhasil membuat Alvin tersenyum dihari lahirnya itu saja sudah lebih cukup baginya.


"Aku ada kejutan untuk kamu!" Bisik Mikha ketika mereka masih makan sambil berbincang - bincang.


"Oh iya? Apaan sayang?" Tanya Alvin.

__ADS_1


Kemudian bell rumah Alvin dan Mikha berbunyi, Mikha sudah bangkit dari duduknya karena ingin membukakan pintu untuk tamu undangannya yang lainnya.


"Tidak perlu Mik...biar Kakak saja! Kamu lanjut makan saja." Ujar Al lalu bangkit dari duduknya. Al berjalan kebawah untuk membuka pintu. Tentu saja Al sudah mengetahui jelas siapa yang datang saat ini.


"Pa, Ma! Masuk!" Ucap Al sambil menyambut kedatangan Papa dan Mamanya.


"Tante, Om...kalian semua datangnya barengan?" Tanya Al.


"Tidak Nak Al, kami hanya bertemu didepan tadi." Jawab Papanya Mikha.


"Mari silahkan! Alvin dan Mikha pasti akan senang sekali bisa melihat kalian." Ujar Al lalu berjalan.


"Cucunya Mama...sini Al biar Mama aja yang gendong." Mamanya Al langsung mengambil Anaknya Al dari tangannya.


"Hati - hati Ma!" Pinta Al.


"Iya sayang!" Ujar Mamanya Al lalu terus saja menciumi cucunya itu. Papanya Al juga melakukan hal sama.


"Alvin tidak tau kalau Papa, Mama, Tante dan Om datang kesini juga! Dia pasti akan sangat senang melihat kalian semua." Ujar Al lagi.


"Kejutan apa lagi sayang yang kamu berikan?" Tanya Alvin dengan sangat penasaran.


"Tunggu saja!" Ucap Mikha penuh dengan misteri.


Setelah melihat Al sudah mendekat, Mikha langsung menutupĀ  mata Suaminya, "Kamu siap - siap ya! Ayo berdiri dan jangan berani - beraninya mengintip ya!" Pinta Mikha. Alvin hanya mengikuti keinginan dari Istirnya itu.


"Setelah hitungan yang ketiga kamu buka mata ya Vin! Satu....dua....ti-tigaaa!" Mikha melepaskan tangannya dari Alvin. Secara perlahan Alvin mulai membuka matanya. Alvin sangat tidak menyangka kalau Papa Mama beserta dengan mertuanya juga ada disana.


"Papa, Mama!" Ucap Alvin lalu segera memeluk Papa dan Mamanya secara bergantian.


"Happy b'day Vin! Sukses terus untuk kamu ya sayang!"


"Thankyou Pa, Ma!"


"Thankyou Pa, Ma!" Balas Alvin lalu memeluk kedua orang tua Mikha secara bergantian.


Mikha juga tidak ketinggalan, dia menyalami Papa dan Mama mertuanya, lalu berlanjut untuk menyalami dan memeluk Papa dan Mamanya yang sudah lama sangat dirindukannya.


"Ayo kita makan Pa, Ma!" Ajak Alvin lalu mempersilahkan semuanya untuk duduk dikursi makan. Tidak perlu diragukan lagi Mikha juga sudah memesan makanan yang sangat banyak. Dia sudah memperkirakan semuanya dengan baik.


"Terimakasih sayang! Kamu lagi lagi membuatku selalu saja terkejut hari ini!" Ujar Alvin sambil mencium pipi Mikha.


"Sama - sama sayang! Melihat kamu bahagia saja sudah lebih dari cukup kok untuk aku!" Balas Mikha sambil membelai wajah Suaminya.


Mereka semua kembali menyantap makanan yang ada dihadapannya kembali. Selesai makan acara selanjutnya adalah karokean, mereka semua secara bergantian bernyanyi sambil berjoget. Al dan Ara kabur sebentar untuk meletakkan Anak mereka yang sudah tertidur cukup pulas. Mereka menyuruh pengasuh Anaknya untuk melihat si kembar terlebih dahulu.


Ara sebenarnya tidak ingin menggunakan jasa babysiter tapi Al tentu saja kasihan melihat Istrinya yang sangat kewalahan mengurus sikembar. Apalagi ketika dirinya sedang bekerja. Akhirnya Al yang mencari babysiter untuk kedua Anak kembarnya itu.


Tapi sesuai dengan perjanjian, babysiternya hanya akan merawat Anak mereka pagi hingga sore saja. akan tetapi ketika malam sudah datang Al dan Ara lah selaku orangtua yang merawat si kembar.


Setelah melihat Anaknya sebentar lalu Al dan Ara keluar dari kamar lalu bergabung kembali dengan semuanya. Mereka semua benar - benar sangat bahagia, terutama Alvin.


Setelah semuanya merasa lelah, Mikha mengeluarkan minuman segar untuk semuanya. Kemudian Mikha mematikan musik yang masih terputar disana.


"Ya sayang kenapa dimatikan sih? Kami masih ingin bernyanyi." Protes Alvin.


"Sebentar sayang!"


Mikha mengambil mike dari tangan Suaminya, "Aku ingin memberitahukan sesuatu untuk kamu dan untuk semuanya." Ucap Mikha.

__ADS_1


Kini semua mata sudah tertuju kepada Mikha, Al dan Ara sempat saling berpandang pandangan satu sama lain begitu pula dengan kedua orang tua mereka berdua. Mereka sangat penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Mikha yang berada didepan mereka.


