SECRET LOVE

SECRET LOVE
SL 182


__ADS_3

Pagi harinya...


Tadi malam Alvin dan Mikha kembali untuk bercinta, Alvin benar - benar tidak memberikan ampun kepada Mikha, Sementara Mikha sendiri sudah terbiasa dengan situasi seperti itu. Yang bisa dilakukan oleh Mikha hanya memasrahkan dirinya saja kepada Suaminya.


Sekujur tubuh Mikha sudah sangat lelah, perlahan matahari pagi menyilaukan sinarnya. Mikha mulai terbangun dari tidur panjangnya. Mikha menatap kearah sebelahnya, dia menemukan Alvin masih sangat terlelap. Secara perlahan Mikha mulai bangkit lalu berjalan menuju kamar mandi untuk segera mandi dan membersihkan dirinya.


Sekitar 15 menitan kemudian Mikha sudah  selesai mandi, dia berjalan keluar. Mikha masih melihat Alvin masih terlelap. Mikha dengan cepat langsung mengenakan kemeja kebesaran milik Alvin karena pakaiannya sudah tidak berbentuk lagi akibat Alvin telah merobeknya dengan paksa.


Selagi melihat Alvin tertidur, Mikha beranjak pergi dari kamarnya menuju dapur. Perutnya terasa sangat keroncongan. Dia mencari sesuatu bahan yang bisa untuk diolah dan dijadikannya makanan untuk menutupi rasa laparnya saat ini.


Mikha membuka kulkas yang memang sudah diisi berbagai jenis bahan oleh Al, Al sudah mengetahui apa yang akan terjadi kepada Alvin dan Mikha makanya dengan perencanan yang sempurna Al memerintah seseorang untuk mengisi kulkas dirumah baru Alvin dan Mikha ini sebelum Al membawa keduanya kesini.


"Wah....ternyata banyak bahan makanan..." Mikha mulai mengeluarkan bahan - bahan makanannya yang akan diolahnya. Tapi karena Mikha menemukan satu bungkus ayam yang sudah dibungkus, akhirnya Mikha lebih berminat untuk memasaknya.


Kini Mikha sudah menyalahkan kompor lalu memasukkan minyak, setelah melihat minyaknya sudah panas, Mikha langsung memasukkan beberapa potongan ayam. Mikha benar - benar sangat cekalan dalam melakukannya. Mikha bahkan tidak memperdulikan rambutnya saat ini masih tergulung keatas karena masih sangat basah.


Perut Mikha merasa sangat lapar akibat dari wangi masakannya itu, Karena tidak bisa menunggu untuk menunggu nasi yang dimasaknya matang, akhirnya Mikha memutuskan untuk membuat roti bakar, Mikha dengan lihainya memasukkan selai kedalam roti tawar, lalu Mikha memasukkan roti itu kedalam panggangan.


Al benar - benar sudah menyediakan semua peralatan masak yang lengkap untuk Mikha, Mikha sangat amat bersyukur karena memiliki Kakak ipar yang sangat baik. Dan pada saat Mikha sedang asik melakukan kegiatannya, tiba - tiba saja dia merasa kalau tubuhnya dipeluk dari belakang. Sontak membuat Mikha terkejut tapi tidak bermaksud untuk menolak pelukan yang sudah sangat tidak asing untuknya.


"Vin...kamu sudah bangun. Gimana tidurnya?" Tanya Mikha sambil membelai wajah Suaminya dari depan.


"Kamu kok gak bangunin aku sih? Aku kecarian kamu tau!" Jawab Alvin dengan sangat kesal karena merasa ditinggalkan begitu saja oleh Sang Istri tercintanya.


"Sorry sayang! Habisnya aku lihat kamu sangat lelap sekali...aku kan jadi tidak tega untuk membangunkan kamu." Ujar Mikha.


Alvin terus saja mencium bagian leher Mikha, Mikha merasa sangat kegelian oleh tingkah dari suaminya itu, "Vin...hentikan dong! Aku masih membuatkan kamu sarapan, sekarang mendingan kamu mandi gih." Pinta Mikha.


