
Alex mengangguk dengan sangat mantap, "Tapi kenapa kamu minta maaf sama aku?" Tanya Bella lagi.
"Aku merasa sangat menyesal karena membiarkan kamu pergi begitu saja. Oma, Daniel nyariin kamu! Aku bahkan tidak bisa menjelaskan tentang alasan kepergian kamu kepada Daniel. Dia terus saja bertanya tentang kamu, Bell." Ujar Alex.
"Jadi karena hal itu kamu minta maaf sama aku Lex? Ini bukan kamu banget tau gak Lex." Ujar Bella.
"Iya kamu boleh kok tertawa sepuas kamu Bell...aku bisa terima. Tapi satu hal yang paling aku sesali adalah ketika Daniel ingin bertemu dengan kamu tapi aku terus membohongi Adikku." Ujar Alex lagi dengan wajah sedihnya.
"Ya udahlah Lex, lagian itu semua udah berlalu. Kamu, Daniel dan Oma pasti sudah bahagia kan? Lupakan saja masalalu." Ujar Bella.
"Tidak semudah itu Bel, kamu tau Tuhan telah mengambil Daniel dariku! Aku sudah tidak memiliki tujuan hidup lagi." Ucap Alex.
"Apa? Maksud kamu..."
"Iya Bel seperti yang kamu pikirkan, Daniel sudah tiada. Daniel hanya bertahan selama satu bulan saja." Ujar Alex lagi.
Airmata Bella mengalir membasahi pipinya, "Daniel...!" Ujarnya sambil terisak.
"Maafkan aku Bel!" Alex memeluk Bella yang masih terus menangis.
Bella terus menangis sejadi jadinya, dia benar - benar bersikap tidak baik selama ini kepada Daniel. Dan kini dia harus mengetahui suatu hal yang sangat tidak diduganya kalau Daniel telah meninggal.
"Kenapa Daniel pergi secepat itu....kenapa!" Ujar Bella terus menerus sambil memukul - mukul lengan kekar Alex.
"Maafkan aku Bel, aku seorang Kakak yang sangat jahat karena tidak memberikan kesempatan kepada Adikku sendiri. Kalau saja aku dulu tidak seegois itu...mungkin saja semua ini tidak akan terjadi, Daniel pasti tidak akan mungkin mengalami kecelakaan, Daniel pasti saat ini masih berada disini. Daniel pasti...."
"Sudahlah Lex! Aku minta maaf karena pergi tanpa pamit sama kamu, Daniel dan juga Oma! Aku benar - benar tidak sanggup bila harus pamit dengan kalian. Aku pasti tidak akan bisa pergi kalau....kalau..."
"Iya aku mengerti kok Bel. Kamu tidak perlu menjelaskannya lagi." Ujar Alex.
Alex lalu mengambil diary Daniel dari dalam tas kerjanya. Kemudian Alex memberikan diary itu kepada Bella karena menurut Alex, Bella berhak untuk membaca diary yang Daniel tulis itu.
"Apa ini?" Tanya Bella.
"Ini diary Daniel! Dia banyak membahas tentang kamu disana...sebaiknya kamu baca sendiri." Jawab Alex.
"Baiklah aku akan membacanya nanti ketika aku sudah berada dirumah. Oh iya, bagaimana kabar Oma?" Tanya Bella yang sangat merindukan Omanya Alex.
"Oma...Oma baik - baik saja, dulu setelah kamu pergi Oma benar - benar sangat terpukul. Dia sangat sedih karena kamu pergi begitu saja tanpa mengatakan apa - apa. Kamu benar - benar sangat jahat Bel!" Ketus Alex.
"Kamu tau kan alasannya...aku tidak mampu melihat wajah sedih Oma." Ujar Bella.
Lalu keduanya kini sudah saling berdiam - diaman, "Lex ada yang ingin kamu katakan lagi? Kalau tidak ada sebaiknya kita sudahi obrolan kita. Aku ingin kembali." Ujar Bella yang merasa sangat canggung saat berdiam - diaman seperti sekarang ini.
'Berpikir Lex...ayo berpikir!' Batin Alex.
"Apa kamu mempunyai waktu besok?" Tanya Alex lalu menatap Bella.
"Emangnya kenapa?" Bella malah bertanya balik kepada Alex.
"Sepertinya Oma akan senang sekali bisa melihat kamu Bel. Maukah kamu bertemu dengan Oma?" Tanya Alex.
Sejujurnya Bella sangat merindukan Omanya Alex, hanya saja jika dia setuju maka dia tidak akan mungkin diizinkan pergi lagi oleh Omanya Alex.
"Tidak Lex...aku sudah tidak bisa lagi bertemu dengan Oma!" Ucap Bella.
