
Alan berencana akan ke apartemen Clara lagi, Akan tetapi sebelum ke apartemen Clara, Alan berencana untuk berbelanja ke minimarket terlebih dahulu. Alan benar - benar belanja sangat banyak bahan makanan dan juga vitamin untuk dibawakan Alan yang bagus untuk wanita hamil. Sesampainya Alan didepan apartemen Clara, Alan dengan keberatan membawa bahan makanan yang sangat banyak itu akhirnya memutuskan untuk meletakkan sebagiaan bahan agar bisa untuk menekan bell apartemen Clara.
Dengan tidak sabaran Alan terus saja menekan bell apartemen Clara sampai membuat Clara merasa terganggu dan dengan cepat membukakan pintu apartemennya itu.
"Siapa sih ganggu aja...apa jangan - jangan itu Alvin lagi?" Ucap Clara lalu dengan membukakan pintu.
Raut wajah Clara berubah menjadi sangat kecewa ketika melihat sosok yang datang adalah Alan bukan Alvin.
"Kenapa? Kecewa karena aku yang datang kesini?" Tebak Alan.
"Kamu mau ngapain lagi sih kesini? Apa ucapanku kemarin itu kurang jelas ya?" Ucap Clara.
Akan tetapi Alan tidak menanggapi ucapan Clara barusan. Alan hanya menerebos masuk kedalam apartemen Clara saja.
"Alan....kamu dengar sih aku lagi bicara sama kamu!" Ucap Clara dengan tegas.
Alan hanya terus saja menyusun bahan makanannya didalam kulkas Clara tanpa memperdulikan apa yang dikatakan oleh Clara.
"Lan...kamu dengarin dong kalau aku lagi ngomong sama kamu! Aku gak suka ya kalau kamu begini terus....! Mendingan aku pindah dan menghilang lagi." Ucap Clara lalu pergi meninggalkan Alan.
Alan duduk lemas dilantai, 'Sebegitu bencinya kah kamu sama aku Cla? Aku harus bagaimana supaya membuat kamu kembali lagi kepadaku?' Pikir Alan.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Alan menuliskan sebuah memo untuk Clara lalu segera keluar dari apartemen Clara dengan wajah sedih.
Setelah mendengar bahwa pintu apartemen sudah tertutup, Clara keluar dari kamarnya. Clara berjalan menuju dapurnya lalu membuka kulkasnya kini sudah terisi penuh.
"Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan Lan? Sampai kapan pun aku sudah tidak bisa lagi untuk kembali lagi kepada kamu." Ucap Clara dengan lirih.
Kemudian setelah itu Clara menutup kembali kulkasnya. Clara melihat Alan menempelkan sebuah memo yang sengaja digantung di kulkas bagian depannya.
Clara langsung saja mengambil memo itu dengan cepat.
Ini semua bahan makanan sehat untuk kamu dan Anak kamu, aku ingin kamu makan makanan sehat ya. oh iya aku juga sudah memberikan susu dan vitamin untuk wanita hamil. Sebaiknya kamu menjaga pola makan kamu dengan benar ya...dan satu hal lagi, kalau pun kamu mau kabur lagi dari aku, aku akan terus mencari dan menemukan keberadaan kamu dimanapun kamu berada! I love you Clara dari Alan yang akan selalu mencintai kamu.
Setelah membaca memo yang dituliskan oleh Alan itu, Clara memetaskan airmatanya, "Gimana aku bisa lupain kamu kalau begini caranya Lan? Kamu itu terlalu baik Alan. Kamu juga berhak bahagia walaupun bahagia kamu itu bukan bersama dengan aku." Ucap Clara lalu segera menghapus airmatanya dengan cepat.
Bell diapartemen Clara kembali berbunyi kembali, dengan langkah ragu Clara berjalan menuju pintunya. Clara membukakan pintunya dengan lambat.
"Kak Tia..."
"Kenapa lama sekali sih Cla buka pintunya? Kamu lagi kenapa?" Tanya Tia sambil berjalan mendekati Clara.
Clara menggeleng pelan, "Aku gak apa - apa kok Kak. Oh iya ada apa Kak Tia kesini?" Jawab Clara lalu segera mencari cara untuk mengalihkan perhatian Tia.