"Salah sendiri kenapa kamu wangi banget sayang...." Alvin terus saja menggoda Mikha dengan sangat jailnya.


"Sayang berhenti dong...kita sarapan dulu ya, aku udah laper banget nih." Rengek Mikha sambil membalikkan tubuhnnya lalu menatap Alvin dengan wajah yang minta dikasihani.


"Baik lah sayang...tapi setelah kamu..." Ujar Alvin yang tidak ingin merasa rugi sama sekali. Mikha selalu kalah kalau Alvin sudah begitu. Alvin hanya menunjuk bibirnya hanya dengan jari telunjuknya saja sudah membuat Mikha mengerti dengan kemauan suaminya.


Dengan cepat Mikha memberikan morning kiss untuk Suaminya lalu kembali melanjutkan kegiatannya lagi. Sesuai dengan janjinya Alvin membiarkan Mikha untuk sementara waktu. Alvin berjalan kembali menuju kamar mereka yang ada dilantai satu. Alvin memutuskan untuk mandi.


Kini Mikha sudah menghidangkan makanan diatas meja makan, ya walaupun tidak banyak sih. Hanya saja sudah lebih dari cukup untuk mengganjal perut Alvin dan Mikha untuk sesaat. Tidak membutuhkan waktu yang sangat lama, kini Alvin sudah selesai mandinya lalu dengan hanya menggunakan jubah mandinya dia berjalan menghampiri Sang Istri.


Sebenarnya Alvin tadi mencari pakaian yang dikenakannya tadi, akan tetapi karena dia tidak bisa menemukannya, akhirnya Alvin menggunakan jubah mandinya saja.


"Sayang kamu kok gak pakai baju sih?" Tanya Mikha.


Alvin kini sudah berada tepat dihadapan Mikha, Alvin membuka kancing kemeja yang dipakai oleh Mikha, "Hei...apa yang kamu lakukan." Tentu saja Mikha dengan cepat menahan tangan Alvin.


"Aku hanya ingin mengambil pakaianku saja." Balas Alvin sambil berbisik.


Seketika Mikha menatap pakaian yang dia kenakan, Mikha pun tersenyum kikuk, "Aku lupa kalau aku lagi pinjam kemeja kamu..." Ucap Mikha yang merasa malu.


"Oh iya? Kapan kamu minjamnya? Kok aku gak tau ya?" Ujar Alvin yang memang senang untuk menggoda Mikha.


"Vin udah dong...gimana coba aku mau pakai pakaian aku kalau sudah tidak berbentuk tidak jelas seperti itu lagi." Gerutu Mikha dengan kesalnya. Sementara Alvin hanya cengengesan tidak jelas saja karena dialah yang melakukannya.


"Bisa kita sarapan sekarang? Perut aku memang benar - benar sudah lapar nih." Rengek Mikha dengan manjanya.


"Tentu saja sayang." Ujar Alvin.


Lalu keduanya kini sedang menikmati sarapannya sambil sesekali melemparkan godaan satu sama lain, tentunya godaan yang berunjung pertengkaran kecil yang memang sudah menjadi rutinitas mereka sehari - hari. Malah aneh rasanya kalau keduanya tidak bertengkar satu harian, berarti ada sesuatu hal yang sedang tidak beres diantara keduanya.


Selesai sarapan Alvin mengajak Mikha untuk melakukan olahraga, tentunya Mikha sangat malas untuk melakukannya akan tetapi Alvin selalu punya cara untuk memaksa Mikha hingga akhirnya Mikha tidak bisa menolaknya.


Sehabis olahraga sekujur tubuh Mikha sudah kembali berkeringat lagi, Mikha ingin segera mandi akan tetapi dia sadar kalau kini dirinya tidak mempunyai pakaian sama sekali.


"Vin..." Panggil Mikha.


"Hmm..."