"Kenapa? Apa kamu tidak merindukan Oma?" Tanya Alex karena mendapatkan penolakan dari Bella.
"Tentu saja aku sangat merindukan Oma! Hanya saja aku tidak ingin membuat Oma sedih lagi. Lebih baik aku tidak bertemu lagi dengan Oma. Kamu pasti tau sendiri kan alasannya?" Ujar Bella sembari tersenyum.
"Lagu bagaimana kalau aku yang memintanya? Apakah kamu masih tidak setuju? Please Bel..." Alex terus memohon kepada Bella.
"Kamu serius? Kenapa kamu seperti ini?" Tanya Bella yang tidak bisa percaya kalau Alex memohon kepadanya.
"Kamu pikirkan saja dulu...mana ponsel kamu?" Alex mencari ponsel Bella lalu mengambil jari jempol Bella untuk membukanya. Alex menghubungi nomornya sendiri disana.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Bella.
"Aku tunggu jawaban kamu besok! Baiklah, aku akan mengantar kamu pulang." Ucap Alex lalu segera memasangkan kembali sabuk pengaman Bella.
Alex mengantar Bella kembali kerumahnya, hanya saja Bella tidak memberitahukan alamat rincinya kepada Alex. Dia hanya meminta Alex menurunkannya di depan saja. Lalu Bella dengan cepat berjalan masuk menuju ke apartemennya.
Sesampainya didalam apartemennya Bella langsung masuk kedalam kamarnya, dia langsung berbaring karena sudah terlalu lelah. perlahan Bella mulai memejamkan matanya. Dia terus saja mengingat wajah Alex. Bella kembali membuka matanya. 'Tidak aku tidak bisa seperti ini lagi! Kenapa Alex muncul lagi sih?' Batin Bella.
__ADS_1
Ponsel Bella bergetar, dia meraba dimana letak ponselnya, setelah menemukannya Bella langsung melihat chat masuk. 'Alex!' Ujar Bella sambil mengerlitkan alisnya.
ALEX
Aku baru saja sampai rumah nih...! Kamu pasti sangat lelah hari ini? Mimpi indah ya!
Bella tidak membalas chat dari Alex, dia hanya membacanya saja lalu kemudian meletakkan ponselnya lagi.
Keesokan harinya...
Bella yang masih tertidur merasa sangat terganggu karena deringan ponselnya yang terus menerus, Bella meraba ponselnya lalu meraihnya kemudian tanpa melihat siapa yang menghubunginya Bella langsung mematikan ponselnya begitu saja. Dia kembali untuk tidur kembali. Selama satu malaman Bella sama sekali tidak bisa tertidur sama sekali, bukan karena dia tidak menginginkannya, melainkan matanya tidak bisa terpejam. Wajah Alex selalu saja muncul didalam benaknya.
Kini bell apartemennya berbunyi, Bella merasa sangat kesal sekali karena pagi ini merasa terus saja diganggu. Dia bangkit lalu berjalan menuju kearah pintu. Dia bersumpah akan memarahi seseorang yang berani mengganggu tidurnya itu. Dengan mata yang masih setengah sadar Bella membuka pintu apartemennya.
"Pagi Bella!" Ujar sosok yang ada dihadapan Bella saat ini sontak membuat Bella membelalakkan kedua matanya.
Bella yang masih tidak percaya kemudian mengucek matanya lalu mencubit dirinya sendiri, ternyata dirinya benar - benar sedang tidak bermimpi saat ini. Pria yang dilihatnya itu memang benar Alex. Tapi Bella masih tidak habis pikir bagaimana Alex mengetahui alamatnya dengan jelas.
"Ada keperluan apa kamu kesini?" Tanya Bella yang tidak berniat untuk mempersilahkan Alex masuk kedalam.
Bella sendiri tidak menyadari kalau pakaiannya saat ini sangat seksi.
"Kamu tidak mempersilahkan aku masuk kedalam?" Ujar Alex.
"Kita tidak sedekat itu....kenapa aku harus mempersilahkan kamu masuk kedalam apartemenku." Balas Bella.
Alex menghela nafas dengan kasar, "Baiklah...sesuai dengan janji aku hari ini membawa seseorang bersama denganku." Ujar Alex lalu mendorong tubuh Bella sedikit agar dirinya bisa masuk kedalam apartemen Bella.
"Hei...kenapa kamu menyerobos masuk? Dasar tidak sopan!" Balas Bella sambil mengikuti Alex masuk kedalam.
Alex sudah duduk disofa sambil menyilangkan kakinya. Alex mengamati kesegala penjuru ruangan. "Hmm...tidak buruk!" Ujar Alex.
"Siapa yang mengizinkan kamu seenaknya menilai tempat tinggalku! Mendingan sekarang kamu segera pergi dari sini!" Balas Bella yang merasa sangat kesal dengan Alex.
