SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 196


__ADS_3

Keesokan harinya....


Semua orang yang ada menginap dirumah Alvin dan Mikha ternyata sudah bangun dan bersiap - siap. Mama Alvin dan Mikha berserta Ara ikut menyiapkan bekal yang akan mereka bawa. Sementara Papa Alvin dan Mikha tengah sibuk dengan mobil dan perbincangan yang lainnya.


Alvin dan Mikha masih terlelap, mereka semua sengaja tidak ingin membangunkan kedua sejoli yang sedang dimabuk kasmaran itu sampai semua persiapan yang mereka lakukan sudah selesai.


Ternyata sejak tadi malam, Ara membuat grup obrolan untuk semuanya kecuali Alvin dan Mikha. Mereka ingin memberikan hadiah yang tidak akan dilupakan oleh keduanya. Berlibur dengan seluruh anggota keluarga adalah impian terbesar untuk Alvin dan Mikha, tapi sampai saat ini keduanya belum bisa melakukannya.


Kini sudah pukul 6 pagi, semua orang sudah siap. Hanya tinggal membangunkan Alvin dan Mikha saja. Tugas itu diberikan kepada Mamanya Alvin. Dengan terpaksa Mamanya harus menganggu tidak Sang Anak demi sebuah rencana yang telah disusun rapi.


Sesampainya didepan pintu kamar Alvin dan Mikha, Mamanya mengatur nafasnya terlebih dahulu.  "Maafin Mama ya Vin!"


"TOKTOKTOK!"


"ALVINNN....MIKHAAAA...!" Teriak Mamanya yang terus saja mengetuk pintu.


"Vin....!" Panggil Mamanya.


Sementara Alvin dan Mikha yang baru saja tertidur jam 3 pagi tadi benar - benar merasa sangat mengantuk. Dia merasa telah diganggu. Alvin menutup telinganya dengan kedua tangannya. "Berisik!" Teriak Alvin.


"ALVIN....! BUKA PINTUNYA...INI MAMAAA!" Teriak Mamanya yang tidak putus asa.


"Sayang...mendingan kamu bukain deh...Mama berisik banget tau gak! Gak tau apa ya kalau kita baru tidur tadi." Pinta Alvin.


"Kamu aja deh sayang....aku ngantuk dan lelah banget nih." Ujar Mikha.


"Vin..."


Dengan sangat terpaksa dan dengan mata yang masih terpejam Alvin bangkit dari tidurnya lalu melangkah menuju pintu kamarnya. Dia tidak menyangka kalau Mamanya akan menganggu dirinya di jam segini. Alvin bersumpah kalau Mamanya hanya untuk menganggunya karena hal yang tidak penting saja dia akan marah besar.


Alvin membuka pintu kamarnya, "Ya Ma...ada apa? Mama tau gak sih ini masih jam berapa?" Ujar Alvin dengan mata yang masih terpejam.


"Iya Mama tau kok sayang! Kalian berdua segera bersiap - siap sekarang ya... semoga orang sudah menunuggu kalian dibawah. Ingat jangan terlalu lama ya, Vin!" Ujar Mamanya lalu berjalan pergi.


"Emangnya ada apa Ma?" Teriak Alvin.


"Nanti kamu juga bakalan tau sayang!" Ujar Mamanya dengan penuh teka teki.


Alvin kembali menutup pintu kamarnya, "Ada apa sayang? Mama ngapain?" Tanya Mikha yang masih belum sadar sepenuhnya.


Alvin mengangkat kedua bahunya. "Aku juga gak tau sayang...kita berdua disuruh bersiap - siap sekarang." Jawab Alvin sekenanya saja lalu kembali membaringkan tubuhnya kembali dikasur.


"Lalu kenapa kamu malah berbaring kembali? Mandi gih...gak enak tau sayang udah ditungguin lho!" Ujar Mikha sambil mengguncang - guncangkan bahu Alvin.


"Aku masih ngantuk banget sayang....kamu duluan ya." Pinta Alvin.