"Kamu sengaja ya?" Tanya Mikha sambil memicingkan matanya.

__ADS_1


"Sengaja apa? Emangnya aku ngapain?" Ujar Alvin yang merasa kebingunan dengan pertanyaan Mikha barusan.


"Kamu memang sengajak tidak mengerti atau memang tidak mengerti?" Tanya Mikha lagi.


Alvin yang tadinya masih sibuk dengan ponselnya kini sudah berjalan mendekati Istrinya, "Kamu mau bicara apa sih sayang? Bicara yang  jelas dong agar aku mengerti." Ujar Alvin sambil memegang kedua bahu Mikha.


"Aku kan sudah tidak mempunyai pakaian lagi....gimana caranya coba ntar kita keluar?" Rengek Mikha dengan manjanya.


Alvin hanya menatap penampilan Istrinya dari atas sampai kebawahnya, Mikha hanya menggunakan kemeja milik Alvin yang kebesaran. "Kamu manis begini saja...aku malah suka melihat kamu seperti ini." Ujar Alvin yang semakin membuat Mikha melongo tak percaya.


"Alvin!" Panggil Mikha.


"Iya sayang....mungkin setelah mendengar kamu memohon kepadaku aku mungkin akan berubah pikiran untuk membelikan kamu pakaian baru..." Ujar Alvin sambil memegangi dagu Mikha.


Mikha menepisnya tangan Suaminya, Mikha sudah merasa sangat kesal sekarang tapi Alvin terus saja menggodanya sampai membuat Mikha merasa emosi. Mikha masih menatap Suaminya dengan tatapan tajamnya saja.


Tiba - tiba saja terdengar ada yang menekan bell rumah mereka, "Siapa? Apa kamu mengundang seorang tamu?" Tanya Mikha.


Alvin hanya menggelengkan kepalanya saja, "Sebentar aku buka dulu...kamu jangan kesal ya sayang nanti aku tidak bisa melihat wajah imut kamu lagi. Tunggu disini jangan kemana - mana." Pinta Alvin lalu Alvin berjalan untuk membukakan pintu.


"SUPRISEEEE!" Ucap Al dan Ara yang sudah berada disana dengan membawakan beberapa kantong plastik.


"Kakak! Kirain ntah siapa...silahkan masuk!" Ujar Alvin.


"Vin...Mikha mana?" Tanya Ara sambil celingak celinguk.


"Ada didalam kamar Kak..." Jawab Alvin dengan cueknya lalu duduk disofa yang ada disana.


"Oke Kakak kesana dulu ya....Oh iya kalian berdua sudah sarapan kan?" Tanya Ara lagi.


"Sudah Kak...tadi Mikha masak untuk kami berdua." Jawab Alvin.


"Oke..."


Setelah kepergian Ara, kini hanya tersisa Kakaknya dan Alvin saja, Alvin mengamati plastik yang sudah diletakkan diatas meja, "Kakak bawa apaan? Makanan?" Tanya Alvin.


Dengan cekatan tangan Alvin sudah meraih kantong plastik itu, "Pakaian? Untuk Alvin?" Tanya Alvin.


"Iyalah...jadi menurut kamu untuk siapa lagi? Kakak tau pasti kalian berdua tidak memiliki pakaian ganti kan? Makanya Kakak berinisiatif untuk membelikan pakaian kamu." Jawab Alv dengan santainya.


"Terimakasih Kak! Kakak ngerti aja..."


"Hmmm...biar Kakak tebak dari ekspresi kamu yang seperti ini sepertinya tadi malam berjalan dengan lancarkan?" Ujar Al.


Alvin hanya mengangguk mantap, "Alvin sangat amat berterimakasih kepada Kak Al dan Kak Ara...."


"Jangan terlalu sungkan! Vin kamu tau gak kalau Ara ingin bertemu dengan Tia?" Tanya Al yang mendadak berubah menjadi sangat khawatir.


"Apa? Untuk apa lagi Kak?" Tanya Alvin yang sangat penasaran.