"Gimana perkembangan hubungan kamu dengan Alvin, Cla? Kenapa sampai sekarang kamu tidak ada memberitahukannya kepada Kakak? Kamu tau kan kalau Anak yang kamu kandung itu membutuhkan sosok Papa? Dan juga perut kamu lama kelamaan akan semakin membesar Cla, ayo dong Cla, Kakak mohon sama kamu kamu harus bergerak cepat untuk mendapatkan Alvin." Ujar Tia.
Clara hanya diam saja tidak seperti biasanya, diam - diam Clara sudah tidak begitu tertarik lagi untuk bisa menikah dengan Alvin yang tidak pernah untuk menganggapnya ada.
"Clara...hei...kamu kok malah melamun sih? Maaf Cla bukan maksud Kakak untuk terus mendesak Kamu tapi kamu tau sendiri kan kalau kamu tidak bergerak dengan cepat, bisa - bisa Alvin mengetahui kebenerannya tentang apa yang terjadi malam itu. Kamu tidak mau kan kalau itu sampai terjadi?" Ancam Tia.
Pikiran Clara menerawang dan mengingat kembali apa yang terjadi tentang malam itu.
Flashback On
"Vin aku ke toilet dulu ya." Ucap Clara.
"Oke silahkan Cla..."
Clara memasukkan sesuatu diminuman Alvin, lalu memerintahkan pelayan untuk membawakan Alvin minuman tersebut.
Dari kejauhan Clara melihat bahwa Alvin sudah semakin mabuk dan tidak berdaya. Kemudian Clara kembali dengan cepat untuk menghampiri Alvin kembali.
"Vin....kamu kenapa sampai mabuk seperti ini sih?" Ucap Clara lalu mengotong tubuh Alvin yang sudah tidak berdaya itu.
Clara mencari hotel terdekat dari bar itu supaya dengan cepat membawa Alvin, "Vin ayo dong bangun...Vin.." Clara terus saja membangunkan Alvin tapi tidak berhasil juga.
Akhirnya Clara memutuskan untuk mencari bantuan, penjaga yang ada di bar itu membantu Alvin untuk masuk kedalam mobil. Kemudian Clara dengan cepat langsung mengemudikan mobil Alvin.
Sesampainya dihotel Clara meminta bantuan dari pelayan hotel untuk segera membawa Alvin menuju kamar yang sudah di booking oleh Clara dengan sengaja. Sesampainya didalam kamar hotel, Clara segera mengganti pakaian dengan pakaian seksi lalu berjalan mendekati Alvin dengan segera.
"Vin...bangun dong...!"
Alvin yang samar - samar melihat wanita yang ada disampingnya hanya memegangi kepalanya yang sangat berat akibat terlalu mabuk.
"Kamu siapa? Kita dimana?" Tanya Alvin.
"Aku Clara, Vin....kamu mengajakku kesini. Apa kamu melupakannya?" Jawab Clara.
"Clara....aku merasa sangat pusing." Ucap Alvin.
"Vin kamu jangan tidur dulu dong, tadi katanya kamu ingin mengajak aku untuk bermain? Kenapa kamu sudah tertidur ketika kita bahkan belum memulai permainannya?" Ucap Clara sambil membelai wajah Alvin.
"Maaf Cla...tapi kepalaku terasa sangat pusing." Ucap Alvin yang merasa tidak tahan lagi.
Tapi tidak lupa Clara menyampurkan obat perangsang didalam minuman Alvin sehingga membuat Alvin kepanasan yang luar biasa. Alvin melepaskan seluruh pakaiannya dengan cepat sampai - sampai kini dirinya sudah tidak mengenakan sehelai benangpun juga.
Alvin sempat mencium bibir Clara dengan rakusnya akan tetapi karena pusing kepalanya yang semakin menjadi, Akhirnya Alvin jatuh tertidur sebelum sempat melakukan apa - apa dengan Clara.
Setelah Alvin tidur, Clara melepaskan diri dari Alvin dan dengan segera langsung menghubungi Tia.
"Kak...Alvin sudah tertidur."
"Bagus! Kamu harus membuat seolah - olah terjadi apa - apa dengan kalian berdua. Ini kesempatan yang sangat bagus untuk kamu Clara."
"Baik Kak..."
Kemudian Clara langsung mengakhiri panggilan teleponnya dan membuka pakaiannya dan tertidur tepat disebelah Alvin dan membuat Alvin memeluk dirinya.