"Ya udah deh aku duluan...kamu jangan tidur lagi ya sayang...mungkin saja Papa Mama mau pulang tu Vin. Ingat jangan tidur lagi ya sayang!" Ujar Mikha lalu segera masuk kedalam kamar mandi.


Tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama akhirnya Mikha telah selesai bersiap, Mikha terus saja membangunkan Alvin lalu menarik tangannya untuk masuk kedalam kamar mandi. Alvin akhirnya mandi juga.


Setelah keduanya sudah rapi dan wangi, kini keduanya berjalan turun kebawah. Mereka berjalan menuju ruang santai yang mana disana sudah sangat ramai.


"Ada apa ini Vin?" Bisik Mikha.


"Mana aku tau sayang...kita berdua kan baru sama - sama turun." Jawab Alvin.


"Akhirnya kalian berdua siap juga! Ayo kita berangkat." Ujar Ara yang sudah siap. Kedua bayi kembarnya saat ini sedang digendong oleh babysiternya.


Alvin dan Mikha saling melihat satu sama lain, "Berangkat?" Ucap keduanya secara bersamaan.


"Iya kita mau pergi....dan kalian tidak perlu membawa apapun juga karena kami sudah mempersiapkan semuanya!" Ucap Ara dengan sangat antusias.


"Iya Vin, Mikh....Kalian berdua hanya perlu membawa diri kalian saja!" Ucap Papanya Alvin.


"Emangnya kita mau kemana Pa? Apa Papa dan Mama tidak sibuk?" Tanya Alvin dengan sangat penasaran.

__ADS_1


"Adaa deh.....nanti juga kalian akan mengetahuinya. Yuk berangkat sebelum kita kejebak macet." Ucap Al dan langsung disetujui oleh semuanya.


Ara langsung merangkul Mikha yang masih bingung, sementara Suaminya dirangkul oleh Sang Kakak. Alvin, Mikha, Ara dan Al satu mobil dengan kedua anak kembarnya.


"Kakak tau pasti kalian berdua bingung saat ini...nikmati saja ya!" Bisik Ara yang semakin membuat Mikha semakin tidak mengerti.


Al mengemudikan mobilnya, disebelahnya adalah Alvin, sementara Ara dan Mikha duduk di bekalang Suami mereka berdua. Ara sedang memegang Anak kembarnya dibantu oleh Mikha yang saat ini sedang memegang Alana yang terus saja tersenyum bila melihat seseorang.


"Alana gemes sekali ya Kak! Semoga saja nantinya Anak aku juga secantik dan segemas Alana ya!" Ucap Mikha sambil terus menciumi pipi Alana.


"Sayang...Anak kita pasti akan gemesin kok. Kamu tidak melihat kalau Papanya gemesin banget begini?" Ujar Alvin dengan sangat pedenya.


Seketika satu mobil tertawa lepas mendengarkan ucapan dari Alvin barusan. Sementara Alvin hanya cuek bebek saja karena memang merasa yang dikatakannya itu adalah sebuah kebenaran.


Akhirnya selama diperjalanan Ara, Mikha dan Alvin tidur. Sementara bayi kembarnya Alan dan Alana diserahkan kepada babysiter yang ada yang dibelakang Ara. Sejujurnya Ara belum ada tidur sama sekali sejak tadi malam. Makanya selama didalam perjalanan dia puas - puasin dirinya untuk tidur.


Dua jam kemudian...


Akhirnya mereka semua telah sampai juga di Villa yang berada dipuncak. Yang mana Villa ini merupakan Villa yang Al beli sejak beberapa waktu yang lalu karena merasa sangat menyukainya. Ini kali pertamanya mereka semua ingin pergi menginap dan menghabiskan waktu disana.


Villa yang sangat besar dengan pagar yang menjulang tinggi keatas, taman taman yang sangat asri. Villa ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap, dan hanya berlantai 2 saja. Akan tetapi memiliki kamar yang lumayan banyak juga.