"Entahlah...tapi Kakak masih ragu untuk mengizinkan mereka berdua bertemu."


"Lagian Kakak ipar ada - ada saja deh...udah bagus Tia mendapatkan karmanya yang setimpal untuk dirinya, eh malah mau ketemu lagi, terkadang Alvin tidak habis pikir dengan jalan pikiran Kakak Ipar." Ujar Alvin.


"Tapi yang dibilang Ara ada benarnya juga sih...dia hanya ingin menyelesaikan semuanya...dia tidak ingin setelah mempunyai Anak nanti masih ada orang yang tidak menyukainya dan masih menaruh dendam. Dia hanya ingin berdamai dengan semua masalah saja. Tapi disatu sisi Kakak masih sangat mengkhawatirkan keadaan Ara...Kakak takut kalau Tia nekat untuk melukai Ara." Ujar Al panjang lebar.


"Hmm...gimana ya Kak, itu semua sebenarnya tergantung dari Kak Al saja antara mengizinkannya atau tidak. Tapi kalaupun Kakak mengizinkan Kak Ara untuk bertemu dengan Tia, Kak Al harus ada diantara mereka berdua. Itu sih masukan dari Alvin." Ujar Alvin dengan bijaknya.


"Hmm..begitu ya Vin...Vin itu mereka jalan kesini jangan ungkit hal ini ya." Bisik Al.


"Hayoo...apa yang sedang kamu dan Alvin bicarakan sih sayang?" Tanya Ara sambil mendekati Suaminya bersama dengan Mikha yang kini sudah menggunakan pakaian lengkapnya.


Alvin menatap Mikha dari atas sampai kebawah, "Padahal aku lebih menyukai penampilan kamu yang sebelumnya." Ujar Alvin berterus terang.


Dengan cepat Mikha langsung membungkan mulut dari Suaminya itu, Kini Al dan Ara sudah menatap keduanya dengan tatapan menggodanya seakan mengisyaratkan sesuatu.


"Apa yang kamu bicarakan barusan? Kamu pasti sengaja kan Vin?" Bisik Mikha lalu menginjak kaki Suaminya.

__ADS_1


"Ini tidak seperti yang Kakak berdua bayangkan dan pikirkan...kadang Alvin memang suka berbicara sembarangan saja." Ujar Mikha memberikan penjelasan yang seharusnya tidak perlu dilakukannya.


"Tapi kenapa kamu repot - repot untuk menjelaskannya Mik? Santai saja lagi, Kakak dan Al juga pernah melaluinya kok." Ujar Ara sambil tersenyum.


'Iya iya? Ngapain pula aku menjelaskannya? Mikha Mikha...betapa memalukannya sih kamu!' Batin Mikha.


Sementara Alvin hanya tersenyum geli saja melihat tingkah menggemaskan dari Istrinya itu.


"Mendingan kamu cepat ganti pakaian deh Vin..." Mikha menarik tangan Alvin.


"Gantiin dong sayang." Ujar Alvin dengan sengaja untuk semakin menggoda Mikha.


"Alvin!"


"Sebentar ya Kak!"


"Ayo Vin..." Mikha terus saja menarik paksa Suaminya itu.


"Alvin dan Mikha tinggal sebentar ya Kak....Sepertinya Mikha sangat menginginkan Alvin saat ini."


"Alvin! Udah dong stop jangan terus menerus untuk mempermalukan aku!" Mikha menarik Alvin sampai keduanya kini sudah berada didalam kamar lagi.


"Sudah puas? Ih kamu ya benar - benar menyebalkan tau gak! Aku gak suka ya kamu seperti itu." Mikha terus mencubit perut Suaminya.


Alvin saat ini sudah meminta ampun kepada Mikha, tapi Mikha masih merasa sangat kesal oleh Alvin. "Jangan seperti itu lagi! Atau aku akan benar - benar marah sama kamu." Ancam Mikha lalu pergi meninggalkan Alvin.