Ketika Alvin terbangun dari tidurnya, Alvin langsung segera kabur dengan cepat. Alvin yang masih sangat pusing hanya berusaha kabur dalam keadaan kacau seperti ini, Clara yang masih pura - pura terlelap hanya tersenyum saja.
"Kabur sebisa kamu Vin...dan pada akhirnya aku akan mencari kamu kembali untuk bertanggung jawab." Ucap Clara sambil tersenyum mengejek.
Setelah itu Clara langsung masuk kekamar mandi dan segera membersihkan dirinya, dan setelah selesai Clara langsung mengenakan semua pakaiannya yang sengaja diserakkan dilantai untuk membuat aktingnya sangat meyakinkan. Lalu Clara langsung dengan cepat keluar dari kamar hotel tersebut.
Flashback Off
"Gimana Cla? Apa kamu sudah mengingat semuanya?" Tanya Tia lagi.
"Iya Kak...Clara juga lagi usaha kan untuk membuat Alvin percaya...tapi sabar dong Kak! Semuanya juga butuh proses kan? Alvin tidak semudah yang kita kira Kak. Clara berusaha untuk membuat Alvin bertanggung jawab, tapi sepertinya Alvin sedang mengulur - ulur waktu Kak." Jawab Clara.
"Nah itu kamu tau....makanya sayang kamu kalau mau akting harus lebih meyakinkan lagi ya. Kakak tidak mau tau, kamu harus segera masuk kedalam rumah mereka bagaimana pun caranya." Ancam Tia.
"Apa? Tapi bagaimana bisa Kak....?"
"Kamu pikir sendiri gimana caranya, Kakak ingin kamu bergerak dengan sangat cepat. Kamu paham kan maksud dari ucapan Kakak barusan." Ucap Tia lalu berjalan pergi meninggalkan Clara.
"Bagaimana bisa aku masuk kerumah Alvin?" Ucap Clara setelah kepergian Tia.
__ADS_1
********
Sepanjang hari Al masih sangat merasa sangat bahagia karena telah mendengarkan kabar baik dari Alan tadi pagi. Moodnya hari ini sunggah sangat baik.
"Aku semakin tidak sabar untuk menunggu hasil pemeriksaan Ara berikutnya. Ara pasti akan sangat senang bila mengetahui hal ini. Maaf ya sayang aku belum bisa untuk memberitahukan kamu tentang berita baik ini." Ucap Al.
Tiba - tiba saja ponsel Al berdering sangat nyaring sehingga membuat lamunan Al buyar seketika.
"Halo..."
"Bos...kami punya berita bagus untuk bos, ternyata benar kalau pria yang bos cari itu berada disana. Apa yang harus kami lakukan sekarang bos?"
"Awasi dia....tunggu sampai dirinya benar - benar lemah dan segera bawa dia ketempat yang sudah kita sepakati itu."
"baik bos."
Aku harus segera memberitahukan tentang berita baik ini kepada Ara. aku tau pasti Ara akan sangat senang mendengarnya." Ucap Al.
Kemudian Al segera menghubungi Ara, dan tidak perlu menunggu waktu yang terlalu lama lagi Ara sudah menjawab panggilan teleponnya.
"Hai sayang...kamu kangen aku ya?"
"Hai juga sayang, iya nih jujur aku kangen banget sama kamu."
"Oh iya? Aku punya hadiah buat kamu...."
"Mana sayang?"
"Ada didepan ruangan kamu tuh...coba kamu lihat dulu gih, aku harap kamu menyukainya ya."
"Kamu jangan bohongin aku ya Ra..."
"Aku serius sayang...makanya kamu buka dulu dong pintunya. Ntar kasih tau aku ya kamu suka apa gak sama hadiahnya."
Al berjalan dengan cepat menuju pintu ruangannya.
"Aku buka ya..."
"Surpriseeee....gimana kamu suka gak sama hadiahnya?"
"Sayang..." Teriak Al lalu segera membawa Ara masuk kedalam ruangannya.
"Kamu kok gak bilang - bilang sih sama aku kalau kamu mau kesini? Tapi kamu perginya bawa mobil sendiri?" Tanya Al panjang lebar.
"Ssstt.."
Ara segera menutup mulut Al dengan cepat, "Kalau aku bilang - bilang sama kamu itu namanya bukan kejutan lagi dong sayang."