"Kasih tau aku satu alasan yang jelas kenapa aku tidak boleh kesini? Apa kamu sudah mempunyai seorang kekasih?" Tanya Alex dengan tatapan menyelidik.
"Tentu saja aku punya!" Bella langsung menjawabnya tanpa berpikir panjang.
"Kamu...! Aku tidak harus memajang foto kebersamaan kami berdua." Ujar Bella yang semakin salah tingkah.
"Mendingan kamu pergi sekarang!" Ketus Bella lalu segera bangkit dari duduknya.
Alex menarik tangan Bella hingga membuka Bella terjatuh diatas tubuh Alex, keduanya saling menatap satu sama lain. Waktu terasa terhenti seketika.
Dan secara kebetulan juga Omanya Alex masuk kedalam apartemen Bella, Omanya sangat tidak menyangka kalau akan menyaksikan pertunjukkan seperti itu didepan matanya. Ketika keduanya melihat Omanya masuk, Bella langsung berdiri lalu merapikan dirinya.
"Oma...bagaimana mungkin Oma kesini?" Ujar Bella yang tidak menyangka kalau Oamnya ada diapartemennya.
"Oma kangen sekali dengan kamu Bella!" Omanya langsung memeluk Bella tentu saja Bella langsung membalas pelukan dari Omanya yang sangat sangat dirindukannya itu.
"Kamu apa kabar Bel? Kenapa kamu tega sekali meninggalkan Oma sendirian?" Ujar Omanya sambil secara perlahan melepaskan pelukannya.
"Maafkan Bella, Oma...Bella baik kok Oma. Oma sendiri bagaimana kabarnya?" Tanya Bella dengan wajah bersalahnya.
"Seperti yang kamu lihat sekarang Bella. Oma sehat kok. Kamu semakin cantik saja Bella." Puji Omanya.
"Terimakasih Oma...Bella tidak menyangka kalau Oma akan datang kesini. Oma mau minum apa?" Ujar Bella lalu segera bangkit ingin membuatkan minuman untuk tamunya.
"Tidak usah repot - repot Bella...tujuan Oma kesini hanya untuk membawa kamu kembali kerumah lagi. Kamu bersedia kan sayang untuk ikut Oma lagi?" Tanya Omanya.
Bella hanya terdiam saja tanpa mengatakan apapun juga, kemudian Bella menggeleng, "Sepertinya Bella sudah tidak bisa kembali kesana lagi. Hmm, bagaimana kalau Oma saja yang tinggal bersama dengan Bella? Bella janji akan merawat dan memperhatikan Oma dengan sangat baik, tidak seperti seseorang!" Ujar Bella sambil melirik sinis kepada Alex.
"Maksud kamu apa? Aku selalu saja merawat Oma dengan sangat baik ya!" Ketus Alex yang tidak bisa terima begitu saja ketika dirinya dipojokkan seperti itu.
"Sepertinya ide kamu bagus juga Bell! Lagian Oma malas tinggal bersama Alex, dia tidak pernah mendengarkan ucapan Omanya sendiri." Balas Omanya.
"Jadi Oma setuju tinggal bersama Bella?" Tanya Bella lagi.
Omanya mengangguk dengan mantap.
"Alex tidak menyangka kalau pada akhirnya Oma akan mengkhianati Alex seperti ini." Ujar Alex dengan kesalnya.
"Salah kamu sendiri Lex...kenapa kamu selalu saja menolak untuk Oma jodohkan? Oma hanya ingin melihat kamu menikah dan bahagia! Tapi kamu tidak pernah menurut sama sekali. Bukankah lebih baik kalau Oma pada akhirnya pergi saja?"
__ADS_1
"Wah...aku tidak menyangka kamu sungguh menyakiti perasaan Oma! Kenapa kamu menolak untuk dijodohkan Lex? Tapi aku mengerti sih pasti tidak akan ada seorang wanitapun yang tahan dengan sikap kamu yang seperti ini." Balas Bella sambil tersenyum mengejek.
Alex terus saja menatap Bella dengan tatapan tajamnya, "Kalau tidak ada yang mau menikah denganku...aku kan masih memiliki kamu, Bella!" Ketus Alex lalu tersenyum.
"Aku tidak sudi menikah dengan pria angkuh seperti kamu Alex!" Balas Bella.
"Bagaimana kalau Oma setuju dengan pernikahan kalian berdua?" Ucap Omanya.
"OMA!" Ucap keduanya secara bersamaan.
"Wah Oma tidak menyangka kalau kalian berdua akan sekompak ini. Sepertinya Oma harus pergi sebentar, nanti kita bicara lalgi ya Bel." Ujar Omanya lalu segera pergi meninggalkan Alex dan Bella.