"Cepat ganti pakaian! Kita mau pergi kerumah Kak Al dan Kak Ara...." Teriak Mikha dari luar kamar.


Setelah selesai mereka semua sempat bercanda - canda beberapa saja lalu akhirnya berangkat kembali menuju kediaman Kakaknya. Selama didalam perjalanan Alvin terus saja menggenggam jemari Mikha. Mikha yang merasa malu karena ulah Alvin didepan kedua Kakaknya itu.


"Vin...aku malu...kita daritadi diliatin terus tau gak!" Bisik Mikha.


"Biarkan saja sayang...aku hanya ingin kita berpengangan tangan terus selama kita didalam perjalanan...Aku tidak ingin kita beripisah...kamu biasanya terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu sampai tidak memperhatikan dan memperdulikan aku lagi. Kamu kira aku tidak kangen apa?" Ujar Alvin mengeluarkan keluh kesahnya selama ini.


Mikha sudah tidak bisa berkata - katal agi, tapi jauh didalam hati Mikha dia juga merindukan hal - hal sederhana yang terlihat sangat sepele seperti ini. Entah sudah berapa lama mereka berdua tidak bergandengan tangan seperti ini.


"Ehemm...kalau emang masih baru - baru...masih anget - angatnya emang seperti itu Mik...coba deh nanti setelah kamu hamil atau beberapa tahun kedepan pasti tidak akan semanis itu lagi." Ara menyindir seseorang yang ada disampingnya saat ini. Siapa lagi kalau bukan Al, Suaminya sendiri.


"Oh iya Kak? Hmm...sepertinya Kak Ara sedang curhat nih? Duh Kak Al jangan begitu dong...Kak Ara sangat merindukan hal manis dari Kakak tau...." Ucap Mikha.


"Hmm...Kakak gak ada berubah Mik, tapi semenjak hamil Ara semakin manja makanya Kakak bingung sendiri... disatu sisi pekerjaan Kakak juga banyak, jadinya Ara berpikir kalau Kakak sudah berubah. Padahal tidak sama sekali Mik."


"Sayang cinta aku cuma untuk kamu seorang kok..." Ujar Al sambil membelai rambut Ara.


"Ehemm...tuh kan Kak Ara salah paham nih...Kak Al sangat mencintai Kakak kok." Mikha berusaha untuk menghibur Ara.


"Oh iya? Kakak tidak yakin Mik...nanti juga setelah Kakak melahirkan lalu tubuh Kakak mengalami perubahan yang sangat drastis Al tidak akan mungkin berkata seperti ini lagi."


"Sayang...aku tidak seperti itu..."


"Ah Kak Al payah nih....masa kalah sama aku dan Mikha...Kakak jangan terus menerus sibuk dong...Kak Ara butuh diperhatikan juga...Iya kan Kakak ipar? Maafin Kakak aku yang tidak peka ya?" Alvin malah semakin sengaja untuk memanas manasin Ara.


"Alvin! Mendingan kamu diam aja deh." Mikha kini sudah menutup mulut Alvin dengan tangannya tapi Alvin malah bertingkah jail dengan menciumi tangan Mikha.


Alvin berhasil membuat suasana hati Ara menjadi kesal kepada Al, kini Ara menjadi benar - benar ngambek dengan Suaminya itu, menurut Ara yang dikatakan Alvin tadi memang benar, Al selalu saja sibuk dengan pekerjaannya tanpa memberikan waktu untuk dirinya selaku Istrinya.


"Tuh lihat Kak Ara jadi beneran marah sama Kak Al...ih kamu jail banget deh!" Bisik Mikha yang menjadi merasa bersalah atas sikap Suaminya itu. Sementara Alvin malah hanya cengengesan tidak merasa bersalah sama sekali.


*****


Duh episode selanjutnya thor ingin memberikan kejutan ih...!


Hayo jangan lupa di like sebanyak - banyaknya dong...


Hmm..ada yang bisa menebak?


Happy reading guys!

__ADS_1


__ADS_2