"Iya sayang aku tau, tapi kan kamu seharusnya tidak usah repot - repot sampai kesini segala. Kalau ada apa - apa sama kamu gimana?" Ujar Al yang merasa sangat khawatir.
"Udah ah...aku bosan tau sayang sendirian dirumah. Kita makan siang bareng ya." Ucap Ara sambil membuka semua bungkusan yang telah dibawanya itu.
"Tapi Ra lain kali kamu harus janji ya kalau mau keluar rumah bilang dulu sama aku. Aku gak mau lain kali terulang lagi kejadian seperti ini. Aku senang kamu datang kekantor sayang, hanya saja aku merasa sangat tidak tenang kalau kamu datang sendirian seperti ini." Omel Al terus menerus.
"Iya sayang...aku janji deh lain kali aku akan izin dulu sama kamu. Udah ya ngomelnya, kita makan dulu ya sayang, aku udah laper banget nih" Ucap Ara sambil memegangi perutnya.
Al lalu duduk di samping Ara, mereka berdua makan dengan perlahan, dan setelah semua makanannya habis, Ara langsung saja mengelus perutnya.
"Sayang Mama...gimana kamu udah kenyang?" Ucap Ara sambil mengelus perutnya.
"Oh jadi kamu gak nanyain aku lagi nih sekarang? Hmm...sepertinya kamu sekarang ini lebih sayang sama Anak kita deh sayang daripada sama Suami kamu sendiri." Ucap Al yang merasa tersaingin dengan Anaknya sendiri.
Al mengelus perut Ara, "Iya kamu benar sayang..."
"Sayang Papa...kamu jangan nakal - nakal ya didalam sini kasihan tau Mama kamu...Papa dan Mama sudah semakin tidak sabar loh untuk bertemu dengan kamu..." Ucap Al sambil mengelus perut Sang Istri.
"Tuh tuh...kamu lihat kan? Dia nendang lagi." Sepertinya dia mendengarkan ucapan kamu barusan deh sayang." Ucap Ara dengan perasaan bahagianya.
"Iya sayang..."
Ara masih saja mengelus - elus perutnya, "Sayang aku mau bicara sama kamu." Ucap Al dengan raut wajah yang telah berubah.
"Serius banget sayang...ada apa?" Tanya Ara.
"Kamu benar tentang keberadaannya Rey, Anak buah aku sudah berhasil menemukannya. Tinggal cari cara aja bagaimana caranya untuk membawa Rey." Jawab Al.
"Beneran sayang? Kalau begitu aku segera memberitahukan tentang hal ini kepada Vio ya?" Ucap Ara lalu segera mengambil ponselnya.
Al menahan tangannya, "Kenapa kamu begitu bersemangat sayang?" Tanya Al penuh selidik.
"Sayang....kamu tau kan aku melakukan ini hanya untuk membantu Vio saja? Jadi kamu jangan berpikiran yang macam - macam ya?" Ujar Ara.
"Aku sudah mempersiapkan rencana untuk mereka berdua." Ujar Al lagi.
"Maksud kamu? Rencana apa lagi sayang?" Tanya Ara dengan penasaran.
"Aku akan mengirim mereka berdua pergi keluar negeri." Jawab Al.
"APA!"
"Iya sayang...aku ingin kehidupan kita berdua tenang tanpa ada gangguan dari mereka berdua lagi, aku sudah mengatur segalanya." Ujar Al lagi.
"Tapi kenapa sayang?" Tanya Ara.
"Ini semua demi kita sayang...ini jalan keluar yang telah aku putuskan jadi aku harap kamu bisa untuk menerima keputusan aku ini ya." Jawab Al sambil memegani kedua bahu Ara.
"Jadi Vio sudah mengetahui hal ini?" Tanya Ara lagi.
Al mengangguk dengan mantap. "Dan Vio menyetujuinya asalkan dia bisa pergi bersama dengan Rey." Ucap Al.
"Oke baiklah kalau begitu sayang, akhirnya semuanya selesai juga! Aku berharap semuanya berjalan lancar sesuai dengan yang kamu rencanakan." Ucap Ara akhirnya.
"Aku berharap juga seperti itu sayang."
Kemudian Ara menatap jam ditangannya, "Oke karena waktu istirahat kamu sudah habis, aku akan kembali sekarang ya sayang." Ucap Ara.