Al sudah menghentikan mobilnya lalu membangunkan Alvin yang berada disampingnya, Al juga membangunkan Istrinya. Tidak berapa lama semua orang sudah terbangun lalu turun dari dalam mobil.


"Kita dimana Kak?" Tanya Alvin yang baru pertama kali melihat Villa nan mewah ini.


"Di Villa Kakak...!" Jawab Al lalu merangkul Istrinya masuk kedalam.


Alvin juga merangkul Mikha untuk masuk kedalam.


"SUPRISEEEE!" Sorak semuanya ketika Alvin dan Mikha masuk kedalam.


Disana ternyata Al telah memerintah seseorang untuk merias Villanya itu sedemikian rupa.


Alvin dan Mikha tentu saja sangat terkejut, mereka bahkan tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau akan mendapatkan kejutan seperti ini.  "Selamat ulang tahun Alvin! Selamat juga untuk kamu Mikha!" Sorak semuanya.


"Sama sama Vin! Masih ada lagi kejutan untuk kalian...sebaik kalian duduk dulu." Pinta Al.


Lalu keduanya duduk dikursi yang sudah dipersiapkan disana. Kini keduanya benar - benar sudah dikelilingi oleh keluar besar mereka.


"Ini untuk kamu!" Al menyerahkan sesuatu dokumen kepada Sang Adik.


"Apa ini Kak?" Tanya Alvin.


"Hadiah untuk kamu...silahkan dibuka!" Pinta Al.


Alvin langsung membuka dokumen yang diserahkan Kakaknya kepadanya. "Kakak! Ini tidak benar kan?" Ujar Alvin dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


"Itu untuk kamu Vin! Itu hadiah yang Kakak persiapkan untuk kamu....!"


Ternyata dokumen yang diberikan Al untuk Alvin adalah sebuah perusahaan milik Al yang baru saja dibangunnya dengan sebagian besar ide dari Alvin sendiri. Al ingin sang Adik mengelolanya dan membuat perusahaan tersebut jauh lebih besar lagi dari perusahaannya sendiri.


"Al juga telah berdiskusi dengan Papa, Papa bangga kepada Kakak kamu. Papa berharap kamu juga bisa mengikuti jejak kesuksekan Kakak kamu!" Ujar Papanya.


"Tapi Alvin merasa tidak layak menerimanya...." Ujar Alvin.


"Kamu layak Vin! Buktikan kemampuan kamu...Kakak ingin kamu jauh lebih sukses lagi kedepannya." Al terus saja menyemangati Adiknya.


"Tapi Kak..."


"Sssstt...tidak ada tapi tapian dan tidak ada penolakan!" Tegas Al.


Alvin menatap semua orang yang kini hanya mengangguk mendukung keputusan yang diambil oleh Kakaknya, pandangan Alvin kini beralih kepada Mikha, Mikha mengangguk sambil mengenggam tangan Suaminya.


"Kita bangun dan sukses bersama - sama Vin! Aku akan selalu menjadi pendukung nomor satu dihidup kamu! Aku yakin kamu bisa sayang!" Ucap Mikha.

__ADS_1


"Baiklah Kak! Alvin terima..Alvin akan bekerja keras untuk itu agar bisa sukses seperti Kak Al!" Ucap Alvin akhirnya.


"Nah begitu dong...kalau begitu saatnya kita party!" Ucap Al.


Mereka semua bersorak senang mendengarkan ucapan Al, mereka menikmati rangkaian acara yang Al susun dengan rapi. Hingga saat ini Ara yang dari kejauhan sedang memandangi semua orang. Dirinya benar - benar merasa beruntung bisa memiliki keluarga seperti ini. Mungkin memang Tuhan mempertemukan dirinya dengan Al merupakan suatu alasan yang baik, sampai hari ini dia terus merasa bahagia dan bangga bisa memiliki Suami seperti Suaminya itu. Bukan hanya parasnya saja yang tampan hati dan perilakunya juga baik.


Ara sedang melamun sampai Al memeluknya dari belakang, "Sayang...apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu senyum - senyum sendirian?" Tanya Al.