"Sebaiknya kamu pulang!" Ujar Bella lalu berjalan pergi meninggalkan Alex.
"Bel tunggu sebentar..." Ujar Alex sambil memegangi tangan Bella.
"Ada apa lagi Lex?" Tanya Bella tanpa membalikkan tubuhnya.
"Apa kamu masih mencintaiku?" Tanya Alex.
DEG
Detak jantung Bella berdetak tidak beraturan lagi, 'Kenapa Alex bertanya tentang hal itu? Aku harus jawab apa.' Batin Bella.
"Tentu saja aku sudah tidak mencintai kamu lagi Lex! Aku udah lama move on dari kamu, Alex!" Jawab Bella.
"Jawab sambil melihat aku Bel...!" Ucap Alex sambil menarik Bella dan kini keduanya sudah kembali saling berhadapan.
"Aku...aku sudah tidak....tidak mencintai kamu lagi." Ucap Bella dengan gugup tanpa berani menatap mata Alex.
"Kenapa kamu tidak berani menatap aku?" Tanya Alex sambil memegangi dagu Bella.
"Katakan lagi!" Pinta Alex.
"Aku....aku....aku..."
"Katakan saja Bella...tidak perlu merasa segugup ini." Ucap Alex.
'Ayo Bella...kenapa kamu sangat konyol seperti ini sih? Jangan biarkan pesona Alex mengalahkan semuanya.' Batin Bella.
"Aku...aku tidak bisa mengatakannya!" Ucap Bella sambil menjauhkan dirinya dari Alex.
Alex tersenyum, Alex sebenarnya tau kalau Bella masih mencintai dirinya. "Aku mau kita bersama lagi! Aku sudah melupakan masa lalu kita berdua....aku ingin memulai semuanya dari awal lagi sama kamu, Bel. Apa kamu bersedia?" Tanya Alex sontak membuat Bella menatap Alex dengan tatapan tak percayanya.
Bella berulang kali terus saja mencerna apa yang Alex katakan. "Kamu pasti bercanda kan Lex? Sumpah kali ini bercanda kamu lucu sekali." Ujar Bella sambil tertawa.
Alex berlutut dihadapan Bella sambil memegang tangan Bella dan menunjukkan cincin. "Will you marry me?" Ucap Alex sambil memandangi Bella dengan serius.
Bella melongo tak percaya kalau saat ini Alex berlutut dan melamar dirinya. Bella hanya diam seakan bibirnya terkunci.
"Bella...please jawab!" Alex terus saja memohon.
"Aku...aku...kenapa kamu mendadak melamar aku Lex?" Tanya Bella yang masih belum bisa mempercayai apa yang Alex lakukan.
"Karena aku mencintai kamu, dulu, sekarang, nanti dan selamanya. Walaupun aku pernah merasa kecewa dengan kamu. Jujur aku masih belum bisa melupakan kamu sampai saat ini. Aku sangat menyesal ketika kamu pergi....tapi aku juga tidak mempunyai alasan untuk mencari kamu. Aku terlalu gengsi Bel. Aku tau Tuhan mempertemukan kita lagi pasti mempunyai suatu alasan. Karena Tuhan ingin mempersatukan kita kembali. Jadi aku mohon sama kamu untuk menerima aku kembali." Ujar Alex panjang lebar.
Bella sudah tidak kuasa lagi untuk membendung airmatanya, airmatanya terus saja mengalir membasahi pipinya. dia mengusapnya, Bella berusaha untuk merilekskan dirinya lalu menganggukkan kepalanya. Sejujurnya dia memang masih dan akan selalu mencintai Alex.
"Yes i will, Alex!" Jawab Bella dengan sangat mantap.
Seketika wajah tampan Alex langsung tersenyum bahagia, dia memasangkan cincin dijari manis Bella lalu mencium tangan Bella.
"Thankyouu Bella!" Lalu Alex bangkit kemudian memeluk Bella dengan sangat erat. Bella pun hanya menikmati pelukan yang Alex berikan kepadanya saja.
'Aku tidak menyangka kalau pada akhirnya kita berdua akan bahagia seperti ini Lex! Terimakasih karena telah memberikan aku kesempatan untuk bersama dengan kamu lagi! Aku sangat dan sangat bahagia Alex!' Batin Bella sambil membalas pelukan dari Alex sembari tersenyum.
******
Memang tidak semua kisah cinta itu indah! Hmm...namun ada kalanya kita mampu untuk melawan ego kita sendiri demi rasa cinta itu sendiri. Memilih bahagia atau tidak, itu semua ada ditangan kita! Mau berakhir happy ending maka harus melalui segala macam kerikil - kerikil kehidupan ini!
Autohr sok bijak ya? Hehe
Happy reading guys!
__ADS_1