"Aku antar kamu ya sayang." Ucap Al dan mengambil jas nya.
Ara menahan tangan Al. "Gak usah sayang, aku pulang sendiri aja. Bukannya kamu masih sibuk dengan pekerjaan kamu?" Ucap Ara.
"Gak bisa sayang, aku harus memastikan kalau keadaan kamu baik - baik saja dengan mata kepala aku sendiri." Ucap Al bersikeras untuk mengantar Ara pulang kerumah.
Ara hanya menghela nafas dengan beratnya, Ara tau kalau Suaminya sangat keras dan pada akhirnya Ara hanya mengikuti kemauan Sang Suami saja.
"Ayok kita pergi." Ucap Al ambil menggenggam tangan Ara dan membawanya untuk keluar dari ruangannya.
******
__ADS_1
"Gimana ya hari pertama Mikha kerja? Gue sangat penasaran, apa gue hubungi dia aja kali ya? Gak...gak...kalau gue hubungi dia terus atasannya marah gimana? Hmmm..mendingan gue chat aja kali ya." Ucap Alvin kepada dirinya sendiri.
Alvin lalu menggambil ponselnya lalu mengetikkan sesuatu diponselnya.
ALVIN
Gimana hari pertama kerja?
Setelah mengirimkan pesannya kepada Mikha, Alvin meletakkan ponselnya. Kemudian Alvin menatap jarum jam karena Mikha tidak membalas pesan yang telah dikirimkannya itu.
"Apa dia benar - benar sesibuk itu ya sampai - sampai tidak bisa untuk membalas chat gue!" Gerutu Alvin dengan kesal.
"Ah udah ah, lagian ngapain juga gue menunggu seperti olrang bodoh seperti ini. Gue juga sangat sibuk kali!" Ucap Alvin sambil meletakkan ponselnya kembali.
Alvin lalu melanjutkan pekerjaannya kembali, ternyata Mikha sudah membalas chat Alvin. Akan tetapi Alvin tidak mengetahuinya.
"Ah lelahnya....sekarang sudah jam berapa ya?" Ucap Alvin kemudian segera melihat jam tangannya.
'Apa udah jam segini...Mikha udah pulang belum ya?' Pikir Alvin.
Kemudian ketika membuka ponselnya, Alvin melihat ada pesan masuk dari Mikha.
MIKHA
Ya lumayan sibuk lah Vin, lo tumben banget ada waktu untuk mengirimkan pesan? Lo baik - baik aja kan Vin?
"Wah...wah...wah! Sialan banget nih si Mikha...."
ALVIN
Lo pulang jam berapa?
MIKHA
Ini sebentar lagi gue mau pulang. Emangnya kenapa?
ALVIN
Mau pulang bareng gak? Lo pasti ngarepnya gue akan bilang seperti itu kan? Tapi maaf ya gue gak bilang begitu, kalau begitu sampai bertemu dirumah ya! Ingat langsung pulang.
"Nah rasain lo Mik! Emangnya enak...." Ucap Alvin yang merasa sangat puas karena sudah membalas Mikha.
MIKHA
Tapi sayangnya gue gak berharap tuh lo jemput gue! Sorry ya.
"Dasar lo Mik gengsi amat sih?" Ucap Alvin.
Ketika Alvin ingin membalas pesan dari Mikha, ada pesan masuk dari Clara sehingga membuat Alvin membuka pesan dari Clara tersebut.
CLARA
Vin...kamu udah pulang? Bisa ke apartemen aku dulu gak?
"Mau ngapain ya Clara nyuruh aku datang ke apartemennya? Gue balas apaan nih. Mendingan gue cari alasan aja deh." Ketika Alvin masih berpikir dan akan membalas pesan dari Clara, tiba - tiba saja Clara mengirimkan pesan lagi.
CLARA
ini rekaman kita Vin pada saat malam itu....kalau kamu mau tau lebih jelasnya lagi datang ke apartemen aku sekarang juga!
"Sial! Clara benar - benar sudah merencakan semua ini dari awal. Gue bahkan tidak berpikir kalau dia mempunyai rekaman ini." Ujar Alvin lalu dengan langkah cepat langsung pergi dari kantor untuk bergegas pergi ke apartemen Clara.
Alvin mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat sehingga bisa dengan cepat sampai di apartemen Clara. Begitu sampai Alvin langsung menekan bell apartemen Clara dengan tidak sabaran.