"Karena aku terlalu bahagia sayang!" Jawab Ara.


"Bahagia?" Tanya Al lagi sambil membalikkan tubuh Istrinya.


"Iya aku bahagia memiliki kamu, keluarga, apalagi sekarang sudah ada sikembar! Kebahagiaanku semakin lengkap saja." Ucap Ara sambil melingkarkan kedua tangannya ditengkuk leher Suaminya dengan manja.


"Terimakasih sayang!" Ucap Ara lagi lalu mencium bibir Suaminya sekilas.


"Kamu memang berhak bahagia sayang! Hmm..ngomong - ngomong aku gak dikasih penghargaan gitu karena sudah membahagiakan kamu?" Ucap Al sambil menunjuk bibirnya.


Ara hanya menggeleng sambil tersenyum, lalu Ara mencium bibir Suaminya.


"Sekarang gilaranku...hadiah untukku mana?" Tuntut Ara dengan manjanya.


Al mengambil sesuatu dikantong celananya, "Ini untuk kamu! Tapi bo'ong!" Ujar Al sambil tertawa lepas.


Ara merasa sangat kesal karena merasa telah dipermainkan oleh Suaminya, "Ih kamu! Mendingan kamu jauh - jauh aja deh."


Al kembali memeluk Istrinya dengan kesusahan karena Ara terus saja memberontak. "Maaf sayang...habisnya aku kangen becandain kamu! Aku sudah mempersiapkan sesuatu kok untuk kamu." Ujar Al.


"Kamu bohong!"


"Ini aku serius Ra!" Al mengunci tubuh Istirnya didalam pelukannya sambil keduanya saling bertatapan satu sama lain.


"Mana buktinya gak ada?"


Al menyerahkan ponselnya, "Lihat ini..."


Ara mengambil ponsel Suaminya lalu melihat isi ponsel Suaminya, "Ini semua..."


"Iya Ra! Aku ingin keliling dunia bersama dengan kamu dan Anak kita! Hanya kita saja!" Ucap Al dengan sangat serius.


"Aaaaa kamuuu..." Ara sudah mewek lalu memeluk Suaminya.


"Sweet banget sih kamu sayang! Love you!" Ucap Ara sambil mempererat pelukannya.


"Love you too Istriku tersayang! Apapun akan aku lakukan untuk membahagiakan kamu dan Anak kita! Kalian segalanya untukku..."


Ara sudah tidak mampu berkata - kata lagi. Al selalu saja bisa membuat hari - harinya bahagia dengan kejutan dan perlakuan - perlakuan romantis darinya. keduanya tengah asik berpelukan seakan dunia hanya milik mereka berdua saja.


"Ehemmm....ehem...! Udahan kali mesra - mesraannya malu nih dilihat Alan sama Alana!" Goda Alvin dari kejauhan yang kini tengah mengendong Alan sementara Mikha sedang mengendong Alana.


"Sirik aja kamu Vin!" Ucap Keduanya secara serentak.


Semua orang yang berada disana tertawa lepas melihat Alvin. Alvin sendiri hanya ikutan tertawa juga sambil bercanda dan terus saja menciumi Alan dan Alana dengan gemas.


Al dan Ara terus saja berpelukan tanpa merasa malu kepada keluarga mereka.


>THE END<


******


Aku ingin semua cerita itu berakhir Happy Ending! Bahagia itu sangat sederhana bukan? Bisa berkumpul dengan keluarga, anak dan kerabat saja sudah lebih dari cukup. So, ciptakan kebahagiaanmu sendiri.


Ini akhir kisah cinta Al, Ara, Alvin dan Mikha....!


Terimakasih sudah setia mengikuti cerita ini sampai ending..semoga sesuai dengan harapan semua pembaca! Sampai bertemu di novel lainnya...hehe.

__ADS_1


Sebenarnya Thor sedih harus secepat ini berpisah dengan kalian semua...hanya saja emang ceritanya sudah berakhir sesuai dengan jalan cerita yang Thor pikirkan.


Happy reading guys!


__ADS_2