"Aku ada 2 kabar gembira untuk Alvin dan juga kalian. Yang pertama Mikha memberikan sebuah amplop kepada Suaminya.


"Silahkan kamu buka! Itu hadiah dari aku untuk kamu!" Ujar Mikha.


Alvin segera membuka amplop yang Mikha berikan untuknya, "Tiket? Kenapa kamu memberikan aku tiket?" Tanya Alvin dengan wajah yang tidak mengerti.


"Aku telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat aku bekerja, aku sudah mengatur waktu untuk kita berlibur berdua saja! Itu kan hal yang kamu inginkan sejak dulu sayang?" Ujar Mikha.


"Kamu serius sayang? Sumpah demi apa!" Alvin menghampiri Mikha lalu menguncangkan kedua bahu Sang Istri. Lagi lagi semua orang hanya menyaksikan pertunjukan yang secara live dihadapan mereka.


Mikha mengangguk dengan sangat mantap," Aku sangat serius sayang!" Jawab Mikha.


"Kamu memang yang terbaik!" Alvin memeluk Mikha.


Mikha hanya menepuk - nepuk punggung Suaminya saja, "Sudah sayang...aku masih ada satu kejutan lagi untuk kamu!" Bisik Mikha.


Secara perlahan Alvin melepaskan pelukannya dari Sang Istri. "Masih ada lagi?" Ucap Alvin sambil menggerlitkan alisnya.


"Mendingan kamu tenang dulu, duduk disana!" Pinta Mikha.


Kemudian Mikha menyalahkan TV nya lalu memasukkan sebuah CD yang sudah dipersiapkan oleh Mikha sejak kemarin. Mikha sengaja membuat dokumentasi dirinya sendiri sambil menunjukkan sesuatu.


Ketika tayangannya sudah menyala, Mikha duduk tepat disebelah Alvin. "Apa itu sayang?" Tanya Alvin.


"Sssstt...lihat saja!" Ucap Mikha sambil menutup mulut Suaminya dengan jari telunjuknya.


Mereka semua hanya berfokus pada tayangan yang Mikha nyalahkan.


"Hai semuanya...Maaf karena sudah membuat wajah kalian semua menjadi bingung ya! Terutama untuk kamu Vin, aku tau pasti saat ini kamu sudah mempunyai banyak sekali pertanyaan didalam benak kamu bukan? Hmm...gimana ya caranya untuk aku menyampaikan hal yang sangat membahagiakan ini? Sejujurnya aku sendiri juga tidak menyangka dengan semuanya! Kamu tau awalnya aku hanya iseng saja untuk melakukan test kehamilan dengan menggunakan testpack yang baru aku beli beberapa waktu yang lalu. Ya tentu saja tanpa sepengetahuan kamu! Maaf ya sayang! Begitu melihat hasilnya aku benar benar syok, terharu dan tentu sangat bahagia. Bahkan sangking tidak percayanya aku terus melakukan pengecekan berulang kali. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi kerumah sakit, aku membuat janji temu dengan Dokter Alan. Ya sesuai dengan tebakan kalian semua...Dokter Alan adalah satu - satunya orang yang mengetahui hal ini. Tapi aku memintanya untuk tutup mulut karena aku ingin menyampaikannya secara langsung kepada kamu sayang! Iya sesuai dengan pemikiran kamu, aku hamil sayang!" Mikha mengusap airmatanya yang mengalir membasahi pipinya.


"Dan ini adalah foto yang Dokter Alan berikan kepadaku...ini foto janin Anak kita! Bahkan sampai sekarang aku tidak percaya bila aku benar - benar telah hamil. Aku sudah hamil selama 4 minggu! Happy b'day sayang... semoga kamu suka dengan hadiah kedua dariku ini!"


"Sayang...apa yang kamu katakan itu benar?" Tanya Alvin dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


"Iya sayang, aku hamil!" Lalu Mikha menyerahkan foto janinnya kepada Alvin. Tangis Alvin pecah, dia segera memeluk Mikha. "Terimakasih sayang! Terimakasih! Ini adalah ulang tahun terbaik untuk aku!" Ucap Alvin terus menerus sambil memeluk Sang Istri.


"Mikha selamat ya! Akhirnya kalian akan menjadi seorang orang tua! Papa dan Mama turut bahagia sayang!" Ucap Mamanya Al.


Lalu Papa dan Mama Al saling berpelukan begitu pula dengan Papa dan Mama Mikha. Mereka semua turut merasakan kebahagiaan untuk Alvin dan Mikha.


"Selamat ya Mikha, Alvin! " Ucap Al dan Ara mereka juga turut merasakan kebahagiaan atas kehamilan Mikha.


"Selamat atas kehamilan Istri kamu ya Vin!" Ucap Clara dengan tulus sambil menatap Mikha dan Alvin lalu kemudian menatap Suaminya.


Sebentar lagi juga Clara akan segera melahirkan hanya tinggal menunggu 2 bulan saja...perut Clara juga sudah kelihatan besar.


"Terimakasih semua doa dan ucapannya! Semoga Mikha dan janin yang ada didalam sini sehat sehat saja sampai lahiran Mikha tiba nanti. Amin!"


"Aminnnn!" Mereka semua mengaminkan apa yang Alvin ucapkan.


Malam ini berlalu dengan kabar yang sungguh - sungguh membahagiakan untuk semuanya.


******


Selamat kepada Alvin dan Mikha! Semoga selalu bahagia ya!


Ayo komen dan likee sebanyak mungkin!

__ADS_1


Happy reading guys!


__ADS_2