Clara segera membuka pintu apartemennya itu dengan cepat.
"Apa maksud kamu dengan video itu Cla? Jadi dari awal kamu sudah merencanakan hal ini ya?" Tebak Alvin dengan suara yang sudah mulai meninggi.
"Kenapa Vin? Aku hanya berjaga - jaga menyiapkan video ini kalau kamu tidak akan bertanggung jawab untuk apa yang telah kamu lakukan."
"Mana videonya Cla...mana!"
"Sabar dong Vin....aku akan memberikan videonya sama kamu asalkan kamu mau untuk bertanggug jawab." Ucap Clara.
"Kamu berani mengancam aku Cla?" Tanya Alvin.
"Aku tidak bermaksud untuk mengancam kamu Vin, tapi aku juga bukan wanita bodoh yang bisa kamu permainkan dengan seenaknya saja! Kamu harus bertanggung jawab Vin!" Jawab Clara dengan santainya.
"Aku bilang aku akan betanggung jawab kalau anak yang kamu kandung itu memang benar Anakku! Tapi aku butuh bukti yang akurat Clara, kamu kira aku pria bodoh? Dengar ya jangan kamu kira kamu saja yang bisa mengancam aku dengan video itu, kalau sampai video itu tersebar ke seluruh keluaargaku, aku pastikan aku tidak akan tinggal diam begitu saja! Kamu mengerti...." Ujar Alvin lalu segera pergi meninggalkan Clara.
"Alvin...Alvin...! Kamu akan menyesal..." Teriak Clara.
"BRAAKKK!"
Alvin membanting pintu apartemen Clara dengan kasar lalu segera berlalu dari sana, setelah kepergiaan Alvin, Alan menekan bell apartemen Clara dengan tidak sabarannya.
"Alvin...kamu kembali.. aku tau kamu pasti akan kembali." Ucap Clara sambil tersenyum licik.
Clara dengan sangat cepat membukakan pintu apartemennya, "Kamu!"
"Kenapa Cla? Kehadranku mengecewakan kamu ya? Kamu sedang berharap kalau orang lain yang datang kesini?" Tebak Alan.
"Mau apa lagi si Lan kamu kesini? Aku harus bilang berapa kali sama kamu untuk tidak kembali kesini lagi! Kamu mau kalau Mama kamu mengusik kehidupanku lagi? Aku benar - benar muak dengan semuanya Lan." Ucap Clara dengan sangat histeris.
Alan dengan segera langsung saja memeluk Clara, "Maafkan aku Clara karena selalu saja membuat kamu kesulitan....."
"Lepasin aku Lan..." Clara terus berusaha untuk bisa terlepas dari pelukan Alan.
"Sebentar saja Cla...aku janji setelah itu aku akan pergi." Ucap Alan.
'Alan kenapa sih kamu terus begini? Aku benar - benar bisa lemah kalau kamu terus menerus seperti ini Lan.' Batin Clara.
Setelah beberapa saat memeluk Clara, Alan melepaskan pelukannya. "Aku akan pergi Cla...aku hanya menginginkan kamu bahagia. Kamu harus janji sama aku kalau kamu akan bahagia ya." Ucap Alan sambil berjalan mundur.
'Apa Alan benar - benar akan pergi? Kenapa rasanya aku tidak rela ya?' Batin Clara.
"Iya kamu pergi aja Lan! Aku benar - benar merasa muak sama semuanya. Jangan pernah mencari aku lagi...kalau tidak aku tidak akan main - main kalau aku akan menghilang sampai kamu tidak akan pernah bisa menemukan keberadaan aku lagi." Teriak Clara sambil menangis dengan histeris.
Alan tersenyum lalu tanpa mengatakan sepatah katapun Alan keluar dari apartemen Clara.
'Apa Alan benar - benar serius dengan ucapannya barusan? Maafin aku Lan....kamu benar - benar pria yang sangat baik, aku beruntung karena pernah memiliki kamu.' Batin Clara sambil menangis sampai terisak - isak.
*******
**Satu persatu masalah akan segera selesai...akankah Alvin dan Mikha akan bahagia? **
Nantikan episode selanjutnya! Semoga semua akan indah pada waktunya ya.
__ADS_1
Like & Comment!
Happy Reading Guys!